Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Yang Kau Remehkan

Istri Yang Kau Remehkan

Jiwa Eleanor Vienne, seorang supermodel ternama, berpindah ke raga Seraphina Elmswood setelah kematian tragisnya. Seraphina adalah istri dari keluarga kaya yang selama ini dihina karena dianggap buruk rupa dan bodoh. Suaminya, Lysander, bahkan bersikap dingin dan tidak setia. Namun, pesona Eleanor mengubah segalanya. Kini Seraphina tampil berkelas, memicu kecemasan keluarga Elmswood dan membuat Lysander terpesona. Akankah ia memaafkan pria yang dulu meremehkannya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi berikutnya, Seraphina bangun dengan tubuh yang terasa lebih ringan, lebih kuat. Matanya yang dulu tampak sayu kini berkilau penuh determinasi. Dia tahu bahwa kekuatan dalam dirinya telah bangkit kembali-bukan hanya kekuatan fisik, tapi kekuatan mental yang selama ini tersembunyi dalam bayang-bayang tubuh yang lemah ini.

Namun, tidak semua orang akan mudah menerima perubahan tersebut.

Setelah selesai mempersiapkan diri, Seraphina memutuskan untuk mengunjungi kebun keluarga Elmswood, tempat yang sering kali ia hindari. Dulu, hanya para pelayan yang bekerja di sana, dan ia merasa dirinya tidak pernah dianggap cukup penting untuk berinteraksi dengan orang-orang ini. Tapi hari ini, semuanya akan berbeda.

Begitu memasuki kebun, matahari pagi menyinari wajahnya yang kini lebih bersemangat. Seraphina berjalan di antara tanaman yang subur, berusaha merasakan setiap detil lingkungan sekitarnya. Kaki-kakinya yang terbalut sepatu hak tinggi melangkah dengan percaya diri, berirama dengan keanggunan yang sebelumnya tidak pernah dimiliki tubuh ini.

Tiba-tiba, sebuah suara memecah kesunyian.

"Seraphina?"

Seraphina berhenti dan menoleh. Di hadapannya berdiri Lysander, suaminya. Namun, kali ini, pria itu tidak tampak acuh seperti biasanya. Dia memandang Seraphina dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Lysander," jawab Seraphina dengan nada yang lebih tenang daripada yang ia rasakan. "Ada apa?"

Lysander berjalan mendekat, menatapnya dengan intens. "Kau berubah."

Seraphina tersenyum tipis. "Begitu sepertinya."

Lysander mengangkat alisnya. "Apa yang terjadi denganmu? Kenapa tiba-tiba kau begitu... berbeda?"

Seraphina menatapnya dalam-dalam. "Karena aku menyadari bahwa aku tidak bisa terus hidup dalam bayang-bayang. Aku bukan lagi Seraphina yang dulu-wanita yang selalu mengalah, yang selalu direndahkan. Aku lebih dari itu, Lysander."

Lysander terdiam sejenak, merenung. "Aku tidak mengerti."

"Tenang saja," ujar Seraphina sambil tersenyum lebar. "Kau akan mengerti seiring waktu. Aku ingin menunjukkan padamu, padaku, dan pada dunia, siapa sebenarnya aku."

Lysander hanya mengangguk pelan, meskipun terlihat kebingungan. Seraphina tidak peduli. Di dalam dirinya, rasa percaya diri dan ambisi yang baru saja muncul menguatkan setiap langkahnya.

Hari itu berlalu dengan cepat, dan kebijakan Seraphina untuk merombak banyak hal di dalam rumah semakin terlihat. Setiap ruang di rumah besar itu disulapnya menjadi tempat yang jauh lebih elegan dan mencerminkan statusnya. Ia mengganti perabotan yang sudah usang dan memerintahkan pelayan untuk mendekorasi ruang keluarga dengan karya seni dan furnitur yang lebih mewah.

Lydia, ibu mertuanya, tidak bisa menahan rasa terkejutnya saat ia masuk ke ruang makan dan mendapati suasana yang begitu berbeda.

