Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jalan Jodoh Sang Koki

Jalan Jodoh Sang Koki

Max, koki ternama, mendadak jadi buronan setelah masakannya tak sengaja menewaskan perdana menteri. Saat pelarian, jiwanya berpindah ke tubuh seorang wanita yang tenggelam di lokasi berbeda. Dalam raga barunya, Max justru jatuh cinta pada Wulan, sahabat dari Nadia. Begitu berhasil kembali ke tubuh aslinya, Max bertekad mencari dan menikahi Wulan. Namun, meyakinkan wanita itu bukanlah perkara mudah. Akankah cinta sang koki berakhir manis?
Bab
Bagikan

Bab 3

Max tiba-tiba membeku saat polisi memborgolnya, ia bahkan masih bingung dengan kejadian yang barusan menimpanya. Ia juga semakin kesal dengan teman-temannya yang berbahagia dengan nasibnya yang sekarang, ia berjanji akan membalas mereka suatu hari nanti.

Ia masih berjalan mengikuti langkah mereka, ia masih berpikir dengan keras langkah apa yang diambil selanjutnya, ia masih tidak terima dirinya dipermasalahkan karena seharusnya translatornya yang salah karena tidak memberinya catatan.

"Harusnya bukan aku yang ditangkap, ayo Max pikir bagaimana caranya kamu bebas dari belenggu ini," ucapnya dalam hati, ia berhenti sejenak saat sebuah tulisan tak sengaja ia lihat. Otaknya langsung terlintas sebuah ide ketika melihat bangunan yang biasa orang lain buang hajat.

"Permisi apa bisa saya ke kamar mandi, kebetulan perut saya sangat mules sejak tadi," ucapnya tiba-tiba sembari membuat agar wajahnya mengeluarkan keringat dingin agar dipercaya.

"Jangan dipercaya, dia hanya sedang akting," jawab polisi lain yang memborgolnya. Mereka tak menggubris dengan pernyataan Max barusan.

"Bruuuut!!

Tiba-tiba suara kentut terdengar cukup nyaring di telinga mereka, lalu sebuah bau yang sangat menggangu indra penciuman mereka.

"Kamu kentut ya," tanya polisi yang lain ke temannya sembari berbisik.

"Maaf, saya yang kentut, saya sudah tidak tahan lagi, apa kalian mau menciumnya lagi," tawar Max yang sembari sudah siap untuk mengeluarkan kentut kembali.

"Ah, abaikan saja, pakai ini biar tidak lagi mencium baunya," jawab polisi lain sembari memberikan masker ke temannya.

Max lalu berpikir dengan keras, ia mencoba mengeluarkan keringat sebesar biji jagung hingga wajahnya memucat.Aktingnya sangat bagus dan tidak terlihat sehingga bahkan petugas polisi tidak tahan untuk tidak mengiyakan.

"Maaf, saya sudah tahan lagi, aku mau pingsan jika tidak segera buang hajat," ucap Max yang masih mencoba mengelabui mereka.

" Ayolah! Bawa dia ke kamar mandi, daripada dia mati, lihat wajahnya saja sudah cukup pucat," sambung polisi yang lain sembari memperhatikan wajah Max yang memprihatinkan.

Petugas polisi gegas membawa Max ke kamar mandi dengan kedua tangan yang masih terborgol.

" Borgolnya terlalu kencang, tanganku sakit, apa boleh dilonggarkan," ucap Max sebelum masuk ke kamar mandi.

"Tidak, bagaimana kalau kabur?" tanya petugas yang merasa sedang ditipu oleh Max.

Max masih berpikir keras bagaimana polisi yang menjaganya bisa mengabulkan permintaannya.

"Bagaimana caranya cebok kalau tanganku terborgol seperti ini?" tanyanya dengan wajah masih pucat pasi.

" Apa kalian mau nyebokin saya?" tanyanya karena berulang kali polisi tersebut tak mengiyakan.

Mereka berdua saling melirik dan mengabulkan permintaan Max sembari membuka salah satu tangan Max yang masih terborgol.

" Cetek!"

Suara salah satu borgol dapat terlepas, Max langsung masuk sembari berpikir bagaimana caranya keluar dari sini, ia tak mau mendekam penjara tentang perbuatan yang tidak dilakukannya.

