Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel KAMU MILIKKU

KAMU MILIKKU

Tumbuh bersama sejak remaja membuat Mega Asturi memendam rasa pada Athaya Tonda, adik sahabatnya. Namun, perbedaan status sosial dan trauma masa lalu memaksanya menolak pemuda itu meski hatinya hancur. Bertahun-tahun berlalu, Athaya kembali sebagai pria matang yang gigih mengejar Mega. Terdesak oleh keadaan, Mega memilih mendustai perasaannya demi melindungi diri. Namun, mampukah ia terus menghindar saat obsesi Athaya untuk memilikinya justru semakin kuat?
Bab
Bagikan

Bab 1

5 tahun sebelumnya

Mega terbangun dalam keadaan tangan terikat pada pinggir ranjang yang menyerupai milik rumah sakit. Namun, je las ia tahu saat ini dirinya tidak berada di sana. Wanita itu juga merasakan nyeri hebat pada perut bagian bawahnya. Ia tahu si jabang bayi sudah lahir ke dunia. Pandangan matanya memindai seluruh ruangan bercat putih tersebut. Akan tetapi, tidak menemukan ranjang lain ataupun ranjang bayi di sana. Lantas, di mana anaknya?

Tatapannya kemudian beralih ke pintu yang kini terbuka dari arah luar. Muncullah pria tampan yang selama setahun ini telah mengurungnya.

“Mana anakku?” tanya Mega ketus dengan raut wajah antara takut dan benci pada sosok itu.

“Jangan lupa, dia juga anakku.”

“Mana dia?” tanya Mega lagi, tidak menggubris jawaban pria itu. Karena bukan itu yang Mega inginkan.

“Jangan buru-buru, kamu masih harus banyak istirahat.”

“Nggak usah sok perhatian. Di mana anakku? Kamu sudah janji akan melepaskan aku setelah melahirkan dan membiarkan kami pergi,” kata Mega seraya pandangan matanya mengikuti ke mana arah pria yang semakin masuk ke dalam ruangan dan duduk di sofa tunggal.

“Aku memang akan melepaskan kalian, tapi aku tidak pernah mengatakan akan membiarkan kalian untuk lepas bersamaan." Ujarnya santai.

“A ... pa maksudmu?! Di mana bayiku?” Ketakutan tidak lagi bisa melihat anak yang belum lama dilahirkannya semakin menjadi.

“Bayimu yang juga anakku itu, sudah aku serahkan ke panti asuhan. Kamu tidak perlu repot-repot mengurus darah daging dari seorang pria pemerkosa sepertiku, bukan? Harusnya, kamu berterima kasih denganku. Aku juga tidak menginginkan bayi-bayi itu. Sungguh tidak berguna dan merepotkan.”

“APA! Jahat kamu. Dasar pria Baj*ngan! Kembalikan anakku.” Mega meraung histeris dan meronta di atas ranjangnya. Dia sudah tidak peduli jika usahanya untuk melepaskan diri bisa menimbulkan memar pada kedua pergelangan tangannya, nyeri di perut dan bagian vitalnya juga tidak dirasakan. Anak yang tercipta dari perbuatan bejat, tetapi ia cintai itu, tidak lagi bisa direngkuh dan diketahui keberadaannya. Ia mencintai anak itu, apapun yang terjadi. Anak yang sudah ia tunggu. Bagaimana wajah anak itu, apakah mirip dengan dirinya atau sang pemerkosa? Mega membesarkan hatinya sendiri untuk bisa menerima keberadaan si jabang bayi. Kini, jangankan untuk tahu, menyusui bayinya saja ia tidak bisa.

“Berhenti meronta Mega! Jangan lebay. Kamu akan semakin terluka!”

“Tidak ada hal yang lebih menyakitkan daripada kehilangan anak. Kembalikan anakku!” jerit Mega yang tiba-tiba panik, karena pria tersebut telah berdiri dan berjalan ke arah pintu.

Zafran mendengkus, lantas tersenyum mengejek. “Kamu bahkan baru menjadi ibu belum ada 2×24 jam, nggak usah terlalu lebay. Kamu akan bertemu dengannya suatu hari nanti. Asal kamu berjanji untuk pergi dari negara ini dan tidak pernah kembali lagi,” kata Zafran kembali mendekat dan membukakan ikatan kedua tangan Mega. Ia sangat yakin wanita itu tidak akan melompat dari ranjang dan menerjangnya. Kondisinya masih sangat lemah saat ini.

“Omong kosong!” balas Mega sengit.

“Kamu boleh saja tidak mempercayai perkataanku. Tapi, jika dalam enam bulan kamu tidak meninggalkan negara ini, orang tua dan anak itu akan segera menjadi mayat dan aku akan menghabisi mereka di depanmu. Apa masih kurang jelas? Satu hal lagi, jauhi Athaya Tonda!”

“Jangan lakukan!” ujar Mega seraya menggeleng panik, memohon dengan kedua tangan. Ia tidak sanggup membayangkan kehilangan mereka.

