Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Tercampakkan, Legenda Hukum Bangkit

Istri Tercampakkan, Legenda Hukum Bangkit

Tiga tahun aku membuang karier hukumku demi menjadi istri idaman Baskara Wijoyo. Namun, kesetiaanku dibalas luka saat dia lebih memilih melindungi mantan kekasihnya, Aurelia, dari tumpahan kopi panas hingga membiarkan lenganku melepuh parah. Saat itulah aku memutuskan untuk pergi. Kini, aku kembali ke ruang sidang sebagai Nemesis, pengacara legendaris yang tak terkalahkan. Aku siap menghancurkan reputasi Baskara dalam kasus terbesar yang pernah ia hadapi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Keesokan paginya, rumah itu sunyi senyap seperti kuburan. Baskara telah pergi sebelum Eva bangun, sisi tempat tidurnya dingin dan tidak tersentuh. Aroma samar parfum mahalnya masih tertinggal di udara, hantu dari pria yang tinggal di sana tetapi tidak pernah benar-benar hadir.

Eva mengemas satu koper. Dia hanya membawa barang-barang miliknya sebelum menikah. Buku-bukunya, beberapa pakaian sederhana yang dia beli sendiri, dan kotak berisi kehidupan yang telah dia tunda. Segala sesuatu yang lain—pakaian desainer yang dibelikan Baskara untuknya tanpa menanyakan ukuran atau gayanya, perhiasan yang tergeletak tak tersentuh di dalam kotaknya, peralatan dapur yang dia gunakan untuk menyempurnakan makanan favoritnya—dia tinggalkan. Itu semua adalah properti dalam sebuah drama yang tidak lagi dia perankan.

Saat dia sedang menutup ritsleting kopernya, bel pintu berbunyi. Bunyinya mengagetkan di rumah yang sunyi itu. Dia tidak mengharapkan siapa pun.

Dia membuka pintu dan mendapati seorang wanita yang tampak seperti baru saja melangkah keluar dari sampul majalah. Dia tinggi dan langsing, mengenakan setelan celana putih tajam yang mungkin harganya lebih mahal dari anggaran belanja bulanan Eva. Rambut pirangnya ditata sempurna, dan senyumnya cerah, terlatih, dan tidak mengandung kehangatan sejati. Bahkan tanpa perkenalan, Eva tahu siapa dia.

Aurelia Hartono.

"Hai," kata Aurelia, suaranya sehalus sutra. "Kamu pasti Eva. Aku Aurelia."

Dia tidak mengulurkan tangan. Dia hanya melihat melewati Eva, ke dalam rumah.

"Apa Baskara ada? Dia seharusnya menemuiku untuk sarapan untuk membahas beberapa detail akhir untuk tinjauan hukum merekku."

Sebelum Eva bisa menjawab, suara Baskara menggema dari lorong. "Aurelia! Kamu datang lebih awal."

Dia berjalan melewati Eva, wajahnya berseri-seri dengan senyum tulus yang sudah bertahun-tahun tidak Eva lihat ditujukan padanya. Dia memeluk Aurelia dengan hangat, sebuah keintiman santai yang menunjukkan sejarah yang panjang dan dalam.

"Aku kebetulan lewat," kata Aurelia, menarik diri tetapi tetap memegang lengan Baskara. "Aku sedikit khawatir tentang masalah hak kekayaan intelektual ini. Peluncuran lini baruku minggu ini, dan aku tidak mau ada masalah."

"Jangan khawatir," kata Baskara, suaranya rendah dan menenangkan. "Aku sudah mengurusnya. Aku sudah menarik semua yurisprudensi yang relevan. Kita akan membungkam mereka bahkan sebelum mereka tahu apa yang terjadi."

Dia membimbing Aurelia ke ruang tamu, sama sekali lupa bahwa Eva sedang berdiri di ambang pintu. Mereka duduk di sofa, kepala mereka menunduk bersama di atas tablet yang dikeluarkan Aurelia dari tas desainernya. Baskara benar-benar terserap, fokusnya mutlak. Fokus yang sama yang dia gunakan untuk memenangkan kasus-kasus mustahil. Fokus yang sama yang tidak pernah sekalipun dia berikan kepada istrinya.

Eva memperhatikan mereka. Mereka tampak sempurna bersama. Pasangan kuat Jakarta. Dia, jaksa brilian. Dia, desainer selebriti. Mereka adalah pasangan yang serasi.

Eva tidak merasakan apa-apa. Tidak ada kecemburuan, tidak ada kemarahan. Hanya kejernihan yang dalam dan dingin. Dia adalah orang luar di sini. Seorang pengganti. Peran yang dengan bodohnya dia ikuti audisinya, tidak menyadari bahwa peran itu sudah diberikan kepada orang lain.

