Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO

Istri Tomboy Sang CEO

Zella Polly adalah gadis tomboy yang terdesak untuk meninggalkan rumah keluarganya yang penuh diskriminasi. Namun, ayahnya hanya memberi izin keluar jika ia menikah. Di sisi lain, Hugo Chavez, seorang CEO muda, harus segera mencari istri di tengah rasa sakit hati akibat pengkhianatan kekasihnya. Keduanya pun sepakat menjalani pernikahan kontrak sebagai solusi. Mampukah mereka melewati segala rintangan dan dinamika dalam ikatan rumah tangga tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 3

Sore itu, Hugo sengaja membereskan semua pekerjaan kantornya yang menumpuk. Dia sudah tidak sabar, menunggu hasil pencarian dari Sid tentang sosok perempuan gila yang sudah berani mengusiknya di Club. Suara ketukan terdengar dari pintu depan kantornya, Hugo tahu bahwa itu adalah Sid yang hendak melaporkan hasil pencariannya.

“Masuklah, Sid. Aku sudah menunggu kedatanganmu sejak tadi,” ucap Hugo dipenuhi semangat membara.

Sid datang dengan membuat sebuah dokumen bersampul cokelat. Hugo segera membuka amplop itu secepat kilat. Di dalam amplop itu, ada beberapa foto gadis yang telah menyiram dirinya di Club Malam.

“Benar! Dialah si cewek gila! Jelaskan hasil pencarian latar belakangmu,” perintah Hugo.

“Baik. Jadi, gadis ini bernama Zella Polly. Usianya adalah 20 tahun, dia tinggal di perumahan Golden Spring bersama Ayahnya, Sandy Polly, Pegawai Negeri Sipil di Kantor Perpajakan dan Ibu tirinya, Vega Polly, Pegawai Administrasi di RS. Cakrawala Medika. Zella memiliki saudara tiri perempuan bernama Vienna Polly yang sedang kuliah Bisnis semester akhir,” jelas Sid.

“Hmm, latar belakang keluarga yang menarik. Ternyata dia memiliki kisah yang tak jauh berbeda denganku,” gumam Hugo.

“Lalu, jika saudara tirinya kuliah di jurusan bisnis. Apa bidang kuliah yang Zella ambil?” tanya Hugo penasaran.

“So-soal itu, anehnya, Zella Polly tidak melanjutkan sekolahnya ke jenjang kuliah. Setelah lulus SMK, dia langsung bekerja untuk membiayai hidupnya sendiri,” lanjut Sid. Hugo kelihatan kaget dengan fakta yang disampaikan oleh Sid itu.

“Ba-bagaimana mungkin dia tidak berkuliah? Padahal, jika aku lihat, pekerjaan kedua orangtuanya tidak buruk dan pasti cukup untuk membiayai kuliahnya,” ucap Hugo heran.

“Aku juga tidak tahu, Hugo. Yang aku tahu dari hasil penyelidikan orang-orangku, Zella bekerja sebagai Pelatih Taekwondo anak-anak dari pagi hingga siang. Kemudian, dari siang hingga malam hari, dia bekerja sebagai Barista di Delmoure Coffee and Cake,” jelas Sid.

“Apa? Pelatih Taekwondo dan Barista? Pekerjaan yang tidak biasa bagi seorang wanita. Menarik! Dia gadis yang unik,” gumam Hugo semakin antusias.

“Lalu apakah ada informasi lain tentangnya, misalnya dalam hal hubungan percintaan?” lanjut Hugo.

“Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Zella Polly sudah berpacaran dengan Aaron, sang pemilik cafe 2 tahun lamanya.”

“Apa? Jadi dia sudah memiliki kekasih, sayang sekali. Tapi, aku tidak bisa membuang kesempatan ini begitu saja. Mari amati dia dulu untuk saat ini,” batin Hugo.

“Baiklah, kerja bagus, Sid! Mari kita tunggu jam pulang kantor sebelum pergi,” ucap Hugo mendadak.