Harga untuk mencintai seorang Athaya Tonda ternyata tidak main-main. Ia pikir bisa melalui ujian cinta ini dengan baik dan mulus, tapi kenyataannya sungguh tragis.

Dua minggu kemudian pria itu benar-benar menurunkan Mega di pinggir jalan raya, tidak jauh dari kampungnya berada. Tentu saja, disertai ancaman, jika sampai Mega melaporkan kepada polisi tentang apa yang menimpanya, nasib naas akan Mega dan keluarganya terima.

Wanita itu berjalan gontai menuju rumah orang tuanya. Berusaha terlihat baik-baik saja dengan menyapa para tetangga yang ia kenal dan mulai menyiapkan segala keperluannya untuk pergi. Pria itu sudah membuatkan dirinya paspor dan pada akhirnya Mega harus merantau ke Hong Kong. Ia berharap pria itu tidak akan merecoki hidupnya karena selama sekembalinya ia ke kampung tak sekalipun ia bertemu dengan Athaya dan keluarganya. Mega mengurung diri di dalam kamar dan hanya keluar untuk memenuhi kebutuhan perutnya saja. Semuanya tenang selama dua minggu dia kembali, sampai suatu hari Athaya menghadangnya di tepi sungai.

Mega sangat ketakutan. Matanya membelalak menatap pria tampan itu yang tampak sangat berbeda dari biasanya.

“Ke mana saja kamu?”

“Bukan urusanmu. Sebaiknya kamu pergi Athaya. Tidak baik kita terlihat berdua di sini.”

“Memangnya kenapa?”

“Kamu sudah punya kekasih. Aku tidak mau dituduh merusak hubungan orang. Lagi pula, kita tidak cocok.”

“Apa maksudmu dengan tidak cocok. Jangan bilang hanya karena status sosial, kamu minder? Aku dan keluargaku tidak pernah mempermasalahkan hal itu.”

“Aku tahu. Tapi, bagiku semua bermasalah. Dekat denganmu membuat hidupku tidak baik-baik saja.”

“Apa sih maksudmu? Aku punya salah apa? Apa aku salah, jika mencintaimu?”

Mega tersenyum masam menanggapi ungkapan cinta dari Athaya. “Cinta? Kalau cinta, kamu tidak mungkin meniduri perempuan lain.”

“Aku dijebak,” bela Athaya. “Tapi, aku cinta kamu." Tambahnya lagi.

“Cinta saja tidak cukup. Nyatanya, kamu tetap menikahi dia.”

“Iya, aku memang menikahi dia, tetapi hanya sebagai formalitas agar anak itu punya status. Semua terjadi juga karena kamu.”

“Kenapa aku yang disalahkan?”

“Kenapa kamu menolakku dulu dan kemudian menghilang?”

“A … ku.” Mega tercekat. Dia tidak mungkin mengatakan jika dirinya telah disekap dan diperkosa karena dekat dengan Athaya. Mega tidak mau ada masalah baru lagi, sekarang saja rasanya ia sudah mau gila karena tidak bisa bertemu dengan anaknya.

“Katakan padaku, ke mana kamu menghilang? Aku yakin kamu menghilang karena Dama menemuimu.”

“Apa maksudmu?”

“Aku tahu, Dama ke sini, tetapi dia tidak ke rumah. Jadi, pasti dia menemuimu. Beritahu, apa yang dia katakan kepadamu?”

“Aku tidak perlu menjelaskan apa pun. Semua sudah terjadi. Satu hal yang pasti, jangan ganggu aku lagi. Status sosial kita berbeda, begitu juga selisih umur kita terlalu jauh. Aku malu memiliki suami yang lebih muda dariku.”

Setelah berkata demikian, Mega bergegas pulang meninggalkan Athaya di sana.

Banyak spekulasi yang beredar karena kemunculannya yang tiba-tiba. Sudah setahun lamanya ia tidak terlihat di kampung. Kedua orang tuanya juga tidak berani bertanya, bagi mereka sang putri sudah kembali ke rumah itu sudah lebih dari cukup. Hingga suatu hari bapaknya Akhmad, menemukan fakta yang terjadi pada anaknya.

Namun apa lacur, semua sudah terjadi. Akhmad dengan ancaman dari Mega untuk tidak mengungkapkan apapun kepada ibunya, terpaksa bungkam sampai saatnya tiba. Akhmad menyalahkan dirinya, karena tidak bisa menjaga putri semata wayangnya. Hingga gunjingan omong kosong tentang putrinya, sekarang ia diamkan. Demi keselamatan sang putri dan cucunya yang entah di mana. Ini adalah sebuah aib yang harus ditutup rapat untuk saat ini.

Akhmad bukan orang kaya. Dia juga tidak tahu harus mulai dari mana untuk membantu sang putri. Mega masih bungkam, tidak mau memberitahu siapa pemerkosanya. Sehingga Akhmad juga tidak mau memaksa. Membawa Mega ke psikiater juga percuma, karena anaknya itu menolak.

