Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kau Curangi Aku

Kau Curangi Aku

Maya sangat terpukul saat mengetahui kekasihnya berselingkuh dengan Miya, adik kembarnya sendiri. Namun, alih-alih fokus pada pengkhianatan itu, Maya justru mengungkap rahasia gelap tentang harta keluarga yang menjadi incaran komplotan penjahat. Ternyata, Miya hanyalah alat bagi mereka untuk mencapai tujuan licik tersebut. Kini Maya harus mencari tahu siapa dalang di balik semua ini dan apa motif sebenarnya yang mengancam keselamatan keluarganya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ih!" kesal Miya kepada Mike Araya, pemuda 19 tahun yang sedang bermain basket di lapangan kampus tak jauh dari tempatnya saat ini. "Dasar playboy!"

"Kenapa, Dek?" tanya Maya Winata, kembaran Miya dengan kening berkerut.

"Enggak!" ujar Miya lalu menundukkan kepala. "Aku tuh kesel aja sama dia, gak ada apa-apa kok,"

"Apa?" desak Maya. "Ada apa antara kau dan Mike, Dek?"

"Enggak!" ujar Miya dengan ketus lalu membuang muka. "Aku cuma nggak mau melihat pria itu lagi!"

"Apa sih?" ujar Maya dengan seribu tanya di hatinya.

Tak mau melanjutkan percakapan dengan Maya, Miya segera berjalan meninggalkan tempat mereka. Dia pergi dengan wajah kesalnya membuat saudara kembarnya itu semakin bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi diantara keduanya.

Melihat keanehan saudara kembarnya itu, Maya lalu melangkah dengan cepat mendekati lapangan basket untuk menemui kekasihnya, Mike yang masih saja jadi pusat perhatian teman-temannya di sekeliling lapangan basket.

"Mike!" teriak Maya dari kejauhan saat Mike bersiap untuk pamer kemampuannya di depan semua temannya.

"Apa?!" tanya Mike yang masih asyik mendribel bola. "Nanti dulu marahnya, aku masih asik main bola!" lanjutnya sembari bersiap untuk melakukan slam dunk.

Seluruh penonton di sekeliling lapangan basket bersorak mengelu-elukan nama pebasket muda. Sebagian bertepuk tangan dan sebagian lagi meneriakkan kata-kata semangat agar pria tampan berambut hitam itu semakin terbakar semangat.

"Mike! Mike! Mike!"

"Aku akan tunjukkan kepada kalian cara main basket yang benar!" seru Mike sebelum akhirnya berlari dengan bola di tangannya membuat semua wanita yang melihatnya semakin kagum padanya.

Brak!

Dengan kekuatan penuh Mike memasukkan bola basket ke dalam keranjang dan sorak penonton semakin riuh meneriaki namanya.

"Uh!" ujar Mike dengan keringat membasahi wajahnya membuat pesona pria tampan ini semakin maksimal.

"Keren!" teriak teman-teman Mike saat percobaannya berhasil dengan sempurna.

"Nah, itu baru keren!" ujar Mike lalu berjalan ke pinggir lapangan untuk menghampiri Maya yang sudah memasang wajah kesalnya sejak tadi. "Apa?!" tanya Mike sambil melirik tajam kekasihnya.

"Kau apakan adikku?"

"Adikmu? Aku tak melakukan apa-apa! Memangnya kenapa?" ketus Mike yang tersenyum sinis pada Maya.

"Kau yakin?!"

"Yakin!" ujar Mike memastikan. "Sudah, ah. Aku mau main basket lagi. Tak ada orang di dunia ini yang mengerti kesenanganku selain bola basket itu!" ujar Mike lalu berbalik badan kembali ke lapangan basket.

"Apa sih? Eh!" Maya menarik bahu Mike yang terlalu kokoh untuk dia hentikan hingga dia hanya bisa terdiam berharap kekasihnya yang terkenal playboy itu tak melakukan hal buruk pada adiknya.

"Pergi! Aku mau pamer kemampuan lagi pada teman-temanku!" usir Mike dengan kasar sambil menunggu operan bola dari teman setimnya.

"Kau ini!" kesal Maya lalu melangkah meninggalkan lapangan basket yang masih riuh dengan teriakan suporter kekasihnya itu.

Maya yang juga tak mendapatkan jawaban dari kekasihnya lalu melangkah masuk ke dalam kelas.

