Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Kampungan Kesayangan Presdir

Istri Kampungan Kesayangan Presdir

Santi hanyalah seorang gadis desa yang nekat merantau ke kota besar demi menyambung hidup adik-adiknya. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Bima, seorang CEO tampan sekaligus Casanova yang kerap bergonta-ganti pasangan. Meski terbiasa dengan kehidupan glamor, Bima justru mulai merasa luluh setelah mengenal ketulusan dan kepolosan yang dimiliki Santi. Perbedaan dunia mereka menjadi awal dari kisah romansa yang tak terduga di tengah hiruk pikuk kota.
Bab
Bagikan

Bab 1

Santi tersandung oleh kakinya sendiri karena menghindari kubangan jalan. Padahal jalanan disitu sudah diaspal sedemikian rupa, mungkin ini karena efek hujan deras semalam. High heels yang dipakai sampai patah sebelah sehingga mau tak mau harus mematahkan sisi yang lainnya agar seimbang.

Dengan jalan yang terseok-seok, dia melanjutkan langkah menuju ke sebuah perusahaan besar yang ada di seberang jalan. Santi menyeberang jalanan itu dengan perlahan, karena saking padatnya jalanan saat ini.

Namun baru saja sampai di tepi, Santi nyaris terjatuh lagi karena ada mobil berhenti mendadak di depannya. Mobil mewah berwarna hitam yang bisa dipastikan keluaran terbaru karena catnya yang masih mengkilap.

“Wah … kapan aku bisa naik mobil semewah ini, ya?”

Tanpa sadar dia mengelus badan mobil tersebut. Dan ketika menyentuh bagian pintu, secara tiba-tiba keluarlah sang pemilik mobil dan brukk!! Santi terjatuh lagi.

“Ohhh … maafkan aku! Aku buru-buru sampai nggak liat kalau ada orang!” ujar seorang lelaki berjas navy.

Dia mengulurkan tangannya untuk membantu Santi berdiri. Betapa tampannya lelaki yang seperti pangeran di dunia dongeng itu. Kulitnya yang putih bersih tampak bagus memakai jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.

“Nggak apa-apa! Terima kasih, ya!! Awwwhhhh …!!” Santi merintih kesakitan dan secara tak sengaja malah berpegangan pada lelaki tampan itu dengan posisi yang hampir berpelukan.

“Hati-hati! Coba kamu duduk dulu di dalam mobil,” ujarnya sambil membantu Santi duduk di jok mobil belakang.

Dengan sedikit berjinjit, Santi pun duduk menghadap keluar. Dan laki-laki itu meminta supirnya untuk mengambil kotak P3K yang ada di depan setelah melihat lutut Santi ternyata berdarah.

“Biar aku obati dulu lukamu, ya.”

“Tapi …”

“Udah, kamu diem aja!”

Lelaki itu pun membersihkan lutut Santi dengan posisi setengah menunduk. Dan mungkin karena posturnya yang terlalu tinggi itu, dia akhirnya berjongkok.

Santi yang mengenakan rok mini pendek itu merasa risih ketika menyadari lelaki tersebut mencuri pandang ke dalam roknya. Apalagi kulit mulus pahanya yang terekspos tepat di depan wajah lelaki itu.

“Jangan banyak bergerak!!” seru lelaki itu sambil menahan paha Santi. Ada desiran tersendiri yang dirasakan oleh Santi ketika lelaki itu menyentuh lembut pahanya.

Namun dengan cepat ditepisnya tangan itu setelah menyadari bahwa itu salah. “Maaf!!” ujar lelaki itu.

“Awwwhhh!!”

“Sakit??”

“Sedikit.”

“Kamu mau kemana?”

“Aku mau melamar kerja di perusahaan Sanjaya Corporation. Hari ini aku interview,” jawab Santi tanpa tau bahwa lelaki yang di depannya sekarang adalah Bima Sanjaya, CEO perusahaan tersebut.

“Owh … semoga sukses, ya!” ucapnya setelah selesai memplester luka Santi.

“Ma-makasih! Aku masuk dulu, takut telat!” kata Santi seraya turun dari mobil dan membenarkan posisi roknya yang sedikit tersingkap.

“Aku akan mendapatkanmu sebentar lagi, lihat saja!!” kata Bima dengan senyum liciknya.

“Dia memang terlihat seksi,” ujar Aldo, sahabat yang merangkap menjadi tangan kanan Bima. Lebih tepatnya orang yang mencarikan wanita-wanita cantik untuk menuntaskan nafsu Bima.

