Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri mandul CEO bucin

Istri mandul CEO bucin

Lima tahun membina rumah tangga, Asmaraloka dan Cadis Diraizel dikenal sebagai pasangan harmonis yang saling mencintai. Namun, kebahagiaan mereka mulai goyah saat Ara divonis mandul oleh dokter. Meski sang CEO tetap setia dan menerima kondisi tersebut tanpa menuntut keturunan, rasa minder Ara memicu keretakan. Situasi kian pelik ketika pihak ketiga hadir memperkeruh suasana dengan berbagai kesalahpahaman. Mampukah cinta tulus mereka bertahan menghadapi cobaan ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Semua mata yang berada di ruangan rapat menyaksikan kemesraan antara Cadis dan Ara, walaupun kemesraan itu terlihat aneh. Bagaimana tidak aneh? Ekspresi Cadis terlihat terkejut sekaligus takut dengan kedatangan sang istri yang mendadak.

Selama ini isu tentang pria yang bernama lengkap Cadis Etrama Diraizel sudah memiliki istri beredar di media, sayangnya semua isu itu tidak terbukti adanya. Cadis lebih sering terlihat sendiri kemanapun dia pergi, sekalipun banyak media yang secara diam-diam membuntutinya, tapi tetap saja media tidak bisa mendapatkan bukti tentang isu pernikahannya. Cadis benar-benar menyimpannya dengan rapat. Bukan tanpa alasan ia menyembunyikan status pernikahannya, karena dirinya dulu sangat membenci Ara. Hingga suatu suatu hari Ara mengalami koma selama tiga tahun, saat itulah ia baru sadar akan cintanya pada sang istri. Selain itu Cadis juga sengaja menyembunyikan sang istri dari musuh-musuhnya di masa lalu yang ingin membalas dendam padanya, karena saat ini sang istri-lah titik kelemahannya.

Dulunya Cadis adalah anggota dari gangster mafia di Jepang, karena adanya kesalahpahaman dengan sang ketua, ia akhirnya dibuang. Beruntungnya setelah keluar dari kelompok mafia, ia diajak oleh sahabatnya menjadi pasukan mata-mata yang bekerja di pemerintahan Rusia. Di pasukan mata-mata, ia diangkat menjadi pemimpin pasukan. Sebab pekerjaan barunya itulah ia bertemu dengan ketua gangster mafia yang dulu ia ikuti dan terjadilah pertarungan sengit keduanya yang menyebabkan ketua gangster itu kalah. Cadis yakin suatu hari nanti akan ada seseorang yang akan membalas dendam atas kematian ketua mafia itu, itulah sebabnya Cadis begitu overprotektif pada Ara.

"Kamu tanya kenapa aku ada di sini? Memangnya aku siapa kamu? Apa kamu tidak menganggap aku sebagai istri kamu." Ara melempar pertanyaan bertubi-tubi pada Cadis dengan menggebu-gebu.

Cadis menggaruk alisnya yang tidak gatal sama sekali, ia tidak habis pikir istrinya berubah dengan sangat drastis semenjak bangun dari komanya. Ara yang awalnya lemah lembut dan kalem, tiba-tiba berubah jadi bar-bar sebab ingatannya belum sepenuhnya kembali. Ada rasa menyesal di hati pria itu, ia tidak bisa menyalahkan semuanya pada sang istri. Semua perubahan sang istri juga karena dirinya yang dulu sering memperlakukan Ara dengan buruk. Trauma dibenak Ara mungkin masih ada, tapi beruntunglah Ara tidak membenci dirinya.

"Apa pertanyaanku salah?"gumam Cadis dalam hati.

"Bukan seperti itu Baby. Aku hanya terkejut saja," ucap Cadis pada akhirnya. Tidak banyak yang bisa dilakukannya, ia hanya bisa mengalah demi sang istri yang sangat ia cintai.

