Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kakak Tiriku adalah Pasanganku

Kakak Tiriku adalah Pasanganku

Keputusan ibunya untuk menikah lagi membawa sang protagonis masuk ke dalam lingkaran keluarga konglomerat yang megah. Namun, kemewahan tersebut terusik oleh sikap dingin kakak tirinya yang tampan sekaligus penuh kebencian. Ketegangan di antara mereka kian memuncak saat tatapan sang kakak mulai berubah aneh. Hingga suatu malam, pria itu pulang dalam keadaan mabuk, memicu kepanikan yang memaksa sang adik berteriak histeris dan terpaksa memanggilnya sayang sepanjang malam.
Bab
Bagikan

Bab 3

James benar-benar langsung melakukan apa yang dia katakan.

Keringat tampak menetes dari pelipis James, jatuh tepat di tulang selangkaku. Rasanya panas sekali. Aku memejamkan mata rapat-rapat, tidak berani melihat bayangan kami di cermin yang ada di depanku.

James sengaja meniupkan napasnya ke telingaku, membuat bulu mataku bergetar karena sensitif. Akhirnya, aku tidak bisa menahan diri. Wajahku memerah karena melihat adegan itu di pantulan cermin. Gerakan masuk dan keluarnya tampak begitu jelas.

Upaya perlawanan dariku hanya dianggap sebagai bumbu penyedap oleh James. Dia langsung menekanku ke cermin yang dingin, lalu mengucapkan kalimat-kalimat memalukan yang membuatku terpaksa memanggilnya "sayang" berulang kali.

Tidak peduli seberapa keras aku memohon, semua itu tidak ada gunanya. Suaraku makin serak sampai akhirnya aku tidak bisa bersuara lagi. Begitu semuanya berakhir, aku bahkan tidak sanggup mengangkat satu jari pun.

Salep yang semula dioleskan, akhirnya hanyut terbilas bersama air.

Namun, semua itu baru permulaan. Begitu dia memberi perintah, aku sama sekali tidak bisa keluar dari pintu pintar vila ini. Setiap hari, hampir sepanjang waktu, aku seolah tenggelam dalam lautan hasrat.

Tidak terlihat sedikit pun kalau James itu masih memimpin jalannya perusahaan. Karena seringkali, baru saja aku turun dari tempat tidur, dia sudah membawaku kembali lagi.

Kadang bukan di tempat tidur, tetapi bisa di mana saja di dalam vila ini. Dengan dalih memperkenalkanku pada rumah baru ini, dia menyeretku ke kamar mandi, perpustakaan, ruang audio, bahkan ... halaman rumput.

Ada jejak kami di setiap sudut vila ini. Aku pun menjadi sangat akrab dengan rumah baruku ini.

Ketika akhirnya aku mendapatkan waktu istirahat, aku menerima pesan dari ibuku. Katanya, mereka akan segera pulang. Aku hampir menangis karena bahagia.

Memang benar, sejak pertama kali melihat James, aku sudah menyukainya. Namun, yang aku bayangkan itu adalah cinta yang murni. Bukan yang seperti film dewasa.

Selain itu, adegan film dewasa ini sudah berlangsung selama satu minggu penuh.

Sekarang, rasanya kalau aku pergi ke pasar gelap sekali pun, tidak akan ada yang mau menerima dua ginjalku yang sudah hampir rusak ini.

"Kamu melamun?"

Ciuman James yang berantakan mendarat di bibirku, membuat semua kata yang ingin aku ucapkan tercekat di tenggorokanku. Begitu bisa bernapas kembali, aku langsung berkata, "Ibu dan Paman akan segera pulang."

James akhirnya benar-benar berhenti. Namun, dia hanya berkata dengan acuh tak acuh, "Lalu?"

"Apa yang kita lakukan ini nggak benar." Aku menarik napas dalam-dalam, berusaha meredakan rona merah di wajahku. "Kita nggak bisa membiarkan mereka mengetahuinya. Kita akhiri di sini saja. Anggap saja semua ini nggak pernah terjadi."

"Kenapa?"

Wajah James langsung berubah muram, sorot matanya seperti dipenuhi badai besar. Tangannya menggenggam sebotol salep yang lengket dengan kuat, lalu berkata, "Kamu juga menikmati ini, 'kan?"

Aku mendesis. Dalam hati aku tahu kalau dia tidak salah. Ponsel selalu ada di tanganku. Jika aku sungguh ingin melaporkan hal ini atau meminta tolong, tidak mungkin semua ini bisa terus berulang setiap hari.

"Aku nggak ingin ada yang tahu tentang apa yang terjadi padaku setelah masuk menjadi bagian dari keluarga kaya ini. Lagi pula, ibuku sebentar lagi akan menikah dengan Paman. Kita nggak bisa membiarkan rahasia ini terbongkar," ujarku.