“Huh? Memangnya kita mau pergi ke mana, Hugo?” tanya Sid penasaran.

“Tentu saja ke Delmoure Coffee and Cake itu,” putus Hugo dengan senyum licik.

*****

Pada suatu cafe yang dipenuhi nuansa Metalik dengan warna abu-abu dan hitam yang dominan, terlihat seorang gadis berambut bob pendek tengah serius meracik kopi dengan mesin. Dia hanya memakai kaos polos berwarna Navy dan jeans belel.

“Selamat datang di Delmoure Coffee and Cake!” teriak Zella penuh semangat dalam menyambut kedatangan Hugo dan Sid.

Seorang pelayan menghampiri Sid dan Hugo yang langsung duduk di kursi agak belakang seraya mengamati Zella yang sedang bekerja. Tidak ingin dicurigai, mereka akhirnya memesan 2 cangkir kopi Espresso.

Terlihat, ada pelayan lain yang menghampiri Zella untuk mengajaknya menemui pelanggan di meja no 20. “Maaf, apa ada masalah?” tanya Zella segera sesampainya di meja no 20.

“Begini, aku memang memesan secangkir Americano. Tapi, mengapa rasanya pahit sekali? Apakah kamu tidak menambahkan gula ke dalamnya?” protes pelanggan lelaki berumur 30-an tahun seperti Hugo.

“Maaf, Kakak. Tapi, memang di pesanan meja no 20 ini hanya tertulis Americano saja tanpa ada pesanan tambahan gula atau susu yang membuatnya lebih manis,” jelas Zella ramah.

“Masa tidak ada, mungkin kamu yang membacanya tidak teliti. Pokoknya, saya tidak suka kopi ini!” kekehnya.

“Baik, maaf, apakah kakak mau pesan ulang dengan tambahan gula atau susu? Kali ini, kami bisa berikan setengah harga,” tawar Zella.

“Hmm, tidak perlu. Cukup kamu temani aku di sini. Sepertinya, melihat wajah manismu saja sudah cukup untuk membuat Americano ini manis,” rayu sang lelaki seraya memegang tangan Zella dan menariknya untuk duduk.

“Apa?! Maaf saya tidak bisa. Masih banyak pesanan kopi yang harus saya buat, permisi.” Tegas Zella.

Namun, lelaki itu tetap saja mencengkeram tangan Zella untuk memaksanya duduk dan menemaninya. Zella kesulitan melepaskan cengkraman itu. Dia langsung menabrakkan tubuhnya ke meja lelaki itu hingga Americano panas tumpah ke bawah perut sang lelaki.

“Aduh! Panas! Panas! Dasar wanita jal*ng! Kamu pasti sengaja bukan melakukannya!” Teriak lelaki itu emosi.

“Hahaha, dia pantas mendapatkannya!” batin Hugo puas melihat insiden itu. Keributan antara Zella dan pelanggan nomor 20 membuat Aaron, sang pemilik cafe ke luar untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

“Mohon maaf, saya adalah Aaron pemilik cafe ini, ada masalah apa ini?” tanyanya tak mengerti.

“Masalahnya adalah karyawan wanitamu yang kurang ajar ini! Dia sengaja menumpahkan Americano Panas ke celanaku!” ucap sang lelaki yang tengah naik pitam.

“Saya sungguh minta maaf. Mari, kita selesaikan masalah ini dengan cara damai! Saya pasti akan menghukumnya. Sebagai permintaan maaf, semua pesanan Kakak akan kami beri gratis,” nego Arga seramah mungkin.

“CK! Baiklah! Lain kali, cari karyawan yang kompeten!” protesnya sebelum pergi tergesa-gesa sambil menahan sakit di bawah perutnya.

“Zella, ayo ikut saya ke kantor,” tegas Aaron yang berjalan menuju sebuah ruangan diikuti dengan Zella.

