
Istri Jaminan Sang Laksamana
Bab 3
Dengan cepat, Shawn melepaskan Amy sehingga ia terpelanting jatuh terduduk di jalan berpasir.
“AAHHHKK─SHOOKY, SAKIT!” umpat Amy seenaknya pada Shawn. Shawn makin mendengus dan berkacak pinggang. Gadis seksi dan cantik itu berani memanggilnya dengan sebuta Shooky. Sementara Shooky adalah nama kelelawar yang pernah ditemukan Amy dan diletakkannya di dalam ruang kerja Shawn Miller.
Gara-gara itu, Shawn lari terbirit-birit dari ruangannya dan membenci Amy selamanya. Ia benar-benar kesal. Siapa bilang Laksamana setan seperti Shawn Miller tak memiliki kelemahan? Pasti ada dan itu adalah kelelawar. Ya, Shawn sangat takut pada kelelawar. Hewan kecil pemakan buah dan serangga itu ditakuti Shawn dan Amy baru mengetahuinya setelah berhasil mengerjainya tiga tahun yang lalu.
“Jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi!” tunjuk Shawn pada Amy yang malah tertawa padahal bokongnya masih sakit. Sementara Blue menoleh ke kanan dan kiri agar tak ada yang melihat kelakuan Shawn.
“Nama itu cocok untukmu, Shooky!” goda Amy makin menjadi-jadi. Shawn benar-benar kesal. Amelia itu seperti benalu terus menempel dan berusaha menggoda Shawn sejak mereka pertama kali bertemu.
Shawn tau siapa Amy saat gadis itu dikenalkan padanya. Tapi Amy belum mengetahui Shawn selain dia adalah Admiral termuda berpretasi dan tampan.
Shawn langsung berbalik meninggalkan Amy dan Blue pun terpaksa mengikutinya. Ia tak mau membantu Amy bahkan untuk berdiri sama sekali. Dan Blue yang tak tega akhirnya memberikan uluran tangannya. Amy pun berdiri lalu menepuk bokongnya beberapa kali dari pasir yang menempel.
“Bosmu itu benar-benar galak. Kalau aku jadi kamu akan kutinggalkan dia di tengah lautan!” umpat Amy mengadu pada Blue. Blue hanya tersenyum tipis sebelum kemudian namanya dipanggil Shawn.
“BLUE!”
“Ya, Admiral!” Blue melihat sekilas pada Amy lalu berlari menyusul Shawn yang sudah lebih dulu pergi dan menghilang. Shawn dengan kesal membanting pintu mobilnya. Sementara, Blue baru masuk ke dalam mobil yang sudah ada Shawn di dalamnya. Ia langsung menghidupkan mesin untuk segera ke bandara yang tak jauh dari pangkalan mereka.
Shawn tak mengandalkan gajinya untuk kehidupan mewahnya. Ia memiliki mansion, pesawat pribadi dan beberapa perusahaan yang dikelola oleh Ibunya. Lebih tepatnya, istri Ayahnya. Shawn nyaris tak memiliki Ibu atau Ayah. Karena orang tuanya menikah berdasarkan perjanjian dan rahasia.
Ia naik pesawat pribadinya dan duduk dengan nyaman tak lama kemudian. Pilot yang siap sedia membawa Shawn kemanapun, ia pergi bersama Blue ke New York tepat satu malam sebelum pengangkatan dirinya menjadi Laksamana Madya yang akan membawahi armada perang, kesehatan sampai penyerangan militer.
DUBRICH, CABANG NEW YORK
Shawn keluar dari kubik kaca khusus miliknya setelah menawar dan membeli. Ia memiliki selera sendiri. Ia tak suka gadis-gadis Eropa yang berkulit pucat, Shawn lebih menyukai gadis dengan kulit karamel yang indah.
Dan Shawn yang memang memiliki keinginan syahwat yang tinggi atau hypersex, meletakkan seluruh kebutuhannya pada rumah lelang Dubrich. Sejauh ini ia merasa puas. Sampai suatu ketika,
“Well, well, well! Jika kamu kira tak ada yang mengenali pejabat tinggi militer berada di rumah bordir kelas atas seperti ini, kamu salah besar Shawn Miller,” ujar seorang pria yang sedang berdiri di salah satu koridor kamar yang disediakan Dubrich khusus untuk pelanggan VIP seperti Shawn.
Shawn berbalik dan memicingkan matanya. Rasanya ia pernah melihat wajah pria seperti orang latin atau orang asia itu, entahlah.
“Siapa─”
“Yousef Kanishka. Aku yakin kamu pernah mendengar namaku!” alis Shawn naik dan mengangguk pelan. Shawn masih berdiri dan bersikap dengan dingin, ia memasukkan kedua tangan ke saku celana mencoba membaca keinginan salah satu pemimpin mafia bawah tanah itu.
