Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jodoh untuk Mas Duda

Jodoh untuk Mas Duda

Dua tahun berlalu sejak Sari tiada, Mas Duda menjalani hari-harinya sebagai guru SD dengan penuh kesederhanaan. Meski mencintai profesinya, pria berusia 35 tahun ini tak mampu menghalau rasa sepi yang kian menghimpit batinnya. Tekanan dari keluarga dan sahabat untuk mencari pendamping baru pun mulai berdatangan. Namun, di tengah kekosongan jiwa tersebut, ia masih didera keraguan dan belum sepenuhnya siap untuk membuka kembali pintu hatinya bagi cinta yang lain.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari-hari terus berlalu, dan hubungan Mas Rafi dan Nia semakin dalam. Keduanya mulai merasakan kenyamanan yang semakin kuat satu sama lain. Mereka sering menghabiskan waktu bersama di luar pasar, menjelajahi keindahan desa, dan berbagi mimpi serta harapan mereka.

Suatu akhir pekan, Nia mengundang Mas Rafi untuk mengunjungi rumah barunya yang baru saja dibeli. Mas Rafi merasa senang dengan undangan ini, karena ini adalah kesempatan untuk melihat lebih dekat kehidupan Nia di luar stan kue.

Nia membuka pintu rumahnya dan mengundang Mas Rafi masuk. Rumah itu sederhana namun nyaman, dengan dekorasi yang penuh warna dan sentuhan pribadi.

**Nia:** "Selamat datang di rumah saya, Rafi. Ini bukan rumah yang besar, tetapi saya berharap Anda merasa nyaman di sini."

**Mas Rafi:** "Terima kasih, Nia. Rumah ini terasa hangat dan menyambut. Saya senang bisa melihat lebih banyak tentang kehidupan Anda di luar pasar."

Mereka duduk di ruang tamu yang nyaman, sambil menikmati teh hangat dan kue buatan Nia. Mereka berbicara tentang banyak hal, dari pekerjaan hingga hobi pribadi.

**Nia:** "Kadang-kadang, saya merasa lebih dekat dengan rumah ini daripada dengan tempat lain. Saya dapat membuatnya menjadi tempat yang benar-benar mencerminkan siapa saya."

**Mas Rafi:** "Saya bisa merasakannya. Anda telah membuat tempat ini terasa seperti rumah yang penuh kasih dan perhatian."

**Bagian 2: Menghadapi Masa Lalu**

Meskipun hubungan mereka semakin dekat, Mas Rafi masih merasa berat dengan bayang-bayang masa lalunya. Dia sering kali teringat pada Sari, dan kadang-kadang merasa bersalah karena mulai merasakan sesuatu untuk Nia. Keterikatan emosional ini membuatnya merasa terjebak antara masa lalu dan masa depan.

Suatu malam, setelah pulang dari sebuah acara komunitas yang diadakan Nia, Mas Rafi memutuskan untuk berbicara terbuka tentang perasaannya. Dia ingin jujur dengan Nia tentang keraguannya.

**Mas Rafi:** "Nia, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan. Saya merasa seperti saya sedang bergerak maju, tetapi terkadang saya merasa bersalah karena mulai merasakan sesuatu untuk Anda."

**Nia:** "Rafi, tidak perlu merasa bersalah. Saya mengerti bahwa Anda masih mengingat Sari, dan itu adalah hal yang wajar. Saya tidak ingin Anda merasa tertekan untuk melupakan masa lalu Anda."

**Mas Rafi:** "Terima kasih atas pengertian Anda. Saya hanya ingin memastikan bahwa kita tidak terburu-buru dan bahwa perasaan ini benar-benar berasal dari tempat yang tepat."

**Nia:** "Kita dapat melanjutkan dengan perlahan, Rafi. Saya menghargai kejujuran Anda, dan saya ingin kita bisa saling mendukung satu sama lain dalam proses ini."

