Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jerat Hasrat Istri Kedua

Jerat Hasrat Istri Kedua

Eleanor Caldwell terpaksa menikahi Jonathan Abbe Turner demi menyelamatkan ladang gandum ayahnya. Sebagai istri kedua, ia memikul beban berat untuk memberikan keturunan bagi dinasti wiski ternama di Montana tersebut. Meski sempat berencana melarikan diri dari kehidupan yang menyiksa, perasaan Eleanor mulai berubah saat ia jatuh cinta pada Jonathan. Namun, jalan menuju kebahagiaan tidaklah mudah karena Lizzy, sang istri pertama, siap melakukan segala cara demi menyingkirkannya selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ibu sangat keterlaluan. Bagaimana bisa kau berpura-pura pingsan hanya agar aku merasa simpati dan menyetujui semua rencana perjodohan itu?"

Eleanor menatap ibunya tak habis pikir. Setengah jam setelah kejadian di rumah, ambulans berhasil datang dan akan membawa Gemma ke rumah sakit. Tapi hal yang tak terduga disampaikan tim yang bertugas setelah memeriksa keadaan Gemma, bahwa rupanya Gemma sama sekali tidak pingsan. Detak jantung dan nadinya normal. Seluruh alat vitalnya berfungsi baik. Jadi dia hanya berpura-pura.

Astaga, Eleanor malu sekali dibuatnya. Tapi bagaimana bisa ibunya bersikap biasa saja setelah semuanya? Jika Eleanor adalah dirinya, sudah dipastikan dia akan lekas melarikan diri untuk menghindari rasa malu yang begitu besar. Petugas yang datang tidak memberikan komentar apa pun, tetapi Eleanor tahu mereka menertawakan Gemma di jalan, atau bahkan menggerutu kesal karena wanita itu mengganggu pekerjaan mereka. Padahal, mungkin saja, di luar sana, banyak 'pasien' yang menunggu untuk mereka jemput.

"Aku akan melakukan apa pun supaya kau setuju, Ele. Aku tidak punya pilihan lain selain mengorbankanmu. Ladang gandum ayahmu bukan hanya sekadar ladang. Ia adalah saksi bisu perjuangan kami. Dari sejak kami berpacaran dan tidak mendapatkan restu dari ibuku. Dari sejak kami memutuskan kawin lari dan merintis semua usaha dari nol. Saat kami akhirnya memilikimu, lalu pontang-panting ke sana kemari untuk menjual hasil ladang, agar kau bisa hidup berkecukupan."

Gemma tidak melanjutkan ucapannya karena Chad memintanya berhenti. Namun kalimat demi kalimat yang Gemma sampaikan sebelumnya berhasil membuat Eleanor terdiam.

"Kau hidup dengan baik, salah satunya adalah karena hasil dari ladang gandum ayahmu."

"Berhenti, Gemma."

Chad menghentikan Gemma saat lagi-lagi Gemma berbicara, melanjutkan ceritanya.

"Masuklah, Sayang." Chad menatap Eleanor dengan seulas senyum tipis. Mengedikkan dagu kea rah pintu kamar Eleanor yang tak jauh dari ruang tengah tempat mereka kini berbincang. "Ayah akan bicara lagi dengan ibumu. Jangan khawatir, Ayah akan mencari jalan keluar lain dari masalah ini."

Eleanor masih terdiam geming. Tidak tahu, tetapi tiba-tiba saja tubuhnya membeku. Lidahnya kelu. Eleanor tidak bisa mengatakan atau melakukan apa pun. Kepalanya mendadak penuh. Bahkan sampai akhirnya Chad menuntunnya masuk ke dalam kamar, Eleanor tidak mengatakan sepatah kata pun.

