Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Penebus Hutang

Istri Penebus Hutang

Elara, gadis penuh harapan di tengah kemiskinan, harus menghadapi kenyataan pahit akibat ulah ayahnya, Hasan. Demi melunasi utang keluarga yang menumpuk, Hasan memaksa Elara menikahi Raka, konglomerat misterius yang menguasai dunia bisnis namun tak pernah muncul di publik. Meski hatinya hancur dan air mata tertahan, Elara tidak memiliki pilihan lain selain menuruti permintaan sang ayah. Kini, nasibnya terikat pada sosok pria berkuasa yang tidak ia kenal.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari-hari berlalu dalam keheningan yang aneh. Seperti hujan yang merembes di tanah kering, perasaan Elara menyusup ke dalam dirinya, menunggu saatnya untuk mengalir dan mengungkapkan kesedihan yang terpendam. Setiap langkah yang diambilnya di rumah yang tak lagi bisa disebut rumah itu seolah menuntunnya lebih dekat ke takdir yang menakutkan. Pagi hari di rumah Hasan, siang yang penuh dengan keheningan, dan malam yang dingin. Semua terasa seperti persiapan bagi sesuatu yang tak dapat ia hindari.

Di hari pernikahannya, Elara mengenakan gaun putih yang sederhana, jauh dari gaun-gaun megah yang biasa dikenakan oleh putri-putri di istana. Gaun itu menjuntai ke bawah, tanpa hiasan, hanya dinding kain yang membungkus tubuhnya yang kurus. Ia berdiri di depan cermin kecil, menatap dirinya sendiri, mencoba merasakan apa yang seharusnya ia rasakan-kebahagiaan, kebanggaan, rasa syukur. Tapi hanya ada ketakutan yang merayap di balik matanya, ketakutan akan apa yang akan datang.

"Ayah..." suara Elara hampir tidak terdengar. Hasan berdiri di belakangnya, terlihat lebih tua dan lelah dari sebelumnya. Ia menaruh tangan di bahu Elara, sebuah gerakan yang penuh dengan cinta, tetapi juga penyesalan.

"Jangan khawatir, Elara. Kau akan baik-baik saja," ujarnya, mencoba terdengar yakin, tetapi suaranya serak dan tidak meyakinkan. Elara menatap pantulan ayahnya di cermin, melihat pria yang telah mengorbankan begitu banyak untuknya, dan yang sekarang juga akan melepaskan putrinya ke dalam pelukan ketidakpastian.

"Apakah aku membuat keputusan yang benar, ayah?" tanya Elara, matanya berbinar dengan pertanyaan yang tak terjawab.

Hasan menarik napas dalam-dalam, lalu menghela napas pelan. "Aku tidak tahu, Elara. Aku hanya tahu satu hal-kau adalah orang yang paling kuat yang pernah aku kenal. Jika ada yang bisa menghadapinya, itu adalah kau."

Hujan mulai turun di luar, ketukan-ketukan kecil yang bergema di atas atap rumah. Elara menutup matanya sejenak, mendengarkan suara hujan yang menenangkan, seolah-olah alam mencoba memberinya kekuatan. Tetapi di luar sana, di dalam dunia yang lebih besar, badai sebenarnya baru saja mulai.

Pernikahan itu berlangsung dalam keheningan yang aneh. Keluarga dan para tamu yang hadir hanya sebagian kecil dari para pejabat dan orang-orang berkuasa yang lebih tertarik pada keuntungan dan kekuasaan daripada kebahagiaan calon pengantin. Ruangan tempat upacara itu berlangsung dihiasi dengan kain emas dan perak, menciptakan suasana yang mewah dan megah. Tapi di mata Elara, semua itu hanya terlihat seperti ilusi, sebuah dunia yang tidak nyata.

Ketika Raka muncul di ambang pintu, seluruh ruangan seolah terhenti. Tubuhnya tegap, wajahnya tertutup oleh bayangan yang sulit ditembus. Pakaian hitam yang dikenakannya membuatnya terlihat seperti sosok yang datang dari kegelapan, dan setiap langkah yang diambilnya seakan-akan menorehkan jejak kekuasaan yang tak bisa dilawan. Elara menelan ludahnya, berusaha tidak memperlihatkan ketakutannya, tetapi detak jantungnya yang semakin cepat membuatnya sadar bahwa ia tidak bisa mengelak.

Raka berjalan mendekat, matanya bertemu dengan mata Elara untuk pertama kalinya. Ada sesuatu di dalam tatapan itu, sebuah kilasan rasa sakit yang sulit dijelaskan. Elara ingin bertanya, ingin tahu mengapa mata itu tampak begitu terperangkap, tetapi kata-kata itu terhenti di bibirnya. Dia hanya bisa menunduk, menahan air mata yang hampir jatuh.

