Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jebakan Cinta Sang Miliarder (Amata: Beloved).

Jebakan Cinta Sang Miliarder (Amata: Beloved).

Setelah tiga tahun, kepulangan Hwanhee ke rumah justru disambut paksaan nikah oleh ayahnya. Ia terjebak perjodohan dengan Ayda Hannah Elsworth demi ambisi keluarga besar mereka. Hannah yang keras kepala curiga bahwa rahasianya dimanfaatkan sebagai alat kendali, sehingga ia bertekad melawan status menantu boneka. Meski Hwanhee kewalahan menghadapi sifat Hannah yang rumit dan liar, kemandirian wanita itu mulai memicu dinamika benci tapi cinta yang sangat tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 2

Seperti perpisahan, pertemuan juga sebuah misteri yang membuat kompasmu bergerak untuk menuntunmu menyusuri jalan hidup penuh kejutan dari Sang Maha Kuasa.

[Abella Rasheika Valerian — Känsla: Rasa]

Bermaksud untuk memulihkan duka dan lukanya seorang diri setelah kepergian mendadak dari sang cinta pertama, membuat Abella Rasheika Valerian meneguhkan hati untuk menjelajahi tanah kelahiran mendiang ayahnya. Rasa rindu dan penyesalan membuat gadis jelita ini jatuh cinta pada birunya laut yang seolah menyatu dengan hamparan langit biru di balik keindahan Portofino, Italia.

Italia memang tempat sempurna untuk memanjakan mata, lidah, dan semua panca indra. Salah satu hal yang menjadi favorit adalah perairannya, rasanya sangat menyenangkan saat bisa bebas menikmati segarnya angin laut ditemani sinar matahari hangat sambil berlayar seperti yang dilakukan Abella saat ini. Tak ada stres karena macet atau pun polusi sebab kapal pesiar berbagai jenis dan ukuran tak perlu berdesakan di atas permukaan air laut. Well, kecuali saat kapal-kapal pesiar itu mencari tempat untuk berlabuh ketika para penumpang atau pengendaranya memiliki keperluan di daratan.

Baru dua puluh menit berlalu semenjak Bella mematikan mesin cabin cruiser miliknya di tempat rahasia yang baru tiga minggu ini dia temukan. Tempat paling cocok untuk bisa menenangkan diri sambil berjemur, mencari solusi, sekaligus membaca, termasuk sesekali membayangkan sosok pria idamannya yang wajahnya selalu saja berubah-ubah sesuai suasana hati dan kehaluannya. Ada satu hal lagi yang lebih Bella sukai dari tempat ini, cukup privasi karena berada dalam titik buta sehingga tidak mudah terlihat oleh orang-orang yang hilir mudik sekedar untuk mengunjungi Portofino atau mereka memang bermukim di sekitar kawasan ini.

Saat ia mulai larut dengan konflik novel di tangannya yang bercerita tentang kehidupan para editor, tiba-tiba ia mendengar suara sedikit kencang dari kejauhan.

Jebyur!!

“Astaghfirullah, suaranya kenceng banget? Apaan tuh tadi?” Jantung Bella berdegup kencang, ia terperanjat oleh suara kencang dari sesuatu yang menghantam permukaan air. Bahkan tablet di tangannya nyaris terlempar ke air asin di bawah cabin cruiser miliknya karena dia sedang menikmati semilir angin sambil berbaring di casting geladak kapal bagian depan perahu canggihnya.

Dengan perasaan waswas ia beranjak melintasi geladak kapal menuju area kokpit untuk memakai outer pantai warna putihnya, sekaligus menyimpan kembali tablet canggih kesayangannya di antara panel kokpit, lalu segera mengemudikan cabin cruiser barunya untuk mencari sumber suara mencurigakan beberapa saat lalu.

Baru saja bagian bow depan dari cabin cruiser milik Bella keluar dari titik buta, dia melihat ada kapal lain dengan jenis berbeda yang biasanya dikenal sebagai mobil sport-nya lautan melewatinya dengan cepat, melesat ke perairan lepas dan meninggalkan jejak buih.

Bella sempat terperanjat, ia semakin yakin jika ada sesuatu yang tidak beres. Dia mulai mempercepat laju perahunya untuk menelusuri jejak high performance boats yang sudah jauh melesat pergi entah ke mana. Bella fokus mengedarkan pandangan, tapi tidak ada tanda-tanda sesuatu yang mengapung di sekitarnya. Dia memeriksa monitor di dekat kemudinya untuk melihat jika ada benda mencurigakan yang tertangkap sensor canggih sistem perahunya, sampai dia melihat sebuah notifikasi jika ada sesuatu yang sedang bergerak secara mencurigakan di dekat perahunya. Tentu saja itu bukan ikan-ikan lucu yang biasa menemaninya.