**Bagian 3: Menyusun Masa Depan**

Keduanya sepakat untuk melanjutkan hubungan mereka dengan hati-hati dan tidak terburu-buru. Mereka mulai merencanakan kegiatan yang dapat mempererat hubungan mereka, seperti hiking di pegunungan sekitar desa, berpartisipasi dalam kegiatan komunitas, dan merayakan acara-acara kecil bersama.

Suatu sore, Mas Rafi mengajak Nia untuk berjalan-jalan di tepi danau di luar desa. Mereka menikmati keindahan alam dan ketenangan tempat itu.

**Mas Rafi:** "Saya suka tempat ini. Rasanya damai dan tenang, dan saya merasa seperti semua masalah sejenak menghilang."

**Nia:** "Saya juga suka tempat ini. Ini adalah tempat yang bagus untuk merenung dan menikmati keindahan alam."

**Mas Rafi:** "Nia, saya merasa seperti kita mulai membangun sesuatu yang berarti bersama. Saya tidak ingin hal ini berhenti hanya karena ketidakpastian."

**Nia:** "Saya juga merasakannya, Rafi. Saya ingin kita terus maju dan memberi kesempatan pada diri kita untuk melihat kemana hubungan ini akan berkembang."

**Bagian 4: Ketegangan dan Pengertian**

Seiring dengan semakin dekatnya hubungan mereka, muncul beberapa ketegangan. Kadang-kadang, Nia merasa tertekan dengan ekspektasi orang-orang di sekelilingnya yang mengharapkan dia untuk cepat-cepat menetap dan tidak fokus pada usahanya. Di sisi lain, Mas Rafi menghadapi tekanan dari keluarga dan teman-temannya yang mulai bertanya-tanya tentang rencananya untuk menikah lagi.

Suatu malam, Nia dan Mas Rafi berbicara tentang masalah-masalah ini di kedai kopi lokal yang mereka kunjungi bersama.

**Nia:** "Rafi, kadang-kadang saya merasa seperti ada banyak tekanan dari orang-orang di sekitar saya. Mereka menganggap saya harus segera menetap dan tidak terus-menerus berpindah-pindah."

**Mas Rafi:** "Saya mengerti, Nia. Saya juga merasakan tekanan dari keluarga dan teman-teman saya. Mereka ingin tahu tentang masa depan saya dan apakah saya berencana untuk menikah lagi."

**Nia:** "Tapi kita tidak perlu terburu-buru. Kita bisa mengambil waktu kita untuk memutuskan apa yang terbaik untuk kita."

**Mas Rafi:** "Benar. Kita harus fokus pada apa yang kita rasakan dan apa yang kita inginkan dari hubungan ini. Kita tidak perlu membiarkan tekanan dari luar mempengaruhi keputusan kita."

**Bagian 5: Kesesuaian dan Komitmen**

Mas Rafi dan Nia memutuskan untuk berbicara lebih serius tentang masa depan mereka. Mereka mulai mempertimbangkan langkah-langkah yang perlu diambil untuk menjadikan hubungan mereka lebih permanen dan serius. Diskusi ini membawa mereka lebih dekat, tetapi juga menguji komitmen mereka terhadap satu sama lain.

**Mas Rafi:** "Nia, saya ingin kita mempertimbangkan masa depan kita secara lebih serius. Apa yang Anda harapkan dari hubungan ini?"

**Nia:** "Saya berharap kita bisa membangun sesuatu yang berarti dan saling mendukung dalam setiap langkah. Saya ingin kita saling percaya dan membangun kehidupan yang bahagia bersama."

**Mas Rafi:** "Saya juga berharap demikian. Saya ingin kita bisa menghadapi tantangan bersama dan menciptakan masa depan yang penuh kebahagiaan."