Mereka berdua berdiri di altar, di hadapan seorang pendeta yang melafalkan janji-janji pernikahan. Kata-kata itu mengalir seperti aliran sungai yang mengalir ke laut, tidak bisa dihindari dan tidak bisa dibatalkan. Setiap kata yang diucapkan oleh pendeta itu semakin menekan dada Elara, membuatnya merasa seperti ada tangan yang menekan tenggorokannya. Raka, di sisi lain, tampak tidak menunjukkan emosi sama sekali. Wajahnya tetap kaku, seperti patung yang terukir dari batu.

Namun, saat pendeta meminta mereka untuk saling mengucapkan janji, suara Raka, meskipun dalam dan rendah, menggetarkan hati Elara.

"Aku berjanji untuk melindungimu, Elara, bahkan jika aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya," katanya, dan meskipun suaranya seolah-olah mengandung kekuatan, ada juga kesedihan di dalamnya, kesedihan yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang pernah kehilangan segalanya.

Elara memandangnya dengan mata yang basah. Ia ingin merespon, tetapi kata-kata itu tidak bisa keluar. Mereka berdua terjebak dalam dunia yang tak mereka pilih, terikat dalam ikatan yang lebih kuat dari sekadar pernikahan-ikatan antara dua jiwa yang terperangkap oleh takdir.

Pernikahan itu berakhir dengan perayaan yang lebih meriah di luar rumah besar Raka, dengan makanan mewah dan musik yang dipenuhi sorak-sorai. Elara merasa seolah-olah semua yang terjadi adalah mimpi, sebuah kenyataan yang tidak bisa ia sentuh. Para tamu tertawa, berbicara tentang bisnis dan politik, sementara Elara duduk di kursi, diam, mencoba menyembunyikan kepedihan di wajahnya. Raka berdiri di sampingnya, matanya mengawasi setiap gerakan, seolah ingin memastikan bahwa semuanya berjalan lancar.

"Apa yang akan terjadi sekarang?" Elara akhirnya bertanya, suaranya lemah, tapi cukup keras untuk didengar oleh Raka.

Raka menatapnya, bibirnya mengeras sejenak sebelum ia menjawab, "Kita akan pergi ke rumahku. Di sana, kita akan mulai hidup kita yang baru."

"Tapi bagaimana dengan..." Elara terhenti, menatap ayahnya yang duduk di ujung ruangan, memandangi mereka dengan ekspresi campuran antara kebanggaan dan kesedihan.

"Jangan khawatir tentang ayahmu. Aku akan memastikan dia aman," jawab Raka, suaranya lebih keras dari sebelumnya, dengan nada yang sulit ditebak. Elara menatapnya, mencoba membaca apa yang ada di balik mata itu. Tetapi di sana hanya ada bayangan, begitu dalam sehingga ia merasa seperti tenggelam.

Ketika mereka meninggalkan rumah besar itu dan melangkah ke dalam mobil yang menunggu, Elara merasakan sesuatu yang aneh. Hujan kecil masih jatuh dari langit, dan setiap tetes yang mengenai jendela mobil seolah menghantam jantungnya. Perjalanan itu terasa seperti perjalanan terakhir, perjalanan ke dunia yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.

Mobil itu melaju cepat, meninggalkan kota kecil yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Setiap detik yang berlalu membuat jantungnya semakin berat, seolah ada tangan yang mencekiknya. Raka duduk di sampingnya, tubuhnya tegap dengan tatapan yang sulit ditembus. Elara ingin berbicara, ingin menanyakan berapa lama ia akan terperangkap dalam dunia ini, tetapi kata-kata itu terjebak di tenggorokannya.

"Kenapa kau melakukan ini?" akhirnya Raka bertanya, suaranya dalam dan seolah mencoba memahami sesuatu yang lebih dalam. Elara menatapnya, melihat wajahnya yang serius, yang seakan-akan membawa beban yang tak bisa ditanggung oleh satu orang pun.

"Aku tidak tahu," jawab Elara, suaranya hampir menjadi bisikan. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi aku tahu satu hal: aku tidak akan membiarkan diriku hancur begitu saja."

Raka menoleh, sejenak tatapannya melembut sebelum kembali mengeras. Ia tahu bahwa Elara bukan orang biasa. Meskipun tubuhnya kecil dan rapuh, ada kekuatan yang tak terlihat di balik matanya yang penuh dengan rasa takut dan harapan. Raka, sang Raja Bayangan, tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi ia tahu bahwa hidupnya tidak akan sama setelah hari itu.

