Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Kontrak CEO Galak!

Istri Kontrak CEO Galak!

Leora Adhisti, putri ceria Prayoga Alexander, harus menghadapi kenyataan pahit saat bisnis keluarganya di New York hancur total. Demi membiayai operasi sang ayah, gadis berusia 20 tahun yang ceroboh ini terpaksa mengambil langkah ekstrem. Ia terjebak dalam kesepakatan pernikahan kontrak dengan Adnan Nicholas, miliarder tampan yang dikenal angkuh dan dingin. Mampukah Leora bertahan menghadapi sikap kejam Adnan yang dijuluki Mr. Devil di tengah kemelut hidupnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bugh...

"Kau berani menolak ku?! Kalau begitu pergi dari sini sekarang juga!" teriak Bram sambil melayangkan pukulan ke arah rahang Prayoga.

Prayoga yang tidak siap menerima pukulan tersebut terjatuh dan tersungkur di lantai. Saat itu juga, dadanya merasakan sakit yang sangat luar biasa.

Butir-butir cairan bening keluar, mengalir membasahi pipi Leora. Ia sangat khawatir melihat ayahnya terjatuh sambil memegangi dada kirinya, dengan isak tangis yang keluar dari mulutnya.

"Ayah! Ayah kenapa?" tanya Leora panik sambil memeluk ayahnya dari samping.

Sementara Bram, justru tersenyum melihat Prayoga kesakitan.

"Ini akibatnya kalau kamu melawan aku. Aku beri kamu waktu sampai sore ini, untuk pergi dari rumah ini!" bentak Bram sambil tertawa dan melipat kedua tangannya di depan dada.

"Dan satu hal lagi, gadis bodoh, aku akan memberikan perhitungannya nanti! Dan ku pastikan kau akan menjadi milikku!" lanjutnya sambil memelototi Leora, lalu berbalik dan berjalan pergi, meninggalkan Leora yang menangis tersedu-sedu melihat kondisi ayahnya.

Leora tidak menanggapi perkataan Bram, yang ia pikirkan saat itu hanyalah ayahnya. "Ayah, bangun," teriak Leora dengan cemas saat ayahnya mulai tak sadarkan diri.

Setelah Bram dan kedua anak buahnya pergi dari rumahnya, Leora segera meminta Ujang selaku tukang kebun di rumahnya. Untuk membantunya membawa Prayoga ke rumah sakit.

"Pak Ujang! Pak cepat kemari!" teriak Leora panik.

"Ya Tuhan, ada apa Pak Yoga?" tanya Ujang yang panik melihat majikannya tergeletak tak berdaya di lantai.

"Nanti saja kamu nanya-nanya. Sekarang bantu saya bawa papa ke rumah sakit."

Ujang mengangguk dan membantu Prayoga duduk di sofa, sementara Leora memesan taksi untuk membawa Prayoga ke rumah sakit.

Karena semua mobil juga sudah tidak ada yang punya, itu semua karena Sintia-ibu tiri Leora, yang telah menjadikan semua aset Prayoga sebagai miliknya. Dan meninggalkan Prayoga setelah semua aset berhasil dikuasai, hanya menyisakan satu perusahaan dan sebuah rumah. Namun semua itu akan segera sirna, kini Leora dan ayahnya tidak akan memiliki harta yang tersisa.

Beberapa menit kemudian, taksi yang dipesan Leora tiba. Leora dan Ujang segera membawa Prayoga ke rumah sakit terdekat.

Tak butuh waktu lama, mereka tiba di rumah sakit yang tak jauh dari rumahnya. Petugas dan perawat segera membawa Prayoga ke UGD, untuk diperiksa.

Saat Prayoga masuk UGD, Leora hanya bisa menunggunya dari luar. Berharap ayahnya baik-baik saja, ia hanya memiliki Prayoga. Leora sangat menyayangi ayahnya, ia tidak ingin ayahnya meninggalkannya seperti ibu kandungnya yang telah meninggal.

