Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jangan Sentuh Hatiku, Jika Tak Bisa Memiliki

Jangan Sentuh Hatiku, Jika Tak Bisa Memiliki

Nayara adalah staf administrasi cantik yang tetap rendah hati meski tampil modis di sebuah perusahaan besar Jakarta. Kehidupannya bersinggungan dengan Leonardo Arvandre, miliarder muda keturunan Prancis-Indonesia sekaligus pewaris tunggal Arvandre Global Corporation. Sejak pertemuan pertama mereka tiga tahun lalu, keduanya terjerat dalam hubungan yang rumit. Kini mereka terjebak antara perasaan cinta, harga diri, dan rahasia besar yang masih tersimpan rapat.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pagi itu, Jakarta masih dibalut suasana yang sama-padat, bising, namun penuh cerita di balik setiap langkah manusia yang bergegas mengejar waktu. Di tengah keramaian itu, Nayara berdiri di depan cermin panjang yang menempel di dinding kamarnya. Rambut hitamnya yang tergerai ia rapikan dengan jari-jari lentiknya, lalu ia kenakan blazer krem dipadu dengan celana kain high waist yang membuat penampilannya terlihat profesional sekaligus fashionable.

Nayara memang selalu punya cara untuk tampil memikat tanpa terkesan berlebihan. Meski hanya staf biasa di sebuah perusahaan swasta, ia tidak pernah membiarkan dirinya tampil seadanya. Bukan karena ia ingin dipuji, tapi karena itu bagian dari dirinya-ia percaya bahwa kepercayaan diri berawal dari cara seseorang menghargai dirinya sendiri.

"Hmm, cukup," gumamnya sambil mengambil tas kerja berwarna hitam yang tergantung di kursi.

Ia menatap jam dinding. Hampir pukul delapan. Jalanan pasti sudah mulai padat. Dengan langkah cepat, ia keluar dari kamar, menyapa ibunya yang sedang menyiapkan sarapan sederhana di meja makan.

"Nay, makan dulu sebentar. Mama sudah bikin nasi goreng," ucap ibunya, Bu Ratna, sambil tersenyum hangat.

Nayara menghela napas pelan. "Ma, aku harus buru-buru. Kalau macet, aku bisa telat masuk kantor."

"Ya ampun, kamu ini kerja terus, sayang. Sesekali santai juga tidak apa-apa."

Nayara tersenyum kecil, lalu mendekati ibunya. "Aku janji nanti malam kita makan bareng, Ma. Jangan lupa minum obat, ya."

Ada sorot khawatir yang sempat singgah di mata Nayara setiap kali ia mengingat kondisi ibunya yang masih harus rutin minum obat. Sejak ayahnya meninggal lima tahun lalu, Nayara menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Ia tidak bisa hanya berdiam diri, apalagi kebutuhan rumah dan kesehatan ibunya cukup besar.

Setelah berpamitan, Nayara melangkah keluar rumah menuju halte bus TransJakarta. Ia lebih memilih transportasi umum ketimbang membawa mobil atau motor karena lebih praktis, meski harus berdesakan.

Hari itu di kantor, suasana agak berbeda. Para karyawan tampak lebih sibuk dari biasanya. Nayara baru saja duduk di meja kerjanya ketika sahabat sekaligus rekan kerjanya, Dita, langsung menghampiri.

"Nay! Kamu sudah dengar kabar belum?" Dita menepuk pundaknya dengan ekspresi heboh.

Nayara mengernyit. "Kabar apa? Aku baru aja duduk."

"Katanya hari ini bakal ada kunjungan dari pemilik perusahaan induk kita. Bukan cuma perwakilan, tapi langsung pewarisnya yang datang."

"Oh, ya? Terus kenapa kamu heboh banget?" Nayara menatap Dita dengan nada heran.

"Ya ampun, Nay. Kamu ini ketinggalan banget deh. Pewaris Arvandre Global itu bukan orang sembarangan. Namanya Leonardo Arvandre. Orangnya masih muda, ganteng banget, miliarder pula. Setengah darah Prancis gitu. Semua orang di kantor udah sibuk gosipin dia dari tadi."

Nayara hanya terkekeh kecil. "Dita, kita ini cuma staf biasa. Menurut kamu, dia bakal peduli sama kita?"

"Siapa tahu? Kan nggak ada yang tahu takdir. Bisa aja kamu ketemu dia terus jatuh cinta." Dita menutup mulutnya sambil cekikikan.