**Nia:** "Mari kita terus maju dengan hati-hati dan memastikan bahwa kita selalu saling mendukung dan menghargai."

**Bagian 6: Pertemuan Keluarga**

Mas Rafi merasa sudah waktunya untuk memperkenalkan Nia kepada keluarganya. Dia tahu bahwa ini adalah langkah besar, dan dia ingin memastikan bahwa Nia merasa diterima.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KYM" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KYM
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BLIND HEART
9.7
Silvana, mahasiswi tingkat akhir yang terdesak biaya wisuda, terpaksa mencari pekerjaan sampingan demi membantu ayahnya. Alih-alih menjaga anak kecil, ia justru harus mengasuh Max Elgort, miliarder buta yang sangat temperamental. Di tengah bentakan Max, benih cinta mulai tumbuh di hati Silvana. Namun, Max masih terbelenggu bayang-bayang mendiang kekasihnya yang tewas dalam kecelakaan pemicu kebutaannya. Akankah Silvana bertahan saat Max masih setia pada janji masa lalunya?
Sampul Novel Bukan Istri Bayaran
9.8
Terhimpit keadaan sulit yang tanpa jalan keluar, aku terpaksa membuat kesepakatan nekat dengan Alister Bagaskara. Pria yang jauh lebih dewasa itu menjadi satu-satunya penyelamat yang mampu membebaskanku. Sebagai imbalan atas bantuannya, aku menawarkan diri untuk menjadi istrinya. Pernikahan ini pun dimulai tanpa landasan cinta, melainkan sebuah keterpaksaan demi bertahan hidup. Kini, aku harus menjalani hari-hari sebagai istri dari pria yang asing bagiku.
Sampul Novel Dikhianati Demi Jabatan, Dicintai oleh Atasan
9.2
Pernikahan lima tahun Emma hancur saat Rowan, suaminya, tega menjadikannya alat transaksi demi ambisi karier. Rowan meminta Emma menemani atasannya minum demi proyek, tidur bersama untuk melunasi utang, hingga melahirkan anak sang atasan agar ia naik jabatan menjadi manajer umum. Muak dengan pengkhianatan tanpa henti ini, Emma mengambil keputusan besar. Pada hari Rowan resmi dipromosikan, Emma menceraikannya dan langsung menikah dengan atasan suaminya.
Sampul Novel Godaan Teknisi AC
9.1
Sebuah kunjungan perbaikan pendingin ruangan di larut malam berubah menjadi awal dari pengkhianatan yang menegangkan. Sentuhan sang teknisi membangkitkan gairah tak terduga yang belum pernah dirasakan sang istri sebelumnya. Di bawah tekanan intimidasi, ia dipaksa untuk menelepon suaminya sendiri agar perselingkuhan panas ini terbongkar. Meski ia memohon demi menyelamatkan pernikahannya, panggilan telepon itu terlanjur tersambung, mengancam akan menghancurkan segalanya dalam sekejap.
Sampul Novel Kau Rebut Ayahku, Aku Rebut Suamimu
9.5
Kehancuran keluarga Arlena bermula saat wanita lain merebut ayahnya, hingga sang ibu wafat karena duka mendalam. Dendam membara mendorong Arlena untuk membalas rasa sakit itu dengan cara yang tak terduga. Ia menemukan celah saat mengetahui bahwa perusak rumah tangganya adalah istri dari Rafael Vallenzo, bosnya yang sangat berkuasa. Kini, Arlena bertekad merebut Rafael demi pembalasan, namun ia justru terjebak dalam risiko yang mengancam hatinya.
Sampul Novel Kisah Yuna
8.8
Yuna adalah mahasiswi biasa yang tengah berjuang keras meraih impian masa depannya. Dunianya seketika berubah penuh warna saat idola kampus menyatakan perasaan kepadanya. Namun, perjalanan asmara ini tidaklah mudah. Yuna terjebak dalam dilema besar ketika situasi memaksanya memilih antara pacar pertamanya saat ini atau sosok cinta pertama dari masa lalu. Siapakah yang akan memenangkan hati Yuna pada akhirnya di tengah persimpangan emosi ini?