Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Pengganti Sang Miliarder

Istri Pengganti Sang Miliarder

Hailey terpaksa membalas budi keluarga Brantley setelah rahasia identitas aslinya terungkap. Dia dipaksa menggantikan kakaknya untuk menikahi miliarder yang kabarnya sudah tua. Namun, kejutan besar terjadi di pelaminan saat sosok sang suami ternyata pemuda tampan bernama Mathias. Ketegangan memuncak pada malam pertama ketika Mathias menyudutkan Hailey ke dinding. Dia membongkar fakta bahwa dia tahu Hailey bukanlah putri sulung yang seharusnya dinikahinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hailey terhenyak mendengar ucapan tersebut. Rasa terjebak dan bingung semakin menguat di hatinya. "Apa maksudmu, Mom? Aku tidak mengerti."

Penelope menatap Hailey dengan penuh kesedihan. "Aku tahu ini mungkin terasa tidak adil bagimu. Namun keluarga Brantley telah banyak membantumu, dan kami berharap kau bisa membalas budi dengan menikah dengan anggota keluarga Cameron menggantikan Evangeline. Aku tahu ini bukanlah jalan yang kau inginkan, tapi ini adalah pengorbanan yang harus kau lakukan untuk membayar utang budi."

Hailey menggigit bibirnya, berusaha menahan air mata. "Tapi Mom, bukankah ini tidak adil? Kenapa harus aku yang berkorban? Aku merasa dijebak."

Penelope menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. "Aku tahu, Hailey. Namun, pernikahan ini sangat penting untuk kelangsungan keluarga Brantley."

Hailey merasa amarah dan kesedihan bercampur menjadi satu. "Aku mungkin bisa menerima jika aku sudah diangkat anak oleh keluarga Brantley dan aku pasti membalas budi pada keluarga Brantley yang telah mengadopsiku. Namun aku tidak pernah membayangkan harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri seperti ini."

Penelope mengelus tangan Hailey dengan lembut. "Kamu harus terima kenyataannya, Hailey."

Hailey merasakan hatinya terasa hancur, dia bertekad untuk menghadapi tantangan ini dengan keberanian dan harapan, mencoba menemukan jalan untuk meraih kebahagiaan meskipun semuanya terasa begitu menekan.

***

Hailey merasakan detak jantungnya semakin cepat ketika dia berdiri di depan pintu gereja. Dengan tangan gemetar, dia menggandeng lengan George, sang ayah yang tampak tegas tetapi penuh perhatian. Pemikiran tentang pernikahan yang segera terjadi membuat Hailey semakin cemas.

George, yang sepertinya merasakan kegelisahan Hailey, menundukkan kepalanya sedikit dan berbicara pelan, "Kau akan baik-baik saja, Hailey. Ingat, ini semua untuk keluarga."

Hailey tersenyum sinis. "Keluarga? Apa kamu yakin semua ini untuk keluarga, Dad?"

"Hailey!" George memanggil dengan nada egas.

"Aku hanya ingin bertanya padamu, Dad. Apakah selama ini kebaikan yang kudapatkan darimu hanyalah untuk hal ini? Agar aku mau menjadi tumbal bagi keluarga ini?" Hailey ingin sekali mengetahuinya,

"Hailey, baik aku atau ibumu tidak pernah merencanakan ini. Bahkan jika kami merencanakan ini semua, kami sudah mengajukanmu sejak awal. Namun aku dan ibumu tetap mengajukan Evangeline. Sayangnya Evangeline memilih kabur." George berusaha membuat Hailey mengerti.

Wanita itu terdiam. Dia membenarkan ucapan ayahnya. Jika memang keluarga Brantley sengaja menumbalkan dirinya sejak awal, pasti sejak awal pernikahan ini akan dirancang atas nama dirinya. Namun Hailey menghalau pikiran tersebut. Dia tidak mau mudah percaya begitu saja dengan ayahnya ataupun anggota keluarga Brantley lainnya.

"Hailey, selama ini aku selalu memberikanmu kehidupan yang layak dan barang-barang yang kamu inginkan. Namun kali ini tidak bisakah kamu membantuku Daddy dan Mommy? Kami tidak punya pilihan lain dan hanya kamu satu-satunya harapan kami. Karena itu, kamu mau 'kan menggantikan Evangeline untuk menikah?" George kembali berusaha meyakinkan Hailey.