Bella memperjelas fokus sistem pengintainya dan sontak terperanjat saat mengetahui ada sosok manusia sedang berusaha mencapai permukaan, tapi semakin lama gerakan manusia di bawah sana semakin melambat. Bella pun bergegas mengaktifkan smart security system perahunya lalu segera terjun ke hangatnya air Portofino. Ia menyelam secepat mungkin sebelum sosok itu semakin terseret arus laut.

Tangan panjangnya berusaha menjangkau bagian tubuh mana pun sebelum sosok di bawahnya tenggelam kian jauh, sampai jari lentiknya berhasil meraih tangan yang sempat terulur untuk menggapai apa pun yang mengapung di sekitar tubuh pria itu. Ya, sosok yang sedang berusaha Bella selamatkan adalah seorang pria.

Dengan susah payah akhirnya Bella berhasil menjangkau swim platform di bagian belakang perahunya. Melihat pria yang kini terbaring di depannya sudah tak sadarkan diri, ia segera memberi napas bantuan sebelum membawa pria itu ke daratan untuk mencari bantuan lebih lanjut jika ia merasakan tanda-tanda vital pria di depannya sangat mengkhawatirkan nantinya. Bella berusaha keras untuk mengendalikan rasa paniknya, tubuhnya mulai gemetar saat harus menghadapi seseorang yang sedang berada di antara hidup dan mati seperti sekarang.

Tanpa Bella sadari air matanya mulai menetes karena sepertinya ia gagal menolong pria di depannya, tapi Bella menolak untuk menyerah. Bagaimanapun ia harus bisa menyadarkan pria di depannya. Dengan sisa kesadaran yang ia miliki, Bella sempat melihat pria asing itu mulai bergerak kecil lalu terbatuk. Akhirnya Bella bisa tersenyum sekilas sebelum kesadarannya sepenuhnya menghilang.

Pria itu baru saja mengeluarkan paksa semua cairan yang menyumbat saluran pernapasannya saat dalam keadaan setengah sadar ia melihat tubuh wanita sedang tergeletak tak sadarkan diri di sampingnya. Dia memeriksa sekilas apakah masih ada tanda-tanda kehidupan dari wanita yang ia yakini sebagai malaikat penyelamatnya. Ia lega saat melihat wanita cantik itu masih bernapas, tapi dia juga tak memiliki sisa tenaga lebih untuk menyadarkan wanita yang beberapa saat lalu membuatnya berhutang nyawa.

Keduanya masih berada di posisi yang sama hingga dinginnya angin laut menyadarkan kedua manusia berbeda jenis kelamin yang sejak tadi berada dalam keadaan tak sadarkan diri. Bella menggeliat pelan saat ia hampir terlonjak dari tempatnya ketika melihat tubuh besar sedang menggigil dan tergeletak tepat di sampingnya.

Bella seketika tersadar jika itu adalah tubuh pria yang sudah ia selamatkan tadi siang. Netranya melihat ke sekeliling dalam keadaan sadar sepenuhnya, sepertinya ada yang aneh dengan keadaan di sekitarnya. Benar saja! Sekarang langit sudah mulai berubah gelap. Sudah berapa lama mereka pingsan? Two-piece yang ia pakai terasa sangat lengket di badan, apalagi pakaian pria di depannya ini. Bella mencoba menyadarkan pria asing dengan badan gemetaran di depannya. Pasti pria ini terserang demam akibat kejadian tadi siang, “Hey, Signor. Apa kau bisa bangun? Kita harus segera masuk ke kabin sebelum angin laut membuat kita semakin demam,” lirih Bella dalam bahasa Itali sambil bergerak perlahan untuk meraih pintu kabin di dekatnya.

Pria itu kembali membuka matanya untuk merespon ucapan Bella. Mereka berdua tertatih masuk ke kabin perahu. Bella tahu dia harus bergerak cepat sebelum mereka terserang hipotermia. Dia menyuruh pria asing itu untuk membersihkan diri lebih dulu dari sisa garam yang masih menempel di permukaan kulitnya. Lagi pula Bella yakin jika pria itu sedang terkena demam. Jadi, membasuh badan dengan air hangat adalah solusi paling cepat untuk menormalkan suhu tubuhnya seperti yang pernah diajarkan Hwanhee pada mereka dulu saat berada di Oxford. Pria itu menuruti ucapan Bella untuk segera pergi ke toilet meskipun gerakannya terlihat sangat lambat.