“Pastikan dia menjadi sekretarisku mulai besok!!”

“Apapun buatmu!” jawab Aldo yang memang sudah hafal dengan sifat Bima. Sekali dia mempunyai target, maka tidak akan dilepaskannya begitu saja.

***

“Ooohhh … Bimm!! Jangan berhenti, teruss!!!” seorang wanita tengah duduk di atas meja kerja Bima dengan kaki yang terbuka lebar. Kepalanya mendongak ke atas merasakan dua benda kenyal miliknya sedang dihisap oleh Bima.

Tubuhnya membusung sehingga berada tepat di depan wajah Bima. Kakinya semakin melebar berharap Bima bermain di bawah sana. Tapi dia tak pernah melakukan sampai itu. Dia hanya suka merambah seluruh tubuh wanitanya dengan sentuhan jari.

“Ahhh …!!” wanita itu makin blingsatan saat jari Bima masuk ke balik celananya. Dimainkannya celah surga dunia itu dengan gerakan jarinya. Digesek-gesek ke atas dan ke bawah secara berirama sehingga membuat wanita itu mendesah terus menerus.

Santi yang baru saja mulai bekerja hari itu merasa ada yang aneh dari ruangan bosnya. Dia memang belum bertemu langsung dengan bosnya karena katanya sedang ada tamu penting. Dan dia hanya diminta duduk di meja kerjanya yang ada di depan ruangan CEO itu.

Dengan jarak yang tak begitu jauh itu, Santi bisa mendengar samar suara seorang wanita yang meracau tak ada hentinya. 

“Siapa sebenarnya tamu penting bos? Kenapa aku malah merinding sendiri dengernya? Jangan-jangan tamunya bukan manusia? Bisa aja dia memakai pesugihan, kan??” batin Santi sambil mengelus-elus tangannya.

“Mmmmhhhhh!!!”

Santi terlonjak kaget saat mendengar suara lenguhan yang cukup kencang dari dalam. Akhirnya dengan sedikit keberanian, Santi ingin mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya.

Perlahan Santi mendekati pintu tersebut dan membukanya secara perlahan. Matanya langsung membulat sempurna ketika melihat seorang lelaki dewasa tengah berada dalam posisi menyusu seperti bayi pada seorang wanita.

Tangannya yang besar meremas salah satu yang lain dan sang wanita terlihat sangat menikmati permainan itu. Tangannya sampai memeluk kepala lelaki tersebut agar tak menghentikan aksinya.

Dilihatnya baju sang wanita berserakan di lantai, dan tak jauh dari sana ada sebuah dalaman yang bisa dipastikan itu adalah tempat menampung dua benda padat yang dimiliki wanita itu. Santi merasakan ada yang berkedut di bagian bawah miliknya melihat pemandangan itu.

Dia tak kuasa melihat lagi ketika sang wanita turun dari meja dan mendorong lelaki itu agar duduk di kursi. Dibukanya gesper yang melingkar di celana lelaki yang bisa dipastikan adalah bosnya itu. Dengan cepat, sang wanita langsung membuka resletingnya dan mengeluarkan sebuah benda dari sana.

Santi segera menutup kembali pintu tersebut dengan nafas terengah-engah. Pemandangan yang tak pernah dilihatnya selama di desa. Dia adalah gadis lugu yang tidak mengenal dunia liar semacam itu. Yang ada di pikirannya hanya bekerja dengan gaji besar dan bisa membantu keuangan keluarganya yang berkekurangan.

Saat dia duduk dan bersandar di kursi kerjanya, secara tak sengaja dia menekan tombol rahasia yang membuka celah untuk melihat apa yang terjadi di dalam. Santi menelan salivanya berulang kali ketika melihat sang wanita tengah berjongkok di tengah-tengah kaki sang bos.

“Dia, ‘kan??” Santi menutup bibirnya saat melihat dengan jelas wajah lelaki yang ada di ruangan itu.

“Aku pasti salah lihat!!” katanya memantapkan hati dan kembali melihat dari celah tersebut. Namun, saat Santi melihat ke sana lagi, yang terlihat malah semakin membuatnya berdebar kencang.

Sang wanita tengah memegang milik sang bos dan menjilatnya layaknya es krim. Sesekali dikulumnya benda tersebut dan dihisapnya.

Bima yang menyadari bahwa sekretaris barunya tengah memperhatikannya bersikap seolah tidak menyadarinya. Dia sengaja menunjukkan aktivitas panasnya agar ketika tiba nanti gilirannya, dia tidak terkejut lagi.

