Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Karma Masalalu

Karma Masalalu

Hidupku hancur setelah Barikli mengingkari janji nikah dan meninggalkanku yang tengah hamil demi mengejar karier TNI. Enam tahun berlalu, aku terpaksa menikahi Yusuf demi wasiat ayah. Namun, Yusuf ternyata seorang psikopat berkepribadian ganda yang gemar menyiksaku. Saat aku mencoba bangkit bersama Adza yang setia menanti, sebuah rahasia besar yang kusimpan selama lima tahun terancam terbongkar. Kebenaran ini mungkin akan menjadi akhir dari segalanya bagiku.
Bab
Bagikan

Bab 1

Apes. Harusnya aku sudah haha-hihi bersama teman-temanku sekarang, kalo saja aku nggak terbelenggu di tempat kerja berhadapan dengan cowok yang menghancurkan rencanaku.

"Kamu bodoh apa gila sih Sa," cercaku pada Irsa atas semua pengakuannya yang sama sekali nggak masuk akal.

"Dua-duanya Mbak. Aku bodoh dan gila karena dia. Dia satu-satunya penawar dari kebodohan dan kegilaanku Mbak,"

Menghela nafas berat, aku mencoba menahan amarahku agar nggak meledak. Sejak kedatangannya tadi, moodku sudah nggak baik karena dia berhasil menghentikanku untuk have fun dengan temanku. Ditambah lagi setelah mendengar alasannya datang menemuiku, membuat darahku mendidih.

"Kamu edan. Kamu kena guna-guna. Besok ikut Mbak pergi ke dukun," Memilih mengakhiri pembicaraan tanpa ada penyelesaian, seenggaknya bisa menyumbat kekesalanku. Meraih tasku di meja, aku bersiap untuk pergi.

"Aku gak kena guna-guna Mbak. Ini normal. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Ini anugerah, bukan musibah. Besok aku pulang dan ngomongin ini sama Ibu dan Bapak,"

Gerakanku terhenti, menatap Irsa yang menatapku serius aku kembali terduduk. "Jangan berani bilang ini ke Ibu, atau kamu bakal menyesal seumur hidup."

"Aku gak peduli Mbak,"

Brak. Satu gebrakan di meja sebagai pelampiasan amarahku, membuat Irsa terkejut. Mataku berpendar tajam, menghunus matanya yang menyiratkan kegelisahan.

"Ibu bakalan terkena serangan jantung kalo kamu berani ngomong ini,"

Usai mengucapkan itu, aku pergi. Ada rasa sesak di dada mengingat bahwa dia adalah adikku sendiri. Yang berhasil mengecewakan setelah orangtua kami berjuang mati-matian demi bisa membesarkannya sampai sekarang.

Tentang semua pengakuannya, itu nggak salah. Hanya saja menjadi kesalahan terbesar saat pengakuan itu diucapkannya diwaktu sekarang. Ini bukan saat yang tepat untuk dia melakukan keinginannya itu. Keinginan yang bahkan belum bisa kulakukan juga sampai detik ini.

"Aku ingin nikah Mbak,"

Terkejut setengah mati saat mendengar kalimat itu dari seorang anak SMA kelas sebelas. Bagaimana bisa dia mengucapkan kalimat itu dengan tanpa beban? Ya Allah, apa dia fikir menikah itu enak?

"Dia butuh kejelasan Mbak, dan kejelasan itu adalah dengan menikahinya. Aku cinta sama dia, aku gak mau kehilangan dia gara-gara aku terlambat melangkah,"

Keputusan yang baik kalo dia memutuskan itu nanti sepuluh tahun lagi setelah dia sukses membangun bisnisnya sendiri. Sangat gila seorang anak berusia tujuh belas tahun ingin menikahi gadis pujaannya.

Semakin kuat keinginanku untuk membawa dia ke dukun. Atau kalo enggak ke psikiater karena sepertinya psikisnya terganggu. Bukannya belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa membahagiakan keluarga, malah ingin membangun keluarga sendiri. Dasar anak zaman milenial. Dia disekolahkan agar pintar, bukan untuk mencari pacar.

"Mbak Ca, ada customer komplain Mbak,"

Berhasil menginjakkan kaki di lantai bawah, aku disambut dengan laporan Yuli yang nggak mengenakkan hati. Ada apa dengan hari ini? Satu masalah datang, satu masalah lagi menghampiri.

"Cust yang minggu lalu ," Penjelasan Yuli membuat alisku bertaut.

"Loh, bukannya orderannya udah kita kirim ya?" tanyaku.

"Iya Mbak. Produknya udah nyampe, cuma katanya datang dengan keadaan rusak."

Menelaah kalimat Yuli, aku berkata lagi, "Produk nyampe dengan keadaan rusak bukan kesalahan dari kita. Produk dari kita sempurna, gak bakal ngirim barang riject. Kalopun rusak itu kesalahan ekspedisi, kita juga udah packing dengan aman,"

"Gak tau Mbak. Orangnya tetap komplain, dia minta ketemu sama Mbak,"

Aku menghela nafas. "Dimana orangnya?" Tanyaku. Percuma menjelaskan panjang lebar kalo nggak di depan orangnya sendiri.

