Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel JIKA CINTA INI SALAH

JIKA CINTA INI SALAH

Demi cinta, aku rela melepaskan segala kemewahan hidup. Namun, pengabdian tulusku justru dibalas dengan pengkhianatan pahit. Kini aku terjebak dalam dilema besar: bertahan dalam pernikahan yang hancur demi kelangsungan hidup anak-anak remaja kami, atau berani melangkah pergi. Di tengah ketergantungan ini, muncul sebuah rasa baru. Pantaskah seorang ibu dengan dua anak seperti diriku membuka hati bagi cinta lain yang hadir menawarkan harapan?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Dari mana kamu, Galuh? Kenapa wajahmu habis di make up?" tanya Gayatri penuh selidik dengan mengamati wajah Galuh.

Terlihat Galuh berusaha menutupi mukanya. Namun Gayatri masih berusaha melihat dengan menarik tagan Galuh dan memegang dagunya. "Ini apa, Galuh? Apa yang telah kamu lakukan di luar sana?"

"Dibilangi bukan apa-apa juga," katanya dengan melototkan matanya ke arah Gayatri.

"Kalau orangtua ngomong itu yang sopan jawabnya. Kamu ghak tau betapa khawatirnya kami dengan mencarimu kemana-mana tadi," sahut Prayogi yang juga merasa curiga dengan kelakuan anaknya.

"Apa yang kamu lakukan dengan anak berandal itu?" Gayatri mengingat tentang Raksa yang penampilannya ugal-ugalan.

"Maksud Bunda apa?" tanya Galuh yang sudah nglonyor ke kamarnya tanpa memperdulikan ayahnya yang baru datang setelah berminggu-minggu tak pulang. Dia bahkan memandang Prayogi dengan tatapan yang menghujat.

Gayatri yang sudah panas hatinya dengan kelakuan suaminya, bertambah makin panas dengan yang dilakukan putrinya.

"Bukankah kamu keluar sama Raksa, anak band itu?"

Galuh terdiam sejenak, dari duluh bundanya mengatakan tidak suka dia dekat dengan Raksa yang dinilai agak nyleneh dengan telinganya yang ditindik. Namun Galuh teramat mencintai pemuda sekelasnya itu.

"Yang jelas aku ghak berbuat yang ghak bener sama Raksa, Bund," kata Galuh dengan meletakkan barang-barangnya. "kalau Bunda ghak percaya, terserah Bunda. Aku ngantuk, mau tidur." Galuh sudah  membaringkan tubuhnya di tempat tidur.

"Kalau mau tidur, sholat duluh, Galuh."

"Habis ini, Bund. Bunda tinggalin Galuh sendiri."

"Kamu kenapa tidak menyapa ayahmu?" tanya Gayatri setelah hampir meninggalkan ruangan putrinya.

Galuh hanya melengos dengan menampakkan wajah tidak sukanya. Dia menganggap ayahnyalah yang menyebabkan dia harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhannya yang beberapa minggu terakhir ini menjadi makin terjepit dengan uang saku yang makin minim dia terima.

Gayatri, bagaimanapun problem yang kini sedang dia hadapi dengan suaminya, dia ingin anak-anaknya tidak mengetahuinya dan tetap menghormati Prayogi sebagai ayahnya yang selalu mereka sayangi selama ini, terlebih Galuh yang lebih dekat dengan ayahnya.

Galing sudah terlihat tidur dengan menggelar kasurnya di ruang keluarga. Kamar mereka memang cuma dua sehinggah Galing kamarnya ya, di ruang keluarga itu. Mulai dengan kasurnya, buku pelajaran, sampai almari pakaiannya yang di dekat televisi.

Gayatri yang juga sudah mengantuk, masuk kamar. Prayogi yang sedari tadi di depan televisi, mengikuti Gayatri yang masuk dengan perasaan canggung. Dari tadi tatapan Gayatri tak pernah baik kepadanya. Sakit hatinya bertumpuk dengan menyaksikan ulah putrinya yang baru pulang dengan keadaan yang membuatnya berfikir, ada apa dengan Galuh?

