Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel ISTRI YANG TERSISIHKAN

ISTRI YANG TERSISIHKAN

Aisyah Zuhaira, wanita berhijab yang menentang restu orang tua demi hidup bersama suaminya, Andre. Ia mendambakan kebahagiaan, namun realita pahit menghantam saat suami dan mertuanya berubah menjadi sangat kejam karena alasan tertentu. Di tengah penderitaan itu, sebuah fakta menyakitkan akhirnya terungkap ke permukaan. Kini Aisyah terjepit dalam dilema besar; apakah ia akan terus bertahan dalam pernikahan ini atau memilih pergi meninggalkan segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Seperti biasa, jam 02.00 pagi Aisyah terbangun untuk memasak dan menyiapkan jualannya. Setelah selesai dia pun membersihkan diri lalu menunaikan salat subuh, tak lupa wanita itu pun menaruh nasi uduk di atas meja untuk sarapan mertuanya.

Terlihat hari masih sangat gelap, karena Jam menunjukkan pukul 05.00 lebih, tapi Aisyah sudah berangkat untuk mengais rezeki.

"Nasi uduk! Nasi uduk! Sarapannya Bu, Pak!" teriak Naura sambil mendorong sepedanya.

.

.

Bu Lisa terbangun saat jam sudah menunjukkan setengah delapan pagi, dia melihat ke arah meja makan di mana sudah tersedia teh di dalam termos jadi tidak dingin.

Wanita itu membuka tudung saji dan melihat dua bungkus nasi uduk, kemudian dia memutar bola matanya dengan malas.

"Wanita sialan itu, kenapa setiap hari memberiku nasi uduk? Lama-lama aku jadi gatal-gatal makan nasi uduk terus menerus. Apakah tidak ada makanan yang lebih mewah? Rugi sekali Andre menikahinya!" rutuk Bu Lisa sambil menggebrak meja dengan kesal.

Tapi perutnya sudah keroncongan, jadi mau tidak mau dia pun menyantap nasi uduk itu, walaupun memang Bu lisa akui jika nasi uduk buatan Aisyah sangatlah enak, apalagi sambal kacangnya.

Akan tetapi tetap saja, dia tidak suka kepada Aisyah. Apalagi saat wanita itu sudah dicoret dari hak waris milik keluarganya.

Andre baru saja pulang saat bu Lisa sudah selesai menyantap sarapannya, kemudian dia langsung duduk di meja makan.

"Kamu dari mana saja sihx Ndre? Kenapa jam segini baru pulang? Semalam kamu ngapain sama Aisyah bertengkar?" tanya Bu Lisa sambil menatap ke arah putranya.

"Semalam aku ngambil uang dia Bu. Lagian dia punya simpanan banyak nggak mau bagi-bagi sama suami sendiri. Iya ditambah, Putri juga minta aku buat beliin baju, jadi aku nggak punya uang. Ya sudah aku ambil aja tabungan dia," jawab Andre sambil meminum kopi yang sudah tersedia di atas meja.

"Tunggu dulu! Putri? Putri siapa yang kamu maksud?" Bu Lisa menatap dengan bingung ke arah putranya.

"Ya ampun! Masa Ibu lupa sih? Putri anaknya Pak Darsono, juragan cabe di sini. Ibu kan tahu dulu aku sama dia pacaran, tapi Ibu tidak merestui dan lebih memilih Aisyah. Karena dia lebih kaya, tapi sekarang apa? Dia sudah dicoret kan dari keluarganya, jadi ya sudah untuk apa aku mempertahankan dia? Lebih baik aku mengejar Putri," jelas Andre dengan enteng.

"Jadi selama ini kamu dan Putri ada hubungan?" Bu Lisa sangat kaget saat mendengar penuturan dari putranya.

Andre langsung menganggukkan kepalanya, "Iya, karena kami masih saling mencintai. Dan rencananya kami akan menikah," jawab Andre.

Bu Lisa manggut-manggut, kemudian dia pun berkata, "Ya kalau ibu sih setuju aja, tapi bagaimana dengan istrimu? Apa dia setuju?"

Mendengar itu Andre terkekeh kecil, "Aku tidak peduli. Mau dia setuju atau tidak, aku akan tetap menikahi Putri."

Bu Lisa pun menyetujui usul Andre, karena Putri adalah anak juragan di desa itu, dan sudah pasti kehidupan mereka akan terjamin dibandingkan hidup dengan Aisyah yang hanya penjual nasi uduk keliling.

.

.

Setelah mengerjakan semua pekerjaannya, Aisyah pun keluar dari rumah, namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat Bu Lisa memanggil dirinya.

"Mau ke mana kamu?"