“Mau apa?” tanya Shawn dingin. Yousef terkekeh tapi lebih terdengar seperti mengejek.
“Bicara─dan barter.” Shawn mengeluarkan kedua tangan dari sakunya lalu melipatnya ke arah dada.
“Aku memiliki penawaran untukmu, Admiral. Aku yakin kamu pasti akan tertarik dan mau mendengarkanku.” Shawn masih diam dan tak melepaskan pandangan membunuhnya dari Yousef. Senyum licik Yousef lantas sedikit mengembang lalu berjalan menuju ke ujung koridor.
Seperti layaknya film mafia, Yousef dan Shawn melewati koridor yang sama berjalan ke ujung lalu masuk ke sebuah ruangan. Seorang pria yang merupakan kaki tangan Kanishka lalu membuka pintu untuk Shawn.
“Duduklah, Admiral. Anggap saja tempat sendiri!” Shawn menyengir dan menggeleng.
“Tidak, aku berdiri saja!” Yousef menyengir dan mengangguk.
“Aku tahu kamu tak pernah percaya siapapun.” Shawn makin mendengus bosan.
“Aku ingin kamu mengambilkan sebuah daftar rahasia untukku.” Shawn sedikit menaikkan alisnya tapi wajahnya masih dingin. Super dingin.
“Daftar itu ada pada Menteri Pertahanan, atasanmu!” Shawn menarik sedikit lebih banyak oksigen dari hidungnya dan melepaskannya perlahan.
“Bagaimana kamu bisa berpikir aku akan melakukan yang kamu inginkan, Yousef Kanishka? Memangnya aku pesuruhmu!” ejek Shawn dengan wajah tanpa ekspresi sama sekali.
“Tidak, tapi jika kamu menolak. Aku akan memberi bukti pembelianmu atas gadis Dubrich yang baru saja kamu lakukan pada Laksamana Utama.” Shawn menaikkan ujung bibirnya dan disanalah baru terlihat senyuman tipis nan mahal milik Shawn Miller.
“Dan kamu pikir dia akan percaya padamu?”
“Oh tentu saja dia akan percaya padaku. Aku punya bukti foto dan saksi mata.” Shawn melipat lagi kedua lengan di dadanya dan mengangguk.
“Apa isi daftar itu?” tanya Shawn dengan nada biasa. Shawn Miller sebenarnya adalah pria yang sangat licik dan penuh strategi. Daripada merasa terancam mengapa ia tak memanfaatkan kesempatan itu untuk memukul dua burung dengan satu batu? Jadi langkah pertama adalah membuat Yousef bicara.
“Aku pikir kamu tahu apa itu daftar rahasia!” Yousef mulai terpancing tapi menolak pancingan jebakan Shawn.
“Aku tau bahwa Menteri Pertahanan menyembunyikan rahasia negara di balik saku jasnya. Aku hanya penasaran apa itu.” Yousef tersenyum dan mengangguk.
“Itu adalah daftar berisi para penjahat yang disembunyikan oleh pemerintah dan interpol.”
“Kenapa? Apa mereka bukan penjahat?” Yousef tersenyum dengan analisa Shawn yang tepat.
“Bingo!” sahutnya tersenyum dan menyengir lebar.
“Aku ingin kamu memberikan daftar itu padaku,” tambah Yousef lagi dan itu membuat Shawn sedikit melihatnya aneh. Sesungguhnya ia ingin tertawa. Apa Yousef mengira jika Shawn Miller adalah seseorang yang gampang dibodohi?
“Kenapa kamu mau berpikir jika aku akan menyerahkan daftar itu padamu? Jika aku mau, kenapa bukan aku saja yang memilikinya. Aku bisa menjualnya?” pancing Shawn makin tajam. Dan Yousef mengambil umpannya dengan baik.
“Karena jika tidak, video dari kamera pengawas Dubrich akan aku sebarkan dan karirmu akan hancur,” ancam Yousef dan Shawn langsung memperlihatkan wajah horor. Ia terjatuh dan berlutut di kakinya. Kariernya akan hancur. Karier yang sudah ia bangun selama bertahun-tahun akan hilang begitu saja karena sebuah kesalahan. Kesalahan masuk ke dalam rumah bordir.
Yousef lalu tertawa dalam kemenangan setelah melihat Shawn berlutut dan menangis karena diancam dengan merusak karirnya. Dengan cepat kepala Shawn tegak lalu─
DORR─DORR... Shawn menembak dengan cepat dua orang pengawal Kanishka sekaligus. Ia bangun dengan cepat dan menodongkan moncong senjatanya pada Yousef sambil menyengir sinis. Mata Yousef membesar melihat moncong peredam di depan matanya.
“Katakan sekali lagi, tadi kamu mengancamku dengan apa!?”
Anda Mungkin Juga Suka