Mereka melewati gerbang besar rumah Raka, rumah yang megah dan penuh dengan cahaya yang memancar di malam hari. Rumah itu tampak seperti kastil yang tak bisa diakses oleh siapa pun. Elara melangkah keluar dari mobil, menatap bangunan itu, menahan napas. Ia tahu, hidupnya akan berubah selamanya.

Raka memandangnya sejenak, seolah mencoba mencari tahu apa yang ada di benaknya. "Selamat datang di rumahmu, Elara," katanya, tetapi suaranya hampir tidak terdengar, seperti bisikan yang hanyut oleh angin malam.

Elara hanya mengangguk, seakan menerima kenyataan itu, meskipun hatinya terasa seperti sedang pecah menjadi ribuan potongan kecil. Ia tahu, perjalanannya baru saja dimulai, dan dunia yang akan ia hadapi lebih gelap daripada yang pernah ia bayangkan.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NDL" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NDL
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cintanya Bersinar Dalam Kegelapan
9.4
Di balik kesuksesan Sienna, Julian hanyalah sosok terabaikan yang pernah mencuri ciuman pertamanya dalam kegelapan. Saat hidup Sienna hancur, Julian pulang demi melihat wanita itu terpaksa menerima pinangan pria lain. Namun, ketika Sienna berada di titik terendah, Julian telah menjelma menjadi sosok berkuasa yang siap melindunginya. Lewat ajakan nikah yang tegas, ia membuktikan bahwa tak ada pria lain yang mampu mencintai Sienna sedalam dirinya.
Sampul Novel Di Nikahi Majikan
9.3
Kehidupan Ana berubah drastis saat sang majikan melamarnya secara tiba-tiba. Pria itu merasa Ana adalah satu-satunya orang yang selalu ada untuknya, bahkan hanya masakan Ana yang bisa diterima oleh perutnya. Di tengah kesibukan Bella, dia justru memilih Ana untuk menjadi pendamping hidupnya. Namun, Ana merasa bimbang karena dirinya masih berstatus sebagai siswi sekolah. Akankah Ana menerima pinangan pria kaya tersebut demi masa depannya yang penuh tanda tanya?
Sampul Novel Godaan Cinta Sejati
8.6
Yulia terpaksa menikah ke keluarga Jayendra hanya untuk mendapati Billy, suaminya, dalam kondisi koma. Keajaiban terjadi saat Billy terbangun pasca pernikahan, namun ia justru bersikap dingin dan berniat menceraikan Yulia karena tak mengenalnya. Saat Yulia hamil dan berencana pergi diam-diam, Billy yang semula membencinya justru berubah posesif. Ia menolak perceraian dan mendekap Yulia erat, menegaskan bahwa wanita itu adalah miliknya selamanya.
Sampul Novel Istri Dari Desa
8.5
Asmi sering dihina oleh keluarga suaminya karena penampilannya yang gemuk dan asal-usulnya dari desa. Bahkan, sang ibu mertua menolak kehadirannya karena menganggapnya miskin serta tidak memiliki ayah. Namun, sebuah rahasia besar perlahan terungkap. Sang suami baru menyadari bahwa istrinya sebenarnya adalah pengusaha kaya raya dengan aset di mana-mana. Kini, saat identitas aslinya terbongkar, mampukah keluarga tersebut berhenti merendahkan sosok Asmi?
Sampul Novel Kecemerlangan Tak Terbelenggu: Menangkap Mata Sang CEO
8.3
Leanna dipaksa bercerai setelah dikhianati suami dan mertuanya dalam pernikahan yang didasari utang. Usai berpisah, ia bangkit dengan harta gono-gini dan kebebasan penuh. Leanna mengungkap jati dirinya sebagai peretas ahli, pembalap, profesor medis, hingga desainer perhiasan ternama. Meski simpanan mantan suaminya terus mengganggu, ia tetap tak tergoyahkan. Hingga akhirnya, Matthew hadir dan menawarkan diri untuk menjadi suami baru bagi sang wanita jenius ini.
Sampul Novel Kehormatan Yang ternoda
9.0
Salmah, gadis desa yang hidup melarat, harus membesarkan Ayuna sendirian setelah menjadi korban pemerkosaan. Tiga tahun berlalu, Jhondra Mahardika, sang pelaku, muncul kembali untuk merebut putrinya. Hal ini terjadi karena istrinya, Dinda Kirana, tak lagi bisa hamil usai operasi pengangkatan rahim. Demi melindungi hak asuh Ayuna, Salmah terpaksa bersedia menjadi istri kedua Jhondra. Namun, pernikahan ini justru menjadi awal penderitaan batin yang sangat menyiksa dirinya.