"Tunggu dulu, enak saja langsung masuk," tegur polisi yang melihat Max langsung masuk begitu saja.

"Lalu?" jawaban Max membuat polisi itu saling melirik satu sama lain terkait pertanyaan Max barusan, mereka bingung karena tak mungkin ia masuk menemani Max yang sedang buang hajat.

" Apa kalian hendak ikut aku masuk?" tanya Max lagi ia ingin memastikan karena satu petugas polisi sudah masuk lebih dulu ke kamar mandi.

" Apa kalian yakin? Saya mau buang air besar yang baunya tidak terkalahkan, yang jelasnya lebih baik dari bau kentutku," ucap Max yang kemudian tiba-tiba sengaja kentut dengan bau yang masih tercium meski sudah menggunakan masker.

" Hoek!"

"Hoek!"

Mereka, para polisi hampir muntah ketika tiba-tiba mencium bau kentut Max.

" Hoek-hoek!

" Cepat masuk, aku tak tahan dengan baunya."

Salah satu polisi bahkan mendorong ke Max agar masuk, ia sungguh tak tahan jika berada lama-lama di sini, bau kentut saja hampir membuatnya mati apalagi buang air besar.

"Akhirnya aku terbebas, tapi bagaimana caraku keluar dari sini?" tanyanya dan tak lama sebuah ide gila melintas di kepalanya. Ia kemudian menurunkan celana dan sepatunya, lalu membuka pakaiannya yang kebetulan masih ia pakai double sebelum polisi menangkapnya.

"Untung tadi aku double pakaianku, jadi lebih mudah mengelabui mereka," ucapnya sembari terkekeh dan memanjat dinding ketika dirinya melihat celah yang bisa muat untuknya masuk. Dengan meninggalkan sepatu dan celana di tolilet agar terlihat seperti masih buang air besar dari dalam. Setelah hampir satu jam, polisi yang sudah curiga mengetuk pintu kamar mandi dengan sangat keras.

"Lama sekali keluarnya, apa jangan-jangan dia kabur?" tanya satu polisi yang masih setia memakai masker.

"Coba kita pastikan dulu," sambungnya yang tak ingin mengganggu pengguna toilet lainnya.

" Tok! Tok!

Polisi tersebut masih mengetuk pelan karena ia yakin Max masih di dalam terlihat dari celana dan sepatunya terlihat dari bawah.

"Tok! tok! Tok!"

Kali ini suara ketukan itu sangat keras hingga pengguna toilet lain kaget.

"Saudara, cepat buka pintunya!" Titah salah satu petugas polisi setelah merasa cukup lama mengetuk dan tak ada respon. Suara polisi terdengar sangat tegas dan garang berbeda dengan nada bicaranya sebelumnya.

"Dobrak saja pintunya," ucap salah satu petugas dan melakukan bersama temannya.

"Dug! Dug!"

Beberapa kali mereka mendobrak pintu namun, susah sekali terbuka karena selain terkunci, pintu itu sengaja diberikan penghalang sehingga berat didobrak.

"Sialan, dia melarikan diri," umpat petugas karena merasa dikibuli oleh Max, ia gegas memberikan kode dan menghubungi temannya.

Polisi tersebut masih tidak putus asa, ia membuka satu persatu toilet barang kali ada Max di dalamnya, karena ia sangat yakin bahwa Max belum pergi terlalu jauh.

"Terdakwa melarikan diri," ucap salah satu petugas yang sembari membuka semua pintu kamar mandi seperti temannya sebelumnya dan berharap Max masih di sana dan hanya berpindah tempat.

"Tidak ada," ucap mereka berdua yang tidak tau bahwa Max sudah masuk plafon melalui celah di kamar mandi yang sudah sangat ia kenali.

Petugas polisi tersebut lari tunggang langgang mencari keberadaan Max, mereka bahkan mengumpat dan menyalahkan satu sama lain.

"Ini semua gara-gara kamu, gara-gara kamu terdakwa kabur," ucap petugas senior yang merasa telah tertipu oleh Max.

"Memangnya kalian tahan dengan bau kentutnya?" tanya petugas yang lain dan dijawab dengan gelengan kepala.

Mereka berdua berlari mengejar Max sembari menunggu bantuan datang.

