Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jerat Janda Terhormat

Jerat Janda Terhormat

Pasca kematian suaminya, Serena Aqulea Abraham terpaksa berjuang sebagai ibu tunggal demi putri kecil dan ibunya yang sakit. Di tengah beban ekonomi dan stigma negatif sebagai janda muda, ia harus bertransformasi dari sosok lemah menjadi wanita tangguh. Serena bekerja keras melakoni apa pun demi bertahan hidup tanpa sandaran. Akankah ia terus kuat menghadapi cemoohan orang sekitar, atau justru menemukan sosok pria baru yang tulus menerima masa lalunya?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Serena kenapa, Ndar?” tanya perawat yang bertugas di UGD mendorong ranjang beroda yang diatasnya terbaring Serena yang tak sadarkan diri.

Andar memutuskan membawa sang kakak ke rumah sakit tempat kakaknya bekerja agar urusan lebih mudah. Kakaknya yang merupakan staf admin sudah tentu dikenal semua yang bekerja di sana.

“Pingsan dia, diserang teman bang Hanan barusan,” sahut Andar jujur menyusul dari belakang.

“Astaga yang benar kamu? Tega sekali mereka menyerang orang yang baru kematian. Memangnya ada masalah apa Serena sama mereka,” ujar pria seragam serba putih itu.

“Aku juga tidak terlalu paham masalahnya apa. Abang tanya langsung sama dia.” pemuda delapan belas tahun itu menoleh pada sang kakak yang sedang mendapatkan perawatan namun, belum sadarkan diri juga.

Andar ikut masuk ke dalam menemani sang kakak sedang Inggit menunggu di ruang tunggu. Gadis manja itu pusing jika menghirup aroma obat terlalu lama.

Di rumah Sari berusaha menenangkan Qianzy yang menangis mencari ibunya. Sepertinya tahu apa yang sedang ibunya rasakan.

Dia tidak berhenti menangis sampai tetangga sebelah datang membantu menenangkan.

“Adek mau sama mama. Adek mau peluk mama. Papa pergi,” ratapnya dengan nada khas cara bicara anak satu tahun.

“Iya sayang nanti kita ke tempat mama. Sekarang Adek jangan nangis, kita lihat ikan di kolam aja ya,” bujuk ibu-ibu yang mengenakan daster batik lengkap rambut yang masih basah.

Tangisan Qianzy yang menggema memancing semua tetangga datang ada yang sekedar melihat lalu pergi dengan cemooh. Ada pula yang membantu mendiamkannya namun, usaha mereka sia-sia.

“Makanya jadi istri jangan suka selingkuh, masih untung dapat suami baik tidak neko-neko malah selingkuh,” celetuk salah satu ibu-ibu yang berada di antara kerumunan.

“Yang benar Serena selingkuh?” sahut yang lain.

“Iya, wong saya dengar kok empat orang cowok datang menyerang si Serena.”

“Is, buat malu aja. Tampang aja cantik ternyata selingkuh, wajar keluarga Hanan tidak suka sama dia.”

“Yang benar keluarga Hanan Hanan suka? Pantes aja jarang lihat mereka datang jenguk Qianzy.”

“Sekarang mana si Serena.”

“Kayaknya tadi pingsan, paling di bawa ke rumah sakit.”

Mereka yang ada di sana sibuk membicarakan Serena yang awal ingin membantu mendiamkan Qianzy juga ikut mengembangkan info. Sari mengurut dada depan matanya ubi ungu sudah jadi kolak lengkap dengan pisang dan kacang hijau.

“Lebih baik kalian bubar saja kalau hanya untuk membicarakan anak saya,” tegasnya yang sudah tidak tahan menangkap suara sumbang membakar telinga.

Satu per satu dari mereka membubarkan diri meninggal nenek dan cucu itu berdua saja. Keadaan mendadak jadi sepi dan tenang. Tangisan Qianzy juga sedikit mereda kini sudah lebih tenang dan bisa diajak bicara.

Putri Serena itu sebenarnya anak yang cerdas di usia satu tahun sudah mengerti apa yang dibicarakan padanya. Sari membawa sang cucu masuk dan mengunci pintu dari dalam.

“Mau mama,” celetuknya saat di letakan di ranjang.

“Iya sayang, nanti om sama tante pulang kita lihat mama. Mama Adek lagi sakit,” sahut wanita paruh baya itu mengusapkan punggung tangan pada pipi yang dialiri air mata yang tidak bisa dicegah untuk keluar.

