Sampul Novel Jerat Pesona Ayah Anakku

Jerat Pesona Ayah Anakku

8.9 / 10.0
Dalam novel romance modern Jerat Pesona Ayah Anakku, Kara berjuang membesarkan anaknya sendirian setelah diasingkan. Namun, pertemuan kembali dengan pria masa lalunya mengancam hak asuh sang buah hati. Baca kisah haru ini di web novel pilihan bagi pecinta romance stories dan fiction books.
Ringkasan Jerat Pesona Ayah Anakku
Kehidupan Kara hancur setelah kehilangan kesuciannya dalam semalam. Terasingkan dan menderita, ia berjuang bertahan hidup demi membesarkan buah hatinya. Bertahun-tahun berlalu, takdir membawanya kembali bertemu pria yang menjadi sumber kepedihannya. Kini, sosok itu datang kembali untuk menjerat hidupnya lebih dalam. Kara pun dilanda ketakutan luar biasa. Sanggupkah ia bertahan saat sang anak terancam direbut oleh pria yang telah menghancurkan dunianya?
Baca Selengkapnya

Jerat Pesona Ayah Anakku Bab 1

"Ughh!"

Suara lenguhan itu seketika membuat seorang gadis cantik terbangun dari tidurnya. Dengan kepala yang terasa pening, Kara berupaya bangkit. Ia mengerjap beberapa saat melihat sekitar yang terasa asing, hingga sedetik kemudian kedua netranya membulat sempurna ketika merasakan sebuah tangan kekar yang memeluk pinggangnya dengan begitu posesif.

Deghh!

"Astaga! Apa yang telah terjadi? Siapa dia? Kenapa dia bisa tertidur di sini bersamaku? Apa yang sudah .... "

Drrrtt!

"Bapak?" gumam gadis tersebut semakin tak berdaya.

Belum selesai dengan keterkejutannya, tiba-tiba saja Kara dikejutkan dengan hal lain. Sang ayah menelepon, sehingga dirinya semakin bingung hendak melakukan apa.

Sesak sudah napas Kara saat ini, dirinya tak sanggup membayangkan bagaimana ekspresi ayahnya nanti ketika mengetahui dirinya yang sedang berada di pelukan lelaki asing dengan pakaian yang entah tercecer ke mana.

"Maafkan Kara, Pak! Maaf, karena Kara sudah mengecewakan Bapak!" lirihnya pelan hampir tak bersuara.

Dengan meremas kencang ponselnya, tangis Kara akhirnya pecah. Kedua netranya kian memanas, seiring dengan semakin nyatanya mimpi buruk yang ada di hadapannya. Ia sama sekali tak menyangka, bahwa kesucian yang selama ini sangat dijaganya tiba-tiba terenggut begitu saja dalam satu malam.

"Kau yakin tidak akan menyesalinya? Kalau memang maumu seperti itu, dengan senang hati aku akan mengabulkannya!" ujar suara bariton yang seketika terdengar sangat mengalun di benaknya.

Setelahnya, Kara bisa kembali merasakan sebuah kecupan dan sentuhan yang sangat melenakannya. Bayangan itu, entah kenapa masih terasa sangat nyata. Kara benar-benar masih bisa merasakannya, hingga semakin lama tetes air matanya kian deras tak tertahankan.

Andai saja ia tak gegabah menerima ajakan berpesta teman-temannya, semua kejadian ini pasti tidak akan pernah terjadi di kehidupannya.

"No, Kara! Kamu harus segera keluar dari tempat ini! Dia bukan lelaki baik, karena telah memanfaatkan keadaanmu semalam!" desis gadis itu pelan memperingati diri sendiri.

Dengan mencengkram erat selimut yang telah menjadi saksi percintaannya, Kara akhirnya berusaha bangkit. Cepat-cepat ia menyeka bulir air matanya, dan beranjak. Namun sayang, pergerakan yang dibuatnya itu malah membuat seseorang yang tak diharapkan bangun. Kedua netra lelaki tersebut seketika memicing ke arahnya, hingga sedetik kemudian tangan kekarnya kembali menarik tubuhnya dan mengungkungnya tanpa celah.

"Mau ke mana kau, Sayang? Setelah semalam kau mendapatkan kepuasan dariku, lalu sekarang kau mau pergi begitu saja? Heumm?" tanya pria itu dengan salah satu alis tebalnya yang mengangkat ke atas.

Walau baru saja terbangun, aura intimidasi lelaki tersebut terasa kuat. Tatapan matanya yang tajam dan sedikit sayu, cukup membuat Kara mengatupkan bibirnya ketakutan. Hingga perlahan, degup jantungnya semakin bergerak cepat dengan peluh keringat yang mulai membasahi sekujur tubuhnya.

