Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Rahasia CEO Arogan

Istri Rahasia CEO Arogan

Evely gemetar ketakutan saat menolak pernikahan dengan Megantara, seorang CEO arogan yang terbiasa mendapatkan segalanya. Megantara yang murka merasa dihina oleh gadis miskin tersebut. Ia mencengkeram dagu Evely dan menekannya dengan ancaman keras untuk memberi pelajaran tentang kekuasaannya. Meski Evely mencoba melawan dan memohon agar dilepaskan, Megantara terus mendekat dengan senyum sinis, memojokkan gadis itu dalam situasi yang mencekam.
Bab
Bagikan

Bab 2

Seorang pria yang memakai setelan jas lengkap berwarna hitam memasuki sebuah perusahaan besar yang sudah berdiri sejak lama. Wajah tegas, alis tebal, bibir tipis dan juga wajah yang tampan dengan bulu-bulu halus yang menghiasi rahangnya membuat ia terlihat sangat tampan. Banyak karyawan wanita yang melihat ke arahnya dengan tatapan penuh kekaguman, tetapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa ataupun mencari perhatian pria itu karena dia sudah memiliki seorang istri. Istrinya bahkan sangat cantik dan mereka sadar diri karena mereka bukan apa-apa dibandingkan istri pria itu yang merupakan seorang model terkenal. Tubuh tinggi tegapnya yang bak seorang model memasuki lift khusus pada petinggi perusahaan, wajahnya nampak arogan tanpa senyum yang menghiasi meskipun tadi ada beberapa karyawan yang menyapa. Tak ada satupun yang ia balas sapaannya karena dirinya memang terkenal seperti itu.

"Selamat pagi, Pak." Sekretarisnya yang melihat keberadaannya langsung berdiri kemudian menyapa sang bos dengan senyum ramah.

Pria itu hanya mengangguk membalas sapaan itu, seperti biasanya. Ia langsung memasuki ruangannya disusul dengan sang sekretaris.

"Pak, tadi Pak Rei menghubungi saya, beliau ingin bertemu dengan Anda hari ini," ujar sekretarisnya yang bernama Mutia.

"Katakan padanya kalau tidak ada yang perlu saya bahas dengan dia," balas pria itu.

"Tapi, Pak, beliau sudah berpesan kalau Bapak tidak mau menemuinya. Maka dia akan pergi ke sini menemui Bapak," ujar Mutia.

"Saya tidak peduli dengan hal itu, kamu katakan saja apa yang saya katakan tadi."

"Baik, Pak." Mutia menganggukkan kepala, kemudian pamit undur diri dari ruangan bosnya.

Sudah tahu tabiat dari bosnya memberikan Mutia tidak banyak membantah, semua ini demi keselamatan pekerjaannya. Meskipun bosnya menyebalkan dengan sikapnya yang arogan itu, tetapi Mutia masih membutuhkan pekerjaan ini.

Pria itu duduk di kursi kebesarannya kemudian membuka laptopnya, mengetikkan sesuatu di sana. Melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda karena suatu hal, ia berdecak kesal karena hari ini ia pasti akan sangat sibuk sekali sebab beberapa hari ini pekerjaannya sempat tertunda karena ulah sang istri yang memaksanya untuk menemaninya.

"Kalau saja aku tidak ikut dengan Tiffany, mungkin semua pekerjaanku akan cepat selesai," ujar pria itu sedikit menyesali keputusannya.

Pria yang bernama lengkap Megantara Draco Aloysius itu kini fokus pada pekerjaannya, ia merupakan seorang pengusaha yang berhasil mendirikannya perusahaan ini sejak beberapa tahun lalu. Aloy Corporation, siapa yang tidak mengenal perusahaan itu? Perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan itu sukses besar dengan berbagai macam produknya yang selalu diekspor berbagai negara. Semua produknya tidak ada yang gagal, selalu laris manis di pasaran. Semua orang mengenalnya dan tak jarang banyak dari mereka yang menginginkan perusahaan pria yang biasa dipanggil Megantara itu untuk bergabung dengan perusahaan mereka.

Seharian ini Megantara sibuk dengan pekerjaannya, hingga tiba-tiba saja pintu ruangannya terbuka. Megantara langsung menoleh, ia pikir itu adalah Mutia dan ia berniat menegur Mutia yang tidak sopan mengganggunya yang tengah sibuk. Ternyata itu adalah Tiffany Watson, istri yang sudah lima tahun ini menjadi istrinya. Wanita cantik yang berprofesi sebagaimana model itu menghampiri suaminya dengan senyum ceria, tanpa aba-aba ia langsung duduk di pangkuan suaminya membuat Megantara sigap langsung merangkul pinggang rampingnya.

