Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istriku Sibuk, Hatiku Kosong

Istriku Sibuk, Hatiku Kosong

Kehidupan rumah tangga Damien kini terasa hampa. Sejak naik jabatan, Nadine Larasati jarang pulang dan terus menolak permintaan Damien karena alasan kelelahan bekerja. Dengan penghasilan lebih rendah, Damien pun terpaksa menjadi bapak rumah tangga sepenuhnya. Namun, kecurigaan muncul saat Nadine tiba-tiba membawa seorang asisten rumah tangga muda ke rumah mereka. Kedatangan gadis misterius itu membawa firasat buruk yang membuat hati Damien kian sesak dan gelisah.
Bab
Bagikan

Bab 2

Malam itu, Damien terjaga lebih lama dari biasanya. Di ruang tamu, suasana terasa semakin berat. Lia sudah berada di kamar tidur yang disediakan Nadine untuknya, sementara Damien duduk di ruang tamu, menatap televisi yang tak menyala, hanya ditemani suara detak jam dinding yang lambat. Jam sudah menunjukkan pukul dua pagi, tetapi Nadine belum pulang.

Pikiran Damien menggelayuti, membentuk alur yang lebih gelap dari yang bisa ia bayangkan. Selama bertahun-tahun, ia sudah terbiasa dengan kesibukan Nadine, tapi tidak pernah ada jarak sejauh ini. Nadine tampaknya semakin menjauh, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kata yang terucap, setiap sikap yang dia tunjukkan, semakin meyakinkan Damien bahwa ia hanya menjadi bagian dari latar belakang kehidupan istrinya.

Namun, ini bukan hanya tentang peran yang harus ia jalani. Ini tentang pengabaian. Nadine tampak begitu tidak peduli pada perasaannya. Seperti semuanya berjalan lancar meskipun Damien merasa semakin terasingkan.

Ponsel Damien bergetar, menariknya dari lamunan. Sebuah pesan dari Nadine.

"Maaf, aku belum pulang malam ini. Ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kamu tidur lebih dulu."

Damien menggelengkan kepala. Kata-kata itu seperti rutinitas, seperti jawaban yang sama setiap kali ia menghubungi Nadine. Tidak ada yang baru. Tidak ada yang terasa berbeda.

Ia menulis balasan singkat: "Baik. Hati-hati di jalan."

Setelah mengirimkan pesan itu, Damien melemparkan ponselnya ke atas meja, lalu berdiri. Langkahnya terasa berat saat ia berjalan ke kamar tidur. Biasanya, ia dan Nadine akan berbicara sebelum tidur, berbagi cerita atau sekadar saling bercanda, tetapi malam ini, kamar itu terasa begitu hampa.

Damien menatap tempat tidurnya yang kosong, dan seolah-olah ia bisa merasakan kehadiran Nadine yang begitu jauh. Saat itulah ia mendengar suara pintu depan terbuka. Nadine pulang, dan seperti biasa, ia tidak berbicara banyak.

"Aku lelah," ujar Nadine, memasuki kamar dengan langkah cepat. Wajahnya terlihat lelah, tapi juga tampak seperti seseorang yang berusaha menutupi sesuatu.

Damien mendekati Nadine yang sedang membuka pakaian dengan gerakan terburu-buru. "Kau... lagi-lagi tidak ada waktu untuk berbicara?" tanyanya, suaranya bergetar antara frustrasi dan rasa kecewa.

Nadine menatapnya, matanya sedikit mengernyit. "Damien, jangan mulai lagi. Aku sudah bilang, aku lelah," jawabnya dengan nada datar.

Damien merasakan panas di dadanya. "Lelah? Atau hanya tidak peduli?" tanyanya, dengan suara yang mulai meninggi.

Nadine berhenti sejenak, menatapnya dengan tatapan tajam. "Apa maksudmu?"

"Tadi pagi kau membawa gadis itu ke rumah, Nadine. Gadis yang kau sebut pembantu. Apakah itu alasan kenapa aku terus diabaikan? Karena ada orang lain yang harus kau urus?" suara Damien penuh kemarahan yang tak bisa lagi disembunyikan.

Nadine terdiam beberapa detik, kemudian melemparkan pakaian yang sudah ditanggalkan ke tempat tidur. "Dia hanya pembantu, Damien. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan."

"Begitu?" Damien tertawa pahit. "Jadi aku hanya perlu diam dan menerima semuanya? Kau membawa seorang asing ke rumah kita, Nadine. Dan aku tidak tahu apa yang sedang terjadi denganmu."

Nadine menghela napas berat, mencoba menenangkan dirinya. "Kau tidak mengerti. Aku sedang mencoba mengatur semuanya. Aku mencoba menjaga karierku, menjaga rumah, dan segala hal lainnya. Aku tidak bisa terus-menerus mengurus semuanya sendirian."

"Dan aku? Apakah aku tidak penting dalam hidupmu lagi?" suara Damien bergetar. "Apakah peran kita sebagai pasangan sudah tidak berarti apa-apa?"

Nadine menatapnya, sejenak tampak bingung, lalu ada kilatan di matanya yang sulit dipahami. "Kau tahu aku berusaha, bukan? Semua yang aku lakukan demi kita. Demi masa depan kita."

Damien merasa jantungnya seperti dihimpit batu. "Tapi kita sudah terpisah, Nadine. Apa yang kita miliki sekarang? Apakah ini yang kita sebut masa depan? Aku merasa seperti orang asing dalam rumah ini."

