Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jasper dan Misteri Sang Raja Kerajaan Almekia

Jasper dan Misteri Sang Raja Kerajaan Almekia

Pangeran Jasper hidup di Almekia, kerajaan futuristik dengan teknologi mutakhir yang kini dipimpin seorang ratu. Sosok mendiang ayahnya merupakan rahasia besar yang sengaja dikubur rapat oleh pihak istana. Didorong rasa penasaran, Jasper bersama Diamond, Zircon, dan Opal nekat melanggar aturan demi mengungkap identitas sang raja. Meski harus menjadi buronan dan menempuh perjalanan penuh bahaya, mereka tetap berjuang menembus tabir misteri yang menyelimuti kerajaan.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Ehm maafkan ananda, Ibunda Ratu." Jasper memaksakan otak untuk berpikir lebih cepat. Agar bisa mengubah situasi yang sangat tidak menguntungkan baginya ini menjadi sedikit menguntungkan.

"Terima kasih atas perhatian Ibunda Ratu kepada ananda. Tentu tidak ada keraguan lagi atas pilihan Ibunda. Karena kecakapan perdana mentri Kunzite sudah tidak diragukan lagi, maka Ananda dengan senang hati akan menerima keputusan ini.” Jasper berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

“Akan tetapi ananda memiliki satu permintaan kepada Ibunda Ratu."

"Permintaan apa? Katakanlah, Jez." Nefrit bertanya dengan penasaran.

"Gear. Tolong izinkan ananda untuk bisa mendapatkan pengetahuan tentang Gear." Jasper memberanikan diri membahas tentang Gear kepada Nefrit.

Terlihat perubahan mimik yang nyata di wajah cantik Nefrit demi mendengar kata Gear yang keluar dari mulut Jasper. Mungkin apa yang dikatakan oleh Agatha benar, bahwa kematian mendiang raja ada hubungannya dengan benda itu. Mungkin hal itu yang memberikan sebuah trauma tersendiri bagi beliau.

"Perkembangan teknologi tentang Gear saat ini sudah sangat pesat. Ilmu dan wawasan tentang Gear pasti akan dapat memperdalam pengetahuan ananda serta akan sangat berguna bagi masa depan." Karena

Nefrit tak kunjung bereaksi, Jasper semakin memberikan desakan yang masuk akal.

"Gear?" Nefrit akhirnya membuka suaranya. "Mau apa kau dengan benda berbahaya itu?" Nada suara Nefrit terasa sedikit bergetar.

"Ananda hanya ingin tahu bagaimana pengoperasiannya, spesifikasi dan cara mengendalikannya. Bukan untuk berperang ataupun perusakan." Jasper mencoba beralibi lebih jauh lagi.

Nefrit kembali terdiam beberapa saat sebelum akhirnya memberikan jawaban. "Baiklah nanti akan Ibunda pertimbangkan masalah Gear ini dengan Mentormu."

"Sekarang sudah larut malam, masuklah ke kamar dan beristirahatlah karena mulai besok paman Kunzite akan memulai tugasnya. Besok beliau juga akan memberikan jadwal kegiatan baru untukmu." Nefrit menambahkan sebelum Jasper sempat menjawab.

Wanita itu memberikan belaian lembut di puncak kepala putranya, sebagai ucapan selamat malam untuk mengakhiri pertemuan mereka. Membuat Jasper mau tidak mau harus membalas untuk memberikan penghormatan juga. Lalu meminta undur diri dari hadapan beliau.

Jasper berbalik dan melangkahkan kaki menjauh dari sang Ratu, kembali ke kamarnya. Hanya bisa menyesali segala ketidakberdayaan untuk bisa menentang perintah dari sang Ratu.

‘Kalau dipikir-pikir, mana mungkin ibunda ratu akan mau bersusah payah mempertimbangkan tentang Gear? Jika beliau bahkan tidak pernah mengizinkan aku untuk menyentuh benda itu?’