Leora duduk di kursi panjang di depan kamar, matanya terus meneteskan air mata. Bahunya berguncang menahan isak tangis, kini hidupnya telah hancur. Tuhan telah mengambil kebahagiaan darinya, ia telah kehilangan segalanya.

"Mengapa hidup saya seperti ini, Tuhan. Bukankah aku punya hak untuk bahagia? Mengapa masalah selalu datang, Tuhan?" Leora menutup wajahnya dengan kedua tangannya, isak tangis yang menyayat hati mendominasi keheningan di sana.

Setelah beberapa waktu, pintu ruang gawat darurat terbuka. Memunculkan seorang dokter dengan jas putihnya, Leora tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya. Segera menghampiri sang dokter, hanya untuk menanyakan kondisi ayahnya.

"Bagaimana keadaan ayah saya dok?" tanya Leora dengan raut wajah khawatir.

"Maaf, Bapak Prayoga mengalami penyumbatan pembuluh darah koroner. Oleh karena itu harus dioperasi secepatnya, kalau tidak..." Dokter berjas putih itu menghentikan kata-katanya.

Leora mengerutkan kening tak mengerti lalu berkata, "Kalau tidak, bagaimana dok?" Leora menyela, dengan air mata berlinang.

Dokter menghela napas sejenak, lalu berbicara lagi.

"Kalau tidak, dia bisa kehilangan nyawanya kapan saja," jawab dokter sambil menatap Leora dengan tatapan iba.

"Apa dok?"

Sontak kaki Leora lemas mendengar pernyataan dokter, air matanya mengalir begitu saja tanpa permisi. Ia sangat bingung apa yang harus dilakukannya, keluarganya baru saja mengalami kebangkrutan. Sekarang dia tidak punya apa-apa, lalu dari mana uang untuk membiayai operasi ayahnya?

Namun Leora juga tidak bisa membiarkan Prayoga tidak berdaya seperti itu, ayahnya adalah satu-satunya yang ia miliki di dunia ini. Jika ayahnya pergi, ia tidak tahu bagaimana ia akan melanjutkan hidupnya.

"Baiklah dok, saya akan segera mengurusnya," lanjut Leora dengan suara parau, menyeka air matanya perlahan dan tersenyum paksa pada dokter di depannya.

Sang dokter mengangguk sebagai jawaban. "Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu," kata dokter itu, berbalik dan meninggalkan Leora.

Meninggalkan Leora yang menangis tersedu-sedu di depan ruang gawat darurat, lalu melangkah masuk ke dalam ruangan, melihat kondisi ayahnya. Lagi-lagi air mata membasahi pipinya, hatinya perih melihat ayahnya terbaring lemas tak berdaya di atas bangku. Dengan oksigen menempel di hidung dan mulutnya, selang infus terpasang di tangannya. Wajahnya pucat dan lemah, membuat Leora merasa sedih. Ayah yang selalu melindungi dan mencintainya kini sedang berjuang melawan maut.

Leora menghampiri Prayoga, duduk di sampingnya. Matanya terus meneteskan air mata, Leora menutup mulutnya agar isak tangisnya tidak mengganggu Prayoga. Memilih untuk menangis dalam diam memang menyakitkan.

"Papa, bangun dong. Aku janji bakalan cari pekerjaan, biar ayah bisa dioperasi. Aku tidak mau ayah pergi, aku tidak mau sendirian," kata Leora sambil mencium punggung tangan Prayoga dan berbicara kepadanya. Ayahnya meski mata Prayoga masih terpejam.

'Saya harus mencari pekerjaan sekarang,' pikir Leora sejenak, ia berniat mencari pekerjaan agar ayahnya bisa segera dioperasi. Meskipun ia tidak yakin akan mudah mendapatkan pekerjaan, apa salahnya mencoba?

Leora bangkit dari duduknya, menatap Prayoga sejenak. Lalu ia mencium kening ayahnya.