"Dia di ruang tamu Mbak," info Yuli lagi. Aku bergegas melangkah ke ruang tamu.

Berkali-kali menarik hembuskan nafas, menyiapkan mentalku untuk menghadapi customer yang sudah sempat meluangkan waktunya mampir ke outlet untuk komplain.

Setelah melongokkan kepalaku ke ruang tamu, aku hanya menemukan seorang laki-laki yang duduk membelakangi pintu. Nggak kutemukan customer wanita seperti yang kulihat waktu video call minggu lalu saat merundingkan souvernir jenis apa yang diinginkannya.

"Orang yang katanya mau komplain dimana Yan?" tanyaku pada Iyan yang kebetulan lewat di depanku.

"Itu Mbak, di ruang tamu," jawab Iyan sembari menunjuk ke sosok laki-laki tadi.

Melangkah dengan berwibawa aku memasuki ruang tamu, menyapa dengan ucapan selamat malam, sebelum akhirnya duduk di kursi berhadapan dengan laki-laki yang kini bisa kulihat keseluruhan wajahnya.

Sepersekian detik aku terdiam memaku tatapan padanya, mataku panas. Mengalihkan pandang dengan cepat, secepat juga dentuman jantungku berpacu di dalam sana.

Ini gila.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANAK KETIGA
9.7
Sebuah mahakarya seni rupa menyimpan rahasia kelam yang terkubur dalam sapuan kuasnya. Lukisan misterius ini bukan sekadar benda mati, melainkan saksi bisu dari sejarah panjang yang penuh intrik dan lika-liku mengerikan. Seiring berjalannya waktu, asal-usul kanvas tersebut mulai terkuak, membawa kengerian dari masa lalu yang menghantui siapa pun yang melihatnya. Inilah kisah tentang jejak kelam yang tersembunyi di balik keindahan yang tampak semu.
Sampul Novel Cermin
8.7
Pasca kecelakaan, Inestia Rossi mampu melihat hantu dan mencium aura kematian. Baginya, cermin adalah satu-satunya alat yang jujur mengungkap wujud asli mereka. Di tengah trauma cinta, ia bertemu Rangga, pria skeptis yang justru memberinya keberanian. Meski sering terancam kasus-kasus mengerikan di apartemennya, Ines terus berjuang. Konflik keluarga sempat memisahkan mereka, namun takdir membawa keduanya bertemu kembali untuk berjuang dalam status hubungan yang berbeda.
Sampul Novel Gadis Titisan Harimau Putih
8.1
Naiya, guru kontrak yang mempesona, dipindahkan oleh Faisal ke Desa Blang Bungong demi rencana rahasia. Di sana, Laila yang cemburu mencoba membunuhnya lewat dukun, namun gagal karena Naiya adalah titisan harimau putih sakti. Desa itu pun dicekam kutukan Nyai Beulangong yang menumbalkan gadis-gadis untuk jin. Saat Naiya disekap Faisal, Razi datang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkannya. Akankah Naiya menyadari cinta Razi di tengah ancaman para dukun jahat ini?
Sampul Novel Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali
9.8
Nindi nyaris tewas akibat syok anafilaksis saat suaminya, Bram, justru mengabaikan nyawanya demi Clara. Tragedi memuncak ketika putra mereka, Leo, tewas tertabrak saat mencari bantuan. Namun, takdir berputar balik. Nindi terbangun di masa lalu sebelum petaka itu terjadi. Dengan ingatan tentang pengkhianatan Bram dan kematian Leo, ia bertekad melindungi sang putra. Kesempatan kedua ini menjadi ajang pembalasan bagi mereka yang menghancurkan hidupnya di masa depan.
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua
8.0
Kehidupan rumah tangga seorang pria berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam. Ia terjebak dalam lingkaran keluarga penuh rahasia gelap, di mana istri dan mertuanya ternyata penganut ilmu hitam yang keji. Konflik memuncak saat sang tokoh utama tidak lagi memiliki pilihan selain menghadapi tekanan luar biasa. Ia dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi memenuhi ambisi mistis mereka yang sangat mengerikan.
Sampul Novel PEMBALUT SUAMIKU
9.3
Setelah menghilang tanpa jejak selama sepuluh tahun dan sempat dinyatakan wafat, suami Laksmi tiba-tiba kembali ke rumah. Namun, kepulangannya justru membawa suasana mencekam bagi sang istri. Laksmi menemukan sebuah kebiasaan mengerikan yang dilakukan suaminya, yakni mengumpulkan serta menyimpan pembalut bekas pakai secara sembunyi. Perilaku ganjil tersebut memicu kecurigaan besar di benak Laksmi tentang apa yang sebenarnya terjadi selama ini.