Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Janda Buruk Rupa Kesayangan Idol Tampan

Janda Buruk Rupa Kesayangan Idol Tampan

Jelita Laurenza, janda muda berparas buruk rupa, harus menelan pil pahit setelah dikhianati oleh suaminya, Romi. Tak lama usai bercerai dan menghadapi cibiran tetangga, ia mendapati mantan suaminya bertunangan dengan sang manajer. Di tengah keterpurukan, takdir mempertemukannya dengan Affandra, seorang idol populer yang sangat tampan. Pertemuan itu berujung pada hubungan satu malam yang tak terduga. Mampukah Jelita bertransformasi dan menemukan cinta sejati bersama sang bintang?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Siapa dia?" batin Jelita dibuat bingung dengan kedatangan seorang pria yang sama sekali tidak ia kenal. Bahkan penampilan pria itu terlihat sangat aneh. Ia bahkan tidak dapat melihat wajah pria itu. Namun, saat dia melihat ekspresi terkejut Helena dan Romi, membuat dirinya mau tidak mau harus memanfaatkan kesempatan ini. “Ah, akhirnya kamu datang juga. Kamu tau? Aku sampai bosan menunggumu,” balas Jelita dengan manja kepada pria yang saat ini sedang duduk di hadapannya.

Helena terlihat kesal saat melihat ada juga pria yang mau bersama Jelita, si wanita jelek. Begitu juga dengan Romi, ia tidak habis pikir. “Lihatlah sayang! Mereka berdua sepertinya cocok. Sama-sama aneh. Mungkin dia pakai masker karena malu memiliki wajah yang jelek,” ujar Romi dengan senyum mengejek melihat Jelita dan pria misterius yang berada di hadapan mantan istrinya itu.

Namun, Jelita sama sekali tidak menggubris perkataan Romi dan Helena. Ia justru menyibukkan diri merapikan jaket yang dipakai pria yang tidak ia kenal itu. Merasa dicueki oleh Jelita, Helena langsung pergi yang diikuti Romi di belakangnya.

Saat melihat Helena dan Romi yang telah pergi, Jelita langsung bernapas lega. Dia kemudian melirik tajam ke arah pria yang tidak ia kenal itu. “Siapa kamu?”

Pria misterius yang bernama Affandra Adelard itu, hanya mengulas senyum dibalik masker yang ia kenakan. “Sepertinya kamu juga memanfaatkan keberadaanku di sini,” jawab Affandra sambil memakan steak milik wanita yang dari tadi sudah mencuri perhatiannya.

Awalnya, Affandra bersikap acuh dengan keberadaan wanita itu yang tak jauh dari tempat duduknya. Apalagi dengan wajah wanita itu yang jauh sekali dari standar dirinya. Namun, perhatiannya pada dokumen yang ia pegang, teralihkan begitu saja saat mendengar isakan tangis yang sedikit mengganggunya. Ia kemudian melihat ada sepasang kekasih yang sedang mendekat ke arah wanita itu. Dari situ, dia mengerti situasinya seperti apa. Entah mengapa, dirinya tiba-tiba menghampiri wanita itu dan memilih bersandiwara untuk membantu.

“Kenapa kamu nggak sopan sekali makan makanannya orang lain?” hardik Jelita merebut kembali makanannya.

Namun, Affandra bukannya tersinggung, dia malah tertawa begitu renyah sambil melipat kedua tangannya di atas perut. Ia terus menatap wajah kusam dan penuh jerawat di hadapannya saat ini. Baru kali ini dirinya ditatap sengit oleh seorang wanita. “Kalau dilihat dari ekspresimu, sepertinya kamu baru saja dikhianati. Apa pria barusan itu pacarmu?”

“Dia bukan pacarku, tapi mantan suamiku,” jawab Jelita cepat dengan muka yang masam.

Affandra langsung tertegun saat mendengar pernyataan Jelita. Dia merasa ada rasa iba di dalam hatinya. “Buat apa kamu menangisi pria seperti itu?”

“Itu bukan urusanmu!” balas Jelita dengan lugas. Ia langsung beranjak berdiri dan meninggalkan tempat itu. Affandra hanya tersenyum melihat kepergian wanita itu.

“Papamu ingin bertemu denganmu siang ini juga,” ujar Temi, manajer Affandra.

“Baiklah. Kita ke sana sekarang juga.”

