Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Seorang gadis menjadi korban balas dendam keji dari kriminal yang pernah ditangkap ayahnya. Di saat kritis dengan lidah terpotong, sang penculik menghubungi ayahnya yang seorang kapten polisi. Namun, sang ayah dan istrinya yang ahli forensik mengabaikan telepon itu demi menemani sang adik lomba. Setelah membantai korban, pelaku meninggalkan jasadnya. Saat pasutri itu tiba di TKP untuk menyelidiki mayat tragis tersebut, mereka tidak sadar bahwa korban adalah putri kandung mereka sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah mendengar laporan autopsi dari ibuku dalam rapat kasus, para polisi yang hadir terlihat sangat serius. Karena kondisi tubuhku yang terlalu mengenaskan, identifikasi melalui wajah tidak memungkinkan untuk dilakukan. Gedung mangkrak tempat mayatku ditemukan bukanlah tempat kejadian pertama dan hal ini membuat penyelidikan jadi semakin sulit.

Ayah memerintahkan para polisi untuk menyelidiki sekitar lokasi pembuangan mayat dan mencari petunjuk apakah ada orang yang mencurigakan.

"Minta ahli forensik untuk melakukan autopsi sekali lagi, siapa tahu ada temuan baru. Lalu, segera kirim DNA yang diambil ke pusat laboratorium," kata ayahku kepada Ibu sebelum dia bergegas pergi bersama timnya.

Perhatian mereka terhadap sebuah mayat lebih besar daripada perhatian mereka padaku. Ibu pernah membelai rambut Yuki dan mengatakan bahwa menjadi ahli forensik yang bisa mengungkap kebenaran untuk para korban adalah profesi yang mulia.

Aku melihat Yuki mengangguk setuju. Namun ketika Ibu berbalik, Yuki malah mengusap rambutnya dengan jijik. Saat itu aku menampar Yuki, tapi akibatnya malah aku yang dihukum oleh Ayah dengan mencukur kepalaku.

Sekarang, Ibu membelai rambut mayatku dengan sedih dan berbisik, "Pasti keluarganya sangat terpukul kalau melihatnya meninggal dengan cara sekejam ini."

Aku tersenyum getir. Keluargaku mungkin justru akan senang dengan kematianku. Mungkin hanya kakakku yang akan sedikit bersedih. Ibu yang memakai sarung tangan itu menggerakkan tangannya di punggungku.

Di sana terdapat bekas luka bakar yang besar ... luka yang kudapatkan ketika diculik dulu.

Ketika pertama kali dibawa pulang, Ibu melihat luka bakar itu dengan tatapan terkejut bercampur jijik saat aku mengganti pakaian, "Kenapa punggungmu bisa seperti itu? Jijik sekali, jangan sampai menakuti Yuki."

Apakah sekarang Ibu akan mengenaliku lewat bekas luka ini? Aku tak kuasa merasa gugup dan meneteskan keringat dingin di dahiku. Namun sedetik kemudian, Ibu hanya berbisik dengan tak acuh, "Bekas luka ini bukan dari kejadian ini."

Tiba-tiba asistennya berseru kaget, "Kak Penny, ada kertas di lambung korban!"

Ibu memelotot dengan kaget dan mengambil kertas itu, lalu menghela napas pelan. "Kertas ini sudah terkorosi oleh asam lambung. Nanti kita lihat apakah tim forensik bisa menganalisanya."

Tiba-tiba ponsel Ibu berbunyi, memainkan lagu favorit Yuki. Ibu segera melepas sarung tangan dan bergegas ke lorong. Suaranya juga berubah menjadi sangat lembut, "Sayang, kenapa? Ibu lagi kerja."

"Besok ya?" Ibu terdiam sejenak, lalu melanjutkan, "Ayah dan Ibu pasti akan hadir untuk beri semangat padamu. Kakakmu belakangan ini lagi dinas, jadi nggak bisa pulang."

Suara Yuki terdengar ke telingaku, "Aku paling sayang sama Ibu! Tapi, aku masih tetap berharap Kak Eira bisa datang untuk nonton pertandinganku. Kalau ada dia yang beri semangat, aku pasti bisa menang!"

"Nggak masalah kalau Kak Eira nggak mau datang. Wajar saja kalau dia nggak suka sama aku. Mau gimana pun, aku memang sudah memonopoli Ayah dan Ibu selama ini."

Jelas sekali, Yuki selalu memusuhiku sejak hari pertama aku kembali ke rumah. Di belakang, dia sering kali menjebakku. Namun, di depan Ayah dan Ibu, dia ssuka berpura-pura menunjukkan betapa akrabnya kami sebagai saudara.

Berdasarkan pengalamanku, Ibu kemungkinan besar akan memarahiku lagi saat ini. Benar saja, suaranya tiba-tiba meninggi, "Kamu itu kesayangan kami, memangnya siapa Eira itu? Dia nyuri uang keluarga dan diam-diam menindasmu. Dia nggak pantas jadi anakku."

"Tenang saja. Mau kakinya patah sekalipun, Ibu akan tetap suruh dia naik kursi roda untuk melihatmu bertanding!"