Saat menantunya masih hidup belum pernah Qianzy menangis histeris ini. Pria itu dengan sigap menenangkan anaknya saat dilihat rautnya mulai tidak enak.

“Tuhan amalan apa yang telah menantuku perbuat sehingga Engkau menyayanginya.”

“Hanan, apa Mamak pernah menyakiti perasaanmu sampai kau memilih pergi untuk selamanya.”

“Lihatlah, rumah ini secara perlahan akan sepi setelah kau pergi.”

Sari bicara seorang diri teringat sosok baik dan santun sang menantu. Sudah tak terhitung perutnya diisi dari hasil keringat pria itu.

Karena sejak Serena menikah dia tidak diizinkan untuk mencari uang. Bahkan sekedar menjaga warung saja dilarang. Hanan yang mengambil alih menjaga warung yang telah membuat dapurnya tetap mengepul.

“Mamak di rumah saja, tidak perlu cari uang lagi. Aku dan Serena yang akan memenuhi kebutuhan kita semua. Ada sama-sama kita makan kalau nggak ada sama-sama kita kelaparan. Sudah cukup perjuangan Mamak. Saatnya untuk perbanyak ibadah dan jaga kesehatan,” ujar Hanan setelah resmi menjadi menantunya.

***

Hari kedua Serena dirawat terpaksa Inggit membawa Qianzy bertemu ibunya. Bocah itu akan mengamuk dan sulit didiamkan karena tak kunjung bertemu orang yang diinginkannya.

“Sayang,” kata Serena merentangkan kedua tangan menyambut kedatangan buah hatinya.

Bocah satu tahun itu berhamburan dalam pelukannya menumpahkan kerinduan beberapa hari satu hari tidak bertemu. Serena menenggelamkan buah cintanya dengan Hanan dalam dalam dada rapuhnya.

Seketika netranya berkaca-kaca membayangkan jika kini harus menjadi mama dan papa untuk Qianzy. Sekuat tenaga wanita dua puluh tiga tahun itu menahan untuk tidak menumpahkan lahar panas di hadapan anaknya.

Sudah cukup bocah satu tahun ini melihatnya menangis di hari kemarin. Jangan sampai batinnya juga terluka melihat kesedihan yang tiada bertepi.

Entah mengapa sulit sekali bahagia bertahan padanya. Baru juga akan mendulang kebahagian dan sekarang harus terhempas ke dasar jurang yang dalam.

Tiga tahun pernikahannya baru beberapa bulan belakangan ini dibanjiri rejeki yang melimpah. Sedikit demi sedikit hutang untuk biaya pernikahan dan biaya hidup bisa di cicil. Ada beberapa yang jumlahnya tidak banyak dibayar lunas.

Dia dan Hanan memang berhutang banyak untuk pesta pernikahan mewah mereka. Kurang dukungan dari pihak keluarga Hanan mengharuskan keduanya berusaha sendiri mencari modal pernikahan.

Hutang yang baru terbayarkan tidak sampai separuh Hanan telah pergi untuk selamanya. Mau tak mau Serena yang melanjutkan membayar cicilan yang menggunung.

“Tuhan ini sangat tidak adil bagiku,” pekiknya dalam hati menatap lekat netra bening dalam dekapan.

“Mama, Adek mau ketemu papa. Papa kok belum pulang juga,” celoteh Qianzy mematahkan lamunan sang mama.

“Papa, sudah pergi jauh.” Lidah Serena kelu hanya itu yang bisa dikatakan.

“Papa tidak sayang sama Adek ya Ma?”

“Kata siapa? Papa sayang sama Adek.” Suara Serena terdengar serak dan berat.

“Kata Adek, papa pergi artinya tidak sayang,” sungut bocah satu tahun itu.

Qianzy termasuk cepat pandai bicara di usia satu tahun kosa katanya sudah banyak. Bicara juga lebih lancar dibandingkan anak seusia. Jadi saat dia bicara hampir tujuh puluh persen orang yang mendengar bisa mengerti.

“Papa sayang sekali sama Adek, tapi Tuhan juga sayang sama papa. Jadi papa pergi duluan ke rumah Tuhan.” Serena bingung harus mengatakan apa untuk menjelaskan pada anaknya.

“O, Tuhan sayang papa. Adek juga mau disayang Tuhan buat bertemu papa,” sahut Qianzy polos sukses meruntuhkan pertahanan Serena.