"Seraphina..." Lydia berkata, suaranya terasa penuh kecemasan. "Apa yang kau lakukan pada rumah ini?"

Seraphina menatapnya dengan tenang. "Aku hanya memperbaiki beberapa hal, Ibu. Tidak ada yang salah dengan itu, kan?"

Lydia meremas cangkir teh di tangannya, matanya tajam menatap Seraphina. "Jangan kira kau bisa begitu saja mengubah segalanya. Tempat ini bukan milikmu."

"Begitulah, Ibu. Tapi siapa lagi yang akan membuatnya lebih baik, jika bukan aku?" jawab Seraphina dengan senyum tipis, meyakinkan dirinya sendiri.

Clarisse, yang berdiri di samping Lydia, tersenyum sinis. "Kau pikir dengan mengubah sedikit furnitur, kau bisa mengubah dirimu?"

Seraphina menatap Clarisse dengan penuh penghinaan. "Sebenarnya, perubahan ini hanya permulaan. Jika kalian ingin bertahan dalam permainan ini, kalian harus lebih pintar."

Clarisse terdiam, ekspresinya berubah menjadi marah. Lydia hanya menyandarkan dirinya pada kursi, mencoba mengendalikan emosinya.

Seraphina tahu, setiap kata yang diucapkannya mulai mempengaruhi mereka-menyerang keteguhan mereka dengan cara yang tak terduga.

Setelah makan malam, Seraphina kembali ke kamarnya dengan hati yang penuh kemenangan. Namun, di balik semua itu, dia tahu satu hal pasti-perubahan ini baru saja dimulai.

Keesokan harinya, sebuah kejutan menanti.

Seraphina sedang berada di ruang perpustakaan pribadi keluarga Elmswood ketika seorang pria misterius datang ke rumah mereka. Pria itu tampak elegan, dengan jas hitam rapi dan wajahnya yang tampak sedikit dikenali oleh Seraphina.

"Madam Seraphina," pria itu menyapa dengan nada formal. "Saya Jareth, utusan dari keluarga Haverston. Tuan Lysander memerintahkan saya untuk memberikan informasi penting."

Seraphina menatap pria itu dengan curiga. "Informasi tentang apa?"

Jareth mengangguk, mengeluarkan sebuah amplop hitam dari sakunya. "Ini berkaitan dengan perjanjian keluarga Elmswood dengan Haverston. Ada beberapa dokumen yang harus segera ditandatangani oleh Tuan Lysander."

Seraphina memandang amplop itu dengan seksama. Sesuatu di dalamnya terasa tidak beres. "Bawa dokumen itu ke Lysander. Aku hanya seorang istri yang tidak tahu menahu soal urusan keluarga."

Namun, Jareth menatapnya tajam. "Tuan Lysander baru saja meninggalkan rumah. Saya diinstruksikan untuk memberikan dokumen ini langsung kepada Anda, Nyonya Elmswood."

Seraphina menarik napas dalam-dalam. Hatinya berdetak cepat. Di balik wajah tenangnya, pikirannya bergerak cepat. Apa yang sedang terjadi? Mengapa Lysander tidak ada di rumah?

Dia meraih amplop itu, lalu menatap Jareth. "Baiklah. Aku akan menandatanganinya."

Jareth mengangguk, menyarankan agar dia membuka dan memeriksa dokumen tersebut. Seraphina merobek segel amplop itu dan mulai membaca.

Isinya cukup mengejutkan.

Perjanjian itu bukan hanya soal kerjasama bisnis antara keluarga Elmswood dan Haverston, tetapi juga menyangkut aset pribadi Lysander yang selama ini disembunyikan-dan yang lebih mengejutkan lagi, sebuah pernyataan bahwa Seraphina berhak atas sebagian besar kekayaan tersebut jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada Lysander.

Hatinya berdebar. Ini lebih dari yang dia bayangkan. Lysander-suaminya-telah melakukan sesuatu yang besar, sesuatu yang mengarah ke pengkhianatan besar.