"Aku mohon! Tolong lepaskan aku! Ini sebuah kesalahan! Tidak seharusnya aku di sini!" lirihnya terpejam dengan tetes air mata yang kembali turun.

Kara mengigit kuat-kuat bibirnya, sambil terus mencengkram selimut yang ada di sampingnya. Ia mencoba menahan isak tangis, dan menghindar dari lelaki yang ada di atasnya. Namun sayang, semua usahanya itu nampak sia-sia saja. Tenaganya jauh lebih lemah dari lelaki tersebut, hingga membuatnya semakin tak berjarak.

"Kau pikir, kau bisa lepas begitu saja dariku?" bisik suara bariton itu setelahnya.

"Aku mohon, lepaskan ak...."

Belum sempat Kara menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba saja lelaki itu telah bergerak maju dan meraup bibir merahnya lebih dulu. Lelaki tersebut terus menyesapnya tanpa jeda, seolah sedang kecanduan permen manis. Dan terus membungkamnya, hingga hampir membuatnya kehabisan napas.

"Kau tentu tidak akan bisa pergi begitu saja dariku, Sayang! Kau sudah masuk ke dalam kehidupan seorang Barra Piterson! Dan kau tidak akan bisa keluar begitu saja, tanpa aku biarkan!" tekan lelaki itu sekali lagi, hingga membuat sekujur tubuh Kara kembali terasa merinding.

Deghh!

Barra Piterson? Rasanya Kara pernah mendengar nama itu. Entah di mana persisnya, akan tetapi yang jelas nama tersebut sepertinya pernah berseliweran di beberapa portal berita.

Tanpa memberikan jeda untuk Kara berpikir, lelaki yang bernama Barra itu seketika kembali bergerak menyesap lembut bibir menggoda yang ada di hadapannya. Ia benar-benar terus melakukannya dengan sangat bersemangat, seolah tak mau melewati satu bagian apa pun yang ada di dalam sana.

Barra, memanglah bukan lelaki biasa. Rupa wajah dan bentuk tubuhnya bagai pahatan sempurna yang menggambarkan tokoh para dewa, akan tetapi sayang sikap dan sifatnya bagai iblis yang tak kenal kata ampun.

"Balas kecupanku seperti semalam! Aku lebih suka dirimu yang liar dibandingkan yang cengeng seperti ini!" titah Barra semakin memaksa, seraya sedikit menghentakkan tubuh mulus di bawahnya.

"Barra! Tolong! Aku harus pulang! Bapakku sedang sak...."

Kara tak sanggup melanjutkan kata-katanya, karena lagi-lagi Barra telah lebih dulu melakukan semua yang diinginkannya. Segala pemberontakannya bagai angin belaka. Lelaki itu semakin tanpa ampun membuatnya tak berdaya, hingga sekujur tubuhnya kian bergetar ketakutan.

"Cukup sudah sandiwaramu! Kau pikir, aku akan tertipu begitu saja dengan aktingmu? Heumm?" geram lelaki itu sekali lagi, hingga membuat Kara semakin menggeleng takut.

"Semalam kau sendiri yang datang dan menggodaku, akan tetapi sekarang? Kenapa tiba-tiba saja sikapmu berubah, seolah aku yang sudah memaksamu lebih dulu? Mimpi apa yang telah merubahmu seperti ini?" lanjut Barra kian tertahan dengan semakin mencengkram erat tangan Kara yang memberontak.

Dengan deru napas yang semakin menggebu, Barra kian menatap tajam kedua netra hitam Kara secara bergantian. Ia seketika merasa aneh, hingga setelahnya salah satu tangan kekarnya langsung mencengkram erat wajah cantik itu dengan kasar.

"Apa kau adalah salah satu orang suruhan musuhku untuk merusak nama baikku? Siapa namamu? Dan siapa juga nama orang yang telah mengirimkanmu ke sin—"

Bughh!

"Sia! Kau!"

Barra kehilangan kata-kata, tepat setelah Kara membenturkan kening di ujung hidung mancungnya. Darahnya mendidih, hingga membuat rahang tegasnya mengeras. Namun ketika hendak mencengkram kembali, sosok yang telah menghangatkan ranjangnya itu malah lebih dulu bergerak lincah meloloskan diri.