Pada akhirnya, Akhmad harus merelakan putrinya pergi untuk merantau. Walau sejatinya dengan berada di rumah mereka tidak akan kekurangan. Penggilingan padi milik Akhmad juga masih ramai diminati para warga untuk digunakan jasanya. Ia berharap putrinya segera bisa pulih. Mungkin saja Mega memerlukan suasana yang baru dan melupakan semua kepahitan hidup di sini.

“Jangan mencoba bunuh diri ya, Nak. Dosa itu. Apa pun yang terjadi, kamu masih punya Bapak, Ibu dan Tuhan.”

Pesan itu selalu diingat oleh Mega. Menguatkan dan memberikan penghiburan pada masa depan yang tidak tahu pasti arahnya. Semua serba abu-abu kini. Rasa cintanya kepada Athaya sudah beralih dengan upayanya untuk menyingkir sejenak dan mencari anaknya nanti. Entah bagaimanapun caranya, ia pasti bisa menemukannya. Dia sudah mencuri beberapa bukti sebelum pria itu melepaskannya. Mega sendiri heran, kenapa dirinya tidak bisa ketahuan. Namun, dia berharap pria itu memang tidak tahu jika Mega mengambil sesuatu dari ruang kerjanya. Pasti begitu. Karena jika ketahuan, bukan tidak mungkin Mega akan berakhir menjadi mayat saat ini. Bisa jadi tubuhnya akan dibuang di tengah hutan belantara dan menjadi santapan ular atau binatang buas lainnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
9.2
Kania berjuang sendirian menyelamatkan Arka, putranya yang kritis di ICU, setelah diceraikan suaminya karena dianggap melahirkan anak penyakitan. Cobaan kian berat saat mantan mertuanya terus menghalangi setiap upaya pengobatan bagi sang buah hati. Meski merasa terpojok oleh dunia yang kejam, sebuah peristiwa tak terduga akhirnya memaksa Bagas menghadapi kenyataan pahit yang selama ini ia hindari. Kania membuktikan ia tidak butuh belas kasihan siapa pun.
Sampul Novel Anything For You
9.7
Andre memendam cinta mendalam pada Samantha, namun segalanya rumit saat pertunangannya di ambang kehancuran. Di tengah kebimbangan Andre, muncul Yansen, dokter yang merawat Samantha. Yansen jatuh hati dan berjanji akan setia mendampingi wanita itu dalam kondisi apa pun. Kini Samantha berada di antara dua pria dengan komitmen berbeda. Siapakah yang akhirnya berhasil memenangkan hatinya di tengah konflik emosional yang kian pelik ini?
Sampul Novel Because of Mistake
9.6
Akibat kesalahpahaman fatal, Eudora terperangkap dalam penderitaan sebagai tawanan Legolas yang haus akan balas dendam. Kehidupannya hancur dalam siksaan hingga ia merasa maut lebih baik daripada bertahan hidup. Namun, kebenaran akhirnya terkuak bahwa Eudora adalah sosok penyelamat nyawa Legolas di masa lalu. Kini, rasa benci dan kekecewaan mendalam menyelimuti hati Eudora. Akankah cinta bersemi kembali atau mereka justru terjebak menjadi musuh abadi?
Sampul Novel Berondong Simpanan Istriku
9.3
Kehidupan rumah tangga yang tampak tenang mendadak diguncang oleh persoalan yang sangat sensitif. Cerita ini mengeksplorasi gejolak batin dan dilema besar yang dihadapi ketika seorang suami gagal memberikan kepuasan serta nafkah batin kepada istrinya. Di tengah kekosongan emosional dan hasrat yang tak terpenuhi, sang istri mulai mencari pelarian yang tak terduga. Sebuah drama modern yang penuh ketegangan tentang kesetiaan, rahasia kelam, dan harga sebuah kebahagiaan.
Sampul Novel Bersama Gadis Gila Di Konser
9.0
Pertemuan tidak sengaja di tengah riuhnya konser musik mengubah hidup seorang remaja laki-laki yang selalu hidup teratur. Gadis asing yang impulsif dan penuh energi menyeretnya ke dalam rangkaian kejadian tak terduga malam itu. Perbedaan kepribadian yang kontras di antara keduanya melahirkan konflik sekaligus ketertarikan yang kuat. Di tengah dinamika dunia remaja modern, mereka harus menghadapi ego masing-masing dan memutuskan apakah hubungan yang berawal dari ketidaksengajaan ini layak dipertahankan sebagai cinta sejati.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terkurung dalam pernikahan tanpa cinta akibat paksaan ibu Ravian. Sebagai pemimpin perusahaan yang dingin, Ravian Aditya Maheswara hanya menganggap hubungan ini kewajiban belaka. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian berubah drastis. Alih-alih setuju, ia justru mulai mempermainkan perasaan Nayara, menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan tepat saat ia ingin pergi menjauh dari bayang-bayang pria itu.