Kebetulan kelas manajemen operasional akan dimulai beberapa menit lagi dan dia harus segera duduk atau dosennya yang killer akan menutup pintu tepat di jam 9 pagi saat jadwal kuliah dimulai.

"Mana Miya?" tanya Maya dalam hati saat sudah duduk di kursi paling depan berharap Miya akan segera menyusulnya masuk.

"Selamat pagi!" sapa dosen yang akhirnya mengunci pintu dari dalam agar mahasiswa yang terlambat tak bisa masuk.

"Sial! Miya terlambat!" bisik Maya lalu menghela nafas berat dan memulai kuliah hari ini.

Dosen mulai menerangkan dan Maya terpaksa menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa hari ini tanpa adik kembarnya.

Mereka berdua adalah mahasiswi tingkat 2 di sebuah universitas swasta di Malang yang terkenal sangat ketat dan pastinya mahal hingga tak sembarangan orang bisa duduk di kursi kuliah.

Ini kali kedua Miya tak masuk setelah minggu lalu dia tiba-tiba menghilang dari kampus padahal Maya dan kembarannya itu berangkat satu mobil.

"Dia kemana?" tanya Maya saat akhirnya perkuliahan hari itu berakhir.

"Kau kenapa?" Mike tiba-tiba mendekati kekasihnya dengan baju kemeja berwarna putih dan celana hitam yang sangat rapi.

"Miya tak kuliah lagi hari ini!" tegas Maya dengan wajah lesu. "Kemana dia?"

"Hari ini dia tak bersamaku, kok!" spontan Mike membuat Maya mengerutkan keningnya.

"Memangnya kapan dia bersamamu?" tanya Maya dengan tangan bertolak pinggang.

"Eh, gak pernah! Kapan? Ngapain juga aku sama dia!" Mike memblunder perkataannya sendiri.

Maya mengerutkan keningnya semakin dalam sambil menggaruk pipinya yang jadi gatal karena ucapan Mike yang seolah menutupi sebuah kenyataan. "Kau tak sedang berbohong, kan?"

"Hah! Apa lagi ini?!" kesal Mike yang selalu saja merasa kekasihnya ini tak pernah percaya padanya.

"Kenapa kau memblunder perkataanmu sendiri!"

"Aku?" Mike menunjuk hidungnya. "Kapan? Tak ada!"

"Yang bener?"

"Gak! Aku gak blunder! Aku cuma bilang kalau aku tak tau dimana adikmu sekarang berada! Cuma itu!" tegas Mike yang sesekali tertunduk sambil menelan salivanya.

"Kau jujur aja. Aku udah capek bertengkar terus! Aku kesal sekali padamu tiap kita..."

"Sudah!" Mike terkekeh lalu menarik tangan kekasihnya untuk menghentikan pertengkaran mereka. "Kita pergi saja! Ayo!"

Tangan gadis 19 tahun itu segera ditarik pria tampan nan atletis dengan lembut membuat pertengkaran yang merobek hatinya perlahan luntur.

"Yakin gak ada apa-apa?" tanya Maya yang terpaksa melangkah dengan kesal.

"Iya, ngak ada apa-apa! Udah jangan bertengkar terus. Aku capek,"

"Capek ngadepin aku?" Maya kembali bertanya.

Mike terkekeh lalu mengusap peluh di keningnya. "Capek main basket, Sayang!"

Keduanya lalu melangkah menuju tempat parkir dan masuk mobil. Dengan wajahnya yang tak bisa menyembunyikan rasa bingungnya, Mike mengantarkan Maya pulang ke rumahnya di kawasan Ijen yang merupakan perumahan mewah di kota Malang dengan mobil Audi hitam miliknya.

Selama perjalanan keduanya tak saling bicara namun Maya tetap melempar senyum sebagai tanda jika dia sudah melupakan pertengkarannya dengan Mike dan pria tampan itu pun mulai melontarkan rayuan gombalnya membuat Maya yakin jika pria ini memang pria yang sangat dia cintai.

"Kita sampai!" seru Mike dengan sangat senang.

Dia akhirnya tak perlu menggombal lagi dan Maya melangkah turun dari mobil.

"Non!" teriak salah seorang pelayan pria yang terlihat menunggu kembalinya nona muda keluarga Winata ini.

"Apa?" tanya Maya lalu menatap pria paruh baya itu dengan bingung.

