
ISTRI YANG TAK KU KENAL
Bab 2
Setelah meninggalkan kembali pekarangan rumahnya dengan alasan akan berbelanja, Iva pergi dengan supirnya menuju ke area gedung-gedung pencakar langit di tengah kota London. Tujuannya hanya satu yaitu segera sampai di kantor milik keluarganya untuk bertemu dengan anak semata wayang yang dari tadi dihubungi tidak bisa sama sekali.
Berjalan memasuki area Lobi membuat beberapa orang menunduk hormat kepadanya dan menegurnya dengan sopan. Siapa yang tidak tau wanita paruh baya yang masih sangat cantik ini adalah istri pemilik gedung dan beberapa gedung lainnya yang ada di kota London. Belum lagi toko perhiasan, hotel, pusat perbelanjaan, serta lahan-lahan kosong yang sebagian di kembangkan menjadi perumahan elit adalah milik keluarga Cale.
“Selamat pagi Nyonya Cale...” sapa Denis sekretaris Nicho dengan hormat kepada Iva.
“Hem.” Sahut Iva jengah dengan penampakan sekretaris anaknya yang super genit dengan pakaian super seksi dan langsung melipir masuk ke dalam kantor anaknya.
“Dia itu sekretaris atau pemandu karaoke sih?” batin Iva dalam hati.
“Nicho?!” pekik Iva saat melihat jasad ponsel berserakan di bawah lantai kantor tersebut.
Nicho yang di panggil namanya hanya bergeming di tempatnya, kedua tangan di lipatnya di meja kantor dengan wajah tertunduk sembunyi dibalik kedua tangan tersebut. Iva lalu mendekat dan mengusap lembut kepala anaknya lalu mengangkat kepala tersebut. Terlihat wajah Nicho yang memerah karena dengan pelupuk mata yang sedikit basah.
“Kau masih menangisi Angel?” tanya Iva dengan lembut kepada anaknya.
“Apakah aku salah ma?” sahut Nicho juga di jawab dengan pertanyaan.
“Tidak salah Nak. Mama tau segala sesuatu yang bersangkutan dengan masalah hati memang tidak sesederhana segala perkara yang ada di dunia ini. Tapi ingatlah satu hal, jika pikiran juga bisa menguasai hati, bukan hanya hati yang mampu menguasai pikiran seseorang. Oleh karenanya banyak orang berkata mencintai boleh tapi harus pakai logika.” Nasehat Iva kepada Nicho sambil tersenyum.
“Jika kau memang tidak menikah yang sudah, mama tidak akan memaksa. Walau mama harus kecewa tapi itu lebih baik dari pada kau yang tersiksa dengan pilihan mama.” Ucap Iva sambil menyeka air matanya.
“Apakah memang harus secepat ini ma?” tanya Nicho kepada Iva. Satu-satunya wanita yang bisa diajaknya berbincang panjang dan lebar selain Angel.
“Ini sudah terlambat nak, apakah kau tidak tau perusahaan kita sedang goyah sejak papamu di vonis menderita kanker? Di saat papamu masih kuat mereka semua adalah rekan bisnis yang baik. Tapi di saat papamu lemah... rekan bisnis pun bisa menjadi lawan jika sudah menyangkut urusan Tahta dan Harta.” Terang Iva dengan lembut kepada anaknya.
“Aku... tidak mengenal wanita yang akan mama bawa ke rumah sebagai calon istriku. Bagaimana aku bisa menjadikannya nyonya Cale seperti papa menjadikan mama nyonya Cale yang terhormat.” Ucap Nicho dengan frustasi.
“Maka pergilah berkenalanlah dengannya Nicho.” Usul Iva kepada anaknya.
Nicho merasa begitu enggan dengan usul sang ibu, ia kembali mengingat penolakan Angel. Keadaan memang sangat mendesak untuk masalah perusahaan, benar apa yang dikatakan oleh mamanya. Nicho juga sejujurnya sudah lelah dengan merayu Angel terus menerus, namun Angel justru mengatakan akan datang dua tahun lagi dan merebutnya.
Bukankah itu tindakan yang gila? Tapi bukankah selama ini Nicho memang sangat mencintai Angel gadis yang selalu memiliki ide-ide absurd. Kembali Nicho berpikir ini hanya pernikahan demi menyelamatkan nama keluarganya dan juga perusahaan mereka. Dia sudah menunggu Angel hampir tiga tahun, maka untuk menunggu dua tahun kedepan lagi bukanlah sesuatu yang sulit baginya.
Apalagi Nicho paling tidak tega melihat air mata jatuh dari pelupuk mata sang mama tercinta. Ia memilih jalan ini walau tau ini salah, tapi seperti yang tadi di katakan oleh Iva bahwa masalah hati memang sangat rumit dan tidak bisa di prediksi bukan?
“Baiklah ma, aku akan menikah sesuai dengan keinginan mama.” Ucap Nicho membuat kedua mata Iva begitu berbinar dan spontan langsung memeluk anaknya dengan erat.
“Syukurlah nak... terima kasih banyak anakku sayang...” ucap Iva sambil mengusap-ngusap punggung Nicho.
“Kalau begitu ayo, sekarang kita kerumah. Mama mau kenalkan kalian berdua.” Ajak Iva kepada Nicho.
“Ma.. maaf, kalau sekarang Nicho belum bisa kemana-mana ma. Ada meeting satu jam lagi. Lalu aku masih harus ke lahan proyek pengembangan properti The Green Mountion area The Bolton ma.” Terang Nicho membuat Iva menghela nafasnya dengan berat.
“Baiklah pastikan jika semuanya sudah beres kamu langsung pulang yah nak.” Ucap Iva.
“Iyah ma, kalau tidak ada lembur yah. Mama jangan khawatir, siapkan saja semuanya sesuai keinginan calon pengantin wanitanya, aku akan setuju apapun yang dipilihnya. Mau pesta besar ataupun mau pesta tiga hari tiga malam pun tidak masalah asal dia bahagia.” Ucap Nicho yang ingin membenturkan kepalanya sendiri ketika mengucapkan kalimat penuh kebohongan tersebut kepada Iva.
“Hem... Kimberlie, namanya Kimberlie sayang. Baiklah kalau begitu mama akan mengajak Kim pergi belanja untuk perawatan tubuhnya. Kau ingat makan yang teratur okey?!” pamit sang mama sambil memperingati Nicho yang selalu lupa untuk makan siang jika sudah dipadati dengan jadwal bekerja.
“Iyah ma. Eh ma.. satu lagi.” Cegah Nicho saat Iva mau membuka pintu ruangannya.
“Ada apa Nicho?” tanya Iva.
“Apakah Kimberlie setuju-setuju saja saat dijodohkan denganku?” tanya Nicho masih berharap jika Kim bisa di ajak kompromi.
“Dia sangat setuju karena memang dia sudah mengidolakanmu sejak lama sekali, dia akan menjadi istri yang baik nak. Ingatlah di cintai itu lebih baik dari pada mencintai. Jangan membuat Kim bertepuk sebelah tangan yah... kasihan dia anak yang sangat baik. Dia..” belum selesai Iva berbicara Nicho langsung memotongnya.
“Yah... yah sudah ma, Nicho hanya ingin tau saja.” Ucap Nicho cepat-cepat karena merasa bahwa harapannya hanya tinggal harapan yang tidak akan pernah tercapai.
“Baiklah mama pamit dan tolong kau ganti sekretarismu. Mama jijik liat perempuan genit begitu.” Desis Iva membuat Nicho ketawa.
“Iyah nanti Nicho ganti, itu pilihan Galaxy ma.” Terang Nicho.
“Awas aja sampai di rumah mama jewer anak mesum satu itu.” omel Iva di barengi dengan langkah kakinya meninggalkan ruangan tersebut.
Segera melaksanakan permintaan Iva, Nicho langsung menghubungi kepala HRD yang berada di lantai tiga. “Selamat pagi tuan muda Cale?” tanya Edo.
“Edo carikan aku sekretaris berjenis kelamin pria saja yang bisa di percaya dan memiliki kemampuan ilmu bela diri sekalian untuk melindungiku. Nyonya Iva Cale tidak suka dengan Denis. Pindahkan Denis di perusahaan Fashion saja, dia cocok di sana.” Pinta Nicho tanpa basa basi.
“Baik Tuan, berikan saya waktu hari ini. Besok semua akan beres.” Terang Edo.
“Okay Good.” Nicho lalu mematikan sambungan teleponnya dan melangkah keluar untuk menuju ke gedung seberang yang merupakan Plaza milik keluarganya.
Bukan untuk berbelanja pakaian tapi untuk mengambil ponsel keluaran terbaru di salah satu konter terkenal berlogo buah apel. Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya lagi-lagi nomor yang sama ditekannya.
“Halo Tu..tuan. Maaf nona..” belum selesai asisten Angel berbicara menahan rasa gugup, Nicho langsung berbicara.
“Katakan pada bosmu. Aku menunggunya dua tahun lagi.” Ucap Nicho singkat lalu mematikan ponselnya.
Angel menyadari jika yang menghubunginya barusan adalah pria yang begitu mengejarnya, pria yang kini menyandang status mantan kekasih. Dengan memasang nada dering khusus saat tadi berbunyi membuat Angel ingin segera menyelesaikan urusan ranjangnya dengan pria yang kini menjadi produsernya itu. Suara lenguhan lelaki paru baya tersebut terdengar begitu puas akan servis yang di berikan oleh Angel kepadanya.
“Tuan Martin, apakah kau puas dengan servisku?” tanya Angel sambil mengerlingkan matanya dan begelanyut manja.
“Tentu saja Angel... my Angel hahaha! Jangan lupa minggu depan datanglah untuk tanda tangan kontrak dengan Brad Pit. Walaupun kau bukan artis wanita utamanya dalam film ini, tapi kau sangat penting dalam film ini. Akan ada beberapa scene yang menampilkan percakapanmu dengan pemeran utamanya. Setelah ini sukses aku berjanji kau akan kuberikan posisi pemeran utama pendatang baru untuk proyek bulan Maret tahun depan.” Terang Marin sambil mengusap-ngusap bibir ranum Angel.
“Ah! Terima kasih tuan Martin. Baiklah aku akan pergi keruanganku dan mandi, nanti malam aku akan datang ke apartemenmu. Kau ini sangat nakal Tuan Martin, suka sekali secara spontan meminta aku melayanimu seperti ini.” Goda Angel sambil mencubit pelan hidung Martin.
“Hahaha! Baiklah sampai jumpa nanti malam sayang.” Ucap Martin lalu mengecup lembut bibir Angel.
Bergegas Angel keluar dari ruang kerja Martin dan segera menghampiri asistennya yang telah menunggu lebih dari tiga puluh menit di depan ruangan tersebut. “Grace, apa kata Nicho saat menghubungi ku tadi? Apakah kau mengatakan jika aku bersama Martin di dalam? Cepat katakan kepadaku?” tanya Angel dengan perasaan was-was.
“Dia mengatakan akan menunggu anda dua tahun lagi Nona. Aku juga tidak mengatakan apa-apa kepadanya, aku bersumpah nona.” Terang Grace membuat sebuah senyuman lebar tercetak di wajah Angel.
“Baguslah, dia masih pria penurut seperti dulu. Tunggulah aku dua tahun lagi Nicho, setelah itu akan aku buktikan ke mamamu jika aku adalah wanita yang pantas untuk mendampingi anaknya dan bukan hanya bermodal wajah serta tubuh seksi saja. Ketika aku sudah punya cukup uang ketika itu aku akan menakhlukan seluruh keluarga Cale” Ucap Angel penuh semangat sambil menyeringai kejam.
Sementara itu Galaxy yang mengetahui keberadaan Angel selama ini, sangat mengkhawatirkan Kimberlie yang akan dinikahi oleh Nicho. Ia tau jika hanya Angel satu-satunya wanita yang sangat dicintainya dari dulu hingga saat ini. Kekhawatirannya membuat Ia bertanya niat dasar Kimberlie menyetujui pernikahan yang didasari dengan perjodohan ini.
“Apakah kau menyetujui pernikahan ini karena kau memang menyukai Nicholas Kim?” tanya Galaxy dengan serius. Wajah Kimberlie seketika memerah manahan rasa malu dan segera menundukkan kepalanya dengan cepat.
“Iyah Galaxy, aku sudah menyukai Nicho sejak jaman kita di junior High School dulu. Hanya saja saat kita naik kelas ke Senior High School Nicho pindah kan? Hanya kau yang bertahan di asrama pria tersebut dengan kumpulan geng anehmu itu.” kikik Kimberlie.
Mendengar jawab Kim hati Galaxy terasa bagai disayat oleh belati tajam, “Aku bertahan karena aku menyukaimu sejak dulu Kim, hanya saja saat kita kuliah kita berpisah dan aku sudah menepati janjiku untuk kembali ke London dan mencarimu, tidak ku sangkah kau malah akan menjadi kakak iparku.” Batin Galaxy dalam hati.
“Wah! Ternyata kau sudah lama yang memendam rasa kepada kakakku.” Kekeh Galaxy menguasai diri, menanggapinya Kimberlie mengangguk malu dan mengulum senyumnya.
“Ayo itu kamarmu yang berada di ujung koridor. Aku sendiri yang memilih kamar ini untukmu, ayo masuklah Kim. Lihat ini adalah kamar dengan pemadangan terbaik di mansion ini. Tiap pagi kau akan melihat pemandangan bunga-bunga yang segar dan disaat malam jika kau beruntung kau akan melihat kunang-kunang.” Terang Galaxy menatap wajah Kimberlie yang tersenyum begitu bahagia mendengar ucapan Galaxy.
“Yah Tuhan Lexy, terima kasih banyak. Kau masih saja ingat yah kalau aku sangat menyukai bunga yah?” Ucap Kim dengan tulus.
“Segala sesuatu tentangmu tidak mungkin aku lupakan Kim.” Gumam Galaxy begitu pelan.
“Kenapa Lexy? Kau tadi bicara apa?” tanya Kimberlie sambil mengerjabkan matanya beberapa kali.
“Aku bilang yah... aku mengingatnya, kita kan dulu satu sekolahan Kim. Apa kau lupa aku dulu sering sekali mengganggumu?” ucap Galaxy berusaha menguasai kegugupannya.
“Yah kau sangat menyebalkan saat itu.” kekeh Kimberlie.
Setelah mengantarkan Kimberlie ke kamarnya Galaxy segera pamit turun kebawah dan mengatakan kepada Kim bahwa dia harus turun tepat pukul dua belas siang saat jam makan siang, sebelum itu Galaxy mempersilahkan Kim untuk berisirahat atau mengatur barang-barangnya terlebih dahulu.
Kini pikiran Galaxy hanya satu yaitu ingin menemui Nicho dan mengingatkan agar Nicho bersikap baik kepada Kimberlie, Ia sungguh tidak tega jika Nicho menyakiti Kimberlie. Walaupun terlihat tenang dan dingin tapi Nicho adalah penyiksa paling kejam dilingkungan keluarganya.
Ia tidak segan-segan akan membuat orang-orang yang tidak disukainya menderita dan memohon ampun kepadanya. Bahkan memohon agar dibunuh saja dari pada hidup penuh dengan tekanan darinya.
“Baiknya aku menunggunya pulang atau ke apartemennya dan berbicara secara baik-baik dengannya, jika sekarang maka sama saja cari gara-gara.” Ucap Galaxy pada dirinya sendiri.
Saat dirinya begitu gelisah, terdengar suara langkah kaki memasuki mansion dan terlihat Iva datang dengan wajah yang begitu ceria. Galaxy menjadi sangat penasaran apakah ada kabar baik?
“Aunty, cantik sekali kalau aunty senyum terus seperti ini. Apakah ada kabar gembira aunty?” tanya Galaxy penasaran.
“Iyah Lexy, Aunty begitu bahagia dan memang aunty membawa kabar yang sangat bahagia. Apakah kau tau? Tadi aunty ke kantor Nicho dan banyak berbincang dengannya. Sampai pada akhirnya Nicho setuju dengan pernikahan ini Lexy. Dia akan memperistri Kimberlie, ah senangnya aku.” Ucap Iva dengan penuh semangat.
Galaxy begitu tercengang dengan apa yang diucapkan oleh Iva, dia terdiam dan bergelut dengan pikirannya sendiri. Apakah ini nyata? Galaxy yang paling tau dengan sikap Nicho dibanding semua orang yang ada dirumah ini. Nicho selalu menutupi sisi gelapnya di hadapan kedua orang tuanya.
“Pasti ada sesuatu yang salah disini, bagaimana mungkin dia langsung menyetujui pernikahan ini begitu saja.” Gumam Galaxy tanpa sadar terdengar oleh Iva.
“Apanya yang salah hah? Tidak ada yang salah! Aunty sudah menasihati Nicho dan dia akhirnya menerima semua nasihat Aunty dengan lapang dada. Bahkan dia menyuruh aunty untuk segera melangsungkan pernikahan dan dia suruh aunty untuk bertanya kepada Kim mau pernikahan yang megah atau megah sekali. Apa yang salah? Mungkin isi otakmu yang salah Lexy.” Ejek Iva sambil mencubit kedua pipi keponakannya dan pergi begitu saja meninggalkan Galaxy.
“Fix! Ini ada yang salah! Kau pasti merencanakan sesuatu Nicho. Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Kimberlie! Jangan! Jangan Kimberlie Nicho.” Ucap Galaxy segera berjalan menuju ke garasi terlihat mobil sport Ferari berwarna kuning menyala yang sudah bersiap untuk ditumpangi oleh Galaxy.
“Okay baby! Antarkan aku untuk bertemu dengan sepupuku itu.” ucap Galaxy dan segera menyalahkan mesin mobil tersebut.
BERSAMBUNG
Anda Mungkin Juga Suka