Dia diam-diam menutup pintu depan dan berjalan kembali ke kamarnya. Dia mengambil kopernya.

Saat melewati ruang tamu, dia mendengar tawa Aurelia. "Oh, Bas, kamu bahkan ingat aku minum kopi dengan satu sendok gula dan sedikit susu almond. Kamu memang selalu paling mengenalku."

"Beberapa hal tidak akan pernah kau lupakan," jawab Baskara, suaranya lembut.

Eva berhenti, tangannya di gagang pintu. Dia telah menghabiskan tiga tahun membuatkan kopi untuknya setiap pagi. Hitam, dua sendok gula. Fakta sederhana yang mungkin tidak bisa dia ingat bahkan jika hidupnya bergantung padanya.

Dia berjalan keluar dari rumah tanpa suara. Dia tidak menoleh ke belakang. Dia memanggil taksi ke bandara, matahari Jakarta terasa keras dan asing di kulitnya.

Di pesawat, saat kota Jakarta yang luas menyusut di bawahnya, Eva membuka laptopnya. Pak Dharmawan sudah mengiriminya berkas untuk kasus pertamanya kembali. Sebuah pengambilalihan paksa yang brutal dan berisiko tinggi. Kliennya di ambang kehancuran, pengacara lawan adalah firma hukum yang terkenal kejam. Mereka bilang itu kasus yang tidak mungkin dimenangkan.

Eva membaca ringkasan awal, pikirannya kembali bekerja. Sensasi tantangan yang familier, perburuan kelemahan, strategi yang terungkap di benaknya. Rasanya seperti bernapas lagi setelah menahan napas selama tiga tahun.

Wanita yang merangkai bunga dan menunggu suaminya pulang telah tiada.

Nemesis sudah mulai bekerja.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
9.4
Pasca kematian gurunya, Zhao Erhu menerima wasiat terakhir yang sangat mengejutkan. Ia diperintahkan turun gunung untuk menemui tujuh kakak perempuan seperguruannya. Tugasnya bukan sekadar mencari mereka, melainkan harus meniduri ketujuh wanita tersebut. Instruksi aneh ini membuat semua orang tercengang, namun sang guru menegaskan bahwa ini adalah misi penyelamatan nyawa. Tanpa melakukan hubungan intim itu, nyawa kakak-kakaknya akan berada dalam bahaya besar.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel ENTERNAL LOVE
9.0
Kehidupan Elgar hancur setelah penyihir hitam merenggut nyawa tunangannya, Carolina. Didorong dendam, ia berlatih di bawah bimbingan penyihir agung untuk memburu sang musuh. Namun, Elgar justru menghadapi pengkhianatan Putri Liana dan bertemu gadis misterius yang sangat mirip dengan Carolina. Kini, ia terjebak dalam dilema besar: melanjutkan misi balas dendamnya atau mengungkap identitas asli gadis tersebut yang mengguncang jiwanya.
Sampul Novel JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN
9.3
Tiga tahun mendampingi Arsen sebagai asisten detektif spesialis kasus berbahaya, Leina memendam perasaan yang dalam. Meski begitu, pria itu terus menolak cinta Leina karena perbedaan usia dan risiko pekerjaannya yang penuh musuh. Sikap Arsen yang dingin membuat hati Leina terluka, namun ia tetap bersikeras berjuang. Kini, para musuh mulai mengincar Leina sebagai titik lemah Arsen. Akankah Arsen tetap menjaga jarak demi keselamatan Leina atau akhirnya mengakui perasaannya?
Sampul Novel LOVE BETWEEN TWO BELIEFS
9.3
Stenly Sebastian Miller hancur saat Kimberly memutuskan hubungan dua tahun mereka akibat isu kebangkrutan. Bertekad bangkit, Stenly bersumpah mencari pengganti yang lebih baik. Di tengah luka, ia menyelamatkan Seruni dari serangan Dante yang obsesif. Meski berakhir babak belur demi melindungi Seruni, insiden ini justru memicu ketertarikan Stenly padanya. Kini ia harus memilih: terus meratapi masa lalu atau memulai lembaran baru yang bahagia bersama Seruni.
Sampul Novel SETETES DARAH SUCI
8.6
Ramalan kuno mengungkap eksistensi gadis berdarah suci yang mampu memberikan keabadian dan kekuatan luar biasa. Setetes darahnya sanggup mencegah kepunahan klan serta menjamin kemudaan abadi bagi siapa pun yang memilikinya. Kelahirannya disambut pesta pora seluruh makhluk di alam semesta, ditandai awan gelap saat bulan purnama dan hawa dingin yang mencekam. Kini, nyawa dan darah sucinya menjadi incaran utama karena semua entitas mendambakan mukjizat yang ada dalam dirinya.