Santi merasakan celana dalamnya basah entah karena apa. Dan karena itu dia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan melihat apakah itu karena datang bulan atau bukan.

“Ini cairan apa??” tanyanya dalam hati, bingung. Selama ini dia tak pernah mengalami hal semacam itu. Segera dirapikan celananya kembali dan duduk di atas kloset duduk. Pikirannya kembali teringat pada kejadian yang dilihatnya tadi.

Ada rasa geli menjalar di tubuhnya saat mengingat bosnya tengah menyusu pada wanita tadi. Secara tak sadar, Santi memegang miliknya sendiri. Diremasnya dua benda montok yang ada di depan dadanya itu, sambil membayangkan bosnya itu melakukan hal sama padanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istrimu, Bukan Bonekamu
8.3
Ariana terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Daniel Aldrigham demi wasiat ayahnya yang sakit. Daniel ternyata memiliki kekasih gelap, sementara ayah mertuanya sengaja memanfaatkan Ariana sebagai alat untuk memisahkan mereka. Di tengah pengkhianatan dan manipulasi keluarga kaya ini, Ariana harus memilih: menjadi boneka penurut atau berbalik melawan demi harga dirinya. Akankah ia berhasil menaklukkan hati Daniel yang dingin, atau justru hancur dalam permainan ini?
Sampul Novel Aku Menikah, Tapi Bukan Untuk Dicintai
9.6
Terdesak utang, Lana menerima tawaran Valerie untuk menggoda ayahnya, Cedric Vellani, demi membatalkan pernikahan pria kaya itu dengan wanita pemburu harta. Namun, Cedric yang dingin tak mudah ditaklukkan. Lana justru terjebak dalam pesona sang target hingga hubungan transaksional mereka berubah jadi perasaan terlarang. Saat Valerie merasa dikhianati, Lana harus memilih antara uang atau cinta yang berawal dari kebohongan. Akankah ini berakhir bahagia?
Sampul Novel CEO & Sekretaris
8.0
Tasya memberanikan diri melangkahkan kaki ke kantor pusat Adityaswara dengan harapan besar. Sambil menahan debar di dada, ia segera menghampiri meja resepsionis untuk mencari tahu ketersediaan lowongan pekerjaan di sana. Ia sangat berharap keberuntungan berpihak padanya sehingga bisa diterima bekerja di perusahaan bergengsi tersebut. Langkah awal ini menjadi penentu masa depannya dalam mengejar karir di bawah pimpinan CEO perusahaan yang sangat berkuasa.
Sampul Novel Cinta yang Terpendam: Rahasia Suamiku
9.1
Sonia terjebak tipu daya calon mertua hingga terpaksa menikahi Verdi, paman tunangannya yang lumpuh dan sakit-sakitan. Meski awalnya mengira hidupnya akan hancur, Sonia justru dihujani kemewahan dan kasih sayang. Namun, rahasia besar terungkap saat ia menyadari Verdi hanya berpura-pura sakit demi mengawasinya. Saat kedoknya terbongkar, pria yang dikenal kejam ini rela berlutut memohon ampun demi menjaga perasaan istrinya yang tengah mengandung.
Sampul Novel MENIKAHI CEO LUMPUH
9.1
Demi kesembuhan sang ayah, Sofia yang baru berusia 19 tahun terpaksa menikahi Yesaya, seorang CEO lumpuh berumur 33 tahun. Awalnya penuh tekanan, perasaan Sofia berubah menjadi cinta tulus saat menemukan surat wasiat bunuh diri suaminya. Namun, cinta itu justru dibalas penolakan. Yesaya sengaja menjauhkan diri dan melakukan tindakan ekstrem demi melindungi rahasia serta kebahagiaan Sofia, meski hal tersebut malah menghancurkan hidup istrinya.
Sampul Novel MENJADI ISTRI DADAKAN CEO AROGAN
8.2
Lavendra hancur saat menyadari pernikahannya dengan Daza, sang CEO angkuh, hanyalah alat demi warisan sang kakek. Luka hatinya kian dalam karena Daza masih mencintai kekasihnya, Lora. Meski begitu, Lavendra sempat bertekad berjuang memenangkan hati suaminya demi impian pernikahan bahagia. Namun, gangguan Lora dan sikap dingin Daza menguras tenaga serta batinnya. Kini, Lavendra terjebak dalam keputusasaan dan merasa naif telah mengharapkan cinta sejati.