"Jangan ngawur ah. Aku realistis aja. Orang kaya gitu mana mungkin peduli sama orang kayak aku," jawab Nayara sambil membuka laptopnya.

Namun jauh di dalam hatinya, Nayara merasa sedikit terusik. Nama itu terasa tidak asing. Leonardo Arvandre. Ia seolah pernah mendengarnya.

Sementara itu, di gedung pusat Arvandre Global cabang Jakarta, sebuah mobil hitam mewah berhenti di lobi utama. Dari dalam mobil, seorang pria tinggi tegap dengan setelan jas abu-abu elegan melangkah keluar. Sorot matanya tajam, rahangnya tegas, dan aura berwibawanya membuat semua orang yang melihatnya otomatis menunduk hormat.

Dialah Leonardo Arvandre.

Bagi banyak orang, ia adalah sosok yang nyaris sempurna: kaya, tampan, cerdas, dan pewaris tunggal kerajaan bisnis keluarga Arvandre. Tapi sedikit yang tahu, di balik itu semua, ia menyimpan luka lama dan rahasia yang tidak pernah ia ceritakan pada siapa pun.

Hari ini, ia datang untuk memantau perkembangan perusahaan cabang di Indonesia. Namun jauh di dalam hatinya, ada alasan lain yang membuat langkahnya kembali ke negeri ini. Alasan yang tidak ingin ia akui, bahkan pada dirinya sendiri.

Waktu istirahat siang tiba. Kantor menjadi lebih tenang karena sebagian besar karyawan turun ke kantin. Nayara memilih tetap di meja kerjanya, menyelesaikan laporan yang harus dikirim sebelum sore. Ia baru saja meneguk air mineral ketika tiba-tiba pintu ruang kerja terbuka.

Seorang pria asing melangkah masuk, diikuti oleh beberapa orang staf manajerial. Semua orang berdiri. Nayara ikut berdiri dengan bingung.

"Teman-teman, izinkan saya memperkenalkan beliau," ujar salah satu manajer. "Ini adalah Tuan Leonardo Arvandre."

Seolah waktu berhenti sejenak, mata Nayara bertemu dengan mata pria itu. Ada kilasan aneh yang muncul di ingatannya. Wajah itu... ia pernah melihatnya. Tiga tahun lalu.

Tiga tahun lalu, Nayara pernah menghadiri sebuah acara amal yang digelar di sebuah hotel mewah di Jakarta. Ia datang karena membantu temannya yang bekerja sebagai panitia. Malam itu, di antara keramaian tamu undangan berkelas, ia tanpa sengaja menabrak seorang pria dengan setelan jas hitam. Gelas sampanye di tangannya hampir jatuh, namun pria itu dengan sigap menahannya.

"Are you okay?" suara bariton itu terdengar lembut, namun penuh wibawa.

Nayara gugup, wajahnya memerah. "M-maaf, saya tidak sengaja."

Pria itu tersenyum samar. "Hati-hati lain kali."

Itu pertemuan singkat, tapi cukup meninggalkan kesan dalam. Sejak malam itu, ia tidak pernah lagi melihat pria tersebut. Hingga kini.

Leonardo menatap Nayara lebih lama daripada yang seharusnya. Ada sesuatu pada gadis itu yang mengusik pikirannya. Ia seolah mengenalnya.

"Senang bertemu dengan kalian semua," ucap Leonardo dalam bahasa Indonesia yang fasih.

Para staf menyambutnya dengan hormat. Namun matanya sekali lagi melirik ke arah Nayara, yang berdiri kaku di sudut ruangan.

Setelah perkenalan singkat, Leonardo dan tim manajerial masuk ke ruang rapat. Suasana kantor kembali normal, kecuali bagi Nayara yang masih merasakan jantungnya berdegup kencang.

Dita segera menghampirinya. "Nay! Kamu lihat nggak tadi? Dia ngeliatin kamu, loh."

"Apaan sih? Nggak ada," Nayara mengelak, meski pipinya merona.

Hari berlanjut hingga sore. Ketika Nayara hendak pulang, ia menyadari ada file penting yang tertinggal di meja rapat. Ia kembali ke lantai atas untuk mengambilnya. Begitu membuka pintu ruangan, ia terkejut melihat Leonardo masih ada di sana, duduk sendiri sambil menatap layar laptop.

Pria itu mendongak. "Kamu."

Nayara tercekat. "S-saya hanya mau mengambil file, Tuan."

"Nama kamu siapa?" tanyanya tiba-tiba.

"N-Nayara, Tuan."