"Aku mau bayar listrik sama cicilan AC Bu," jawab Aisyah.

"Bukannya uang kamu sudah diambil ya sama Andre?" Wanita itu melipat kedua tangannya di depan dada sambil menyandarkan tubuhnya di ambang pintu kamar.

Aisyah mengangguk, "Benar Bu, dan mau tidak mau Aisyah memakai modal dagangan dulu. Kalau begitu Aisyah pamit dulu ya Bu, assalamualaikum." Wanita itu pun pergi setelah pengucapan salam.

Akan tetapi Bu Lisa tidak perduli, dia tidak menjawab salam dari Aisyah.

Sepanjang perjalanan Aisyah menyeka keringatnya, karena matahari juga sudah lumayan terik. Dia mengendarai sepeda untuk menuju loket pembayaran listrik, di mana setengah jam dari rumahnya.

Setelah urusannya selesai, Aisyah mampir ke warung untuk membeli bahan-bahan dagangannya, karena dia berinisiatif besok untuk menambah jualannya membuat dadar gulung.

"Lihat deh jeng, Aisyah pakaian jelek, wajah kusam, tidak menarik sama sekali. Kasihan sekalian Andre, dulu hidupnya sangat enak. Dia kerja di pabrik dan mempunyai jabatan yang tinggi, tapi setelah menikah dengan Aisyah hidupnya sengsara. Sepertinya wanita itu pembawa sial deh," ucap salah satu ibu-ibu menyindir Aisyah saat dia berbelanja di warung.

Akan tetapi Aisyah tidak mau menanggapi, kemudian dia mengeluarkan uang dari dompetnya lalu membayar belanjaannya.

"Lihat gayanya, sombong sekali kan? Penjual nasi uduk keliling aja sombongnya selangit, pantes aja Andre lebih memilih si Putri. Sampeyan lihat kan, beberapa hari ini Andre sering jalan sama Putri. Aku rasa sih mereka balikan lagi, lihat saja istrinya seperti itu, Andre mana betah di rumah?"

Aisyah yang mendengar penuturan dari ibu tersebut pun akhirnya membalikkan badannya, "Maksud Ibu, Putri siapa ya? Mas Andri jalan sama siapa, Bu?" tanya Aisyah dengan penasaran.

Namun bukannya menjawab, Ibu tersebut malah tersenyum sinis. "Sudahlah, kita pergi aja yuk dari sini! Nggak guna juga ngeladenin orang kaya dia," ajak Ibu tersebut pada temannya.

"Iya, yuk pergi. Biarkan saja, lagi pula sudah pasti Andre lebih betah lah sama Putri ketimbang sama wanita yang jelek kayak dia. Suami mana betah kalau istrinya kampungan begitu," timpal teman ibu itu.

Aisyah memejamkan matanya, di dalam hati dia terus aja beristighfar karena mendapatkan cacian dan makian dari warga sekitar.

Jangankan untuk berpakaian mewah, Andre bahkan tak pernah membelikannya baju. Jangankan untuk danda, beli lipstik aja tak mampu. Uang Aisyah habis buat kebutuhan mereka sehari-hari, ditambah bu Lisa yang suka belanja.

Awal mula dia menikah dengan Andre warga di sana sangat baikx ramah dan tamah kepada dirinya, tapi seiring berjalannya waktu mereka berubah karena hasutan dan juga fitnah dari ibu mertuanya.

Aisyah pun melangkah pergi menuju rumah, dan di sana dia melihat Andre yang sudah siap dengan kemejanya, bahkan pria itu terlihat begitu rapi dan wangi.

"Mas, kamu mau ke mana sudah rapi saja?" tanya Aisyah dengan lembut sambil mencium tangan Andre.

"Aku mau ke mana, itu bukan urusan kamu!" jawab Andre dengan ketus.

Dia melenggang meninggalkan kamar, namun tangannya ditahan oleh Aisyah. "Mas, aku mau bertanya sesuatu sama kamu?"

"Nanya apa? Cepetan aku nggak punya banyak waktu!"

"Aku dengar dari ibu-ibu kalau kamu dekat dengan seorang wanita. Apa itu benar, Mas?" tanya Aisyah memastikan.

Dia tidak mau berprasangka buruk kepada suaminya, dan Aisyah tidak mau percaya pada ucapan orang lain, karena dia percaya jika suaminya tidak mungkin menghianati dirinya.

"Lepas! Aku mau pergi. Lagi pula, kalau aku dekat dengan wanita lain memangnya kenapa!" jawab Andre dengan nada yang ketus.