"Aku yakin, dia tidak akan jauh dari sini," ucap petugas yang lain.

Semua petugas dikerahkan untuk mencari keberadaan Max, semua pintu bahkan ditutup dan dijaga ketat agar Max tidak bisa kabur dari sini. Mereka semua siaga dengan senjata yang sudah siap dengan pelurunya.

"Bagaimana apa ada sinyal keberadaan terdakwa," tanya petugas polisi yang telah dikibuli oleh Max sembari bersiap hendak menembak Max jika salah satu dari mereka menangkapnya, mereka merasa harga dirinya ternodai karena telah dibohongi manusia seperti Max.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LTY" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LTY
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 99 Hari Bersama Kaisar Tiran
9.8
Kim Nara tewas tragis di tangan kekasihnya sendiri, Axel, setelah memergoki perselingkuhannya. Namun, takdir memberinya kesempatan hidup kembali demi membalas dendam melalui sebuah tugas misterius. Ia terbangun dalam raga permaisuri cantik dari seorang kaisar tiran yang kejam. Nara segera menyadari kenyataan mengerikan bahwa setiap istri sang kaisar selalu mati pada hari ke-99. Kini, ia harus berpacu dengan waktu sebelum ajal kembali menjemputnya.
Sampul Novel Banyu-2 tak tergenggam dan yang lepas.
9.2
Banyu menerima surat misterius yang menyatakan dirinya terpilih sebagai avatar setelah pengamatan enam bulan oleh tim rahasia. Meski bingung dan curiga, ia diminta datang ke Jalan Lembayungkuning No. 17, tepat di samping kantor MNG Group, untuk mendapatkan penjelasan lengkap melalui sesi wawancara. Didorong rasa penasaran sekaligus takut, Banyu akhirnya memutuskan memenuhi panggilan tersebut. Keputusan nekat ini menjadi awal mula petualangan besar dalam hidupnya.
Sampul Novel I'm Not a Gangster
9.8
Seorang pemuda desa terpaksa merantau ke kota besar demi menyambung hidup. Dengan tekad sederhana, ia bercita-cita menjadi seorang pengawal profesional. Namun, takdir justru menyeretnya ke dalam gelapnya dunia kriminal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Tanpa disadari, ucapan masa lalunya menjadi kenyataan pahit yang menuntunnya menjadi sosok gangster. Kini ia terjebak dalam pusaran konflik bawah tanah yang menguji prinsip serta keberaniannya.
Sampul Novel Komodo Hijrah
9.6
Mahesa adalah pengusaha waralaba sukses yang selalu gagal dalam urusan asmara. Ia merasa dikutuk oleh rival bisnisnya karena tak pernah berhasil membawa hubungan ke jenjang pernikahan. Berbagai metode, dari yang logis hingga di luar nalar, ia coba demi menemukan pendamping hidup. Dalam pencarian itu, Gayatri, sahabat masa kecil yang kerap bertindak bak pengawal pribadinya, selalu setia mendampingi. Namun, mampukah persahabatan mereka bertahan saat perasaan baru mulai tumbuh?
Sampul Novel Poison, I'll Kill My Husband
9.4
Aaron, mantan pembunuh bayaran, memulai hidup baru bersama istrinya, Alice. Namun, Alice sebenarnya adalah agen rahasia yang menyusup untuk membalas kematian orang tuanya yang diduga dibunuh oleh Aaron. Memanfaatkan cinta tulus suaminya, Alice mengumpulkan bukti keterlibatan organisasi Greenice Group. Kini ia terjebak dilema antara misi dan perasaan cintanya. Di tengah intrik kriminal, Alice harus memilih antara mengungkap kebenaran atau terus hidup dalam kebohongan.
Sampul Novel Sang pendaki gunung
8.9
Menjelajahi puncak-puncak tinggi yang diselimuti kabut, seorang pendaki gunung harus menghadapi berbagai teror tak kasat mata dalam petualangannya. Setiap langkah menuju puncak justru membawanya masuk ke dalam serangkaian peristiwa mistis yang mencekam dan sulit dinalar oleh akal sehat. Di tengah keindahan alam yang liar, ia terjebak dalam kengerian yang menguji keberaniannya. Inilah kumpulan kisah horor nyata yang dialami selama menaklukkan medan pegunungan.