Gear selama ini umum digunakan dalam dunia militer. Tidak jarang juga dipakai sebagai senjata perang dan alat penghancuran masal. Akan tetapi tetap saja semua kembali kepada pilotnya masing-masing. Kembali kepada manusia yang mengendalikan Gear itu sendiri. Jadi bukanlah Gear yang berbahaya melainkan pilot yang mengendalikannya, hawa nafsu manusia yang jauh lebih berbahaya daripada Gear itu sendiri.

***

Keesokan harinya, pintu kamar Jasper sudah diketuk pagi-pagi sekali. Pada saat dia masih baru selesai mandi serta memakai kemejanya.

"Silahkan masuk." Jasper segera menjawab dan mengijinkan siapapun yang mengetuk pintu untuk masuk ke dalam kamar.

Tepat seperti dugaan Jazper, Kunzite adalah yang tadi mengetuk pintu. Sang perdana mentri kerajaan yang telah menjadi mentornya mulai hari ini.

"Selamat pagi, Pangeran Jasper," sapa Kunzite kepada Jasper dengan nada formal yang menjadi andalannya.

"Selamat pagi, Perdana Menteri Kunzite." Jasper menjawab dengan tak kalah formal. Jasper dapat nelihat pria berambut keperakan itu menghentikan langkah sejenak saat melihatnya. Seperti sedang tertegun karena melihat sesuatu yang janggal.

"Apa ada yang salah dengan penampilan saya?" Jasper bertanya kepada Kunzite, risau jika pemilihan pakaian yang dia kenakan hari ini tidak sesuai dengan kehendak beliau.

Padahal Jasper merasa tidak ada yang aneh dengan pakaian yang dia kenakan hari ini. Hanya kemeja berwarna merah yang dipadukan dengan celana panjang putih. Pakaian dengan formal yang biasanya dikenakan dalam keseharian istana.

"Tidak, hanya saja anda terlihat sangat cocok untuk memakai perpaduan warna itu." Kunzite menjawab setelah sedikit berdeham mengatasi kecanggungan.

"Akan tetapi pagi ini kita akan memulai kegiatan dengan latihan fisik. Jadi sebaiknya anda mengenakan pakaian yang lebih nyaman saja."

"Latihan fisik?" Jasper balik bertanya kebingungan.

"Benar sekali. Ini adalah jadwal kegiatan anda mulai hari ini. Silahkan anda periksa dengan seksama, mungkin ada yang belum jelas atau mungkin perlu ditanyakan." Kunzite menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Jasper.

"Jika anda sudah siap, pelajaran pertama akan segera kita mulai." Sang perdana menteri betkata dengan nada yang lebih serius lagi, bahkan lebih kaku dari biasanya. Membuat Jasper langsung menurut tanpa membantah.

Jasper mengarahkan kedua matanya untuk membaca dan mempelajari jadwal kegiatan baru di kertas itu.

JADWAL HARI SELASA

08.00-10.00 Latihan kekuatan fisik.

10.00-13.00 Latihan teknik dan jurus beladiri serta bersenjata.

13.00-14.00 Istirahat dan membersihkan diri

14.00-15.00 Makan siang bersama pejabat istana

15.00-19.00 Ilmu taktik perang dan ketatanegaraan

19.00-20.00 Istirahat dan membersihkan diri

20.00-21.00 Makan malam bersama ratu dan mentor untuk evaluasi harian

21.00- Istirahat di ruangan pribadi

Dahi Jasper berkerut dalam demi membaca daftar acara untuk hari ini. Namun dia hanya bisa mengumpat dalam hati, “Gila! Apa-apaan ini? Padat sekali!”

Jasper mengamati lembaran-lembaran kertas yang lain. Jadwal kegiatan untuk besok dan besoknya lagi yang sama padatnya. Hanya menu pelajaran sore yang berbeda setiap harinya. Dan setelah mengamati lebih jauh, bahkan dia tidak mendapat liburan akhir pekan!

