Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Karma sang pelakor

Karma sang pelakor

Keluarga Christian bersaudara menyimpan amarah besar setelah mengetahui suami mereka mengkhianati komitmen demi gadis muda. Dendam ini memicu rencana pembunuhan gelap yang mengguncang segalanya. Namun, aksi tersebut justru memancing kecurigaan Nathan bersaudara. Mereka kini bertekad menelusuri jejak misterius demi mengungkap penyebab sebenarnya di balik kematian tragis adik bungsu mereka. Konflik antar keluarga pun pecah dalam balutan aksi dan misteri.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Sudahlah, jangan ganggu aku," ujar Marinka kesal dan bergegas pergi meninggalkan anaknya itu yang hanya bisa menggelengkan kepala akibat pertengkaran yang baru saja terjadi.

***

Nathan hendak pergi bekerja saat ini dan ia berpamitan pada Ayah serta kedua adiknya itu, sebelumnya Nathan sudah memberikan nasihat pada Ariel untuk tidak minum-minum lagi, namun sepertinya pria itu tidak akan pernah mengindahkan ucapan Kakaknya walau Nathan sudah mengatakan itu berulang kali. Saat Nathan baru saja keluar dari rumah, nampak adik yang ketiga baru saja pulang, lagi-lagi nathan harus memberikan nasihatnya pada adiknya yang ketiga karena dia adalah satu- satunya perempuan di dalam keluarga ini pasca Ibu mereka meninggal dunia 10 tahun lalu akibat penyakit hipertensi yang ia derita.

"Darimana saja kamu semalaman? Kenapa baru pulang?" tanya Nathan.

"Aku bekerja," jawab adiknya itu tenang.

"Bekerja apa?" tanya Nathan Curiga.

"Kakak tidak perlu tahu, pokoknya aku sudah bekerja dan bayaran yang aku terima itu besar Iho," jawab adiknya itu sombong.

"Apa pekerjaanmu? Apa pekerjaanmu itu halal?"

"Siapa peduli soal itu? Sudahlah, aku mau masuk dulu."

Namun Natha mencekal lengan adiknya itu dan membuat gadis itu geram dan berusaha melepaskan cekalan tangan Nathan di tangannya itu.

"Kak, lepaskan aku!" seru gadis itu.

"Katakan kamu bekerja apa!"

***

Gadis itu masuk ke dalam rumah dengan raut wajah kesal, saat itu ia tidak sengaja berpapasan dengan ariel yang baru saja sadar dari tidurnya setelah semalam ia tak sadarkan diri akibat terlalu banyak minum. Gadis itu nampak mendengus kesal kearah Kakak keduanya itu dan bergegas hendak masuk kedalam kamar namun Ariel mencekal lengan adiknya itu.

"Dari mana kamu?"

"Astaga kalian ini semua kenapa sih?! Aku ini sudah 20 tahun, aku sudah tahu bagaimana caranya menjaga diri dan jangan usik privasiku!"

Setelah mengatakan itu, ia melepaskan cekalan tangan Ariel dan masuk kedalam kamarnya seraya membanting dengan keras pintu itu tepat di depan wajah Ariel, pria itu nampak menggelengkan kepalanya dengan tingkah adik bungsunya itu.

"Vina baru pulang lagi ya?" tanya pria yang merupakan adik pertamanya.

"Begitulah, dan kamu bisa dengar apa yang baru saja terjadi," ujar Ariel kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Namanya adalah Brian Abraham , dia adalah anak ketiga dari keluarga ini, ia adalah Kakak dari Vina sekaligus juga Adik dari Nathan dan Ariel. Saat ini usianya 2 2 tahun dan baru saja menyelesaikan kuliahnya di salah satu Universitas Negeri ternama di kota ini melalui jalur bidik misi, diantara semua keluarganya hanya dirinya yang dapat melanjutkan pendidikan sampai- tingkat Perguruan Tinggi namun selepas ia lulus dari Universitas, ia dihadapkan dengan kenyataan sulitnya mencari pekerjaan apalagi di tengah persaingan kerja yang semakin ketat dan bayang-bayang ketidak pastian ekonomi global yang membuat banyak perusahaan melakukan penghematan dengan tidak melakukan perektrutan karyawan baru.

***

Marinka baru saja masuk ke dalam kamar tidurnya dan menemukan sang suami sudah kembali rapih dengan pakaian formalnya, Marinka mendengus kesal pada pria tua itu namun Edwin nampak acuh dengan raut wajah kesal pada Marinka itu.

"Bagaimana bisa kamu mengatakan itu?" tanya Marinka pada sang suami namun lagi-lagi Edwin hanya diam dan sama sekali tidak menanggapi ucapan Marinka barusan.

"Kamu sedang menguji kesabaranku?!" geram wanita itu. "Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, apakah itu salah?"

"Apa maksudmu yang sebenarnya?"

"Kamu menikah denganku bukan karena cinta tapi karena harta yang aku miliki, bukan begitu ?" Tanya Edwin dingin.