***

Saat ini, Affandra sedang berada di sebuah rumah yang sangat luas dengan desain rumah yang elegan dan mewah. Semua pelayan di rumah itu membungkuk hormat ke arahnya. Dia terus melangkahkan kakinya menuju ke ruangan pribadi milik  papanya. Dia memang tidak tinggal di rumah besar itu, karena memilih untuk hidup mandiri.

Saat sudah tiba di sebuah ruangan kerja milik papanya, ia langsung melenggang masuk. “Ada apa, Pa?” tanya Affandra saat sudah berada di hadapan papanya.

Tuan Dito langsung menengadahkan kepalanya, menatap putra kesayangannya itu. “Duduklah! Sudah lama kita nggak pernah berbincang santai seperti ini.” Senyuman mengembang di wajah yang sudah mulai terlihat keriput itu.

Affandra kemudian mendudukkan diri di kursi. “Gimana kondisi papa?”

“Aku sudah baikan. Oh iya, aku memanggilmu ke sini karena ada satu hal yang ingin aku bicarakan padamu.”

“Apa itu, Pa?”

Tuan Dito melepas kacamata yang bertengger di wajahnya dan menatap kepada putra satu-satunya itu. “Tinggalkan dunia keartisanmu!”

“Apa maksud papa?” tanya Affandra memastikan.

Tuan Dito menatap lekat wajah putranya. Dia sudah memprediksikan jika putranya itu akan menentang perkataannya. Namun, ia melakukan ini demi kebaikan putranya. “Aku ingin kamu meninggalkan dunia hiburan yang nggak ada manfaatnya itu. Sampai kapan kamu hidup bersenang-senang tanpa tujuan? Dunia artismu itu nggak akan bisa menjaminmu sampai tua.”

Wajah Affandra langsung mengeras. Sepertinya papanya itu sama sekali tidak berubah. Dia sangat tidak suka hidupnya selalu diatur. “Aku nggak mau, Pa. Menjadi seorang artis terkenal merupakan impianku selama ini. Lagi pula aku juga punya rumah sakit, Pa. Aku rasa alasan papa sangat nggak mendasar sama sekali.”

“Aku tetap nggak setuju. Aku ingin kamu menjadi pengusaha. Kamu punya rumah sakit, tapi nggak ikut mengelola di dalamnya. Bisa-bisa rumah sakitmu itu aku ambil alih kalau kamu masih aktif di dunia hiburan,” jawab Tuan Dito mengancam.

“Jangan sentuh duniaku, Pa! Aku nggak akan membiarkan papa mengambil alih rumah sakit milikku. Rumah sakit itu segalanya bagiku!” Affandra mulai geram menghadapi papanya.

Tuan Dito menyunggingkan senyuman tipisnya. Ia kemudian berdiri menatap jendela. “Jika kamu ingin menghilangkan rasa bersalahmu pada mendiang kakakmu, keluar dari dunia hiburan dan fokus mengurus rumah sakit spesialis bedah plastikmu itu.”

Pukulan hebat menghantam hatinya yang terdalam saat papanya kembali mengungkit mendiang kakaknya. Trauma itu kembali menyerangnya. Kepalanya mulai terasa berat dan sakit. “Cukup, Paa!” teriak Affandra cukup kencang. Ia langsung pergi dari ruangan itu dan menutup pintu dengan cukup keras.

***

Sore harinya, di rumah Jelita ada beberapa orang yang datang. “Apa maksudnya ini?” tanya Jelita pada keempat orang yang saat ini sedang berada di rumahnya. Dia sangat syok saat mendengar perkataan dari salah satu orang itu yang ingin menyita rumahnya. Baru saja dirinya pulang dari kerja. Namun, berita buruk terus datang bertubi-tubi.

“Maaf, Bu. Kami dari pihak bank mau menyita rumah ibu, karena nasabah kami yang bernama Pak Romi Ardiansyah tidak membayar hutang sesuai dengan waktu yang kami tentukan. Dia memberikan sertifikat rumah ini sebagai jaminannya,” ujar salah satu pegawai bank.

Jelita meremas kedua tangannya, menahan emosi yang berkecamuk di dalam hati. Ia tentu tidak akan merelakan satu-satunya peninggalan kedua orang tuanya disita oleh bank. “Berapa hutangnya?”

Pegawai bank itu menyerahkan bukti data tentang peminjaman yang dilakukan oleh Romi, mantan suami Jelita. “Berdasarkan data kami, total hutangnya ada 500 juta.”

Jelita tidak menyangka, Romi akan berbuat tega seperti itu terhadapnya. Buat apa uang sebanyak itu? Ia terus menanyakannya di dalam hati. Selama ini, kebutuhan mereka berdua saat masih berumah tangga tidak ada kekurangan apa pun. Bahkan dari penghasilannya pun juga dikatakan sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Belum juga dari penghasilan pria itu, meski ia jarang menerima nafkah dari mantan suaminya itu.