***

Ladang gandum dengan luas yang tidak bisa Eleanor taksir, membentang di sepanjang jarak yang bisa Eleanor lihat dari balik jendela. Ladang yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil. Ladang tempatnya menghabiskan waktu, tempatnya mencari Sang Ayah jika lelaki itu tidak ada di rumah, tempatnya bersembunyi saat Gemma mengomel menyuruhnya mengerjakan tugas sekolah, tempatnya mengajak Chico bermain seharian. Ladang tersebut memiliki makna yang sangat dalam bagi Eleanor. Ladang tersebut adalah kenangan, adalah sebuah harta yang menyimpan banyak tangis dan tawa ia di dalamnya.

Namun mungkin, bagi Chad dan Gemma, arti ladang gandum tersebut jauh lebih dalam daripada itu. Sebelum ada dirinya, Chad dan Gemma sudah menciptakan banyak sejarah di sana. Lebih banyak daripada yang bisa Eleanor ingat. Lantas, mengapa Eleanor tidak bisa memahami itu?

Eleanor mengerang pelan. Menggeser kaca jendela hingga angin seketika berembus mengenai wajahnya. Dalam-dalam, gadis itu menarik napas. Langit yang kini berwarna jingga membuat perasaan Eleanor semakin sendu.

"Aku punya banyak mimpi untuk masa depan. Tapi ladang bukan hanya masa depan bagi keluarga Cadwell, melainkan juga sejarah. Melepaskannya artinya merelakan masa depan dan meninggalkan masa lalu," gumam Eleanor pada dirinya sendiri. Dadanya dipenuhi oleh berbagai perasaan yang tidak bisa dia jelaskan.

Menoleh ke samping kanan, Eleanor dapati puluhan foto polaroid yang dia susun dengan cantik. Foto-foto yang ketika dia lihat, malah membuatnya semakin sakit. "Maaf, Pete. Aku harus segera mengambil keputusan."

Eleanor berjalan ke luar kamar dengan langkah tergesa. Lantas berhenti di depan ayahnya yang sedang duduk di kursi meja makan. Tengah memijit pangkal hidungnya berkali-kali. Masalah yang dia hadapi pasti membuatnya kesulitan.

"Ayah," panggil Eleanor. Berhasil membuat ayahnya nyaris terkejut saat dia datang dan memanggilnya secara tiba-tiba. "Aku akan menikah dengan Jonathan Turner. Tapi, aku harus bertemu dengannya hari ini juga, sebelum aku berubah pikiran."

Chad seketika menegakkan duduknya. Mungkin tidak menduga bahwa Eleanor bisa berubah pikiran dengan begitu cepat. Namun beberapa detik berikutnya, lelaki baya tersebut menetralkan ekspresi wajahnya. Berdiri di hadapan Eleanor dengan tatapan lembut.

"Tidak, Sayang. Ayah akan mencari cara lain. Kau tidak perlu berkorban untuk keluarga ini," tandas Chad, mengusap pundak Eleanor.

"Cara apa yang akan Ayah tempuh selain ini?" tanya Eleanor, tatapannya lurus pada sepasang mata Chad yang tampak lelah. "Jika kau akan memberikan ladang kita ke keluarga Turner begitu saja, atau kau berpikir akan mengajukan pinjaman pada tuan kaya raya yang botak dan menyebalkan di perbatasan kota Montana, aku tidak akan mengizinkan Ayah."

"Ele ...."

"Menikah dengan Jonathan Turner tidak akan semengerikan jika kita berurusan dengan rentenir yang suka membunuh dan membuat kita membayar dengan segala cara, kan?" Eleanor meyakinkan.

Chad kelu. Ditatapnya mata anak semata wayang yang dia miliki. Gadis yang sangat dia cintai, yang selalu dia puja-puja, yang selalu dia banggakan. Eleanor bisa membaca bahwa keputusan ini juga begitu sulit bagi ayahnya.

"Aku bukan gadis sembarangan, Ayah ingat? Aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku bahkan bisa survive ketika tersesat di hutan saat umurku sepuluh tahun. Menjadi menantu keluarga Turner tidak aka nada apa-apanya."

"Kau yakin, Nak?" Chad menatap Eleanor ragu-ragu. Ada ketidakrelaan yang terpancar dari sepasang mata tuanya. Ada rasa sesal yang tampak begitu pekat, yang berhasil membuat mata Eelanor memanas. "Menikah dengan orang yang belum kau kenal bukan perkara yang mudah."