"Di kantor ini juga, kenapa semuanya tidak ada yang tahu kalau aku istri kamu? Kamu sengaja merahasiakan pernikahan kita biar wanita yang ada di sini bisa menggodamu." Ara kembali melontarkan tuduhannya pada sang suami

"Baby, lebih baik kita bicara di ruanganku saja, oke?" rayu Cadis.

Ia kemudian melirik Marco yang berada tidak jauh darinya. Marco yang mengerti apa yang dimaksud sang bos pun segera menghampirinya.

"Marco akan mengantarkanmu ke ruanganku," ujar Cadis seraya mencium punggung tangan Ara.

"Mari Nyonya saya antar!" ucap Marco.

"NO!" tolak Ara.

"Baby, aku harus menyelesaikan rapatku terlebih dulu, setelah itu aku akan menyusul," ujar Cadis menjelaskan. Ia tidak mungkin membiarkan para pemilik perusahaan-perusahaan besar itu semakin lama menyaksikan perdebatannya dengan Ara. Kedatangan Ara yang tiba-tiba saja sudah membuatnya kehilangan muka, ditambah lagi kecerewetan Ara yang tidak hentinya menuduh dirinya yang tidak-tidak.

Ara mengerutkan bibirnya. "Aku kasih waktu lima menit, kalau sampai telat ...?"

"Iya, aku janji tidak akan telat," sahut Cadis dengan cepat.

"Marco, tolong antarkan istriku ke ruanganku!" seru Cadis.

"Baik, Tuan."

Sebelum Ara pergi, Cadis melepas jas hitamnya lalu membalutkan pada pinggang sang istri, agar tubuh bagian bawah sang istri tidak terlalu terekspos dan dilihat banyak orang. Marco pun membawa Ara keluar dari ruang rapat dengan wajah Ara yang terlihat masih kesal. Di dalam hati Marco, ia ingin sekali menertawakan sang bos, tapi ia tidak berani. Bosnya itu akan terlihat lucu jika berurusan dengan istrinya, seperti binatang buas yang bertemu dengan pawangnya. Cadis yang selama ini terkesan dingin dan berwibawa akan berubah seratus delapan puluh derajat jika bersama dengan sang istri, ia akan terlihat lebih manja dan penurut seperti anak kecil.

"Memang Nyonya Ara seorang penjinak yang hebat," gumam Marco seraya menahan tawanya.

Setelah Ara benar-benar telah menghilang dari balik pintu, Cadis kembali duduk di kursinya. Ia sedikit bingung menjelaskan pada mereka yang ada di hadapannya. Pria itu pun menarik nafasnya kasar.

"Maaf atas keributannya.Hanya itu yang Cadis ucapkan.

"Tidak masalah Tuan Cadis," jawab salah satu diantara mereka.

"Mungkin untuk rapat kali ini akan saya akhiri terlebih dahulu, saya janji minggu depan akan saya adakan rapat lagi. Mohon maaf atas ketidaknyaman Anda semua," ucap Cadis dengan sopan.

Setelah mengucapkan itu, ia pun berdiri dengan diikuti yang lain. Mereka semua satu persatu menjabat tangan Cadis sebagai rasa hormat. Mereka semua juga beriringan keluar dari ruang rapat.

Salah satu diantara mereka membicarakan kejadian yang mereka lihat tadi.

"Sudah aku duga jika selama ini Cadis memiliki seorang istri," ucap pria paruh baya yang mengenakan jas biru tua itu.

"Wanita itu tidak mungkin istrinya, pasti wanita itu hanya wanita simpanan Cadis," sahut pria yang lain.

Aku setuju denganmu, besok media pasti akan ramai dengan berita tentang Cadis lagi," jawab pria yang satunya lagi.

"Hei …, jaga bicara kalian, kalo Cadis mendengarnya, hubungan bisnis kalian akan hancur dalam hitungan menit," sahut pria pertama.

Ketiga pria itu pun akhirnya diam tak bersuara lagi. Benar yang dikatakan pria berjas biru tua itu, Cadis pasti tidak akan mentorerir ucapan mereka.