“Apa tidak ada waktu lagi? Saya janji akan melunasi hutang itu. Tapi, tolong jangan sita rumah ini. Saya mohon.” Jelita berusaha mengajukan negosiasi. Meski dia tidak tahu harus mencari uang sebanyak itu di mana, karena tabungannya saja masih kurang.

“Kami hanya bisa memberi waktu selama tiga hari lagi, Bu. Jika masih belum bisa melunasi, kami akan tetap menyita rumah ini.”

Tubuh Jelita langsung lemas mendengar penuturan dari pihak bank. "Dari mana aku bisa menemukan uang lima ratus juta dalam waktu tiga hari?" batin Jelita.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai
8.3
Penderitaan akibat keluarga memaksa Kayshila Zena menikahi Zenith Edsel, pria paling berpengaruh di Jakarta. Namun, tuduhan mencederai kesetiaan di hari pernikahan membuat hubungan mereka hancur. Usai melahirkan dan menandatangani perceraian, Kayshila menghilang. Bertahun-tahun berlalu, ia kembali membawa sang buah hati dan melamar sebagai dokter pribadi Zenith. Sang miliarder yang dingin justru dengan sengaja menerima kehadirannya, bahkan menyayangi anak misterius tersebut seperti darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel CINTA DI ANTARA TASBIH DAN ROSARIO
8.5
Pertemuan dan perpisahan adalah bagian dari garis takdir yang tak terelakkan. Sepasang kekasih terjebak dalam dilema besar saat cinta tulus mereka terbentur tembok perbedaan yang nyata. Di tengah tangis dan dekapan erat, sang pria berusaha meyakinkan bahwa perasaan mereka tidaklah salah. Namun, perbedaan keyakinan menjadi ujian berat bagi masa depan mereka. Di dunia di mana jodoh dan maut telah tertulis, mampukah mereka bertahan saat takdir seolah memaksa untuk menjauh?
Sampul Novel Cinta Menjadi Dendam
8.4
Nimas rela menahan rasa sakit luar biasa demi mendonorkan dua per tiga hatinya untuk sang kekasih, Bima Arya, yang divonis kanker. Namun, pengorbanan tulus itu hancur saat ia mendengar kebenaran pascaoperasi. Bima rupanya sengaja memanfaatkan momen ini sebagai aksi balas dendam atas kegagalan ujian Vivi yang terpaksa kuliah di luar negeri. Begitu Vivi pulang sebulan lagi, Bima berencana mencampakkan Nimas sepenuhnya setelah merampas organ tubuhnya demi dendam.
Sampul Novel Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri
9.6
Hidup Lara hancur total saat Darren, suaminya, berselingkuh dengan Maya yang merupakan sahabat dekatnya sendiri. Pernikahan mereka berakhir tragis setelah Darren memilih menceraikan Lara demi selingkuhannya. Penderitaan Lara kian memuncak ketika kecelakaan hebat merenggut janin dalam kandungannya. Meski mencoba membuka hati untuk cinta yang baru, rentetan cobaan seolah tak berhenti mengejarnya. Mampukah Lara menemukan setitik kebahagiaan setelah segala miliknya hilang?
Sampul Novel Kecanduan Istriku yang Bermuka Dua
9.7
Julien menyangka Kelsey adalah wanita lemah yang butuh dilindungi, namun dugaannya salah besar. Kelsey justru sangat tangguh dan kerap terlibat perkelahian fisik hingga membuat Julien kewalahan menghadapi laporan kekerasannya. Meski lelah dengan tingkah sang istri, Julien merasa kecanduan dan tak mampu melepaskannya. Situasi memuncak saat Kelsey nekat kabur membawa anak mereka. Akankah obsesi Julien pada istri bermuka duanya ini berakhir dengan kebahagiaan?
Sampul Novel KEKASIH HALALKU
9.3
Seorang wanita muda yang terbiasa hidup manja sebagai putri pengusaha kaya harus menghadapi garis takdir yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia terpaksa menerima kenyataan pahit dalam hidupnya untuk menjadi seorang istri muda. Menikah dengan pria yang memiliki perbedaan usia sangat jauh membuat dunianya berubah drastis. Kini, ia harus berjuang menjalani peran barunya dalam ikatan pernikahan yang tidak pernah ia harapkan terjadi di hidupnya.