Dan sekarang, dia berada di pusat permainan ini.

Seraphina menatap Jareth dengan penuh perhitungan. "Bawa pesan ini kepada Lysander," katanya dengan nada rendah namun tegas. "Aku akan menunggu penjelasan dari suamiku."

Jareth tampak bingung, namun hanya mengangguk. Sebelum pergi, dia menatap Seraphina sekali lagi dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.

Seraphina memandang amplop itu, tangannya sedikit gemetar. Sepertinya dia baru saja membuka pintu menuju dunia yang penuh rahasia, pengkhianatan, dan permainan yang jauh lebih berbahaya daripada yang pernah ia bayangkan.

Namun, dia tidak takut. Justru, dia merasa lebih kuat dari sebelumnya. Kini, dia punya kendali lebih besar atas hidupnya. Semua ini adalah bagian dari permainannya.

Dan dia akan memainkan permainan ini dengan sempurna.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian
8.2
Setelah diusir dari Keluarga Wilton, Gerald harus menjalani hidup penuh kemiskinan selama lima belas tahun. Nasibnya kian terpuruk saat ia dicap sebagai menantu tidak berguna dan diceraikan oleh Clarisa setelah dua tahun mereka membina rumah tangga. Namun, siapa sangka bahwa perpisahan pahit tersebut justru menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Inilah awal dari babak baru perjalanan Gerald yang penuh kejutan setelah statusnya sebagai suami berakhir.
Sampul Novel Gairah panas sang presdir
8.0
Joshua berubah menjadi pria dengan gairah seksual berlebih yang tak terkendali setelah dikhianati oleh kekasih masa lalunya. Luka perselingkuhan itu mengubah kepribadiannya secara drastis tanpa ia sadari sepenuhnya. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang mahasiswi muda dalam sebuah pertemuan yang tidak terduga. Akankah kehadiran gadis ini mampu menyembuhkan trauma Joshua dan mengembalikannya menjadi sosok pria yang dulu, atau justru memperumit keadaan?
Sampul Novel Pelarian Manis Istri Pengganti
7.8
Tiga tahun Cantika menyamar sebagai Aulia demi menyelamatkan label musik keluarganya. Meski menjadi istri Kenan Adiwangsa, ia hanya dianggap pengganti yang terabaikan. Di tengah dinginnya sikap Kenan dan kelicikan Elara, Cantika bertahan meski nyawanya terancam. Saat Aulia kembali, ibunya justru mengusir Cantika tanpa belas kasih. Kini, Cantika memilih pergi dan meninggalkan luka masa lalu. Ia pun menemukan cinta sejati serta kebahagiaan bersama pria yang menghargainya.
Sampul Novel Pernikahan Kilat dengan CEO Galak!
9.1
Laura harus menelan pil pahit saat Jack menolak bertanggung jawab atas kehamilannya. Situasi kian rumit ketika ayah Laura salah paham dan menuduh Liam, bos Laura sekaligus kakak Jack, sebagai pelakunya. Demi menanggung beban kesalahan adiknya, Liam terpaksa menikahi Laura. Namun, pernikahan ini justru membuka tabir rahasia yang mengejutkan. Di saat Jack mulai menyesal, Laura terjebak dalam dilema antara bertahan dengan Liam atau kembali pada masa lalunya.
Sampul Novel Satu Malam, Dua Anak
8.8
Pasca kebangkrutan keluarganya lima tahun lalu, Melita memisahkan putra kembarnya. Satu dibawa pergi, satu lagi ditinggalkan pada sang ayah. Kini, ia kembali sebagai sosok berpengaruh di internet, namun masa lalunya mengejar. Sang mantan kekasih menyambutnya dengan dingin dan penuh provokasi. Saat Melita bertemu anak di rumah pria itu yang sangat mirip putranya, ia justru mendapat teguran ketus. Ia pun bertekad menyelamatkan anaknya dari pengaruh kaku sang mantan.