Leonardo menatapnya lama, seolah mencoba mengingat sesuatu. "Tiga tahun lalu... di acara amal di Hotel Grand Luxe. Itu kamu, kan?"

Nayara terkejut. "A-anda... ingat?"

Senyum tipis terukir di bibir Leonardo. "Aku jarang melupakan sesuatu yang penting."

Degup jantung Nayara kian kencang. Pertemuan singkat yang dulu ia kira tidak berarti, ternyata meninggalkan jejak dalam ingatan pria yang kini berdiri di hadapannya-seorang miliarder pewaris kerajaan bisnis dunia.

Dan sejak saat itu, tanpa mereka sadari, hidup keduanya mulai kembali saling terikat dalam sebuah cerita yang lebih rumit dari yang pernah mereka bayangkan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos Terkutuk: Jauhi Aku!
8.6
Lima tahun pengabdian Valerie sebagai sekretaris berujung sia-sia saat Edwin membuangnya ke kantor cabang. Namun, pengasingan itu justru menjadi awal kebahagiaannya. Saat seorang pria baru mendekat dan warisan miliarder dari ayahnya menanti, Valerie menyadari betapa suram masa lalunya. Ketika Edwin yang sombong menuduhnya gagal move on di sebuah pesta, Valerie dengan berani membalas ejekan mantan bosnya itu. Kini, roda berputar dan dialah yang memegang kendali.
Sampul Novel Ceraikan Suami, Nikahi Adiknya
9.8
Setelah sepuluh tahun, Chloe Carlson memutuskan bercerai dari suaminya yang tidak setia, Vincent. Meski dituduh mengincar harta, Chloe pergi hanya demi membawa putri mereka, Mackenzie. Menjadi ibu tunggal tanpa kualifikasi membuatnya sulit mencari kerja. Terdesak, Chloe meminta bantuan adik iparnya, CEO muda Vernon Phoenix Gray. Namun, Vernon menawarkan posisi asisten pribadi dengan syarat pemuasan hasrat di ranjang. Kini Chloe terjebak antara rayuan Vernon atau kembali pada Vincent.
Sampul Novel Dendamku Pada CEO Berujung Pelaminan
8.8
Dulu Aruna diusir dan dicaci sebagai pembawa sial yang tidak diinginkan. Luka hatinya kian dalam saat perasaan tulusnya pada Nathan hanya dijadikan bahan taruhan yang merendahkan. Setelah bertahun-tahun berlalu, Aruna kembali dengan identitas baru dan kepribadian yang jauh berbeda. Takdir mempertemukannya lagi dengan sang CEO yang dulu menolaknya. Kini, Aruna siap menjalankan misi balas dendam demi menghancurkan pria yang pernah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Dicerai Suami, Dipinang Sultan
9.2
Dunia Asha runtuh saat Raka, suaminya yang model terkenal, menceraikannya demi karier. Pernikahan tiga tahun itu berakhir karena Asha dianggap beban. Di tengah rasa sakit, hadir Rafael Adiwangsa, duda konglomerat sekaligus wali murid di sekolah tempat Asha mengajar. Rafael menawarkan kasih sayang yang jauh berbeda dari masa lalu Asha yang kelam. Mampukah Asha menyembuhkan luka hatinya dan menerima cinta pria berkuasa ini saat dirinya merasa tidak punya apa-apa lagi?
Sampul Novel Dituduh Mandul
9.5
Kebahagiaan Amel hancur saat memergoki Yuda, suaminya, berselingkuh dengan Rania. Ironisnya, Amel justru difitnah tidak setia dan dituduh mandul hingga akhirnya diusir serta diceraikan secara sepihak. Demi menyambung hidup, ia terpaksa bekerja sebagai pelayan pribadi bagi Zack Lee, seorang pengusaha muda sukses yang eksentrik. Amel kini harus menuruti kebiasaan aneh Zack yang gemar menyusu dan menuntut kehadirannya untuk menemani tidur setiap malam.
Sampul Novel Istri Sah Hanya Dianggap Pembantu
9.2
Aluna Maheswari menderita akibat sikap dingin Renandio serta pengkhianatan keluarga besarnya. Usai menggugat cerai, ia bertemu Dion Ardianata, duda kaya yang membesarkan putranya, Elvano, sendirian. Hubungan mereka bermula saat Aluna menyelamatkan Elvano dari kecelakaan. Bocah yang merindukan kasih sayang ibu itu pun mulai melekat padanya. Meski benih cinta tumbuh, masa lalu yang kelam dan orang-orang yang iri menjadi penghalang besar bagi kebahagiaan baru mereka.