Hailey mengangguk lemah. "Baiklah, Dad. Anggap saja apa yang aku lakukan ini untuk menebus semua yang keluarga Brantley lakukan untukku."

Hailey tahu bahwa menikah dengan anggota keluarga Cameron adalah satu-satunya cara untuk membalas budi pada keluarga Brantley yang telah mengadopsinya. Namun, dia tidak bisa menghilangkan rasa terjebak yang semakin kuat.

Kegelisahan masih menyelimuti Hailey. Ia sudah mendengar desas-desus tentang calon suaminya-jelek dan tua. Pikiran itu terus menghantuinya, membuatnya semakin cemas menjelang pernikahan ini.

Aku akan baik-baik saja. Aku hanya perlu menjalani semua ini. Gumam Hailey menyemangati diri sendiri.

Ketika pintu gereja perlahan terbuka, Hailey menarik napas dalam-dalam, berharap bisa menenangkan dirinya.

Saat pintu terbuka sepenuhnya, Hailey tertegun. Di atas altar berdiri seorang pria tampan, jauh berbeda dari gambaran jelek dan tua yang dia bayangkan. Dengan rambut cokolat itu memiliki mata abu-abu yang menawan. Pria dengan tinggi 192 sentimeter itu memiliki tatapan yang tajam dan wajah yang tegas tetapi menawan. Matanya yang dalam dan penuh keyakinan membuat Hailey terpesona sejenak.

Pendeta memulai upacara dengan suara khidmat, tetapi Hailey hampir tidak bisa fokus. Pikirannya masih berputar tentang betapa berbeda dan menariknya Mathias dibandingkan dengan apa yang dia dengar sebelumnya.

Ketika tiba saatnya mengucapkan janji pernikahan, Hailey merasa jantungnya berdetak kencang. Hailey merasakan beban di dadanya semakin berat. Ia menatap Mathias, yang balas menatapnya dengan tatapan penuh pengertian.

"Apakah kau, Evangeline Brantley, bersedia menikah dengan Mathias Cameron, untuk mencintai dan menghormatinya sepanjang hidupmu?" tanya pendeta.

Hailey menelan ludah karena bukan namanya yang disebut karena hanya keluarga Brantley saja yang tahu jika Evangelin digantikan olehnya. Kemudian dia mengangguk. "Aku bersedia,"

Mathias tersenyum, lalu mengucapkan janji pernikahan dengan suara lembut tapi tegas. "Dan apakah kau, Mathias Cameron, bersedia menikah dengan Evangeline Brantley, untuk mencintai dan menghormatinya sepanjang hidupmu?"

Mathias menatap Hailey dengan penuh keyakinan. "Aku bersedia."

Pendeta mengumumkan mereka sebagai suami istri, dan Hailey merasa ada harapan baru di tengah kebingungan dan kegelisahannya. Meskipun awalnya terasa seperti sebuah jebakan, kini ada kemungkinan kecil bahwa pernikahan ini bisa menjadi sesuatu yang indah.

Setelah pemberkatan pernikahan selesai, Hailey merasa kebingungan saat Mathias segera membawanya keluar dari gereja. Tidak ada pesta pernikahan, tidak ada resepsi. Hailey mengikuti langkah suaminya yang baru dengan perasaan campur aduk. Mathias memang tampan, tetapi ada sesuatu dalam tatapannya yang membuat Hailey merasa takut.

Di dalam mobil, Hailey mencoba untuk tetap tenang. "Apa kita akan langsung ke rumahmu?" tanyanya, mencoba memecah kesunyian yang menegangkan.

Mathias hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa. Ketegangan semakin terasa. Hailey merasakan kecemasan merambat dalam dirinya, tapi dia berusaha menyembunyikannya di balik senyuman tenangnya.

Sesampainya di mansion besar milik Mathias, Hailey terpesona oleh kemegahan bangunan itu. Namun perasaan kagum itu segera tergantikan oleh rasa takut ketika Mathias membawanya masuk dengan langkah cepat dan tegas. Mereka berjalan melalui lorong panjang yang sepi, lalu berhenti di depan sebuah kamar.

Mathias membuka pintu kamar dan hampir mendorong Hailey masuk. Ia mengunci pintu di belakang mereka, dan seketika suasana menjadi semakin menakutkan. Mathias mendekati Hailey dengan langkah perlahan, menyudutkannya ke dinding.

