Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel KAMU MILIKKU

KAMU MILIKKU

Tumbuh bersama sejak remaja membuat Mega Asturi memendam rasa pada Athaya Tonda, adik sahabatnya. Namun, perbedaan status sosial dan trauma masa lalu memaksanya menolak pemuda itu meski hatinya hancur. Bertahun-tahun berlalu, Athaya kembali sebagai pria matang yang gigih mengejar Mega. Terdesak oleh keadaan, Mega memilih mendustai perasaannya demi melindungi diri. Namun, mampukah ia terus menghindar saat obsesi Athaya untuk memilikinya justru semakin kuat?
Bab
Bagikan

Bab 3

Athaya mengerutkan dahinya seraya meninggalkan warung milik Rukmi. Ia sangat yakin, jika tadi melihat Mega bersandar di balik tembok. Bayangan Wanita itu jelas Athaya hafal. Senyum tipis tersungging, saat dirinya menduga bahwa wanita itu pasti mencuri pandang ke arahnya tadi. Persis yang selalu wanita itu lakukan sejak dahulu kala jika bertandang ke rumah orang tuanya untuk bercengkrama dengan kakaknya, Adithy. Di segala kesempatan, ia berulang kali mendapati saat-saat Mega mencuri pandangan ke arahnya. Itu juga yang membuat Athaya merasa wanita itu dulu menaruh rasa yang sama dengannya.

Namun, Athaya menelan kenyataan pahit saat wanita itu menolaknya dan memilih untuk kembali ke Hongkong. Padahal jelas sekali, jika Athaya yang masih berusia 20 tahun di kala itu juga tidak bisa diremehkan. Ia sudah memiliki penghasilan sendiri sebagai seorang programer. Mega tidak perlu khawatir akan kelaparan jika menerima lamarannya kala itu. Akan tetapi, yang lebih melukai perasaan dan harga dirinya sebagai pria adalah wanita itu menolaknya karena menganggap perbedaan status sosial dan usia yang menjadi penyebabnya. Seumur-umur, hanya Mega seorang yang pernah menolaknya. Padahal impian untuk menikahi wanita itu sudah ada dalam benak Athaya bahkan sejak duduk di bangku kelas dua SMA.

Athaya mendesah panjang saat kembali mengingat kekecewaannya dan kegagalannya dalam membina rumah tangga bersama dengan Dama. Athaya tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kegagalan rumah tangganya yang dipicu karena Dama yang kedapatan berselingkuh. Namun, jelas andilnya lebih besar di sini. Ia merasa tidak bergairah saat bersama dengan istrinya itu. Dama adalah teman sekolahnya dan Athaya mengetahui jika Dama telah menyukainya sejak SMP. Jadi, begitu wanita itu menginginkan untuk menikah dengannya. Athaya yang kala itu sakit hati dengan penolakan Mega, akhirnya menyetujui hal itu.

Kesialan yang dirasakan oleh Mega tidak berhenti sejak bisa melihat penampakan Athaya di warung ibunya tadi. Karena begitu Athaya pergi sepupu pria itu yang bernama Cavero dan Enzi mendatangi warung ibu Gandes. Lantas kali ini, bertemulah mereka dengannya.

“Loh, ada Mbak Mega rupanya? Lama sekali nggak kelihatan. Sudah lima tahun kalau nggak salah. Oh, pantas saja tadi Athaya lama banget baru sampai rumah. Betah dia di warung ketemu Mbak Mega.”

Asumsi Cavero membuat Mega merasa harus meluruskan hal itu. Jelas, dirinya tidak ingin menjadi bahan perbincangan. Tidak hanya bagi warga kampung yang menganggapnya sebagai perawan tua atau bahkan dikira telah menjadi janda muda terlebih di dalam keluarga pria itu. Demi Tuhan, dia masih 30 tahun belum menjadi wanita uzur. Jaman sekarang, bahkan lebih tua darinya banyak yang baru melepas masa lajangnya. Toh, jodoh siapa yang tahu. Semuanya adalah rancangan misteri Ilahi.

“Tidak. Kami tidak bertemu.”

“Mbak Mega belum ada di warung ya tadi?” Cavero masih tidak mau kalah dan berusaha mengobati rasa keingintahuannya.

“Tidak juga, hanya saja kami tadi tidak bertemu. Kalian mau beli apa ini?” ujar Mega yang sejurus kemudian mengalihkan pembicaraan.

“Kami mau dua mie kuah dan teh tawar panas.” Kali ini Enzi yang menimpali. Pria tampan itu tahu jika Mega pasti merasa kurang nyaman ketika disinggung tentang Athaya.