Bella meraih perangkat yang biasa ia gunakan untuk mengatur sistem kapalnya untuk memastikan tidak ada angin yang bisa menerobos masuk ke dalam kabin. Ia mengatur suhu di dalam kabin sebelum beranjak membuat sup krim dan segelas cokelat panas untuk mengembalikan tenaga keduanya.

Setidaknya mereka harus memulihkan tenaga sebelum pergi ke klinik sebentar lagi jika obat demam dirasa tak cukup sebagai penolong pertama. Mereka sedang berada terlalu jauh dari daratan, jelas perlu waktu untuk mendapatkan pertolongan medis yang dibutuhkan apalagi hari sudah semakin gelap. Mereka harus ke pusat kota jika klinik di pelabuhan sudah tutup saat mereka tiba. Untung saja Nonno selalu mengingatkan dia dan saudari-saudarinya untuk memeriksa perbekalan, termasuk kotak P3K di perahu para cucu perempuan yang paling suka bepergian. Jelas yang mereka maksud adalah Bella, walaupun anggota keluarganya tahu jika gadis ini lebih suka singgah ke sebuah kafe atau restoran untuk mengisi tenaganya sekaligus mencari referensi agar bisa memperbarui daftar menu restoran bintang michelin milik keluarga mereka. Alasannya sih agar bisa mengunjungi tempat-tempat cantik di sekitar perairan Italia. Nonna tersayangnya juga selalu mengingatkan untuk membawa beberapa pakaian cadangan kalau tiba-tiba ia harus berada di perairan lebih lama dari perkiraannya, seperti keadaan tak terduga saat ini contohnya. Memang benar kata orang, percayalah pada nasehat orang tua karena mereka pasti lebih berpengalaman.

Sepertinya pria asing yang baru saja dia selamatkan memang sedang beruntung karena saat Bella memeriksa kotak khusus penyimpan pakaian ia malah menemukan kaos milik Nonno yang sempat dia beli saat singgah di Genoa pekan lalu. Bella tersenyum kecil, sebenarnya itu adalah pakaian yang ia siapkan khusus untuk kejutan kakek dan nenek tersayangnya. Dia ingin mengajak orang tua dari mendiang ayahnya mengunjungi tempat kelahiran sang Nenek di Monaco menggunakan perahu berjenis cabin cruiser yang baru ia pesan secara khusus. Perahu prototype yang sedang ia kendarai ini baru saja selesai dibuat dan sekarang sedang dalam masa uji coba atas inisiatifnya sendiri, sebab Bella berencana untuk mengisinya dengan beberapa barang yang akan mereka butuhkan sebagai acara kejutan spesial sebelum hari ulang tahun pernikahan kakek dan neneknya sekitar seminggu lagi.

Saat ia baru saja menghabiskan segelas cokelat hangat sambil menuangkan sup krim ke dalam mangkuk, ia menatap pria yang dari tadi terus mengamati gerak-geriknya sejak keluar dari toilet. Pria itu tampak canggung ketika beberapa kali Bella mencuri pandang ke arahnya. Mungkin karena kini pria itu hanya mengenakan selembar bathrobe untuk menutupi tubuhnya, “Ah, aku lupa bertanya. Kau bisa memahami bahasa Inggris juga selain bahasa Italia, ‘kan? Dilihat dari wajahmu sepertinya kau bukan asli penduduk setempat,” tanya Bella dalam bahasa inggris.

“Aku juga bisa bahasa lain selain yang kau sebutkan tadi, Miss. Apa kau tak melihat ciri tubuhku yang sangat Asia ini?” kata pria asing itu menunjuk iris cokelat gelapnya sambil tersenyum saat menjawab pertanyaan Bella dengan bahasa yang sama.

Bella mengamati sekilas wajah pria blasteran di depannya. “Asia Tenggara?!” tebak Bella sambil menatap lekat sekaligus tersenyum simpul.

“Indonesia,” sambung pria asing di depannya.

Pupil Bella membesar, ia tersenyum semakin lebar, “Seriusan?! Oh, baguslah. Kau bisa pakai pakaian di atas sofa itu buat ganti. Tenang aja itu pakaian baru kok. Terus jangan lupa isi perutmu dengan sup dan cokelat panas ini, dan maaf aku tadi makan duluan sebelum pingsan lagi karena kehabisan tenaga,” ungkap Bella sambil menyeringai polos.