"Mas, jika itu benar, kenapa kamu tega sama aku? Kita kan sudah menikah dan---"

"Cukup ya Aisyah! Hentikan omong kosongmu! Kita memang sudah menikah, tapi lihatlah hidupku sekarang! Menderita. Aku pikir setelah menikah denganmu, hidupku kan bahagia, tapi nyatanya apa? Kamu hanyalah wanita pembawa sial." Andre mendorong tubuh Aisyah hingga wanita itu terjerembab ke atas ranjang.

Kemudian dia mendekat ke arah wanita tersebut lalu mencengkram lehernya. "Kau dengar ya! Mau aku dekat dengan wanita lain atau tidak, itu bukan urusanmu. Kamu hanyalah seorang istri, dan tugasmu adalah memasak dan mengurus rumah ini, paham!"

Andre menghempaskan leher Aisyah, membuat wanita itu terbatuk karena cengkramannya begitu kuat. Setelah itu Andre pun pergi dari kamar meninggalkan Aisyah yang kini sudah meneteskan air mata.

"Ya Allah, jika memang benar suamiku bermain api di belakang, berilah ia hidayah bahwa apa yang ia lakukan salah," gumam Aisyah dengan lirih.

BERSAMBUNG....

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PFR" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PFR
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Meninggalkan Suamiku Karena Mantan Kekasihnya
7.8
Di pesta ulang tahun ke-60, kebahagiaanku hancur saat suami dan anak-anakku mengabaikanku demi Nina Sanders, sang mantan kekasih yang kembali. Selama empat puluh tahun aku berkorban, namun mereka justru menangis haru menyambut Nina yang kini menderita Alzheimer. Saat mereka memperlakukanku layaknya musuh di depan wanita itu, aku menyadari posisiku telah tergantikan. Dengan hati yang hancur, aku memilih menyebut diriku orang asing dan pergi meninggalkan mereka.
Sampul Novel Antara Dua Hati
8.8
Razi memutuskan menikahi gadis desa pilihan ibunya setelah lamarannya ditolak oleh Maida karena status sosial. Meski awalnya didasari rasa kecewa, prahara muncul saat Razi membawa istrinya pindah ke Jakarta. Maida yang ternyata menyimpan rasa mulai terobsesi merebut Razi kembali. Situasi semakin pelik saat kakak angkat Maida ikut campur memperkeruh suasana. Di tengah tekanan dan gangguan ini, mampukah pernikahan Razi dan Hana bertahan dari kehancuran?
Sampul Novel Cinta Om Duda
7.9
Rehan Hadinata adalah CEO sukses sekaligus duda dengan satu anak yang merindukan kasih sayang wanita. Meski banyak yang mengejarnya, tak ada satu pun yang berhasil memikat hatinya. Suatu hari, ia mencoba aplikasi kencan daring dan tertarik pada sosok bernama Nesya Cintia Ayu. Rehan pun memberanikan diri untuk mengirimkan pesan dan memulai perkenalan. Akankah interaksi mereka berkembang menjadi hubungan yang lebih serius dan penuh komitmen di masa depan?
Sampul Novel Istri Kontrak Kembali Bersinar
9.3
Pasca kecelakaan tragis, Amalia menyadari cintanya telah mati saat Rayan justru lebih mempedulikan Eliza. Selama delapan tahun, ia bertahan sebagai istri kontrak demi pengobatan ibunya meski terus dihina. Begitu kontrak usai, Amalia memilih bercerai dan membangun karier sebagai peneliti bioteknologi di Norwegia. Saat Rayan datang memohon kesempatan kedua di tengah badai salju, Amalia hanya menatapnya dingin sebagai mantan suami yang gemar berselingkuh.
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Fatma menghadapi cobaan berat saat divonis menderita kanker rahim stadium lanjut yang memupus harapannya memiliki anak. Demi kebahagiaan Satria, ia rela meminta suaminya menikah lagi. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Satria selama ini tidak pernah mencintainya. Meski Satria sempat menolak karena enggan menyakiti hatinya, Fatma tetap memohon dengan penuh air mata agar permintaan terakhirnya dipenuhi sebagai bentuk pengorbanan cinta yang tulus.
Sampul Novel Ketika Cinta Berubah Menjadi Abu
8.9
Dunia Savi hancur saat Jaka, rockstar yang ia puja sejak remaja, mengkhianati janji manisnya. Di sebuah bar Senopati, Savi mendengar rencana kejam Jaka untuk menyingkirkannya dengan sandiwara tunangan palsu. Tak hanya dihina sebagai pengganggu, Savi bahkan dibiarkan terluka fisik demi wanita lain. Muak dengan kekejaman dan rasa malu di depan umum, Savi memutuskan untuk bangkit. Ia memutus semua akses komunikasi dan memulai hidup baru di Florence tanpa bayang masa lalu.