Seperti biasa, Gayatri selalu mematikan lampu kamarnya jika tidur, katanya itu tuntunan dari Rosulullah. Namun cahaya remang masih menyinari kamar mereka dari lampu ruang keluarga. Prayogi merebahkan punggungnya bersisian dengan Gayatri di kasur yang telah lama menjadi saksi bisu kebersamaan mereka sejak mereka bisa membeli rumah ini sepuluh tahun yang lalu, saat Galuh berusia 4 tahun dan belum berani tidur sendiri. Saat itu ada keluarga yang dalam kesulitan menjual rumahnya dengan harga murah, kebetulan rizki keluarga mereka lancar. Saat libur, Prayogi selalu dapat carteran, tak seperti akhir-akhir ini. Tabungan yang ada memang belum cukup hinggah mereka meminjam dari mbakyunya Prayogi dan alhamdulillah juga tak lama sudah lunas.

"Kamu sudah tidur?" tanya Prayogi ke Gayatri yang memunggunginya.

Sepi, tak ada jawaban, apalagi kehangatan seperti yang duluh dia rasakan. Jangankan memunggunginya seperti sekarang. Dengan rambut masih basah, Gayatri akan terus menatapnya, dan memamerkan senyumnya yang menggoda, dan Prayogi akan menyambutnya dengan ciuman sampai menuntaskan hasrat mereka kembali.

Ah, ternyata semua itu hanya kenangan sekarang, keluh Prayogi. Dipandanginya lekad Gayatri dengan lekuk tubuhnya dari samping yang makin menggoda. Ciuman pun didaratkan ke leher Gayatri dengan mengambil bantal guling yang sepertinya sengaja di taruh Gayatri di tengah.

Gayatri menggeliakkan tubuhnya. Bagaimanapun juga dia teramat merindukan belai kasih dari suaminya itu setelah sekian lama tak merasakannya. Keinginan untuk menyambut kehangatan yang diberikan Prayogi yang selalu bisa membuatnya merasakan kepuasan setiap bersamanya, membuat dia menikmati setiap sentuhan suaminya itu. Hinggah sebuah kesadaran kemudian muncul. Bayang-bayang seorang wanita tengah bersama menikmati surga dunia bersama suaminya tiba-tiba hadir di pikirannya. Dengan segera Gayatri menutup kembali tubuhnya yang tanpa busana dengan selimut yang tadi dipakainya. Lalu menjauh ke tepi ranjang. Prayogi yang sudah kelimpungan merutuk. Dia telah berminggu menahan diri. Tanpa berfikir lagi dia menarik paksa Gayatri dan menuntaskan hasratnya.

Gayatri yang tak lagi merasakan apapun selain kesakitan, mengalirkan airmatanya. Prayogi yang merasa bersalah melihat Gayatri menangis, memeluknya erat, walau berkali kali Gayatri mengibaskan tangannya dan mendorong tubuhnya. Namun tenaganya yang kalah kuat, membuatnya hanya menangis.

"Maaf aku telah menyakitimu."

Malam-malam Gayatri yang kesulitan tidur, mengguyur tubuhnya dengan mandi air hangat. Dia kemudian bersujud dengan mengadukan nasibnya ke Tuhannya. Rasa lelah yang sangat membuatnya hinggah tertidur di lantai di kamarnya, di atas sajadahnya.

Prayogi yang terbangun saat azhan subuh dan mendapati Gayatri tak lagi di pelukannya, segera bangun. Namun saat dia turun dari ranjang, telah mendapati Gayatri tertidur di lantai. Wajahnya yang lelah membuat Prayogi merasa bersalah kembali atas apa yang telah diperbuatnya. Diangkatnya Gayatri untuk ditidurkan di peraduan, lalu diciumnya keningnya sebelum dia beranjak ke kamar mandi dan membangunkan kedua anaknya.

"Bund, bangun, sepertinya Bunda belum sholat subuh." kata Prayogi setelah menyelesaikan salam, dengan mencium kembali pipi wanita di depan hidungnya yang tengah tidur miring di depannya.

Di luar kesadarannya, tangan yang biasanya lembut itu kini mengibaskan wajahnya dengan keras. Rasa pengar menghantam hidung Prayogi. Bahkan dalam tidur pun, Gayatri begitu membencinya, bathinnya ngilu.

Gayatri terbangun hampir kehilangan waktu subuhnya. Syukurlah dia hanya perlu membuat ikan. Dan yang ada cuma telor yang tentunya hanya bisa dibuat untuk telur dadar.