Pria asing di depan Bella mengangguk sambil mengulum senyum, lalu ia bergegas kembali ke toilet untuk mengganti pakaiannya. Sebenarnya Bella merasa sudah gatal seluruh tubuh karena rasa lengket dari sisa garam dan uap masakan yang saling menyapa di permukaan kulitnya, tapi lagi-lagi dia harus bertahan di balik outer tipisnya sebagai seorang tuan rumah yang ramah, khas Indonesia sekali, ‘kan? Semoga saja dia tak menderita eksim seperti apa yang selalu diocehkan Lee Hwanhee Oppa-nya, si Dokter Tampan itu selalu saja tak pernah lelah untuk menceramahi semua saudaranya jika itu menyangkut soal kesehatan seolah dia adalah kamus kesehatan berjalan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Cinta Biasa
9.7
Demi melunasi utang sang ayah angkat, Maya yang baru berusia 22 tahun terpaksa mengorbankan karier dan masa depannya untuk menjadi istri ketiga seorang CEO dingin di Negara A. Pengusaha ternama ini dikenal tak pernah puas hanya dengan satu wanita. Di tengah kehidupan rumah tangga yang penuh rintangan dan misteri yang terus menghantui, Maya tetap berusaha mempertahankan kebaikannya meski sering dipandang rendah. Akankah ia mampu bertahan dalam pernikahan ini?
Sampul Novel Dimanjakan oleh Taipan yang Menyendiri
8.4
Andres adalah pria kejam tak berperasaan hingga aksi heroik Corinna meluluhkan hatinya. Akibat kelicikan ayah dan ibu tirinya, Corinna nyaris tewas sebelum takdir mempertemukannya dengan pewaris terkuat di Kota Driyver tersebut. Setelah Corinna menyelamatkan nyawanya, hubungan kerja sama mereka berubah menjadi romansa yang menggemparkan seluruh kota. Publik pun terheran melihat bagaimana sang taipan penyendiri kini bisa berubah menjadi pria yang sangat dimabuk cinta.
Sampul Novel Kebahagiaan yang Pernah Kusimpan
8.0
Universitas Jido diguncang oleh skandal terbesar tahun ini setelah sebuah rekaman pribadi Arlena tersebar luas di grup kampus. Video yang diambil di dalam suite presiden sebuah hotel bintang lima tersebut memperlihatkan momen malam pertama Arlena bersama seorang pria yang jauh lebih tinggi darinya di depan jendela besar. Keintiman yang sangat intens dalam rekaman tersebut seketika menjadi pusat perhatian dan memicu kegemparan luar biasa di kalangan mahasiswa.
Sampul Novel Keluar dari Kepompong
8.7
Emma Fowler kembali ke tanah air setelah tiga tahun, namun ia justru berakhir di ranjang Nathan Tate sebagai pendamping. Nathan terpesona tanpa menyadari identitas asli Emma. Saat Emma menagih janji pernikahan lama mereka, Nathan menolak dingin dan menganggapnya hanya saudara. Kecewa, Emma memutuskan hubungan sepuluh tahun itu. Namun, saat ia hendak pergi selamanya, Nathan justru berlutut memohon agar Emma tidak meninggalkannya dan menepati janji lama mereka.
Sampul Novel Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO
8.9
Kesulitan finansial demi menyelamatkan sang ibu yang sakit keras memaksa Kanaya mengambil langkah nekat. Ia menyetujui kesepakatan besar untuk menjadi ibu pengganti bagi keluarga kaya. Namun, mengandung anak dari Bastian, pria yang menyewa rahimnya, justru melahirkan benih-benih asmara yang rumit di antara mereka. Terjebak dalam pusaran cinta rahasia dan naluri keibuan, Kanaya dihadapkan pada pilihan sulit yang akan mengubah takdir hidupnya. Apakah hubungan ini akan berakhir bahagia?
Sampul Novel Mantan Kekasihku CEO Psikopat
8.9
Alya Rahayu pindah ke Jakarta demi karier impian, namun nasib malang membuatnya kehilangan segalanya. Di titik terendah, ia bertemu Dira Pratama, mantan kekasih yang kini menjadi CEO dingin penuh rahasia gelap. Lima tahun berlalu, Dira bukan lagi pria lembut yang ia kenal, melainkan sosok obsesif yang menyimpan dendam masa lalu. Terjebak sebagai bawahan Dira, Alya harus menghadapi trauma dan kenyataan pahit di balik alasan pria itu meninggalkannya dahulu.