Yuki tertawa kecil, lalu berkata dengan nada manja, "Hari ini Ayah meneleponku dan memintaku untuk hati-hati. Ibu, kalau ada waktu, jangan lupa ingatin Kak Eira juga."

"Kamu jaga diri yang baik. Yang penting Eira jangan sampai mati di depan mataku saja, aku nggak peduli dia mau pergi ke mana pun." Ibu selalu merasa tidak suka setiap kali namaku disebutkan.

Mungkin karena sebagai anak yang baru ditemukan kembali, aku tidak pernah menerima pendidikan yang baik dan tidak pantas dibanggakan di depan orang lain. Bahkan setelah aku ditemukan sekalipun, mereka tidak mau mengganti nama belakangku menjadi Eira Forest. Di hati Ayah dan Ibu, satu-satunya anak perempuan mereka hanyalah Yuki.

Saat mereka mengkhawatirkan tentang keselamatan Yuki, tidak ada seorang pun yang ingat bahwa aku adalah putri kandung mereka. Aku bertanya-tanya, bagaimana reaksi mereka jika mereka mengetahui penyebab kematianku? Sebab pada akhirnya, kematianku terjadi karena Yuki dan juga sebagian karena mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku, Musuhku dan Para Pemburu
9.0
Dunia Jamie berubah drastis saat ia menginjak usia lima belas tahun. Gadis penakut ini tiba-tiba memiliki kekuatan supranatural untuk melihat makhluk gaib yang mengerikan. Di tengah kepanikannya, muncul Josh, seorang penyihir yang selalu mengganggu dan mencurigainya. Ke mana pun Jamie pergi, Josh selalu ada di sana. Namun, bahaya lebih besar mengintai mereka. Sosok misterius mulai memburu Josh dan mengawasi Jamie. Takdir apa yang sebenarnya mengikat mereka?
Sampul Novel Ibuku Seorang Misoginis
9.4
Sejak lahir, tokoh utama dalam novel "Ibuku Seorang Misoginis" menghadapi kebencian ekstrem dari ibu kandungnya yang membenci sesama wanita. Mengenakan rok, memakai lipstik, hingga mendekati ayahnya selalu berujung kekerasan fisik. Menjelang ujian perguruan tinggi, sang ibu menyebarkan fitnah di sekolah bahwa putrinya merayu sang ayah sendiri. Akibat rumor keji ini, sang putri melompat dari lantai lima belas, sebuah akhir tragis yang justru memuaskan ibunya.
Sampul Novel MEMBUAT AZAB
9.5
Dalam kisah mencekam ini, rasa iri yang mendalam terhadap pencapaian orang lain terbukti mampu memicu konsekuensi yang sangat fatal. Dendam dan kecemburuan yang tidak terkendali berubah menjadi kekuatan gelap yang mengancam nyawa. Bagaimana sebuah kesuksesan bisa berujung pada teror mematikan? Ungkap misteri di balik kebencian yang melampaui batas logika manusia, di mana setiap keberhasilan seseorang justru menjadi awal dari malapetaka yang mengerikan.
Sampul Novel Penyesalan Ibu setelah Aku Mati
8.1
Ketika seorang gadis meregang nyawa di tangan pembunuh keji di rumah sebelah, sang ibu justru mengabaikan panggilan daruratnya demi menemani sang adik yang bersiap ujian. Menganggap permohonan tolong putrinya sebagai kebohongan belaka, ia menutup telepon dengan makian. Tiga hari berselang, sebuah kasus pembunuhan sadis terungkap. Sebagai ahli forensik, ibu tersebut diminta memeriksa sesosok mayat tanpa kepala di meja autopsi, tanpa menyadari bahwa jasad yang ia bedah adalah putri yang selalu ia benci.
Sampul Novel Pernikahan Sempurnaku, Rahasia Mematikannya
9.4
Tiga bulan menikah dengan miliarder Baskara Aditama terasa indah hingga Diana, mantan kekasihnya, menyerang. Alih-alih membela, Baskara justru melindungi Diana dan membiarkannya menyiksaku secara brutal. Saat nyawaku terancam oleh kepungan pria misterius, suamiku justru memutus telepon. Setelah nekat melompat demi selamat, aku menghubungi Paman Suryo. Baskara tak sadar bahwa istri yang dia khianati adalah bagian dari Keluarga Wallace yang siap menghancurkannya.
Sampul Novel PESUGIHAN BONDHO TURAH
8.6
Rusaknya akses menuju Desa Kayu Dawung menjadi pemicu rangkaian peristiwa kelam yang melibatkan keserakahan, kedengkian, dan kekuatan sihir. Di balik jalur yang hancur tersebut, takdir mempertemukan berbagai jiwa serta entitas roh yang sebelumnya tidak pernah saling mengenal. Kisah panjang ini mengupas sisi gelap ketamakan manusia yang berpadu dengan misteri cinta yang rumit, menciptakan jalinan nasib yang tak terduga bagi setiap orang di dalamnya.