"Aku pergi dulu ya, aku janji akan berusaha agar ayah bisa sehat kembali, ayah. Apapun akan aku lakukan untukmu," kata Leora lirih sambil menyeka sisa air matanya. Lalu melangkah keluar untuk mencari pekerjaan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BAHAGIA SETELAH DUKA
8.3
Hubungan asmara Gabriel dan Nadya terhalang tembok besar restu keluarga akibat perbedaan keyakinan. Demi meminang Nadya yang merupakan penganut agama yang taat, Gabriel rela berpindah keyakinan dan berkomitmen menjadi imam yang baik. Namun, pengorbanan besar tersebut harus dibayar mahal. Keputusannya membuat Gabriel kehilangan haknya sebagai ahli waris Indofarma Grup dan namanya pun resmi dicoret dari daftar keluarga besarnya.
Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
9.6
Hidup eksekutif muda Davina Hadinata hancur setelah menjalin hubungan dengan Aria Wardana yang ternyata beristri. Aria memfitnahnya hingga ia menganggur, sementara bisnis ayahnya bangkrut akibat skandal sang kakak. Tragedi memuncak saat istri Aria bunuh diri, memicu dendam Rajata Bagaskara. Rajata menodai Vina hingga hamil sebagai balasan atas kehilangan keponakannya. Di tengah penderitaan dan kemiskinan, Vina berjuang bertahan hidup demi harapan yang tersisa.
Sampul Novel Cinta yang Jatuh Tanpa Gema
8.6
Bertemu mantan ipar saat periksa kehamilan membuka luka lama Rumi. Setahun lalu, Aryan membatalkan pernikahan mereka demi wanita lain, hingga ibu Rumi wafat karena syok. Rumi pun memilih pergi meninggalkan Kota Daro. Kini, sang ipar memintanya kembali karena Aryan menderita dan terus mencarinya. Namun, Rumi yang telah menata hidup baru hanya tersenyum tenang sambil menunjukkan cincin di jarinya, membuktikan bahwa ia telah melangkah pergi dan menikah dengan pria lain.
Sampul Novel Dimanjakan oleh Taipan yang Menyendiri
8.4
Andres adalah pria kejam tak berperasaan hingga aksi heroik Corinna meluluhkan hatinya. Akibat kelicikan ayah dan ibu tirinya, Corinna nyaris tewas sebelum takdir mempertemukannya dengan pewaris terkuat di Kota Driyver tersebut. Setelah Corinna menyelamatkan nyawanya, hubungan kerja sama mereka berubah menjadi romansa yang menggemparkan seluruh kota. Publik pun terheran melihat bagaimana sang taipan penyendiri kini bisa berubah menjadi pria yang sangat dimabuk cinta.
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO MESUM
9.8
Jeff Sebastian, CEO ternama pendiri Tokopedio, jatuh hati pada Sarah melalui aplikasi kencan. Sarah mengaku sebagai lulusan Harvard sekaligus pemilik restoran sukses. Namun, Sarah tiba-tiba menghilang dan memutus kontak karena identitas aslinya hanyalah Viola, seorang supervisor marketing biasa. Viola merasa tak pantas bersanding dengan miliarder dan memilih bersembunyi. Ternyata, Jeff sudah mengetahui rahasia itu. Ia tetap mengejar Viola demi mendapatkan cintanya.
Sampul Novel Istri Bayaran Untuk Bos Galak
8.9
Keinginan Devan untuk memiliki Cecil kembali berujung pada ancaman yang sangat ekstrem. Meski masa kontrak mereka telah berakhir, Devan menolak melepaskan wanita itu begitu saja. Dalam suasana penuh tekanan, sang bos yang angkuh bersumpah akan menghamili Cecil agar ia tak bisa pergi lagi. Cecil yang ketakutan mencoba memohon, namun Devan justru semakin terobsesi untuk mengikatnya melalui kehadiran seorang anak demi mempertahankan hubungan mereka.