Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Seorang gadis menjadi korban balas dendam keji dari kriminal yang pernah ditangkap ayahnya. Di saat kritis dengan lidah terpotong, sang penculik menghubungi ayahnya yang seorang kapten polisi. Namun, sang ayah dan istrinya yang ahli forensik mengabaikan telepon itu demi menemani sang adik lomba. Setelah membantai korban, pelaku meninggalkan jasadnya. Saat pasutri itu tiba di TKP untuk menyelidiki mayat tragis tersebut, mereka tidak sadar bahwa korban adalah putri kandung mereka sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 4

Ibu menyerahkan kertas yang sudah terkorosi oleh asam lambung ke ahli forensik. Dia menepuk punggung bawahnya yang terasa pegal, lalu berkata kepada Ayah dengan nada pasrah, "Semoga kertas ini bisa memberikan petunjuk. Kamu sudah ingatin Yuki untuk kunci pintu rumah?"

Ayah mengangguk dengan wajah serius, lalu berkata dengan ragu-ragu, "Sayang, menurutmu, Eira nggak angkat telepon sama sekali dan nggak balas pesan dari Josh, apa mungkin dia benar-benar dalam bahaya? Apa aku perlu suruh seseorang untuk menyelidikinya?"

Ibu memotong dengan kesal, "Lupakan saja, memangnya kamu nggak tahu kebiasaannya? Dia pasti lagi sembunyi dan nunggu kita untuk cari dia! Ini bukan pertama kalinya dia ngelakuin hal begini."

"Dia cuma nggak mau datang untuk nonton pertandingan Yuki. Paling lambat besok, dia pasti akan telepon sambil menangis meminta maaf."

Terakhir kali aku menghilang adalah saat libur musim panas. Waktu itu, Yuki mengunciku di toilet sekolah. Sekolah yang kosong di masa liburan membuat tidak ada seorang pun yang mendengar teriakanku.

Aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk memanjat keluar. Tubuhku dipenuhi kotoran dan aku berjalan pulang dengan kaki yang terkilir.

Namun yang menungguku di rumah bukanlah perhatian, melainkan tamparan dari Ayah dan makian dari Ibu. "Yuki bilang, dia lihat kamu pergi ke hotel sama seorang preman? Kenapa aku bisa lahirin anak yang nggak tahu malu kayak kamu!"

Aku tidak bisa mengatakan apa pun dan hanya bisa melihat Yuki menyeringai puas di sudut ruangan. Kakakku membantuku mengoleskan obat sambil berkata dengan lembut, "Ayah dan Ibu bukannya nggak sayang sama kamu. Mereka cuma nggak tahu harus bagaimana komunikasi sama kamu."

Namun, aku sangat paham. Diriku yang pendiam dan tidak menonjol ini, tidak akan pernah mendapatkan perhatian seperti yang didapatkan oleh Yuki yang cerdas dan lincah. Mereka akan selalu pilih kasih, tetapi sayangnya orang yang mereka kasihi itu bukan aku.

Jika aku masih hidup, satu-satunya hal yang bisa kulakukan hanyalah membuatkan sup bergizi untuk mereka dan mengantarnya ke kantor polisi saat mereka tidak bisa pulang karena pekerjaan. Namun kali ini, aku tidak bisa lagi menampakkan diri dan meminta maaf seperti yang mereka bayangkan.

Sebab, kini aku hanyalah sebuah mayat.

Dalam waktu singkat, hasil dari tim forensik telah keluar. Kertas itu adalah tanda terima pembelian barang. Pelaku memasukkan kertas itu ke dalam mulutku secara paksa sebagai bentuk penghinaan saat menyiksaku.

Dengan sinis, dia berkata, "Ini barang yang kamu belikan untuk orang tuamu? Mereka bakal langsung buang ke tempat sampah kalau menerimanya."

Ayahku tampak bingung dan bertanya, "Ini tempat apa?"

Ahli forensik tertegun sejenak dan menjawab, "Setelah kucek, ini tempat yang menjual jimat keberuntungan."

Saat orang tuaku dan para polisi masuk ke toko tersebut, pemilik toko tampak terkejut. Dia menerima potongan tanda terima yang sudah rusak, lalu menatap angka di sudut kanan atas dan mencari barangnya di antara pesanan.

"Ini dibeli oleh seorang gadis kecil beberapa waktu lalu. Katanya, ini untuk orang tuanya karena pekerjaan mereka sangat berbahaya."

"Tapi, dia nggak pernah datang untuk mengambilnya. Aku sudah coba telepon, tapi nggak ada yang menjawab," kata pemilik toko sambil mengeluarkan dua kantong merah.

Kemudian, dia melanjutkan dengan nada lembut, "Di atasnya tertulis kata 'keselamatan', menyiratkan doa untuk kebahagiaan dan umur panjang."

Ayahku menerima kantong tersebut dan menghela napas, "Masih ada rekaman CCTV dari waktu itu?"