Setelah semuanya pergi dari ruang rapat, Cadis juga pergi menuju ruangan miliknya yang berada di lantai paling atas.

Sampai di ruangan miliknya, ia melihat sang istri yang tengah berdiri menghadap dinding kaca.

Cadis berjalan mendekat dan langsung memeluk sang istri dari belakang. "Tepat waktu 'kan?" bisik Cadis.

Ara melepaskan tangan Cadis dari perutnya, lalu berbalik dan menatap tajam sang suami. "Jadi selama ini kamu merahasiakan pernikahan kita dari semua orang?" tanya Ara dengan mata berkaca-kaca.

"Aku punya alasan untuk melakukan semua itu,jawab Cadis seraya menangkup wajah Ara.

"Alasan apa? Apa karena aku yang penyakitan?" tanya Ara dengan pikiran negatifnya.

"Apa kamu tidak bisa berpikir positif padaku sedikit saja?" ucap Cadis dengan membalas tatapan Ara. Ia sangat mengerti jika sang istri masih takut akan kembali tersakiti olehnya.

"Bagaimana bisa aku berpikir positif, kalau akhirnya kamu selalu menyakitiku?" jawab Ara dengan suara bergetar menahan tangis.

Jika mengingat masa lampau, Cadis bukanlah suami yang seperti sekarang ini, ia dulu begitu kejam. Ara sering mendapat siksaan tanpa ampun jika berbuat kesalahan sedikit saja. Tak ayal Ara sering dipukul, bahkan dengan teganya Cadis pernah mengurung Ara di dalam ruang bawah tanah seorang diri yang gelap. Namun Ara tidak pernah sedikitpun membencinya, dengan sabar ia menerima semua perlakuan buruk Cadis. Alasannya hanya satu, Cinta. Ara teramat mencintai Cadis. Meski pria itu sering menyakitinya. Terkadang memang orang yang selalu menyakitimu adalah orang paling kau cintai, tidak peduli seberapa sering dia menyakitimu. Itulah cinta, membuat semua orang menjadi budaknya.

Cadis merasa tertampar dengan yang dikatakan sang istri. Memang benar adanya, dia selalu menyakiti sang istri. Namun sekarang ia sadar, ia menyesal pada masalalunya. Betapa bodohnya dia menyiakan cinta tulus dari sang istri yang dulu amat ia benci.

Cadis memeluk Ara dengan sangat erat. "Maafkan aku, Ra."

Ara tak mampu menahan lagi air matanya, ia menangis dipelukan Cadis. "Aku takut kamu akan menyakitiku lagi seperti dulu."

"Ssstt, tidak perlu menangis, bukankah aku sudah berjanji tidak akan menyakitimu lagi," kata Cadis sembari mengelus pelan rambut Ara.

Ara kemudian mengangkat wajahnya menghadap Cadis. "Kamu janji?"

"Iya, aku janji," jawab Cadis seraya mengusap air mata di pipi Ara. "Kamu sangat cantik hari ini." Kemudian Cadis melabuhkan bibirnya pada sang istri, lalu mengangkatnya ke sofa. Tahu 'kan apa yang selanjutnya akan mereka lakukan?

Setiap melihat Ara, hasrat dalam diri Cadis selalu muncul. Tubuh mungil namun berisi milik Ara selalu membuatnya mabuk kepayang, hingga tak tahu tempat dan waktu saat melakukannya. Seperti sekarang ini, mereka melakukannya di ruang kerja milik Cadis. Tidak menghiraukan keadaan diluaran sana.

Sekitar satu jam mereka melakukannya. Ruangan kerja Cadis sangat berantakan karena ulah mereka, entah gaya apa saja yang mereka praktekan?

"By, aku lapar," ucap Ara sambil memeluk sang suami.

Cadis tersenyum dengan matanya yang terpejam. "Kamu mau makan apa? Biar aku suruh Marco memesankannya," tanya Cadis.

"Ke restoran favorit mommy yuk!" ajak Ara dengan antusias.