Inggit lantas membawa bocah perempuan itu dari ranjang kakaknya. Membawanya keluar memberikan waktu untuk sang kakak menumpahkan ganjalan di hati.

“Bang, jemput aku dan anak kita. Aku tidak sanggup hidup tanpamu. Cobaan ini sangatlah berat, sembilan tahun aku jalani hidup denganmu. Dan sekarang aku harus berjuang sendiri menjalani hidup dan membesarkan Qianzy.” Serena bersenandika menelisik sekeliling mengumpulkan oksigen yang banyak untuk membuang sesak.

Air matanya kembali tumpah saat teringat mendiang Hanan dan juga bayangan tentang perjuangan yang berat setelah ini.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AMARAH DALAM SELUBUNG
9.5
Riana terjebak dalam pernikahan dengan pria beristri yang memanfaatkan dirinya melalui kekuatan gaib. Muak akan kebohongan tersebut, ia melawan hingga sang suami jatuh hati, namun Riana tetap menolaknya. Setelah mengusir pria itu, ia membesarkan putranya sendirian hingga sukses. Kini sebagai wanita kaya, Riana membalas dendam secara sistematis. Ia menggunakan ilmu gaibnya untuk menghancurkan kejayaan mantan suaminya hingga tak berdaya tanpa pria itu sadari.
Sampul Novel Antara Kerja dan Kenikmatan
9.5
Dalam suasana yang tenang, sebuah kecupan lembut mengawali hubungan terlarang antara aku dan Nita. Meski kesadaranku mengingatkan bahwa ia telah memiliki kekasih, gairah di antara kami justru semakin tak terbendung. Logika sempat menghentikan ciuman itu, namun pesona Nita meruntuhkan segala pertahananku. Kini, batas profesional sebagai rekan kerja telah hancur sepenuhnya, mengubah dinamika pertemanan kami menjadi sesuatu yang jauh lebih intim dan rumit.
Sampul Novel Bisikan Dari Hati yang Patah
9.6
Rachel mengira kesetiaan mampu meluluhkan hati Brian, namun ia keliru saat cinta sejati pria itu kembali. Setelah dikhianati di altar hingga berjuang sendirian melawan penyakit mematikan, Rachel akhirnya menyerah. Saat Brian menyadari waktu Rachel tak lama lagi, ia hancur dan memohonnya tetap hidup. Namun, Rachel hanya tersenyum tenang. Baginya, kematian bukanlah akhir yang tragis, melainkan jalan menuju kebebasan dari cinta yang menyakitkan.
Sampul Novel Dikhianati Di Hari Pernikahan
9.2
Aurelia Callista tidak menyangka hari tidurnya berakhir tragis saat ia dipaksa menjadi mempelai wanita Kaelan Castor. Awalnya mengira hanya menjadi penerima tamu, Rhea terkejut saat namanya disebut dalam ijab kabul oleh sang direktur muda. Ia ternyata hanyalah pengantin pengganti dalam pernikahan megah yang penuh dengan tipu daya keluarga. Kini, Rhea terjebak dalam ikatan tanpa cinta dan harus menghadapi intrik serta rahasia besar di balik status barunya.
Sampul Novel Gairah Gadis Penghuni Kos
8.5
Aldi Reynaldi adalah seorang arsitek berusia 35 tahun yang mengelola sebuah rumah kos eksklusif khusus wanita. Memiliki 30 kamar yang selalu penuh, Aldi menjalin hubungan yang sangat akrab dengan seluruh penyewanya. Kebaikan tulus Aldi dalam membantu permasalahan para gadis tersebut berbuah manis. Sebagai balas budi, para penghuni kos mulai memperhatikan segala kebutuhan hidup Aldi secara mendalam, termasuk urusan ranjang yang tak terduga dalam kesehariannya.
Sampul Novel Kau Hancurkan Persahabatan Kita
8.8
Satu malam penuh kelalaian mengubah persahabatan Lysandro Wicaksana dan Callista Rayendra menjadi pernikahan terpaksa. Sebagai pewaris bisnis, Lysandro panik saat Callista hamil hingga sempat memintanya menggugurkan janin tersebut. Meski Callista menolak dan memilih pergi, Lysandro akhirnya kembali untuk menikahi sahabatnya secara rahasia. Kini Callista harus hidup dalam bayang-bayang Elowen, kekasih Lysandro yang tidak tahu suaminya telah menjadi milik wanita lain.