Hailey menelan ludah, jantungnya berdebar kencang. "Mathias, ada apa?" tanyanya dengan suara gemetar, meskipun dia berusaha keras untuk terdengar tenang.

Mathias menatapnya tajam, dengan suara yang penuh intimidasi, dia berkata, "Kau bukanlah putri pertama keluarga Brantley. Berani sekali kau menikah denganku!"

Hailey terkejut. "Apa maksudmu?" tanyanya dengan suara bergetar. "Aku memang bukan Evangeline, tapi aku tidak pernah bermaksud menipu siapa pun."

Mathias mendekatkan wajahnya, membuat Hailey semakin merasakan ketegangannya. "Keluarga Brantley berhutang banyak padaku, dan mereka berpikir bisa menggantikan putri pertama mereka denganmu. Namun jangan pernah berpikir aku tidak tahu siapa kau sebenarnya."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu
8.8
Pasca diceraikan suami pelit yang merendahkannya karena hanya lulusan SD, seorang wanita miskin dipaksa orang tuanya menikahi duda kaya raya. Pernikahan kedua tanpa cinta ini menjadi awal babak baru yang penuh tanda tanya. Sanggupkah ia menyembuhkan luka batin akibat hinaan mantan mertua dan membangun kebahagiaan bersama pria asing? Simak perjuangannya keluar dari derita demi menemukan cinta sejati dalam rumah tangga yang diawali keterpaksaan.
Sampul Novel Gadis Jaminan Tuan Max
7.8
Hera mengira penderitaannya sudah mencapai batas, namun kemalangan lebih besar justru datang menghampiri. Ibunya terjerat utang pada Max, seorang lintah darat kejam, dan kini Hera yang harus menanggung konsekuensinya. Ia dijadikan tawanan sebagai jaminan hingga utang tersebut lunas sesuai tenggat waktu. Jika sang ibu gagal membayar, Hera harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dalam hidupnya. Akankah ia mampu bertahan di bawah kendali penuh Max?
Sampul Novel Istri Kontrak Sang CEO Dingin
9.4
Demi melunasi utang keluarga yang menghimpit, Hana terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Ray, CEO berhati dingin yang butuh menjaga citra publiknya. Meski awalnya sepakat untuk tidak saling melibatkan perasaan, benih cinta perlahan muncul di tengah kepura-puraan mereka. Namun, saat masa lalu kelam Ray terungkap dan ancaman rival bisnis mulai menyerang, hubungan mereka pun diuji. Sanggupkah cinta sejati tumbuh dari sebuah kebohongan yang rumit?
Sampul Novel Rahasia Sang CEO
8.5
Chris terjebak dalam dendam akibat perselingkuhan ibunya, Jane, dengan bawahan ayahnya sendiri. Howard memilih tidak bercerai demi membalas rasa sakit hati itu berkali-kali lipat kepada Jane. Di tengah ketegangan keluarga yang hancur, Jane memohon agar putra tunggalnya itu segera membangun rumah tangga. Namun, Chris yang sinis justru bersumpah hanya akan menikah setelah ia berhasil menghancurkan hati banyak wanita sebagai bentuk pelampiasan atas trauma masa lalunya.
Sampul Novel Sang Pemilik Rahim Pengganti
8.0
Demi melunasi utang ayahnya, Renata Larasati yang berusia 20 tahun terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pengusaha kaya bernama Danu Rahardianto. Istri Danu, Rubby Kirana, menolak hamil demi menjaga bentuk tubuhnya. Namun, penderitaan Renata tak berakhir setelah melahirkan. Rubby justru tega menjualnya ke mucikari demi uang. Di tengah keterpurukan sebagai penghibur, Renata harus berjuang keras untuk bangkit. Mampukah ia mengubah nasibnya yang tragis?
Sampul Novel Semalam Penuh Kejutan dengan CEO Arogan
9.8
Emily Johnson adalah sekretaris setia namun ceroboh di W Company, perusahaan milik CEO ambisius Daniel Winston. Saat Emily bergelut dengan kegalauan akibat kekasihnya menghilang tanpa kabar selama dua minggu, Daniel justru membawanya dalam perjalanan dinas mendadak ke Thailand. Di sana, sebuah peristiwa tak terduga terjadi dan mengubah jalan hidup mereka selamanya. Bagaimana nasib hubungan Emily dengan pacarnya saat benih baru mulai tumbuh bersama sang bos?