Dilihatnya uang yang sengaja diletakkan Prayogi di meja riasnya. Berkali-kali Gayatri ragu untuk mengambil uang itu. Namun jika tidak diambil, bagaimana dia akan melewati toko bu Ratih saat dia ke bu Ratna nanti? Dalam jengkel dia kemudian mengambil uang merah lima lembar untuk melunasi hutangnya. Selebihnya dia diamkan saja, tanpa mengurusnya seperti biasanya.

"Ini untuk sehari-hari, yang ini untuk sekolah anak-anak, yang ini untuk tabungan kita." begitu yang sering Prayogi dengar jika dia memberi uang dan Gayatri selalu mengucap terimakasih dan memilah-milah uangnya untuk ditempatkan di keperluan rumah mereka.

Prayogi kini memperhatikan uang yang tadi malam ditaruhnya, memandangnya dengan tatapan penuh luka. Luka yang telah dibuatnya sendiri.

Baru saja Gayatri bermaksud mengeluarkan sepedanya, seorang wanita dengan penampilan sexi berdiri di depannya. Tubuhnya yang ideal dengan dada menantang. Dia memakai celana jeans ketat dengan kaos yang pres body. Rambutnya yang disemir kekuningan tergerai indah sepunggung.

"Aku mencari mas Prayogi, tolong panggilkan."

"Kamu siapa?"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MAL" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MAL
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Pernikahan Sang Mafia
8.6
Gabriel Alaric menjadikan Aveline Harper alat balas dendam terhadap ayahnya, Leonard. Gadis berusia 21 tahun itu dipaksa menikah demi menebus dosa masa lalu keluarganya. Di tengah kebencian Gabriel yang dingin, terdapat rahasia kelam yang menyiksa batinnya. Aveline pun berusaha bertahan sambil memahami luka suaminya. Akankah dendam ini berakhir dengan kehancuran, atau justru cinta yang tak terduga muncul menyatukan mereka di tengah badai emosi?
Sampul Novel Budak di atas Ranjang - Season 2
8.8
Izabelle terpaksa menyerahkan kesuciannya demi melunasi utang judi ayahnya yang nyaris membuat mereka gelandangan. Di hadapan Jordan Heron, bos mafia yang kejam, ia harus menanggung rasa sakit dan penghinaan dalam sebuah transaksi panas. Meski kehormatannya direnggut oleh pria yang baru ditemuinya itu, Izabelle tak punya pilihan demi membebaskan sang ayah dari sandera. Kini, ia terjebak dalam takdir kelam bersama sang bajingan. Bagaimana nasibnya ke depan?
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel CINTA YANG TERTUKAR
8.4
Kehidupan asmara Mahya, wanita kelahiran 1991, jauh dari kata sempurna karena kehadiran seorang sahabat yang manipulatif. Di balik topeng keluguan, sang sahabat terus merusak setiap hubungan cinta yang Mahya bangun. Meski sering dikhianati, Mahya yang polos tetap menaruh kepercayaan penuh pada sosok licik tersebut. Namun, sebuah kejadian tak terduga akhirnya memicu kemarahan besar dalam diri Mahya. Akankah tabir kepalsuan ini segera terungkap?
Sampul Novel Jerat Cinta Chef Impoten
8.5
Bara adalah pria berusia awal tiga puluhan yang tampak sempurna namun menyimpan rahasia besar. Di balik ketampanannya, ia menderita disfungsi ereksi yang mengancam harga dirinya sebagai lelaki. Zoya terkejut saat menyadari perubahan tak terduga pada kondisi Bara yang selama ini tidak berdaya. Akankah Bara berhasil menyembuhkan aset masa depannya dan menemukan kebahagiaan sejati? Ikuti perjalanan Bara menghadapi konflik cinta yang manis dan penuh rintangan.
Sampul Novel My Dangerous Husband
9.4
Dunia Senja mendadak runtuh saat Damar hadir membawa tuntutan pernikahan akibat kesalahan fatal sang ayah. Terjebak dalam ikatan tanpa cinta, Senja harus menghadapi sikap Damar yang sangat otoriter dan dominan. Namun, di balik sifat kerasnya, Senja perlahan menemukan sisi kebaikan yang tak terduga dalam diri suaminya. Meski benih rasa mulai tumbuh, berbagai rintangan berat terus menghantam keharmonisan rumah tangga mereka yang penuh dengan tekanan.