Kedua alasan itu memang benar, terutama yang terakhir. Ibuku membesarkanku sendirian sejak aku kecil. Aku tahu kalau dia memang menyukai Paman, bukan hanya karena hartanya.

Selain itu, James tidak mungkin menikah denganku. Meskipun dia ingin menikahiku, Ibu pasti tidak akan bisa menikah dengan Paman.

Namun, sebenarnya ada satu alasan lagi yang tidak pernah aku katakan. Sejak awal, aku memang memiliki perasaan pada James, kakak tiriku ini. Mungkin itulah kenapa aku membiarkan semua ini terjadi.

James menjilat jarinya. Tepat saat aku berpikir dia akan menghukumku karena mencoba menghentikannya, pria itu malah tertawa sinis. Dia berkata dengan nada dingin, "Baiklah, kita nggak boleh mengganggu Bibi menjadi bagian dari keluarga kaya."

Kemudian, James membanting pintu, langsung melangkah pergi. Untuk pertama kalinya, pria yang biasanya dingin dan rasional itu terlihat begitu kekanak-kanakan. Aku meringkuk memeluk lututku. Ruangan ini tiba-tiba terasa sangat sunyi.

Andai saja dia bukan James Peyton, sementara aku bukan Candice Daniels. Betapa indahnya itu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B11510" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B11510
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Alisha hancur saat Rama, suami yang ia cintai, berselingkuh dengan seorang aktris. Tanpa kata maaf dari Rama, ia pergi membawa luka dan mulai mencari kerja bermodal ijazah SMA. Alisha akhirnya menjadi pengasuh anak Damar, seorang CEO muda. Ketulusan Alisha memikat hati bosnya, namun tiba-tiba Rama muncul kembali untuk meminta rujuk. Kini, Alisha bimbang memilih antara Damar yang tulus atau mantan suaminya yang datang membawa penyesalan mendalam.
Sampul Novel Bos, Jangan! Nanti Ketahuan
8.0
Terjebak dalam aturan suami yang melarangnya bekerja, hidup Selena berubah setelah kedatangan Haris, bos besar suaminya. Pesona sederhana Selena memikat sang miliarder, yang kemudian menawarinya posisi sebagai sekretaris pribadi. Pekerjaan ini menjadi pelarian sekaligus awal hubungan terlarang di antara mereka. Demi ambisi promosi jabatan, sang suami memilih menutup mata. Kini, mereka semua terseret dalam pusaran gairah dan intrik yang siap menghancurkan pernikahan Selena.
Sampul Novel Hasrat Berbahaya Sang Pewaris Duda
8.6
Dikhianati oleh Roy, suaminya sendiri, Shanty kehilangan hak asuh anak setelah rahimnya diangkat. Demi membalas dendam pada mantan mertua dan suaminya yang licik, ia nekat menyerahkan jiwanya kepada pewaris Halim Group yang dingin dan berbahaya. Menjadi nyonya muda di keluarga konglomerat ternyata penuh intrik mematikan. Di tengah rahasia gelap sang suami baru, mampukah Shanty merebut kembali kebahagiaannya atau justru hancur dalam permainan kekuasaan?
Sampul Novel Kariermu Ada di Tanganku
8.2
Nayara Devanka adalah putri tunggal keluarga Mahendra yang berkuasa. Hidupnya sempurna bersama Rafael, mantan staf sang ayah yang ia angkat derajatnya, serta putri mereka, Isolde. Namun, pengorbanan Naya dibalas pengkhianatan keji. Rafael diam-diam menikahi masa lalunya dengan restu keluarga besarnya sendiri. Mereka menikmati kemewahan dari Naya sambil menikamnya dari belakang. Kini, Naya tak akan tinggal diam dan siap menghancurkan karier serta hidup mereka.
Sampul Novel Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda
9.2
Pertemuan kembali dengan Kayden Narasoma, sang miliarder sekaligus ayah dari putranya, menjadi awal dari konflik batin Lunara Angkasa dalam novel romantis ini. Takut kehilangan sang anak, Lunara berusaha menjaga hubungan profesional di kantor. Kayden yang awalnya menyimpan dendam dan ingin menyakiti Lunara, perlahan justru ingin menyatukan kembali keluarga mereka saat melihat kerapuhan wanita itu. Ketika kebenaran masa lalu terungkap, Kayden menyadari bahwa dendamnya hanya melukai diri sendiri.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian pernah bersumpah takkan menikah karena menganggap wanita hanya teman tidur. Namun, prinsip itu goyah sejak ia bertemu sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang sama sekali tidak tertarik menggodanya. Xavier merasa pertemuan ini adalah anugerah terindah, sementara Adeeva sempat menganggap Xavier sebagai hal terburuk dalam hidupnya. Kini, kebencian itu berubah menjadi hari-hari penuh keindahan bagi mereka berdua.