“Di rumah tidak ada makanan?” tanya Rukmi seraya tersenyum kepada kedua pria muda tersebut.

“Ada, Bu, tapi kami kangen mie kuah buatan Ibu. Jarang-jarang kami datang ke sini,” jawab Cavero seraya melirik pada Mega yang memunggunginya.

“Banyak pesanan ya, Bu?” tanya Cavero masih dengan pandangan ke arah Mega yang sedang mengemasi pesanan.

“Pesanan tantemu itu, katanya untuk acara nanti malam. Itu juga sudah mau selesai bungkusinnya,” jawab Rukmi sembari membuatkan pesanan kedua pria tersebut.

Tiga puluh menit kemudian kedua pria itu telah selesai menandaskan dua piring mie kuah dan berjalan tergesa-gesa menyusul Mega yang menenteng pesanan. Enzi lantas mengambil satu tumpukan kotak kemasan yang dibawa oleh Mega setelah menawarkan bantuan. Begitu juga dengan Cavero yang tanpa berkata apa-apa segera meraih tumpukan yang lainnya dan kini dirinya berjalan tanpa membawa apa pun sambil diapit oleh kedua pria tampan itu. Wajah Mega bersemu merah menahan malu, terlebih beberapa pasang mata para tetangga melihat ke arahnya dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

“Gimana, Mbak, senangkan diapit dua pria tampan?” goda Cavero.

“Ish ... sok tahu kamu,” tegur Mega dengan nada lirih dan dibalas dengan kikikan geli dari kedua pria tersebut.

Athaya yang melihat kedatangan Mega bersama dengan kedua sepupunya segera menyusul ke depan dan meraih kedua tumpukan kemasan pesanan mamanya.

“Masuk,” kata singkat yang kemudian dipatuhi mereka bertiga setelah saling melempar pandangan penuh tanya.

Mega ikut masuk karena memang pesanan makanan itu belum dibayar oleh Karmila, mamanya Athaya.

“Eh, ada Mega. Sini Nak, bantu Mama sebentar di dapur,” ajak Karmila begitu melihat Mega melintasi ruang tamu mengikuti kedua pria muda yang lebih dulu mendudukkan diri di kursi ruang makan.

Mega meringis, melirik kedua pria itu sebelum mengikuti Karmila masuk ke dapur. Ia sering merasa sungkan karena Karmila selalu menyuruhnya memanggil wanita paruh baya itu, Mama. Karmila masih menganggapnya anak-anak, seperti dahulu saat masih sering bertandang ke sini dan bermain dengan Adithy.

Adithy sendiri, saat ini sudah mengikuti suaminya yang bekerja di Korea. Keluarga Tonda memang dipandang paling kaya dan dermawan di kampung mereka. Padahal, andaikan mereka mau, mereka bisa saja tinggal di kota. Toh, Athaya memiliki perusahaan property yang bekerjasama dengan beberapa temannya. Hanya itu yang diketahui oleh Mega. Wanita itu tidak ingin tahu lebih jauh tentang kehidupan Athaya sejak ia tolak dahulu, mengingat sikapnya saat itu juga melukai dirinya sendiri. Athaya tidak terluka sendirian. Luka yang Mega torehkan juga berdampak sama. Mungkin, dengan menyakiti hati Athaya ia ingin melihat sebesar rasa yang pria itu punya untuknya.

Namun, saat melihat reaksi Athaya yang tanpa sepatah kata kemudian menjauh dan menghilang hingga akhirnya menikah itu, membuktikan jika pria itu hanya tertarik karena hanya Mega yang sering ia lihat selama ini.

“Tolong potong jambu ini ya, Sayang. Mama mau buat setup jambu, kamu tahukan Athaya sangat suka dengan minuman ini.”

Mega menelan salivanya kasar dan segera menggeser mundur kursi untuk ia duduki. Ucapan ceria Karmila membuat kakinya melemah, satu hal lagi yang menjadi acuan Mega. Karmila tidak tahu menahu akan perbuatannya yang menolak Athaya dahulu. Mega cukup lega dengan pemikirannya ini. Jika mereka semua tahu, entah apakah dirinya masih punya muka untuk muncul ke sini. Mega tahu perkataannya saat itu sangat kasar kepada Athaya, sepatutnya memang dirinya tidak pernah mengucapkan kata-kata tersebut. Harga diri seorang pria seperti Athaya tentu saja terluka. Kadang Mega berpikir, apakah karena perbuatannya itu sampai saat ini rasa bersalah itu masih bercokol dalam dirinya sehingga tidak bisa move on dari Athaya. Meskipun Kostav sampai sekarang terus menunggu dirinya. Sama halnya saat berurusan dengan Athaya, penolakan dengan kalimat pedas juga Mega ucapkan pada pria tampan itu. Namun, Kostav sangat gigih dan tidak terpengaruh dengan ucapan pedas dan kasarnya. Terus terang Mega merasa bukan tidak menjadi dirinya ketika berhadapan dengan dua pria tersebut.

