Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jodoh Pilihan Oma

Jodoh Pilihan Oma

Hidup Dion berubah drastis usai menyelamatkan Kayla dari bahaya bersama Nenek Melati. Terpikat oleh ketangguhan Kayla, sang nenek ingin mereka bersatu. Namun, Bu Ratna menentang karena ia telah menjodohkan Dion dengan Amara yang ambisius. Amara yang haus status pun mulai menyusun taktik licik untuk menyingkirkan Kayla dengan mengorek rahasia kelam masa lalunya. Di tengah tekanan keluarga dan intrik jahat, Dion harus berjuang melindungi cintanya dari kehancuran.
Bab
Bagikan

Bab 2

Di sepanjang perjalanan menuju rumah, hujan mulai turun deras, menciptakan irama menenangkan di atas atap mobil. Kayla duduk di kursi belakang, sesekali mencuri pandang ke arah Dion yang mengemudi dengan tenang. Rasa gugup masih menyelimuti dirinya, tetapi kehadiran Dion dan Nenek Melati sedikit demi sedikit membuatnya merasa aman.

"Kayla," Nenek Melati memulai pembicaraan, suaranya lembut, "kalau boleh tahu, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu bisa berada di tempat itu?"

Kayla terdiam beberapa saat, menimbang-nimbang apakah ia harus menceritakan kebenaran. "Saya... saya baru saja kabur dari orang-orang yang mencoba memanfaatkan saya, Bu. Mereka ingin menjual saya..."

Kalimat itu terputus oleh suara tangisnya yang tertahan. Air mata mulai mengalir di pipinya, membuat Nenek Melati tertegun. Wanita tua itu meraih tangan Kayla, menggenggamnya erat.

"Ya ampun, Nak. Kamu pasti sudah melalui banyak hal," ujar Nenek Melati, matanya menunjukkan rasa iba yang mendalam. "Tapi percayalah, kamu tidak sendiri lagi. Kamu sekarang bersama kami."

Dion hanya diam mendengarkan. Ia tidak ingin mendesak Kayla untuk bercerita lebih banyak, tetapi hatinya merasa sesak mendengar apa yang dialami gadis itu.

Ketika mereka tiba di rumah, Nenek Melati langsung membawa Kayla masuk ke ruang tamu yang hangat dan nyaman. Dion, sementara itu, menyiapkan minuman hangat di dapur.

"Duduklah, Nak," ujar Nenek Melati sambil menunjuk sofa empuk di dekat perapian. "Kamu pasti lelah. Minumlah teh ini nanti, Dion sedang menyiapkannya."

Kayla hanya mengangguk. Matanya terus memandang ke sekeliling ruangan, melihat betapa megah tetapi bersahajanya rumah itu. Dindingnya dipenuhi foto-foto keluarga, salah satunya foto besar Dion bersama Nenek Melati.

"Rumah ini indah sekali," bisik Kayla tanpa sadar.

"Oh, ini hanya rumah tua," jawab Nenek Melati sambil tersenyum. "Tapi rumah ini selalu penuh kenangan. Aku harap kamu juga bisa merasa nyaman di sini."

Beberapa menit kemudian, Dion datang membawa nampan berisi dua cangkir teh dan beberapa biskuit. Ia meletakkannya di meja dan duduk di kursi seberang Kayla.

"Minumlah," ujar Dion singkat.

Kayla mengambil cangkir itu dengan tangan gemetar. "Terima kasih."

Mereka bertiga duduk dalam diam, hanya ditemani suara api yang berderak di perapian. Nenek Melati akhirnya memecah keheningan.

"Kayla, apakah kamu punya keluarga? Seseorang yang bisa kami hubungi?"

Pertanyaan itu membuat Kayla kembali menunduk. Wajahnya tampak murung. "Tidak ada, Bu. Saya... saya yatim piatu. Sejak kecil, saya tinggal di panti asuhan. Tapi beberapa tahun lalu, saya keluar untuk mencari pekerjaan. Dari situlah semuanya mulai kacau."

Nenek Melati menatapnya penuh simpati. Ia menepuk-nepuk bahu Kayla dengan lembut. "Kalau begitu, anggap saja kami keluargamu sekarang. Kamu bisa tinggal di sini selama yang kamu butuhkan."

Dion yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara. "Tapi, Nek... apakah aman bagi kita membawanya ke sini? Bagaimana jika orang-orang yang mengejarnya tadi masih mencarinya?"

Nenek Melati menoleh ke arah cucunya, matanya penuh keyakinan. "Dion, kadang kita harus mengambil risiko untuk membantu sesama. Lagipula, aku tidak bisa membiarkan gadis ini kembali ke jalan tanpa perlindungan."

Dion mengangguk pelan, meski hatinya masih diliputi keraguan. Namun, ia tidak bisa membantah neneknya. Ia tahu betapa besar hati wanita tua itu.

Kayla tersenyum tipis meski matanya masih berkaca-kaca. "Terima kasih. Saya tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikan kalian."

"Kamu tidak perlu memikirkan itu sekarang," jawab Nenek Melati. "Yang penting, kamu harus pulih dulu. Besok, kita akan bicara lebih banyak."

Malam yang Mengubah Segalanya

Malam itu, Kayla diberi kamar di lantai atas. Kamarnya kecil tetapi nyaman, dengan jendela besar yang menghadap taman belakang rumah. Ketika Kayla akhirnya merebahkan diri di tempat tidur, ia merasa seolah berada di dunia lain. Setelah bertahun-tahun hidup dalam ketakutan, malam ini ia merasa sedikit tenang.

