
Istri Palsu Miliarder
Bab 3
Kira menatap kaca mobil yang berkilau di depan matanya, namun bayangan yang tampak di sana bukanlah dirinya, melainkan gambaran hidup yang begitu jauh dari kenyamanan yang ia kenal. Dalam beberapa hari terakhir, hidupnya terbalik, dan setiap langkah yang diambilnya kini dipenuhi rasa cemas yang tidak pernah ia alami sebelumnya.
Soren Blackwood-nama itu sudah menjadi mimpi buruk yang tak bisa ia lepaskan. Tidak hanya karena kekuasaannya yang menakutkan, tetapi juga karena cara pandangnya yang tajam, seolah bisa menembus ke dalam jiwa seseorang. Kira merasa dirinya berada di tengah permainan yang jauh lebih besar dari yang ia kira, terjebak antara pengkhianatan, kecelakaan yang mengubah nasib, dan rahasia yang masih terpendam di dalam kegelapan.
Hari itu, ia dipanggil ke mansion milik Soren, tempat yang mewah namun terasa dingin dan penuh ancaman. Kira merasa gugup, meskipun ia sudah mencoba meyakinkan dirinya bahwa ia tidak memiliki pilihan lain. Saat ia melangkah masuk ke ruang tamu yang luas itu, pandangannya langsung terfokus pada sosok pria yang duduk di kursi roda, wajahnya tetap tampak seperti batu, namun matanya menyimpan api yang sulit untuk diabaikan.
"Soren," Kira memulai, berusaha untuk tidak menunjukkan kegelisahannya. "Apa yang kamu inginkan dariku?"
Soren mengangkat alisnya, seakan memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulutnya. "Kira, kamu harus tahu bahwa aku tidak sedang bermain-main. Aku tahu bahwa kamu bukan Vivienne, tapi kamu sangat mirip dengannya. Dan aku tidak akan berhenti sampai aku mendapatkan jawaban yang aku cari."
Kira menelan ludah, perasaan terjepit antara rasa takut dan rasa ingin tahu. "Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Aku hanya-hanya wanita biasa yang tidak ingin terlibat dalam semua ini."
Soren memandangi Kira lebih dalam lagi, seolah berusaha membaca setiap kata yang ia katakan. "Aku tidak percaya kamu begitu saja terlibat tanpa alasan. Kamu pasti tahu lebih banyak daripada yang kamu katakan."
Kira menggigit bibir bawahnya, merasa terpojok. "Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya hanya ingin hidup saya kembali seperti dulu."
Soren mendekat, suaranya berubah lebih lembut meskipun tatapannya tetap tajam. "Kira, kau mungkin tidak sadar, tapi hidupmu sudah berubah selamanya. Kamu tidak bisa kembali ke kehidupan lamamu. Sekarang, kau harus memilih-apakah kau akan bekerja sama denganku untuk menemukan Vivienne, atau aku akan menganggapmu sebagai ancaman."
Kira merasa nafasnya tercekat. "Ancaman?" ucapnya perlahan, matanya terbelalak. "Apa yang akan kamu lakukan?"
Soren tidak langsung menjawab, melainkan berdiri dengan perlahan dari kursi rodanya. "Aku tidak pernah mempercayai orang begitu saja, Kira. Tapi aku rasa, kali ini, aku bisa memberimu kesempatan. Tapi kamu harus bermain di aturanku. Jika tidak... aku tidak akan ragu untuk menghapusmu."
Kira merasa dunia di sekelilingnya semakin sempit. "Kamu mengancamku?"
Soren mendekat, menatapnya dengan penuh intensitas. "Aku memberimu pilihan. Kamu hanya punya satu jalan untuk keluar dari situasi ini, dan itu adalah bekerja sama denganku. Tapi jika kamu mencoba menipu atau mengkhianatiku, aku tidak akan segan-segan menghancurkan hidupmu seperti yang aku lakukan pada Vivienne."
Kira menggigit bibir bawahnya, merasakan beratnya keputusan yang harus ia ambil. Ia tahu bahwa hidupnya kini ada di tangan pria ini. Setiap gerakan, setiap kata, bisa berakhir buruk jika ia tidak hati-hati.
"Saya... saya akan membantu," jawabnya dengan suara yang hampir tidak terdengar.
Soren tersenyum tipis, senyum yang tidak menyentuh mata. "Bagus. Itu keputusan yang tepat."
Namun, di dalam hatinya, Kira merasa sebuah ketakutan yang semakin dalam. Ia tidak tahu apakah ia telah membuat pilihan yang benar. Setiap detik yang berlalu, ia semakin merasa terperangkap dalam jerat yang tidak bisa ia lepaskan.
Di luar mansion, hujan mulai turun, membasahi tanah yang dingin. Kira berdiri di depan jendela besar, menatap keluar, memikirkan semua yang telah terjadi. Ia tahu bahwa ia tidak bisa mundur lagi. Kehidupannya kini tergantung pada keputusan yang telah ia buat. Namun, dalam hatinya, ada sesuatu yang lebih gelap yang mulai tumbuh-perasaan aneh yang tidak bisa ia jelaskan.
Apakah ia jatuh ke dalam perangkap yang lebih besar? Atau mungkin, Soren Blackwood-CEO yang penuh kekuasaan dan kejam itu-hanya memainkan sebuah permainan yang lebih rumit daripada yang ia bayangkan?
Namun, satu hal yang pasti-permainan ini baru saja dimulai, dan Kira merasa dirinya semakin terseret ke dalamnya.
Anda Mungkin Juga Suka