"Boleh, tapi kamu mandi dulu dan berpakaian yang sopan. Aku akan menyuruh Marco membelikan pakaian," ucap Cadis sambil mencium kening sang istri.

"Heem, mandi bareng yuk!" ajak Ara sambil menyunggingkan senyum menggodanya.

Tanpa banyak bicara, Cadis langsung menggendong sang istri menuju kamar mandi. Ia tahu maksud sang istri mengajaknya mandi bersama, apalagi kalau bukan melakukannya di dalam kamar mandi.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta dan Dendam Andara
9.8
Andara meninggalkan kehidupan desa untuk merantau ke kota besar. Misi utamanya adalah menemukan sosok yang bertanggung jawab atas penderitaan sang ibu di masa lalu. Saat bekerja sebagai staf pembersih, ia justru menarik perhatian seorang CEO tampan yang menjadi pimpinannya. Benih cinta mulai tumbuh di antara mereka berdua di tengah perbedaan status sosial. Namun, ketika hubungan semakin dalam, berbagai rintangan besar muncul menguji kesetiaan mereka.
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+
8.1
Cinta dan Gairah 21+ menyajikan antologi kisah romantis dewasa dengan beragam latar belakang karakter yang memikat. Mulai dari dinamika kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga pesona CEO dan manajer, setiap cerita dirancang untuk mengeksplorasi sisi emosional yang mendalam. Pembaca akan dibawa melintasi berbagai profesi, termasuk kuli bangunan dan para suami, dalam narasi yang memuaskan fantasi. Nikmati setiap alur cerita unik yang penuh gairah di buku ini.
Sampul Novel Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku
8.0
Adam memutuskan menikahi Maya hanya demi mengamankan harta warisan, meski hatinya masih terpikat sepenuhnya pada sang kekasih, Sabrina. Memanfaatkan kenaifan Maya, Adam lihai menyembunyikan perselingkuhannya dalam waktu yang cukup lama. Namun, segala rahasia gelap dan kebusukan motifnya perlahan mulai terendus. Saat kebenaran akhirnya terungkap, Adam dihadapkan pada dilema besar. Siapa yang akan ia pertahankan? Kekayaan warisan atau cinta sejatinya?
Sampul Novel Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian
8.7
Tiga tahun menikah tanpa cinta, Becky diceraikan Rory Arsenio setelah difitnah menyebabkan keguguran Berline. Alih-alih tunduk memohon maaf, Becky memilih berpisah. Keluarga Arsenio terkejut saat tahu Becky adalah pewaris kaya raya, bukan wanita materialis. Rory yang kini terpesona mulai mengejarnya kembali, namun Becky telah berubah menjadi sosok mandiri yang sulit digapai. Di tengah upaya Rory menebus kesalahan, akankah Becky luluh atau memilih pria lain?
Sampul Novel MAWAR EMAS SANG PEWARIS
9.2
Lily adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis keluarganya yang terjebak dalam perjodohan strategis demi dominasi pasar global. Di balik intrik kekuasaan tersebut, ia menyadari bahwa pernikahan itu hanyalah alat bisnis semata. Namun, situasi menjadi rumit saat hatinya justru jatuh cinta pada asisten pribadinya sendiri. Meski cerdas, pria itu hidup dalam kemiskinan, menciptakan konflik batin antara tanggung jawab warisan dan perasaan tulus yang ia miliki.
Sampul Novel Menaklukan CEO tampan
9.6
Clara harus berjuang membiayai ibu dan kakaknya dengan bekerja sebagai admin sambil kuliah pasca ayahnya tiada. Tekanan pekerjaan dari CEO yang arogan serta patah hati karena dicampakkan kekasih playboy membuat hidupnya kian pelik. Demi mengubah nasib, Clara iseng mengikuti ajang biro jodoh demi mencari pasangan mapan. Tak disangka, ia justru dipertemukan dengan bosnya sendiri. Kini, Clara bertekad menaklukkan hati CEO tampan itu. Berhasilkah ia?