Eleanor menangkup tangan kanan Chad. Tersenyum lebar meski matanya mulai berembun. "Ayah bisa mempercayaiku," gumamnya. Dan Chad, akhirnya tidak bisa membalas lagi, selain menyetujui apa yang anaknya katakan.

"Maafkan Ayah."

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA MASA MUDA (YOUNG LOVE)
8.8
Kisah ini menyoroti hubungan asmara sepasang mahasiswa yang awalnya penuh kasih dan gairah. Namun, rasa sayang tersebut berubah menjadi obsesi karena sikap posesif sang pria dan pengkhianatan yang ia lakukan. Merasa tertekan, sang wanita berjuang melepaskan diri dari cinta pertamanya demi mencari jati diri dan kemandirian. Penuh adegan dewasa, narasi ini menggambarkan konflik batin untuk lepas dari ketergantungan emosional yang menyakitkan.
Sampul Novel Cinta Tak Terhalang Usia
8.9
Khawatir dengan perubahan sikap anaknya yang sering melamun dan hilang nafsu makan, seorang orang tua menyadari bahwa sang anak sedang puber dan mengagumi sahabat dekatnya. Saat menceritakan hal ini, sang sahabat ternyata menghadapi situasi serupa karena anaknya sendiri menaruh hati pada orang tua tersebut. Demi masa depan anak-anak, mereka sepakat bekerja sama untuk saling membimbing anak sahabat masing-masing agar memahami esensi hubungan lawan jenis dengan benar.
Sampul Novel Gairah Tersembunyi Bos Killer
8.6
Nina, lulusan terbaik yang penuh ambisi, harus menghadapi kenyataan pahit saat bekerja di bawah kendali Nathan. Sang bos yang dikenal kejam itu terus mempersulit langkahnya di kantor. Namun, suasana berubah drastis ketika sebuah lembur malam mengungkap sisi hangat Nathan yang tak terduga. Meski benih cinta mulai tumbuh, mereka terpaksa menjalin asmara secara sembunyi-sembunyi. Kini Nina terjebak dalam dilema antara karier, intrik kantor, dan rahasia besar.
Sampul Novel Istri Kedua
7.9
Indira sangat antusias memulai karier sebagai sekretaris pengganti di perusahaan raksasa ibu kota. Namun, sebuah momen canggung terjadi saat ia memergoki bosnya, Edbert, bermesraan dengan sang istri, Merry. Alih-alih marah, Merry justru meminta Indira duduk dan mengajukan permohonan gila agar suaminya menikahi sekretaris itu. Edbert sangat terkejut mendengar ide poligami tersebut. Akankah Indira bersedia menjadi istri kedua demi memenuhi permintaan Merry?
Sampul Novel Jejak Masa Lalu
9.4
Empat tahun membina mahligai rumah tangga, Nindi merasa pernikahannya bersama Dika berjalan harmonis meski belum dikaruniai buah hati. Namun, kebahagiaan itu semu karena Dika diam-diam merencanakan pernikahan dengan Rose Evelin, sang mantan kekasih yang kini menjadi model ternama. Di tengah keretakan ini, sosok pria dari masa lalu Nindi pun muncul kembali. Kini, kesetiaan mereka diuji saat bayang-bayang masa lalu menghantui dan mengancam keutuhan komitmen yang ada.
Sampul Novel Kebahagiaan setelah Badai
8.6
Pernikahan Rachel Sonya dengan Zack Gundam hancur setelah rahasia kelam terungkap. Rachel tidak sengaja mendengar Zack mengakui bahwa dialah dalang di balik cedera lengannya, demi memajukan karier Selvia sebagai pelukis terkenal. Meski lengan Rachel kini terancam nekrosis, Zack sengaja membiarkannya demi ambisi tersebut. Sadar pria yang dianggap penyelamatnya telah menipu dirinya selama tiga tahun, Rachel memutuskan untuk pergi dan meninggalkan cinta palsu itu.