
Istri Yang Tak Diinginkan
Bab 3
Aleeya mengikuti ujian dengan tenang Aleeya berusaha untuk tegar dan mengiklaskan ibunya.
Bagaimana pun juga hidupnya harus tetap berjalan dan sekarang dia harus fokus dengan masa depan nya.
Untung ibu Amanda dan pak Raditya bersedia menampung nya dan membantu dirinya agar bisa mengikuti ujian akhir.
m
Meskipun nanti Aleeya tidak puas dengan hasilnya, setidaknya dirinya tidak perlu mengulang satu tahun lagi untuk lulus dari bangku SMA .
Banyak teman-teman nya yang mengucapkan turut berdukac cita atas kepergian ibu nya.
Aleeya pun mencoba untuk tetap tegar.
"Ini sudah takdir hidup " batinay,seketika hatinya sedikit lega meskipun belum sepenuhnya ia iklas menerima kenyataan hidup ,setidaknya ia mencoba,dirinya tak mungkin terus hidup dalam keterpurukan. Baru satu hari ibunya pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya rasa nya tidak mungkin bisa secepat itu diri untuk melupakan peristiwa yang paling menyakitkan dalam hidupnya itu.Kata-kata ibu Amanda dan pak Raditya juga benar, hidup ini akan terus berlanjut tanpa berhenti sedetik pun.
Tidak ada yang menguatkan dirinya selain dirinya sendiri.
Aleeya memang terkenal anak nya mandiri dan kuat. sejak kepergian ayahnya beberapa tahun lalu, jarang sekali dirinya mengeluh kepada teman-teman nya meskipun Aleeya dan ibunya hidup dalam serba kurang .
Aleeya lebih fokus belajar dan membantu ibunya sehari-hari.
Aleeya periang dan suka bergaul, anak nya ramah dan cantik.
Banyak sekali teman sekelas ataupun beda kelas yang suka padanya.
Aleeya dengan rambut panjang nya yang di kuncir,kulit putih dan tinggi sekitar 165,make up yang natural menjadikanya begitu terlihat cantik.
Sepulang sekolah,Aleeya buru-buru,dia takut pak Izan supir ibu Amanda sudah menunggu.
Dari jarak beberapa meter Aleeya sudah bisa melihat pak Izan supir yang tadi pagi juga mengantar nya ke sekolah.
Pak Izan kemudian mempersilahkannya masuk kedalam mobil.
Di rumah kediaman george,pak Raditya yang biasa nya pulang di sore hari,kali ini pulang lebih awal, tidak ada pemberitahuan kepada istrinya.
Terlihat pak Raditya sangat buru-buru dan sambil melonggarkan dasinya pak Raditya langsung masuk ke kamar.
Bu Amanda yang sedang baca majalah sontak kaget.
"Papa,kok ga bilang-bilang mau pulang cepet?" tanya Bu Amanda yang melihat suaminya yang buru-buru.
"Ada yang mau papa bicarakan sama mama"
"Soal apa pa?"
"Soal Richo ma,papa berniat untuk menjodohkan ya dengan Aleeya"
sedikit kaget mendengar perkataan suaminya
Bu Amanda pun membenarkan cara duduk nya .
"Papa yakin?"
Pak Raditya lalu mengangguk , dan duduk di samping Bu Amanda.
"Coba jelasin ke mama kenapa papa bisa berpikir untuk menjodohkan Aleeya dengan Richo ?" katanya penuh menyelidik.Pak Raditya pun menjelaskan alasan nya
kenapa dirinya berniat menjodohkan anaknya Richo Rahman George dengan Aleeya anak sahabat sekaligus mantan tunangan nya itu.
ibu Amanda tidak keberatan setelah mendengar alasan suaminya menjodohkan putra satu-satunya itu dengan Aleeya .
"Apa Aleeya tidak keberatan nikah muda pa?" tanya Bu Amanda menyakinkan.
"Papa harap tidak."
Sementara di bawah, Aleeya baru sampai
Bu Amanda segera menyambut kedatangan Aleeya .
"Al, kamu sudah datang?"