"Tuan Besar serangan jantung. Dia dibawa ambulan tadi!"

"Ayah?!" tanya Maya dengan suara bergetar.

"Iya, cepatlah!"

"Mike antar aku ke rumah sakit!" pinta Maya yang kembali masuk ke dalam mobil lalu menutup pintu tanpa tenaga.

Tubuhnya seperti kehilangan tenaga dan hanya bisa menangis terisak.

"Tapi rumah sakit mana?" tanya Mike lirih.

"Eh, rumah sakit mana, Pak!" ujar Maya pada pelayannya.

"Rumah Sakit RKZ!"

"Baik!" seru Mike lalu menginjak pedal gas menuju rumah sakit yang disebutkan pelayan kekasihnya itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BAYANGAN CINTA DI MASA SILAM
9.5
Alia mengemudikan mobilnya dengan perlahan, melintasi jalanan berliku di tengah hamparan kebun teh yang luas. Harum tanah basah dan pucuk daun yang berpadu dengan sejuknya embun pagi seketika membangkitkan kenangan lama dalam benaknya. Setelah sekian lama merantau, ini adalah momen pertamanya kembali menginjakkan kaki di tanah kelahirannya. Perjalanan ini bukan sekadar pulang, melainkan sebuah pertemuan kembali dengan memori masa lalu yang telah lama ia tinggalkan.
Sampul Novel Delapan Tahun Menjadi Istri Rahasia
8.0
Clara berharap kehamilannya mengakhiri rahasia pernikahan delapan tahunnya dengan David. Namun, penolakan keras David justru memicu konflik fisik yang fatal hingga Clara kehilangan salah satu janinnya. Sadar hanya menjadi pengganti, Clara yang semula lembut berubah dingin dan menuntut cerai. Kini, David harus menghadapi kehancuran rumah tangganya dan rasa bersalah mendalam saat melihat istrinya tak lagi peduli pada hubungan mereka yang penuh kepalsuan.
Sampul Novel Do You Love Me
9.7
Allia terkejut saat Azzel memintanya menjadi ibu bagi Lia. Sadar akan posisi Azzel yang sudah berkeluarga, Allia memilih mengakhiri hubungan mereka demi kebaikan bersama. Namun, keputusan itu justru memicu kemarahan Azzel yang arogan dan temperamental. Kini, gadis lembut ini terjebak dalam dilema antara rasa cinta dan sikap kasar sang kekasih. Mampukah Allia bertahan menghadapi tekanan dari pria yang tidak mau melepaskannya meski situasi kian rumit?
Sampul Novel ISTRI KESAYANGAN PRESDIR
8.3
Pasca dikhianati suaminya, Jessica melarikan diri ke klub malam demi mencari pelampiasan. Namun, ia justru nyaris dilecehkan hingga harus meminta pertolongan pada seorang pria asing untuk membawanya pergi. Tanpa diduga, malam itu berakhir dengan keduanya berbagi ranjang yang sama. Akankah Jessica menyesali keputusan impulsifnya, atau justru ia akan terus terjerat dalam hubungan tak terduga dengan penyelamatnya? Simak kelanjutan kisah rumit mereka.
Sampul Novel Istri Rahasia Sang CEO
9.3
Danendra Danu Atmaja, pengusaha sukses, tiba-tiba menawarkan untuk melunasi biaya pengobatan ibu Arana Salingga. Namun, bantuan tersebut datang dengan syarat yang mengejutkan: Arana harus menikahinya. Meski Arana sudah memiliki kekasih dan merasa asing dengan Danendra, pria itu tetap bersikeras. Arana terjebak dalam dilema besar karena perbedaan status sosial mereka yang sangat jauh. Mengapa sosok CEO ternama tersebut memilih gadis biasa sepertinya?
Sampul Novel KERESEK HITAM DALAM FREEZER
7.9
Kehidupan Tedi berubah mencekam saat ia menemukan bungkusan kresek hitam berisi jasad bayi di dalam freezer kulkasnya sendiri. Alih-alih melapor ke pihak berwajib, Tedi justru memilih untuk menyimpan rahasia mengerikan tersebut dan bertekad memburu sosok di balik tindakan keji ini secara mandiri. Mampukah ia mengungkap identitas pelaku sebenarnya sebelum segalanya terlambat? Sebuah kisah misteri penuh ketegangan tentang pencarian keadilan yang gelap.