"Kenapa kamu tiba-tiba datang tak memberitahuku dulu, hmm?" tanya Megantara sambil tersenyum hangat.

"Aku ingin mengajakmu makan siang," jawab Tiffany sambil bergelayut manja di leher Megantara.

"Memangnya saat ini sudah waktunya makan siang?" Megantara bertanya dengan kernyitan di dahinya.

"Tentu saja sudah, kau ini terlalu sibuk saat bekerja sehingga tidak sadar kalau saat ini adalah waktunya untuk mengisi perutmu," ujar Tiffany.

"Pekerjaanku saat ini menumpuk karena beberapa hari yang lalu aku menemani berlibur, Sayang." Tiffany mengerutkan dahinya saat mendengar perkataan Megantara.

"Jadi kau menyalahkanku?" tanya Tiffany tersinggung.

"Bukan begitu, Sayang, hanya saja saat ini pekerjaanku sedang banyak. Aku sama sekali tidak menyalahkanmu, aku senang menemani berlibur beberapa hari kemarin." Megantara langsung meralat ucapannya sebelum Tiffany merajuk karena itu akan sangat gawat baginya.

"Aku pikir kau tak suka berlibur denganku."

"Tentu aku sangat senang bisa berlibur dengan istriku tersayang ini," ujar

Megantara sambil mengecup pipi Tiffany hingga membuat wanita itu tersenyum senang.

"Baiklah, hentikan dulu pekerjaanmu karena kau tidak akan bisa konsentrasi bekerja saat perutmu kosong." Tiffany turun dari pangkuan Megantara.

"Ayo kita cari makan siang, Sayang, aku sudah sangat lapar."

"Memangnya tidak ada pemotretan hari ini?" tanya Megantara yang dibalas gelengan kepala oleh Tiffany.

"Jadwal pemotretanku nanti setelah jam makan siang, jadi kita masih memiliki banyak waktu untuk makan siang bersama," jawab Tiffany.

"Baiklah, aku akan merasa sangat senang mendengar itu karena tidak akan ada lagi managermu yang mengganggu waktu makan siang kita," ujar Megantara membuat Tiffany tertawa.

"Kau masih mengingat kejadian itu?" tanya Tiffany tergelak.

"Tentu saja, mana mungkin aku lupa dengan kejadian waktu itu. Di mana kita makan seperti dikejar hantu karena ulah managermu itu," ucap Megantara mendengkus kasar saat mengingat kembali kejadian lampau itu.

"Seharusnya kau cari manager yang baru saja."

"Jangan begitu, Sayang, biar bagaimanapun juga dia itu sudah lama menjadi managerku. Aku suka kinerjanya," ujar Tiffany sambil menyentuh lengan Megantara.

"Karena kau yang meminta begitu, maka pekerjaan managermu itu aman." Tiffany terkekeh pelan.

Keduanya berjalan bersisian keluar dari ruangan Megantara dengan Tiffany yang menggandeng lengan Megantara. Keduanya nampak serasi satu sama lain, banyak pasang mata yang berdecak kagum dengan pasangan itu. Namun, ada bisik-bisik tak mengenakkan yang terdengar, di mana mereka begitu heran mengapa di lima tahun pernikahan Megantara dan Tiffany, tak kunjung hadir seorang keluarga baru.

"Mungkin saja Bu Tiffany mandul," ujar salah seorang pegawai pada yang lainnya.

"Jangan bicara begitu!"

"Lalu apalagi alasan mereka menunda anak?"

"Mungkin saja Bu Tiffany tidak mau kariernya kacau kalau ia memiliki anak," balas lainnya.

Baik Megantara maupun Tiffany mendengar bisik-bisik itu, Tiffany merasa panas karena ia dituduh mandul. Wanita itu berniat menghampiri pegawai wanita itu, tetapi lengannya ditahan oleh Megantara. Megantara meminta Tiffany berdiri di belakang tubuhnya sementara ia menghampiri pegawai wanita yang tengah bergosip itu.

"Kantor ini tempat bekerja, bukan tempat untuk orang-orang yang suka bergosip seperti kalian!" Megantara langsung membentak hingga membuat mereka terdiam kaku karena mendengar bentakan itu.