Pemilik toko mengangguk. "Gadis kecil itu sangat pendiam dan cermat dalam memilih kantong untuk orang tuanya. Aku ingat sekali wajahnya."

Namun, ketika rekaman diputar, semua polisi yang hadir langsung terdiam. Ibu menelan ludah sambil menatap layar dengan mata terbelalak. "Kenapa gadis ini mirip sekali sama Eira?"

Mendengar hal itu, pemilik toko bertanya, "Eira? Nama yang tertera di pesanan memang Eira!"

Wajah ayahku juga tampak buruk, meskipun dia berusaha untuk tetap tenang, "Mungkin cuma namanya yang kebetulan sama. Eira pasti lagi bersembunyi di suatu tempat dan mentertawakan kita!"

"Bos, kamu sudah sekongkol sama Eira ya? Berani-beraninya kamu permainkan polisi?" tanya Gibson.

Tiba-tiba, ponsel Ibu berdering. Dengan suara gemetaran, dia mengangkatnya, "Halo, Ryan?"

Suara dari anggota laboratorium forensik itu terdengar sangat tegang. "Bu Penny, hasil tes DNA korban sudah keluar."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B20730" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B20730
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku, Musuhku dan Para Pemburu
9.0
Dunia Jamie berubah drastis saat ia menginjak usia lima belas tahun. Gadis penakut ini tiba-tiba memiliki kekuatan supranatural untuk melihat makhluk gaib yang mengerikan. Di tengah kepanikannya, muncul Josh, seorang penyihir yang selalu mengganggu dan mencurigainya. Ke mana pun Jamie pergi, Josh selalu ada di sana. Namun, bahaya lebih besar mengintai mereka. Sosok misterius mulai memburu Josh dan mengawasi Jamie. Takdir apa yang sebenarnya mengikat mereka?
Sampul Novel Ibuku Seorang Misoginis
9.4
Sejak lahir, tokoh utama dalam novel "Ibuku Seorang Misoginis" menghadapi kebencian ekstrem dari ibu kandungnya yang membenci sesama wanita. Mengenakan rok, memakai lipstik, hingga mendekati ayahnya selalu berujung kekerasan fisik. Menjelang ujian perguruan tinggi, sang ibu menyebarkan fitnah di sekolah bahwa putrinya merayu sang ayah sendiri. Akibat rumor keji ini, sang putri melompat dari lantai lima belas, sebuah akhir tragis yang justru memuaskan ibunya.
Sampul Novel MEMBUAT AZAB
9.5
Dalam kisah mencekam ini, rasa iri yang mendalam terhadap pencapaian orang lain terbukti mampu memicu konsekuensi yang sangat fatal. Dendam dan kecemburuan yang tidak terkendali berubah menjadi kekuatan gelap yang mengancam nyawa. Bagaimana sebuah kesuksesan bisa berujung pada teror mematikan? Ungkap misteri di balik kebencian yang melampaui batas logika manusia, di mana setiap keberhasilan seseorang justru menjadi awal dari malapetaka yang mengerikan.
Sampul Novel Penyesalan Ibu setelah Aku Mati
8.1
Ketika seorang gadis meregang nyawa di tangan pembunuh keji di rumah sebelah, sang ibu justru mengabaikan panggilan daruratnya demi menemani sang adik yang bersiap ujian. Menganggap permohonan tolong putrinya sebagai kebohongan belaka, ia menutup telepon dengan makian. Tiga hari berselang, sebuah kasus pembunuhan sadis terungkap. Sebagai ahli forensik, ibu tersebut diminta memeriksa sesosok mayat tanpa kepala di meja autopsi, tanpa menyadari bahwa jasad yang ia bedah adalah putri yang selalu ia benci.
Sampul Novel Pernikahan Sempurnaku, Rahasia Mematikannya
9.4
Tiga bulan menikah dengan miliarder Baskara Aditama terasa indah hingga Diana, mantan kekasihnya, menyerang. Alih-alih membela, Baskara justru melindungi Diana dan membiarkannya menyiksaku secara brutal. Saat nyawaku terancam oleh kepungan pria misterius, suamiku justru memutus telepon. Setelah nekat melompat demi selamat, aku menghubungi Paman Suryo. Baskara tak sadar bahwa istri yang dia khianati adalah bagian dari Keluarga Wallace yang siap menghancurkannya.
Sampul Novel PESUGIHAN BONDHO TURAH
8.6
Rusaknya akses menuju Desa Kayu Dawung menjadi pemicu rangkaian peristiwa kelam yang melibatkan keserakahan, kedengkian, dan kekuatan sihir. Di balik jalur yang hancur tersebut, takdir mempertemukan berbagai jiwa serta entitas roh yang sebelumnya tidak pernah saling mengenal. Kisah panjang ini mengupas sisi gelap ketamakan manusia yang berpadu dengan misteri cinta yang rumit, menciptakan jalinan nasib yang tak terduga bagi setiap orang di dalamnya.