Jika pun harus memilih, seharusnya Mega bisa menentukan bersama dengan Kostav. Setidaknya, masa depannya pasti terjamin. Ibunya tidak perlu capek membuka warung seperti saat ini dan jelas status sosial dirinya juga meningkat. Akan tetapi, hati kecil Mega menolak semua itu. Ia merasa belum siap melepaskan masa lajangnya saat ini, entah untuk apa dirinya pun tak tahu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berikan Aku Cinta
9.6
Dua kepribadian yang sama-sama kuat harus beradu dalam ikatan pernikahan yang tidak biasa. Seorang wanita bermental baja memutuskan untuk tetap bersatu dengan pria yang memiliki sifat sangat keras kepala. Bagaimana dinamika hubungan mereka saat ego dan prinsip masing-masing saling berbenturan di bawah atap yang sama? Kisah ini menyoroti perjuangan cinta dan komitmen di tengah kerasnya watak mereka yang sulit untuk saling mengalah satu sama lain.
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
8.0
Tiga tahun Cathryn bersabar dalam pernikahan dingin, mengira Liam sibuk bekerja. Namun di hari duka ibunya, pengkhianatan Liam dengan adik tirinya terungkap. Cathryn pun memilih cerai meski dicemooh. Tak disangka, Liam justru berlutut memohon di bawah hujan. Saat isu rujuk beredar, Cathryn tak peduli karena kini ada taipan berkuasa yang melindunginya. Pria itu siap menghadapi siapa pun yang berani mengusik Cathryn, istri tercintanya.
Sampul Novel Gairah Sang Dosen
8.8
Ryan, dosen muda kaya, menghadapi konflik awal pernikahan dengan Tania. Keharmonisan mereka terusik oleh Maya, rekan kerja yang terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Joko, serta Rani, mahasiswi yang memanfaatkan bantuan Ryan. Di sisi lain, Tania kembali bertemu Robi, mantan kekasih yang kini menjadi bos pinjol ilegal. Di tengah pengkhianatan dan intrik asmara, Ryan dan Tania berjuang mempertahankan rumah tangga mereka hingga para pengganggu akhirnya tersisih dari kehidupan mereka.
Sampul Novel Godaan Mantan Istri
8.2
Anne terikat kontrak untuk menikahi Kevin dan memberikan ahli waris dalam setahun demi melindungi miliknya. Namun, penghinaan Kevin membuatnya lelah bertahan. Saat kecelakaan tragis menimpa Kevin, Anne berkorban demi menyelamatkannya lalu menghilang dari dunia. Takdir mempertemukan mereka kembali saat anak mereka telah tumbuh besar. Kini Anne kembali bukan untuk mengejar cinta Kevin lagi, melainkan demi memperjuangkan hak dan masa depan putra tercintanya.
Sampul Novel Hubungan terlarang
9.0
Athena terjebak rasa bersalah setelah malam panas tak terduga bersama Theo, kakak tirinya. Meski sempat pergi selama tiga tahun demi menghapus perasaan, kembalinya Athena justru memicu obsesi Theo yang kian menggila. Sang kakak menolak melepaskannya dan terus membelenggu Athena dalam hubungan terlarang yang penuh hasrat. Bagi Theo, status keluarga hanyalah formalitas karena mereka sejatinya orang asing yang dipertemukan oleh takdir yang salah.
Sampul Novel Istri Untuk Warisan
9.7
Malam perceraian yang dinanti Launa justru berujung pada penolakan keras dari suaminya. Meski tiga tahun pernikahan mereka terasa hambar dengan kebersamaan yang sangat singkat, sang suami enggan melepaskannya. Rahasia besar Launa akhirnya terbongkar saat suaminya mengetahui tentang kehamilannya yang disembunyikan. Ia bersikeras melarang Launa pergi untuk berjuang sendirian. Kini, pelarian Launa terhenti karena sang suami tak akan membiarkannya membawa calon buah hati mereka menjauh.