"Sembarangan kalian menuduh istri saya seperti itu, tidak akan saya maafkan siapapun yang sudah menyinggungnya. Segera angkat kaki kalian dari sini karena mulai hari ini kalian saya pecat!" Mendengar kata pecat membuat mereka mendongak.

"Jangan pecat kami, Pak, kami mohon maafkan kami," ujar salah satu pegawai bahkan sampai berlutut.

"Itu akibat bagi para pegawai yang suka bergosip! Kalian semua yang di sini akan merasakan hal sama seperti dia kalau melakukan hal semacam ini!" Megantara melangkah melewati lengan wanita itu tanpa belas kasihan, mengajak istrinya untuk berjalan menuju lift. Tiffany yang melihat itu tersenyum sinis, seakan merasa puas dengan apa yang Megantara lakukan pada pegawai-pegawai itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Kembali Bukan Untuk Cinta
9.8
Pasca menjebak Bara di malam pengantin, Ayla diusir dan mengasingkan diri ke luar negeri. Di sana, ia memulai hidup baru yang mapan dan membesarkan buah hatinya tanpa sepengetahuan sang suami. Namun, takdir memaksa Ayla pulang untuk menghadapi pria yang seharusnya ia benci itu. Kepulangannya membawa misi rahasia yang berisiko menghancurkan reputasinya. Meski dicap sebagai wanita murahan, ia tetap maju demi tujuan yang sangat krusial bagi hidupnya.
Sampul Novel Dendamku Pada CEO Berujung Pelaminan
8.8
Dulu Aruna diusir dan dicaci sebagai pembawa sial yang tidak diinginkan. Luka hatinya kian dalam saat perasaan tulusnya pada Nathan hanya dijadikan bahan taruhan yang merendahkan. Setelah bertahun-tahun berlalu, Aruna kembali dengan identitas baru dan kepribadian yang jauh berbeda. Takdir mempertemukannya lagi dengan sang CEO yang dulu menolaknya. Kini, Aruna siap menjalankan misi balas dendam demi menghancurkan pria yang pernah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Gadis Perawan Untuk CEO
8.6
Devanka hampir kehilangan kesuciannya akibat ulah tetangganya, sebuah tragedi yang bisa mendatangkan kutukan karma bagi keluarganya. Di tengah kemelut itu, ia bertemu CEO arogan yang sedang mencari istri perawan. Pria kaya tersebut harus memenuhi wasiat sang kakek di ulang tahun ke-80. Bagi keluarga besar Hamzah yang berkuasa, menikahi gadis yang masih suci adalah kehormatan mutlak. Kini, nasib Devanka terikat pada ambisi keluarga konglomerat tersebut.
Sampul Novel Hayu
9.2
Hayu
Hayu awalnya yakin bahwa kriteria kolot seperti bibit, bebet, dan bobot sudah tidak relevan di era modern. Namun, realita pahit menghantamnya saat ia berhadapan dengan Nyonya Adibrata. Sebagai sekretaris biasa, hubungannya dengan Bisma, sang pewaris tunggal Adibrata Group, kini berada di ujung tanduk. Hayu harus melewati serangkaian interogasi kaku dari ibu kekasihnya demi mempertahankan cinta mereka. Akankah perbedaan status sosial ini menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Istri Kedua Tersembunyi
7.9
Raine Alverez terpaksa menjadi istri kedua Leon Castello demi melunasi utang keluarganya. Meski dicap sebagai perusak rumah tangga, ia sebenarnya terjebak dalam perjanjian lama yang diatur sang taipan. Di balik status rahasia itu, Raine harus menghadapi kebencian istri pertama serta cercaan publik. Konflik batin kian memuncak saat ia mulai mencintai Leon. Di tengah intrik dan rahasia besar, Raine berjuang memahami siapa yang benar-benar bersalah dalam pernikahan ini.
Sampul Novel Keturunan Rahasia
8.5
Akibat jebakan licik pamannya, Rajendra Antariksa melakukan kesalahan fatal terhadap Amara Lucia Haidar di masa lalu. Setelah sepuluh tahun hidup dalam penyesalan mendalam, pewaris Antariksa Group ini terkejut saat mengetahui Amara mengalami trauma berat dan telah melahirkan putranya secara rahasia. Namun, upaya Rajendra untuk menebus dosa tidaklah mudah. Ia justru menghadapi penolakan keras dari Amara, orang tuanya, bahkan anak kandung yang baru diketahuinya itu.