"Maaf paman …" Jasper berkata sedikit ragu, setelah memeriksa semua jadwalnya selama seminggu dengan seksama. "Mengapa tak ada pelajaran mengenai Gear di sini?"

"Gear?" Kunzite balas mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan dari Jasper. Akan tetapi sedetik kemudian beliau memberi jawaban. "Saya rasa anda masih belum siap untuk saat ini."

"Belum siap? Saya sudah dewasa saat ini, Paman. Sudah saatnya untuk mempelajari tentang Gear!" Sela Jasper tidak puas kepada Kunzite, merasa didiskriminasikan.

"Untuk masalah Gear, harus dilakukan beberapa ujian sampai seseorang dapat dinyatakan layak untuk berhubungan dengannya." Kunzite mencoba beralibi.

"Apa maksud Paman saya bahkan lebih lemah daripada Diamond waktu dia pertama kali mengenal Gear?" Jasper semakin mendesak.

Masih lekat dalam ingatannya bahwa Diamond, putra sulung Kunzite sudah bisa dan diperbolehkan untuk mengendarai Gear pada usia 10 tahun. Usia yang jauh lebih mudah dari usia Jasper saat ini. Diamond bahkan sudah ikut pergi berperang dua tahun kemudian. Lebih jauh lagi, saat ini Diamond sudah menjabat sebagai Kolonel yang memimpin pasukan di wilayah perbatasan pada usianya yang masih 24 tahun.

'Sungguh tidak adil!'

"Baiklah, nanti akan saya coba bicarakan kembali masalah ini dengan paduka ratu." Kunzite pada akhirnya menjawab diplomatis, untuk menghindari perdebatan lebih jauh lagi. Kemudian Kunzite beranjak pergi mendahului dari kamar super mewah Jasper.

"Ayo kita mulai pelajaran hari ini! Cepatlah anda berganti pakaian, saya akan menunggu di tempat latihan lantai satu." Ujar Kunzite mendahului langkah Jasper ke arah arena latihan.

Jasper menghela napas panjang sebelum bergegas mengganti pakaian yang dia kenakan dengan pakaian latihan. Kemudian dia lanjut melangkah menuju ke tempat latihan yang berada di lantai satu istana.

"Selamat pagi." Sapa Jasper saat tiba di tempat latihan. Di sana sudah berdiri Paman Kunzite bersama dengan dua orang pria yang telah menunggunya.

"Selamat pagi, Pangeran Jasper." Ketiga pria itu menjawab hampir bersamaan, disertai dengan penghormatan resmi pula.

"Begini Pangeran, karena saya tidak akan mungkin bisa mengikuti anda kapanpun dan kemanapun anda berada. Maka saya telah mempersiapkan dua pengawal pribadi untuk anda."

Sekali lagi Jasper mengamati kedua sosok pria yang berdiri bersama dengan Kunzite. Keduanya berbadan tegap dan berusia sekitar awal dua puluh tahunan, satu hal yang mencolok mereka memiliki wajah yang sama, kembar. Dengan mimik wajah yang sama seriusnya. Keduanya juga memiliki postur tubuh yang bagus layaknya seorang prajurit papan atas.

"Yang mengenakan baju merah bernama Dextra dan yang mengenakan baju biru Sinistra." Kunzite memperkenalkan kedua pengawal pribadi untuk Jasper.

"Salam kenal, Pangeran Jasper." Lagi-lagi kedua pengawal itu menyapa dengan hampir bersamaan.

"Salam kenal, mohon kerjasamanya." Jasper menyambut perkenalan mereka. Dan kedua pengawal tadi mengangguk sopan kepadanya sebagai balasan.

"Mereka berdua akan bertugas untuk mendampingi anda mulai hari ini. Jika masih berada di lingkungan istana anda bisa mengusir mereka saat menginginkan privasi. Apakah anda keberatan?" Kunzite memastikan kepuasan Jasper akan kedua pengawal pilihannya.