"Iya Tante,Oya Tante baju Aleeya tadi di taruh dimana ya?" tanya Aleeya
"Sudah di taruh sama Bik Ani di lemari di kamar mu,sekarang kamu ganti baju dan makan siang ya,Tante ada urusan sebentar tapi Tante akan segera kembali"
"Baik Tante, hati-hati Tante."
Kemudian Bu Amanda pun berjalan menuju mobil dan sudah di tunggu oleh pak Izan.
Aleeya pun masuk kamar nya dan berganti pakaian.kemudian Aleeya turun untuk makan siang.
Aleeya melihat pak Raditya di meja makan dan Aleeya pun segera mendekat
"Om , Om bukanya di kantor ya?"
"Om baru aja sampai di rumah kira-kira 15 menit sebelum Aleeya datang"
"Oh,,tapi Aleeya tidak lihat om tadi"
"Om tadi ada di kamar"
"Ayo temani om makan siang ,kamu apsti sudah lapar kan?"
Aleeya sambil tersenyum lalu mengangguk
"Duduklah " perintah pak Raditya .
Aleeya pun langsung duduk dan menikmati makan siang yang sudah ada di hadapannya .
Bi Ani dan beberapa pelayan lainya sudah menyiapkan makan siang.
Beberapa menit kemudian mereka selesai makan siang. Pak Aditya pun mengajak Aleeya duduk di ruang keluarga.
"Om senang lihat kamu sudah lebih baik dari hari kemaren"
"Iya om,terimakasih untuk semua bantuan om dan Tante .Aleeya berhutang Budi sama kalian"
"Kamu tidak perlu merasa seperti itu nak, ibu dan ayah kamu adalah teman baik om dan Tante sejak dulu,mungkin itulah sebab nya ibu mu mempercayai kami untuk menjaga mu" pak Raditya mengenang masa lalu nya dengan Bu Lidya almarhum ibu Aleeya .
" Ibu mu adalah mantan tunangan om, tapi karena ketidak cocokan membuat kita memilih untuk berpisah. Ibu mu menikah dua tahun setelah putus dari m dan m menikah setahun setelah ibu mu menikah, m dan Tante Amanda pun di karuniai seorang anak cowok , sementara ibu dan ayah mu belum "
kembali pak Raditya mengenang masa-masa indah bersama Lidya sahabat sekaligus mantan tunangannya itu.
"Meskipun kami tidak jadi menikah tapi m dan ibu kamu masih berteman baik, bahkan m memperkenalkan istri m, dan ibu mu juga memperkenalkan ayahmu kepada om, kami pun jadi sering bertemu bersama dan menjadi sahabat " lanjut pak Raditya.
Aleeya mulai mengetahui hubungan ibunya dengan dua orang yang waktu itu menolongnya untuk mengurus pemakaman ibunya.Bahkan Sampai mau menampung dirinya saat ini.
"Ternyata pernah sedekat itu" katanya dalam hati.
"Om dan Tante pergi ke Amsterdam dan memulai usaha om di sana, saat anak om berumur 7 tahun dan itu mungkin kamu masih di dalam kandungan ibu mu, sejak itu om jarang komunikasi lagi dengan ibu dan ayah mu.Sampai om mendengar berita meninggalnya ayahmu.Om dan Tante menawarkan bantuan untuk memberikan pendidikan dan biaya hidup kamu dan ibu mu tapi ibu mu menolak."
Pak Raditya cerita panjang lebar yang membuat Aleeya mengerti dengan semua yang pak Raditya ceritakan .
Jadi ceritanya seperti itu pikir Aleeya. Ibunya tidak pernah cerita apapun mengenai Pak Raditya dan Bu Amanda. Ibunya justru banyak cerita tentang Almarhum ayahnya yang semasa hidupnya beliau sangat baik. Aleeya tidak tahu kalau ibunya justru memiliki seorang teman yang juga sangat baik, jika dulu ibunya menikah dengan pak Raditya mungkin Aleeya tidak akan ada.
Mereka pun cerita banyak hal siang itu, Aleeya memang tipe gadis yang mudah akrab dengan siapapun. Sangat nyambung sekali saat pak Raditya mengajaknya untuk berbincang, bernostalgia kisah kedua orang tuanya dulu semasa muda. Aleeya seperti merasakan masa-masa remaja ibunya dulu.
Anda Mungkin Juga Suka