Rasa penasaran membuat Hugo diam-diam mengikuti ke mana mereka berdua pergi. Dari celah pintu, Hugo nampak serius mengintip ke dalam. “Sayang, bukan gue yang salah! Lelaki itu duluan yang udah kurang ajar!” gerutu Zella dengan raut frustasi.

“Gue tahu, Zella. Tapi, tolonglah Lo tahan diri Lo sedikit! Untung kali ini kita bisa ambil jalan damai, bagaimana jika ada kejadian yang sama namun pelanggan lain memperpanjang masalah ini,” jelas Aaron setengah memohon.

“Terus gue harus diam aja gitu jika ada pelanggan genit yang sengaja menggoda gue kayak gitu! Lo kira gue cewek murahan!” balas Zella tak terima.

“Bukan gitu, Sayang. Cukup abaikan saja orang itu atau Lo bisa panggil gue buat bantu,” ujar Aaron setenang mungkin.

“CK! Terserah aja deh! Gue harap nggak akan pernah lagi ketemu pelanggan kurang ajar kayak gitu,” balas Zella.

“Iya, semoga begitu. Sudah ya, jangan cemberut gitu lagi. Nanti, cantiknya luntur loh,” rayu Aaron dengan manis.

“Huh! Bisa aja Lo! Oke, gue ngaku kalah deh kalau Lo udah ngegombal kayak gitu,” ujar Zella. Terlihat senyuman manis dari bibir tipisnya.

Arga terlihat menelan ludahnya menyaksikan senyuman manis dari sang kekasih. Dia kemudian mengelus-elus rambut Zella. Lalu, perlahan Aaron mencondongkan wajahnya menuju bibir tipis Zella. Belum sempat bibirnya bertemu milik Zella, Zella langsung menutup mulutnya dengan tangan.

“Sst! Ingat, jangan melewati batas. Lagi pula, kita masih di Cafe, bagaimana jika ada karyawan lain atau pelanggan yang melihat kita seperti ini,” tolaknya.

“Ah, Oke, Mari kembali.” Balas Arga salah tingkah. Lelaki berwajah oriental dengan rambut agak berantakan itu nampak menahan kekecewaan atas penolakan kekasihnya, Zella.

“Ck! Malang sekali nasib Aaron. Semakin aku memperhatikannya, semakin menarik sosok Zella di mataku. Tidak salah lagi, dialah sosok yang tepat untuk menjalankan rencanaku,” putus Hugo sebelum pergi meninggalkan cafe setelah membayar pesanan kopi Espresso mereka.

*****

Zella menghubungi Cafe tapi tidak ada yang menjawabnya. Padahal, jelas-jelas, Aaron bilang akan lembur di Cafe semalaman untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Setelah menghubungi nomor Aaron tanpa ada jawaban, Zella menghubungi karyawan cafe yang paling terakhir pulang hari ini yaitu Bob. Dia bilang, Aaron pamit pulang duluan karena ada urusan di Club Azora.

Zella memutuskan untuk menyusul kekasihnya ke Club Malam Azora untuk membahas hal penting terkait pengadaan mesin kopi tambahan. Di sisi lain, Hugo sudah berada di Club Azora terlebih dulu untuk melepaskan pikirannya dari bayang-bayang sang mantan, Belle. Mendadak, dia melihat sosok Zella yang mencari keberadaan seseorang di kerumunan. Refleks, Hugo mengikuti Zella diam-diam.

Setelah mencari di berbagai sisi Club, akhirnya, Zella bisa menemukan sang kekasih yang tengah duduk. Namun, betapa kagetnya Zella kala melihat Arga tidak sendiri melainkan bersama seseorang yang dikenalnya, Vienna.

Perasaan Zella semakin kalut tatkala melihat kekasih dan saudaranya berpelukan begitu mesra. Hatinya sakit melihat sisi Aaron yang terlihat lebih romantis dan ceria ketika bersama Vienna dibandingkan ketika dengannya selama 2 tahun bersama.