Dengan segera Kara merebut paksa sebuah selimut untuk menutupi dirinya, hingga lantas bergerak cepat meraih beberapa pakaiannya yang tercecer di atas lantai. Ia langsung membawanya berlari masuk ke dalam sebuah ruangan yang diyakininya sebagai toilet, sampai akhirnya ....

Brakkk!

Gadis itu terpeleset, ketika merasakan sensasi perih di area pangkal pahanya. Kara meringis kesakitan, hingga sedetik kemudian dirinya merasa melayang ke udara dengan tangan kekar yang berada di salah satu bahu dan juga lipatan kakinya.

"Sudah aku bilang bukan? Kau tidak akan bisa pergi begitu saja! Kau lupa telah berbuat apa saja semalam? Kau sudah berhasil membangunkan singa buas yang sudah lama tertidur! Jadi sekarang, jelaskan padaku siapa kau sebenarnya?"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jerat Pesona Ayah Anakku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel A Lover (Alec & Alea)
8.6
Hasrat Alec Cage memuncak saat melihat kecantikan Azalea Mahendra. Peluang muncul ketika Arsen, kakak Alea, menyerahkan adiknya demi kursi CEO. Terpaksa tunduk, Alea menjalani pernikahan formal meski hatinya milik Arza, kakak angkatnya. Namun, badai datang saat Alec mengungkap masa lalu mereka. Sebagai pria pencemburu yang benci pengkhianatan, Alec tak akan memberi ampun. Ia bertekad menyiksa Alea dengan balasan yang jauh lebih menyakitkan dari kematian.
Sampul Novel Cintaku Bagai Layangan Putus
8.1
Delapan tahun pernikahan Bella hancur setelah mengetahui suaminya, mafia Alvaro Winata, berselingkuh dengan saudara tirinya, Cindy Martadina. Alvaro mengkhianati Bella demi memperkuat posisinya di keluarga, menganggap sang istri hanya alat pelindung. Alih-alih menangis, Bella memilih bertindak senyap. Lewat kesepakatan rahasia di pasar ilegal, ia bersiap menghilang selamanya dari dunia dalam dua minggu, meninggalkan semua pengkhianatan di belakangnya.
Sampul Novel Galau Cinta Untuk Siapa
8.7
Kaila terpaksa menikahi Boyke Dhamara demi menjaga kehormatan keluarga setelah Dwina kabur tepat satu jam sebelum akad. Setahun menjalani pernikahan muda yang tak pernah ia impikan, tiba-tiba Dwina muncul kembali dan menuntut Kaila meninggalkan Boyke karena mereka ingin menikah. Kaila kini terjebak dalam kebingungan besar. Bagaimana reaksi Boyke saat mengetahui mantan kekasihnya kembali, dan akankah posisi Kaila sebagai istri pengganti segera berakhir?
Sampul Novel Jejak Cinta di Kota Hujan
9.7
Naya, penulis yang sedang buntu ide, mencari inspirasi di kota kecil penuh hujan. Di sana, ia terpikat oleh Arga, barista misterius yang menyimpan rahasia besar. Saat benih cinta tumbuh, Naya menemukan fakta bahwa Arga adalah penulis ternama yang sengaja menghilang akibat skandal masa lalu. Kini Naya terjebak dalam dilema moral yang sulit. Haruskah ia mengungkap identitas Arga demi kebenaran, atau melindungi pria yang ia cintai demi menjaga rahasianya?
Sampul Novel Lima Tahun, Satu Kebohongan yang Menghancurkan
9.4
Lima tahun pernikahan yang kusebut sempurna hancur seketika saat sebuah email pembaptisan muncul di laptop suamiku. Dia menggendong bayi bersama Rania Adeline, seorang influencer ternama. Rupanya, selama ini dia membohongiku dengan alasan pekerjaan demi membangun keluarga rahasia di luar sana. Merasa dikhianati setelah sekian lama menunda impian demi dirinya, aku akhirnya memutuskan untuk pergi dan mengambil beasiswa arsitektur di Singapura secepat mungkin.
Sampul Novel Nafsu Sesaat Dibayar Penyesalan
8.9
Demi menyelamatkan Noah dari kecelakaan sebelum pernikahan mereka, Ashley harus merelakan wajah dan tubuhnya hancur akibat hantaman mobil. Di tengah kemalangan itu, Noah membuktikan kesetiaannya dengan tetap menikahi Ashley dan merawatnya tanpa pamrih. Semua orang memuji ketulusan cinta Noah yang melampaui penampilan fisik, dan Ashley pun memercayainya sepenuhnya. Namun, keyakinan itu runtuh seketika saat Ashley memergoki suaminya berselingkuh dengan asisten rumah tangga mereka sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan