
ISTRI YANG TAK KU KENAL
Bab 3
Suara bell pintu apartemen berkali-kali berbunyi sungguh mengganggu waktu istirahat Nicho yang setelah mengerjakan pekerjaannya justru pulang ke apartemen penthousenya. Nicho begitu enggan untuk menginjakkan kaki ke rumah utamanya karena tau ada wanita yang di jodohkan dengannya kini tinggal di mansion tersebut.
Nicho melangkahkan kakinya dengan sesekali menggerutu karena sudah bisa menebak siapa yang sedang berdiri di balik pintu masuknya tersebut. “Kau ini ada apa datang kesini hah?! mengganggu saja! Aku ingin istirahat Galaxy.” Dengus Nicho sambil berjalan masuk ke ruang tengah dan merebahkan tubuhnya di atas sofa empuk miliknya.
“Kenapa kau tidak kerumah Galaxy? Aunty Iva dan Uncle Owen dari tadi bertanya terus kemana anak kesayangannya ini, batang hidungnya tidak kelihat sama sekali dari semalam. Pulanglah, lagian ada Kimberlie yang juga sudah menunggu kamu di mansion.” Ucap Galaxy sambil memperhatikan perubahan mimik wajah sepupunya tersebut.
Jika Galaxy adalah pemuda yang sangat pintar menyembunyikan perasaannya dan bisa di katakan bisa beracting di hadapan orang yang bahkan tidak disukainya, maka semua itu sangat bertolak belakang dengan karakter Nicho. Ia tidak dapat menyembunyikan raut wajah ketidak sukaannya akan sesuatu.
“Lexy kau adalaah saudaraku satu-satunya. Kau yang paling tau bagaimana diriku, bagaimana mungkin aku kerumah dan bertemu dengan wanita yang tidak aku kenal. Yang tiba-tiba akan menyandang status sebagai istriku tanpa ada dasar rasa cinta sama sekali. Apakah kau bayangkan? Aku akan terlihat begitu kacau Lexy, aku tidak bisa berpura-pura seperti kamu.” Ucap Nicho benar-benar terlihat frustasi.
Galaxy sudah menduga jika ada sesuatu yang salah dengan ucapan aunty Iva tadi dan Galaxy ingin memastikan sebenarnya apa yang terjadi dan bagaimana perasaan Nicho akan rencana pernikahan ini. “Tapi bukannya tadi kau sudah menyetujui perjodohan ini Nicho? Ayolah brother jangan plin plan.” Kekeh Galaxy.
Sambil menghela nafas dengan berat Nicho mengusap kasar wajahnya, “Aku tidak mampu melihat mama sedih Lexy. Aku juga berharap agar Kimberlie mau di ajak kompromi, tapi mama bilang dia malah memang mengidolakan diriku. Apa kau tau rasanya asam lambungku naik seketika saat mama menceritakan bagaimana perempuan yatim piatu itu sudah menyukai aku sejak kecil. Apakah dia kelainan jiwa?” ucap Nicho bergidik ngeri.
Mendengar penuturan saudaranya Galaxy sedikit jengkel. “Cobalah buka hatimu sedikit untuknya Nicho. Minimal coba kamu berkenalan dulu, siapa tau dengan berkenalan lebih dekat kalian bisa jadi akrab dan malah bisa membuat rencana.” Sahut Galaxy.
Seketika itu juga Nicho langsung menoleh. “Rencana untuk membatalkan pernikahan ini? Atau untuk pura-pura menikah?” tanya Nicho dengan serius.
“Oh Tuhan kau memang sinting Nicho, tentu saja rencana untuk belajar saling mencintai! Kau ini kayaknya ada yang salah sama ini otakmu Nicho!” dengus Galaxy jengah lalu membakar rokok dan menyesapnya dalam-dalam.
“Otakmu yang salah Galaxy! Bagaimana mungkin aku bisa memiliki rencana untuk saling mencintai sama wanita asing. Aku juga menyetujui permintaan mama karena perusahaan kita sedang goyah akibat papa di vonis kena penyakit kanker. Lalu satu-satu yang bisa menyelamatkan itu hanyalah aku, dengan melaksanakan tradisi bodoh ini. Shit!” umpat Nicho begitu kesal.
“Apakah semua karena Angel? Apakah alasannya karena Angel Nicho?” Cecar Galaxy membuat mulut Nicholas terkunci tak ingin menanggapinya dan memilih untuk membuang muka.
“Jawab aku Nicholas Cale! Apakah karena Angel?” tanya Galaxy dengan suara agak meninggi, hingga menarik perhatian Nicho.
“Ada apa denganmu Galaxy? Kenapa kau sangat perduli dengan urusanku hah? Lagi pula jika memang karena Angel lantas masalahnya dimana?!” giliran Nicho mencecar Galaxy dengan pertanyaan sambil menatap tajam paada kedua manik mata Galaxy untuk mencari sebuah kebenaran dibalik sorot mata saudaranya.
“Jangan jawab pertanyaanku dengan pertanyaan yang lain Nicho. Katakan saja apakah ini semua karena Angel? Apa rencanamu sebenarnya hah?!” tantang Galaxy membalas tatapan tajam saudara sepupunya.
“Iyah! Ini semua memang karena Angel! Kau mau tau rencanaku?! Rencanaku adalah menikahi Kimberlie selama dua tahun dan ketika Angel kembali aku akan segera menceraikannya. Sebagai timbal baliknya aku akan mengangkat perusahaan Cale menjadi perusahan tersukses di Inggris bahkan di seluruh Eropa hingga ke seluruh dunia! Agar mama dan papa tidak banyak protes. Apa kau kira aku akan memberikan hatiku begitu saja kepada wanita yang tidak aku kenal? Itu hanya mimpi Galaxy!” tegas Nicho sambil terengah-engah mengeluarkan semua rencananya.
Galaxy begitu sesak mendengar pengakuan Nicholas, Ia tidak menyangka Nicho bisa memiliki rencana serendah itu. “Kau gila Nicholas. Ck ck ck aku tidak menyangka jika sepupuku memiliki rencana serendah ini. Dengan menghancurkan kehidupan dan hati seseorang kau ingin berada di puncak dan kembali pada masa lalumu yang telah meninggalkanmu demi sebuah karir.” Sahut Galaxy dengan kecewa.
“Aku tidak perduli dengan penilaianmu Lexy. Penilaianmu tidak akan mempengaruhi hidup dan rencanaku. Aku bukanlah dewa yang selalu saja bisa memenuhi ekspektasi fantastis setiap orang. Aku memang egois, tapi kalian semua yang memaksa aku untuk bertindak egois seperti ini bukan? Jadi yah sudah terima saja apa yang akan terjadi kedepannya.” Sahut Nicho.
“Oh satu lagi, aku tiak merusak hidup siapapun, aku tidak akan menyentuh Kimberlie. Aku berjanji, tidak akan!” tegas Nicho melanjutkan ungkapan hati yang belum selesai di sampaikan.
“Semoga kau tidak menyesal Nicholas. Setelah kau benar-benar mengenal Kimberlie, aku yakin kau akan sangat menyesal. Kau akan sangat menyesal hingga membuatmu menderita. Tapi di saat penyesalanmu itu datang ku pastikan kau tidak akan pernah bisa memiliki Kimberlie!” ucap Galaxy menahan gelora amarah di dadanya.
“Yah... yah... Whatever You say Galaxy! Kau bisa memilikinya jika kau setelah dua tahun kedepan. Aku tidak perduli, bahkan aku akan mendukung hubungan kalian. Sudahlah kau bisa pergi dari apartemenku ini, aku benar-benar ingin istirahat dan sedang tidak ingin di ganggu. Besok pekerjaanku sangat banyak dengan jadwal meeting yang padat, aku harap kau bisa membantu mamaku dan wanita itu untuk mempersiapkan acara pernikahan sesuai dengan yang dia impikan.” Ucap Nicho lalu berjalan santai menuju kekamarnya meninggalkan Galaxy yang masih gamang dengan sikap saudara sepupunya ini.
“Kau memang benar-benar brengsek Nicho. Aku tidk menyangka kau ternyata sehina itu.” desis Galaxy tidak ingin berlama-lama di apartemen sepupunya tersebut.
Ia lantas memilih untuk pulang dan menyetir mobilnya dengan kecepatan diatas batas kecepatan normal, pikirannya kalut memikirkan nasib Kimberlie, “Jika saja aku adalah Nicho aku akan menjadi pria yang paling bahagia di muka bumi ini.” Gumam Galaxy pada dirinya sendiri.
Tiba-tiba dia mengingat sesuatu dan langsung menepikan mobilnya di tepi jalan tol, Galaxy segera menghubungi seseorang yang sangat dikenalnya dengan cukup baik dan memiliki hutang budi dengannya.
“Halo apakah kau masih bisa membantuku untuk menyelidiki seseorang?” tanya Galaxy.
“Iyah tentu saja Lexy, siapa yang harus aku selidiki?” tanya pria tersebut.
“Tolong selidiki Angel Liam, artis pendatang baaru di Hollywood, aku ingin detail lengkap dengan siapa dia berpacaran saat ini, bagaimana cara dia mendapatkan popularitasnya dan kesehariannya. Semua harus tertuang dalam jepretan-jepretan lihaimu Brandon,” Pinta Galaxy.
“Angel Liam, sungguh bukan pekerjaan yang sulit. Hahaha!” sahut Brandon sambil terbahak.
“Okay Good! Aku tunggu kabar darimu,” ucap Galaxy sambil mengakhiri sambungan teleponnya.
“Aku jamin kau akan menyesal Nicholas Cale!” desis Galaxy.
Dua minggu sudah Kimberlie tinggal di Mansion besar milik keluarga Cale dan selama itu belum satu kalipun Kim bertemu atau bertegur sapa bersama Nicholas. Berbagai alasan selalu saja menjadi penghalang keduanya untuk bertemu. Mulai dari padatnya meeting, ada survei lapangan hingga kondisi tubuh kurang fit dan takut menularkan penyakit kepada Kim. Semua percaya saja terutama Kim, gadis yang begitu polos tak pernah pacaran sekalipun dan menjujung tinggi arti kejujuran.
Kimberlie menganggap bahwa semua yang di katakan oleh Nicholas adalah hal yang benar. Ia bahkan tidak memiliki prasangka buruk apapun, dengan tulus berjanji akan selalu mendukung dan menjadi penolong bagi Nicholas jika keduanya sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Bayangan manisnya romansa rumah tangga sudah ada dipikiran Kimberlie yang tiada henti membayangkan setiap malam sebelum tidur.
“Yah Tuhan... bagaimana jika nanti harus tidur satu ranjang dengannya. Ah! Aku akan sangat malu, membayangkannya saja aku tidak sanggup.” Gumam Kimberlie sambil menutup wajahnya dengan bantal karena malu kepada dirinya sendiri.
Apalagi selama beberapa hari ini Nyonya Iva selalu mengajak Kimberlie untuk membeli pakaian-pakaian tidur super seksi. “Kim ini kamu pakai kalau pas malam pertama nanti, jangan malu-malu. Mama pengen cepat punya cucu.” Ucap Iva kepada Kimberlie saat berbelanja kemarin.
“I...iyah ma...” jawab Kimberlie dengan terbata-bata sangking gugupnya, wajahnya juga sudah berubah warna seperti udang rebus dengan keringat dingin mendengar kata malam pertama dari mertuanya.
Walaupun Kimberlie gadis yang polos tapi Kim adalah wanita dewasa yang paham apa yaang akan terjadi saat malam pertama. Seketika itu wajahnya memanas dan rasanya Ia ingin berlari dan bersembunyi saja.
“Kenapa kamu kok mukanya berubah warna kayak gitu? Hahaha! Calon menantuku ini. Ayo, sekarang kita cari body lotion yang wangi rose yah... kamu tidak perlu pakai parfurm Kim, cukup ini saja. Body lotion ini tahan satu kali dua puluh empat jam. Bahkan setelah mandi saja terkadang wanginya masih menempel. Sini mama belikan satu set wangi rose, itu wangi kesukaan Nicho. Dia pasti lengket terus sama kamu kalau kamu pakai ini Kim.” Ucap Iva ceplas ceplos tanpa maksud untuk membuat gugup Kim tapi dia hanya terlalu senang membayangkan anak dan menantunya hidup rukun lahir batin.
“Ba...baik ma, nanti Kim pakai semua yang mama beli yah.” Jawab Kim lagi-lagi masih menahan rasa gugup.
“Bagus, nah sekarang ayo sini kita cari baju pengantin yah. Mama sudah hubungi butik langganan mama. Yuk sayang!” ajak Iva langsung menggandeng calon anak menantunya dengan semangat empat lima.
Sampailah mereka di The Holy Vow Butiqe. Butik khusus untuk pakai pesta dan pakaian pengantin. Pemilik butik yang bernama Nyonya Anderson bahkan sudah menunggu kedatangan Iva secara khusus.
“Halo Chloe! Kenalkan ini Kimberlie Frey calon menantuku. Sini Kim, kenalkan ini Chloe Anderson sahabat mama dia akan merubah kamu jadi wanita yang super duper cantik!” ucap Iva dengan semangat.
“Halo aunty.” Sapa Kim dengan hormat.
“Halo sayang, kalau ini aku tidak perlu menyulap apa-apa Iva. Calon anak menantumu sudah sangat cantik, tanpa perlu make up tebal dia cukup pakai make up minimal sudah jelita. Ini yang namanya cantik dari lahir. Nicholas benar-benar menikahi seorang bidadari pahatan Tuhan.” Ucap Chloe dengan sungguh-sungguh.
Mendengar pujian Chloe dan ekspresi jujur sang sahabat, Iva merasa begitu bangga. Ia lantas mengabil katalog dan menunjukkan pilihan gaun pengantin kepada Kimberlie. Melihat deretan gambar Kimberlie menahan kebahagian yang begitu membuncah di dadanya. Ia melihat sebuah gaun pengantin yang begitu indah, leher berbentuk turtle neck, berlengan panjang, dengan kain membentuk tubuh dan slayer di samping pinggang tidah begitu besar hanya sebagai pemanis dengan bahan full borklat dan payet manit kecil-kecil di setiap kelopak mawarnya.
Membuat gaun tersebut sangat elegan. “Aunty... apakah aku boleh memilih gaun ini saja?” tanya Kimberlie dengan sopan.
Iva lantas melihat dan memperhatikan gambar tersebut dengan detail, dalam hatinya begitu trenyuh “Kau memiliki selera yang sama dengan Lyra mamamu nak.” Ucap Iva dalam hatinya.
“Tentu saja kau boleh memilih gaun ini, Chloe anak menantuku ingin kau membuatkan gaun ini untuknya, apakah gaunnya sekarang ready?” tanya Iva berharap agar gaun tersebut sudah ada, agar tidak menunggu terlalu lama lagi membuat acara pernikahan anaknya.
“Tunggu aku lihat hubungi bagian produksi dulu.” Jawab Chloe lalu menelpon kepala produksi butiknya dan wajahnya berubah begitu sumringah.
“Iva! Gaunnya sudah siap dan tinggal fitting saja. Ayo Kimberlie kita ke kamar pas, tadi aku sudah menghubungi kepala produksi untuk membawanya turun ke lantai satu.” Ucap Chloe penuh kegirangan sambil bertepuk tangan bahagia.
“Kita sangat beruntung sayang.” Sahut Iva sambil memeluk Kimberlie sesaat.
Beberapa menit kemudian datanglah gaun yang telah di tunggu-tunggu. Ketika di buka dari bungkusan gantungan pakaian, gaun tersebut terlihat begitu elegan walau sepintas memiliki model yang sederhana di bandingkan gaun-gaun pengantin lainnya. Mata Kimberlie memancarkan kebahagiaan tak terhingga saat melihat broklat mawar dengan full payet berwarna silver, gaun itu juga tidak putih sekali melainkan putih gading.
“Aku sangat menyukainya Aunti Iva, gaun ini entahlah... melihatnya saja membuatku ingin menangis.” Ucap Kimberlie dengan mata berkaca-kaca.
“Ayo sini kamu pakai, biar Aunty lihat bagian mana yang harus di permak yah.” Ucap Chloe yang langsung memakaikaan sendiri gaun tersebut untuk calon menantu sahabat terkayanya.
“Yah Tuhan, kamu cantik sekali Kimberlie. Nicho pasti akan langsung jatuh cinta denganmu.” Goda Iva membuat Kim tersenyum malu-malu. Lantas Iva mengingat sesuatu yang sangat penting.
“Eh Kim, habis ini kita hubungi Event Organizer dan memilih gedung untuk acara resepsi yah.” Ajak Iva.
Kimberlie langsung mencegah Iva “Aunty, bukankah Nicho mengatakan akan menuruti semua keinginanku? Apakah aunty juga sama?” tanya Kimberlie sebelum mengutarakan maksud hatinya.
“Tentu saja sayang, katakan apa yang kau inginkan? Berapa ribu orang yang ingin kau undang sayang? Aunty akan pastikan semua keinginanmu terwujud.” Ucap sambil memegang kedua jemari lentik calon menantunya.
“Aunty, pernikahan impianku sejak kecil adalah menikah di taman bunga krisan dengan gaun pengantin yang seperti ini, lalu aku ingin pernikahan tersebut berjalan begitu khidmat dan sakral. Oleh karena itu bisakah tamu kita hanya keluarga saja, para suster gereja, dan aunty Chloe?” Pinta Kimberlie dengan ragu-ragu.
Baik Iva maupun Chloe saling bertukar pandangan, mereka tidak menyangka jaman seperti sekerang ini masih ada seorang gadis muda yang tidak menyukai sebuah kemewahan berlebih. Iva merasa bangga dengan pilihannya dan berterima kasih dalam hatinya kepada almarhum kedua orang tua Kimberlie.
“Sure baby... sure, semua keinginanmu pernikahan impianmu itu akan terwujud.” Ucap Iva sambil mengelus lembut rambut Kim.
BERSAMBUNG
Anda Mungkin Juga Suka