"Iya, aku mengakuinya, namun kalau sampai media tahu bahwa kamu jalan dengan seorang gadis, bukankah berita itu juga akan berdampak buruk pada citramu dan perusahaan?"

"Para wartawan tidak akan pernah berani melakukan itu." Jawab Edwin dengan santai.

"Terserah kamu sajalah, pokoknya kamu harus memastikan bahwa para wartawan tidak akan berani melakukan hal yang macam- macam!"

"Sudahlah, aku malas membahas itu," ujar Edwin acuh dan pergi dari kamar itu, mengabaikan Marinka yang nampak geram dengan peringai suaminya.

"Awas saja kamu!" geram Marinka mengepalkan kedua tangannya geram.

***

Marinka keluar dari kamar tidurnya dan mendapati anak keduanya tengah duduk di sofa ruang tengah menatap murung pada layar televisi yang mati dihadapannya, marinka duduk disebelah putrinya itu dan merasa penasaran hingga membuatnya bertanya mengenai apa yang terjadi pada putrinya saat ini.

"Ezra memutuskanku kemarin." Adunya.

"Oh pria itu." Jawab Marinka mengangguk anggukkan kepalanya.

"Kok respon Mama begitu sih?" Kesalnya

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai
9.2
Setelah delapan tahun berjuang demi kehamilan, Amelia justru mendapati suaminya, Aditya, berselingkuh dengan Nasywa yang tengah mengandung. Dorongan kasar Aditya mengakibatkan Amelia keguguran dan kehilangan segalanya. Lima tahun berlalu, Amelia bangkit menjadi sosok sukses dan berkuasa. Saat Aditya kembali dalam kondisi hancur untuk memohon pengampunan, Amelia hanya menatapnya dingin. Baginya, wanita lemah yang dulu mencintai suaminya itu telah lama mati.
Sampul Novel Dilema Cinta Narkoboy
8.9
Andrean Kenzo, seorang gembong narkoba, terjebak dalam perjodohan dengan Tita Shanum yang menawan. Demi memenangkan hati gadis itu, Andrean harus bersaing sengit melawan musuh bebuyutannya sendiri. Namun, situasi semakin rumit saat Tita menyadari sebuah rahasia besar bahwa pria yang selama ini ia patuhi bukanlah ayah kandungnya. Di tengah konflik mafia dan asmara, siapakah yang akhirnya akan dipilih oleh Tita untuk mendampingi hidupnya?
Sampul Novel Kekayaanku, Keluarga Benalunya
9.0
Sebagai dokter bedah saraf berpenghasilan miliaran, aku menghidupi suami kapten tentaraku dan keluarganya yang parasit. Usai melunasi utang 75 miliar mereka, aku mengatur liburan mewah ke Monako. Namun, suamiku justru memberikan kursi jet pribadiku kepada mantan kekasihnya, Dahlia, dan membuangku ke penerbangan komersial berbahaya. Saat mereka bersekongkol menghinaku, aku menyaksikan pengkhianatan di ranjangku sendiri. Kini, saatnya membalas dendam dengan menghanguskan segalanya.
Sampul Novel KUNYIT DARI SARANJANA
8.2
Lawen, pemuda dari Suku Dayak Bakumpai, terjebak dalam masalah besar saat menjadi buronan di kota gaib Saranjana. Tanpa tahu kesalahan pastinya, ia diburu oleh Panglima tertinggi yang sangat berambisi menangkapnya. Situasi kian genting karena Raja Saranjana menggelar sayembara dengan imbalan fantastis: separuh wilayah kerajaan serta kesempatan menikahi sang putri bagi siapa saja yang berhasil meringkus Lawen. Kini, nyawa Lawen berada dalam ancaman besar.
Sampul Novel Mafia in The Morning
9.3
Pasca kontrak kerja berakhir, Mayumi menjadi relawan di acara Jepang demi bertemu idolanya, Mamoru V. Keberuntungan berpihak padanya saat ia terpilih menjadi LO sang cosplayer. Namun, perjalanan menuju studio foto berubah mencekam ketika sekelompok orang bersenjata menyerang mereka. Saat terjebak di gedung tua dalam aksi kejar-kejaran maut, Mayumi terkejut melihat Mamoru mengeluarkan pistol asli. Ternyata, sosok sang idola menyimpan rahasia gelap yang berbahaya.
Sampul Novel Pembalasan Dendam Istri TKI
8.6
Mutia terpaksa memendam amarah saat bekerja di negeri orang, mengetahui suaminya berkhianat dengan menikah lagi. Penderitaannya kian memuncak ketika putri tercintanya menjadi korban penganiayaan di rumah. Sekembalinya ke tanah air, Mutia tidak lagi tinggal diam. Dengan tekad yang membara, ia merancang strategi untuk menuntut keadilan. Kini, saatnya bagi Mutia membalaskan semua rasa sakit dan pengkhianatan yang telah menghancurkan hidup keluarganya.