Namun, di lantai bawah, Dion dan Nenek Melati masih berbicara di ruang tamu.

"Nek," ujar Dion dengan nada serius, "apa yang sebenarnya Nek pikirkan? Kita tidak tahu apa-apa tentang dia. Bagaimana kalau dia membawa masalah besar ke rumah ini?"

Nenek Melati menatap cucunya dengan tatapan tajam. "Dion, kamu harus belajar untuk lebih percaya pada orang lain. Kayla adalah gadis baik. Aku bisa melihat itu dari matanya."

"Tapi, Nek..."

"Tidak ada tapi-tapian. Ingat, Dion, kita tidak bisa memilih siapa yang membutuhkan bantuan kita. Jika Tuhan menempatkan dia di jalan kita, pasti ada alasan untuk itu."

Dion terdiam. Ia tahu tidak ada gunanya berdebat dengan neneknya. Namun, dalam hati kecilnya, ia merasa ada sesuatu yang berbeda tentang Kayla.

Malam itu, meski tubuhnya lelah, Dion tidak bisa tidur. Pikirannya terus dipenuhi pertanyaan tentang Kayla. Siapa sebenarnya dia? Dan kenapa takdir seolah membawa mereka bertemu di tengah situasi yang begitu rumit?

Sementara itu, di kamar atas, Kayla juga tidak bisa memejamkan mata. Ia teringat peristiwa tadi sore, bagaimana Dion dengan berani melindunginya. Tanpa sadar, bibirnya membentuk senyuman kecil.

Malam yang sunyi itu menjadi awal dari perubahan besar dalam hidup mereka. Sebuah cerita yang baru saja dimulai, penuh dengan liku-liku, tantangan, dan-mungkin-cinta yang tak terduga.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dewa Perang Terbaik
8.9
Daniel adalah sang Dewa Perang yang disegani. Dahulu, saat masa remaja yang sulit dan penuh kelaparan, seorang gadis kecil memberikan sekeping biskuit yang sangat berarti baginya. Kini, demi membalas budi atas kebaikan tersebut, Daniel memutuskan kembali ke kota asalnya. Ia bertekad melindungi sosok yang pernah menolongnya itu, yang sekarang telah tumbuh dewasa menjadi seorang wanita muda dengan paras yang sangat cantik jelita.
Sampul Novel Fulfi
8.6
Fulfi, model cerdas berusia 20 tahun yang hidup sebatang kara, mendirikan yayasan wanita demi mencegah penderitaan serupa menimpa orang lain. Namun, hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil. Saat berjuang menata ulang karier di tengah sabotase pihak yang membencinya, Fulfi justru berhadapan dengan ancaman besar yang menyeretnya bertemu dalang di balik tragedi masa lalunya. Mampukah ia bertahan dan kembali meraih kesuksesan di dunia modeling?
Sampul Novel I'm Not a Gangster
9.8
Seorang pemuda desa terpaksa merantau ke kota besar demi menyambung hidup. Dengan tekad sederhana, ia bercita-cita menjadi seorang pengawal profesional. Namun, takdir justru menyeretnya ke dalam gelapnya dunia kriminal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Tanpa disadari, ucapan masa lalunya menjadi kenyataan pahit yang menuntunnya menjadi sosok gangster. Kini ia terjebak dalam pusaran konflik bawah tanah yang menguji prinsip serta keberaniannya.
Sampul Novel Penderitaan yang Dipaksa Tersenyum
9.0
Hidup Liana hancur saat Revan, suaminya, menjualnya demi utang judi kepada Dominic Valente, bos mafia Eropa yang kejam. Meski dikenal dingin, Dominic justru terpikat oleh ketulusan Liana hingga mereka menghabiskan malam bersama yang membuahkan janin. Sebelum Dominic sempat menyelamatkannya, Revan menyeret Liana kembali untuk disiksa sebagai budak. Saat Dominic membakar dunia mencarinya, Liana harus bertahan di tengah penderitaan demi darah daging sang mafia.
Sampul Novel Penyesalan Mantan Suamiku
9.8
Kebahagiaan Sophia atas kehamilannya setelah dua tahun menikah seketika hancur saat Nathan justru meminta cerai. Di tengah insiden pembunuhan yang mengancam nyawanya, Nathan mengabaikan panggilan darurat Sophia hingga ia terpuruk dalam keputusasaan. Sophia pun memilih pergi ke luar negeri demi memulai hidup baru. Namun, saat ia hendak menikah lagi, Nathan muncul kembali dengan penuh penyesalan dan menuntut penjelasan atas anak yang telah Sophia lahirkan.
Sampul Novel Ratu Kerajaan Niskala
8.4
Candra Utari, pewaris Kerajaan Niskala, menghadapi ancaman saudara tirinya, Sekar Buana, Lintang Alit, dan Pupus Cantika. Berbekal ilmu kanuragan dari Ratu Arum, ia mengasingkan diri ke Perguruan Langit Ageng sebelum membangun Kerajaan Wulan Katigo yang makmur. Saat Niskala di ambang kehancuran akibat pemberontakan, Candra menyamar sebagai Pangeran Layang Jembar untuk membantu ayahnya. Di tengah perang, muncul pasukan bertopeng misterius yang menjadi teka-teki besar bagi sang putri.