Zella diam-diam duduk tidak jauh dari belakang keduanya untuk mencari tahu apa yang sedang mereka bicarakan.

“Vienna, Gue sudah lelah berpacaran dengan Zella, gue mau bersama Lo saja,” ungkap Arga penuh kejujuran.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANTARA BISNIS DAN CINTA
9.4
Pasca kematian ayahnya, Jessica Marie Armantyo harus memimpin PT Gembira Raya karena Arnold, kakaknya, terjerat judi. Masalah memuncak saat Joshua Danujaya merebut posisi pemegang saham mayoritas lewat utang Arnold. Jessica yang skeptis terpaksa bekerja sama dengan Joshua yang ambisius. Di sisi lain, hubungan sepuluh tahun Jessica dan Alan kandas karena karier YouTube Alan. Di tengah patah hati, pesona Joshua mulai menggoyahkan kebencian Jessica. Akankah cinta bersemi dari persaingan bisnis ini?
Sampul Novel CEO & Sekretaris
8.0
Tasya memberanikan diri melangkahkan kaki ke kantor pusat Adityaswara dengan harapan besar. Sambil menahan debar di dada, ia segera menghampiri meja resepsionis untuk mencari tahu ketersediaan lowongan pekerjaan di sana. Ia sangat berharap keberuntungan berpihak padanya sehingga bisa diterima bekerja di perusahaan bergengsi tersebut. Langkah awal ini menjadi penentu masa depannya dalam mengejar karir di bawah pimpinan CEO perusahaan yang sangat berkuasa.
Sampul Novel Dendam dan Hasrat Liar
9.5
Alyssa Hartanto bertekad membalas dendam pada Damian Valente, pengusaha yang menghancurkan keluarga dan bisnis orang tuanya. Dengan identitas samaran, ia menyusup ke kediaman Damian sebagai asisten pribadi demi menjalankan misi penghancuran. Namun, rencana Alyssa goyah saat kebencian mendalam tersebut perlahan berubah menjadi gairah yang tak terduga. Kini, ia terjebak dalam dilema antara menuntaskan dendam masa lalu atau menyerah pada cinta yang mulai tumbuh.
Sampul Novel Gadis Simpanan
8.4
Rachel Oktaviani kehilangan segalanya saat sang paman merampas harta warisannya. Nasib tragis membawanya menjadi jaminan utang judi hingga ia nyaris tertabrak mobil mewah saat melarikan diri. Daren Beltrand, sang pengemudi, menyelamatkannya namun dengan niat terselubung. Rachel kini terperangkap bagai burung dalam sangkar emas sebagai simpanan Daren. Tanpa disadari, pria itu ternyata sudah beristri. Bagaimana hancurnya hati Rachel saat rahasia kelam Daren terungkap?
Sampul Novel Istri Rahasia CEO
9.5
Abia tak pernah menyangka nasibnya akan berubah drastis setelah merusak mobil mewah milik bosnya yang dingin. Arya, sang CEO duda beranak satu, memberikan tuntutan berat: Abia harus membayar ganti rugi selangit atau bersedia menikah dengannya. Terjepit masalah finansial, Abia terpaksa menerima tawaran gila tersebut. Kini, ia harus menghadapi tantangan besar tinggal seatap dengan pria galak yang selama ini ia hindari di kantor demi melunasi utangnya.
Sampul Novel Mr. Ergan Obsession
8.5
Ergan Tirta Alviano, CEO kaya raya sekaligus pewaris tunggal di Jakarta, terjebak dalam obsesi mendalam terhadap gadis biasa bernama Andira. Meski memiliki segalanya, cinta Ergan ditolak karena Andira setia pada kekasihnya selama dua tahun. Perbedaan materi tak menyurutkan langkah Ergan yang berkepribadian keras. Ia nekat menempuh berbagai cara, dari taktik halus hingga paksaan, demi memenangkan hati Andira. Akankah ambisi penuh emosi ini berujung pada cinta sejati?