Nadine terdiam, menundukkan kepala sejenak. Tidak ada yang bisa dia katakan. Damien bisa merasakan ketegangan itu, seolah-olah mereka berdua berjarak semakin jauh.

"Seandainya saja kita bisa berbicara lebih banyak," kata Damien, suaranya lebih lembut sekarang. "Seandainya saja kita bisa menemukan cara untuk kembali... ke yang dulu."

Namun, Nadine hanya menggelengkan kepala, kemudian berjalan ke tempat tidurnya dan berbaring, membelakangi Damien. "Aku lelah, Damien. Aku tidak bisa terus-menerus berbicara tentang ini. Aku butuh istirahat."

Damien berdiri di tempatnya, merasa semakin terasing. Ia tahu, meskipun mereka berdua berada dalam satu kamar, rasanya mereka semakin jauh, dan ada jarak yang tidak bisa dijembatani dengan kata-kata atau bahkan sentuhan.

Dia berbalik dan berjalan keluar dari kamar, menuju ruang tamu yang sepi. Di sana, di tengah hening yang menekan, Damien merasa dirinya kehilangan arah. Ke mana lagi ia harus melangkah jika jalan yang dihadapinya semakin terjal dan gelap?

Lia, yang baru saja datang, seolah menambah beban yang semakin berat. Namun, Damien tahu ini bukan hanya soal seorang gadis yang menginap di rumah mereka. Ini tentang Nadine yang semakin tidak terlihat. Ini tentang dirinya yang semakin terlupakan. Dan semakin ia mencoba untuk mendekat, semakin terasa perbedaan yang ada di antara mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Setelah Menikah
9.4
Bunga, wanita cantik dengan bayang-bayang masa lalu, dipertemukan dengan Rio Xen Zhin. Rio adalah CEO asal Jepang yang kaya, berwibawa, namun sangat dingin. Sosoknya sangat mirip dengan mendiang mantan tunangan Bunga yang telah tiada. Rio memutuskan untuk menikahi Bunga hanya demi membalas sebuah jasa. Di tengah pernikahan tanpa cinta ini, mampukah Bunga merelakan masa lalunya dan menghadapi kenyataan bersama pria yang memiliki wajah serupa?
Sampul Novel Cinta Terlarang & Rahasia
9.4
Karina, gadis dari keluarga retak, terjebak asmara terlarang dengan Evan, kakak sahabatnya yang sudah beristri. Saat hubungan rahasia ini terungkap, ia pun dihujat dan dimusuhi Siska. Karina memilih pergi sambil mengandung buah hati mereka tanpa sepengetahuan siapa pun. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali ke Jakarta membawa seorang putra. Kini, rahasia besar mengenai ayah biologis sang anak terancam terbongkar. Sanggupkah ia terus menutupi fakta dari masa lalunya?
Sampul Novel Dikhianati Suami, Diremehkan Mertua
9.1
Tujuh tahun lamanya Alena bersembunyi demi melindungi putranya dari jangkauan Keluarga Whitmore. Namun, ketenangannya hancur saat ia diculik dan dibawa ke kastil tua yang terisolasi. Di sana, Dorian Whitmore sang mantan suami menuduhnya menyembunyikan anak laki-laki lain. Alena bersikeras bahwa ia hanya melahirkan Julian Ezra Callahan, sementara kembaran Julian telah tiada saat persalinan. Kini, ia harus menghadapi konfrontasi dingin Dorian di tengah misteri masa lalu.
Sampul Novel Dituduh Mandul
9.5
Kebahagiaan Amel hancur saat memergoki Yuda, suaminya, berselingkuh dengan Rania. Ironisnya, Amel justru difitnah tidak setia dan dituduh mandul hingga akhirnya diusir serta diceraikan secara sepihak. Demi menyambung hidup, ia terpaksa bekerja sebagai pelayan pribadi bagi Zack Lee, seorang pengusaha muda sukses yang eksentrik. Amel kini harus menuruti kebiasaan aneh Zack yang gemar menyusu dan menuntut kehadirannya untuk menemani tidur setiap malam.
Sampul Novel Hasrat Kedua
9.7
Senja Malini berjuang keras menghidupi dua putrinya sebagai janda sebelum akhirnya dipersunting pengusaha kaya, Dafa Suryaningrat. Meski awalnya hidupnya membaik dan diterima keluarga mertua, kebahagiaan itu sirna saat rahasia Dafa terungkap. Suaminya ternyata mencintai wanita lain bernama Lily. Di tengah kemelut rumah tangga yang hampir hancur, Bagas sang kakak ipar justru jatuh hati padanya. Senja kini terjebak antara mempertahankan pernikahan atau berpaling pada Bagas.
Sampul Novel Mama Polos Dan Bayi Jenius
9.2
Insiden salah kamar enam tahun silam mengubah hidup seorang wanita selamanya. Tanpa mengingat wajah pria di malam itu, ia terpaksa melarikan diri untuk membesarkan buah hatinya sendirian. Takdir kembali mempertemukan mereka saat ia bekerja sebagai sekretaris di kantor pria tersebut. Meski sang bos tampak tidak mengenalnya, ada ketertarikan yang tak tertahankan di antara mereka. Rahasia masa lalu kini mengancam ketenangan hidup yang ia bangun.