"Tidak." Jasper menggelengkan kepala cepat-cepat karena menolak pun tentu tidak akan ada gunanya.

'Paling tidak aku masih diberi sedikit privasi. Lebih baik daripada tidak sama sekali kan?'

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dipaksa Memberi Keturunan
8.1
Demi melunasi utang pengobatan ayahnya, Risa terpaksa menikahi Dhimas. Namun, suaminya itu menyimpan rahasia kelam dengan kepribadian ganda yang drastis di luar pengawasan ibunya. Risa pun terkejut saat mengetahui adanya wanita lain dalam hidup Dhimas. Di tengah tekanan mertua yang menuntutnya segera memberikan keturunan, Risa terjebak dalam pusaran konflik dan misteri. Mampukah ia bertahan dan mencari kebahagiaan di tengah pengkhianatan serta tuntutan keluarga ini?
Sampul Novel Bangkitnya Ahli Waris Tersembunyi
7.9
Adit, mahasiswa yang kerap dirundung, memilih mengakhiri hidupnya. Namun, jiwa Hito Aswatama justru merasuk ke raga Adit setelah sebuah kecelakaan maut menimpanya. Menggunakan identitas baru, Hito menyelidiki dalang pembunuhannya sambil memperebutkan takhta ahli waris Aswatama melawan paman dan sepupunya. Konflik ini perlahan mengungkap rahasia gelap keluarga besar terkait kematian orang tua Hito. Mampukah ia bertahan di tengah intrik perebutan kekuasaan tersebut?
Sampul Novel Bayang Hitam Sang Jenderal Tirani
8.5
Zane Alexander Thorn dikenal sebagai jenderal monster yang dingin dan kejam. Sebagai senjata mematikan di dunia yang nyaris hancur, ia hidup dalam bayang-bayang ayahnya demi misi berdarah. Namun, segalanya berubah saat ia menolak perjodohan politik dan justru mengurung gadis misterius berkekuatan super. Alih-alih berperang, sang jenderal malah terobsesi mengungkap rahasia besar sambil terjerat pesona tawanan tersebut. Inilah kisah sang tiran yang mulai kehilangan kendali.
Sampul Novel Code Name Amaryllis
8.6
Indonesia tahun 2050 hancur akibat korupsi yang melumpuhkan hukum. Demi memulihkan keadilan, Presiden membentuk lembaga rahasia berisi pemuda berbakat dengan peralatan mutakhir. Mereka bergerak di balik bayang-bayang untuk menghancurkan konspirasi para pejabat korup. Cerita ini berfokus pada agen muda berkode Amaryllis yang mempertaruhkan nyawa dalam misi penuh intrik dan aksi berbahaya. Sebagai harapan terakhir bangsa, mampukah Amaryllis menumpas akar kejahatan di tanah air?
Sampul Novel Dewa Alkemis
8.9
Tian Fan adalah pemuda berbakat dari keluarga bangsawan rendah yang bermimpi menjadi seorang alkemis hebat. Namun, kejeniusannya justru memicu kebencian para tuan muda dari kalangan atas yang terus menekannya. Di tengah berbagai kesulitan dan intimidasi tersebut, sebuah peristiwa besar menimpa dirinya dan mengubah segalanya. Kejadian tak terduga ini membuka jalan baru yang memperbesar peluang Tian Fan untuk mewujudkan ambisinya menjadi Grandmaster Alkemis.
Sampul Novel Ghost At School
9.0
Yui dan sahabatnya bertekad membebaskan arwah penasaran yang terjebak di sekolah. Namun, kenyataan pahit menghantam saat Yui menyadari melalui mimpi bahwa korban pertama adalah teman dekatnya sendiri. Penyelidikan mereka mengungkap fakta kelam bahwa dalang di balik teror ini merupakan anggota keluarga mereka yang mencari keadilan atas masa lalu. Di tengah tekanan batin dan misteri yang mencekam, mampukah mereka mengakhiri kutukan ini selamanya?