Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Di Atas Kertas Sang CEO

Istri Di Atas Kertas Sang CEO

Demi kesembuhan ibunya, Shania yang baru berusia 19 tahun terpaksa menjadi istri kontrak Steven, seorang CEO perusahaan limbah kimia yang dingin. Steven sebenarnya enggan berurusan dengan wanita, namun ia tak kuasa menolak tuntutan adiknya. Ia pun menawarkan satu miliar rupiah kepada Shania dengan syarat sang gadis bersedia diperbudak melalui perjanjian tertulis. Kini, Shania harus bertahan menghadapi berbagai taktik kejam Steven dalam pernikahan formalitas mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pernikahan antara Shania dan Steven terjadi sekelip mata. Kini mereka telah pulang dari pemberkatan oleh pendeta di gereja.

Shania tidak bisa berkata apa-apa, entah kenapa dia hanya diam dan mengikuti saja ucapan kedua beradik tersebut. Sementara, Stella pula terlihat begitu puas.

"Oh ya, Kak Shania. Sekarangkan, Kakak sudah menjadi seorang istri. Jadi aku harap, Kakak bisa memutuskan hubungan Kakak dengan pacar Kakak karena status Kakak bukan lagi lajang," saran Stella yang penuh dengan maksud tersirat.

"Maaf, tetapi aku tidak punya pacar," jawab Shania.

"Le-- err maksud aku, benarkah?" tanya Stella lagi.

Shania hanya mengangguk saja untuk membenarkan kata-katanya, sedangkan Steven hanya diam menatap ke arah jalan raya yang penuh dengan kenderaan.

Tiba-tiba Shania teringat dengan kejadian 2 minggu yang lalu dan ternyata ini bukanlah kali pertama dia bertemu dengan Steven dan Stella.

'Ck, ternyata waktu itu ya! Pantas saja dia tahu tentang ibu,' batin Shania sambil dalam diam mencuri pandang ke arah Steven.

Kini mereka telah sampai di apartemen milik Steven, sedangkan Stella pamit untuk pergi ke kantor dan memberikan waktu untuk Shania dan Steven bersama.

"Uang 1 miliar yang kau janjikan?" tanya Shania.

Steven menoleh ke arah Shania lalu tersenyum miring. Dia pun berjalan ke arah Shania dan ketika mereka telah berhadapan, Steven mencengkaram dagu Shania dengan kuat.

"Wanita matre! Ternyata kau sengaja menjebakku," ucap Steven. "Aku akan memberimu uang, tetapi aku harus tahu dulu. Uang itu untuk apa?" lanjut Steven.

"Kau sudah sepakat denganku dan jangan masuk campur urusanku!" jawab Shania ketus.

Steven berdecih, dia melepaskan cengkeram tangannya pada dagu Shania dengan kasar. Dia membalikkan tubuhnya lalu mengeluarkan kartu atm dan dilemparkan ke atas lantai.

"Di dalam itu ada uang 1 miliar dan pinnya 000000. Silakan ambil," ucap Steven.

Steven dengan jalan santainya meninggalkan Shania di ruang tamu sendiri. Sebenarnya dia sendiri merasa pusing dengan keputusan yang dia ambil.

Shania langsung saja mengambil kartu atm itu lalu keluar dari apartemen Steven. Dia tidak peduli dengan dirinya yang direndahkan karena yang penting dia mendapatkan uang biaya pengobatan sang ibu.

Setelah tiba di rumah sakit, Shania langsung melunasi biaya pengobatan sang ibu dan biaya untuk operasi pengangkatan kanker.

Mahen mengatakan pada Shania bahwa operasi akan dijalankan besok malam dan meminta Shania berdoa untuk kelancaran dan keselamatan sang ibu.

Saat ini, Shania sedang duduk di sisi ranjang brankar ibunya. Dia tersenyum sembari mengusap tangan milik ibunya.

"Ibu, Nia sudah mendapatkan uang. Ibu akan sembuh dan Nia berjanji akan terus berusaha dan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita," ucap Shania.

Tiba-tiba pintu ruang inap ibu Shania terbuka dan muncullah Leonard.

"Shania ...," panggil Leonard.

"Ibu, Nia keluar sebentar ya. Nanti Nia akan kembali menemani Ibu," pamit Shania pada ibunya.

Shania keluar dari ruang inap sang ibu dan disusuli oleh Leonard.

"Shania, apa maksud pesanmu? Aku tidak mengerti," ucap Leonard.

"Kita bicara di kafe depan saja, Leo," jawab Shania.

Leonard dengan wajah yang khawatir pun mengikuti saja ucapan Shania karena dirinya memang butuh penjelasan dari Shania tentang pesan yang dikirim oleh Shania tadi pagi.

Di kafe depan rumah sakit.

"Apa maksudmu kau sudah menikah? Menikah dengan pria mana? Apa jangan-jangan kau menjual diri kau ke om-om biar bisa dapat uang?" tanya Leonard dengan beruntun.

"Bisa tidak tanya tu cukup satu soalan saja," jawab Shania.

"Tidak-tidak! Aku sudah diberi tanggungjawab untuk menjaga kau, Shania dan kau tiba-tiba memberiku kabar yang aku sendiri tidak mengerti maksudnya," protes Leonard.

"Apa yang kau tidak mengerti, semuanya sudah aku katakan dalam pesan tadi pagi. Aku sudah menikah dan mendapatkan uang untuk pengobatan ibu," jelas Shania.

"Tapi alasannya apa? Kenapa kau tiba-tiba menikah?" tanya Leonard masih tidak puas.

Shania menatap Leonard dengan tatapan sendu, dia menghela napas panjang lalu menceritakan semua yang terjadi dan kenapa begitu cepat.

"Tapi kau menikah dengan orang yang kau tidak kenal dan sama sekali tidak mencintainya. Apa kau bisa? Pernikahan bukan hal main-main Shania," ucap Leonard setelah mendengar semua penjelasan Shania.

"Aku tahu, Leo. Aku tidak jamin pernikahan ini akan bertahan atau tidak tapi yang penting ibu sudah terselamatkan," jawab Shania.

"Maafkan aku, aku telah gagal menjaga kau ... Nia," sahut Leonard dengan lirih dan mulai menunduk karena merasa bersalah.

"Bukan salah aku, Leo. Anggap saja ini adalah takdir. Kau juga belum gagal, Leo. Kau sedang berusaha membantu aku mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milik aku dan ibu," kata Shania.

*

"Apa! Natalia akan dioperasi? Tapi dari mana mereka mendapatkan uang?" tanya Johnsen pada anak buah yang selalu memberi laporan tentang Shania dan ibunya.

"Maaf Tuan, saya belum bisa pastikan karena sudah 3 hari ini Shania tidak bisa ditemukan, tetapi ketika dia datang ke rumah sakit dia langsung melunaskan biaya pengobatan dan biaya operasi ibunya," jelas anak buah itu.

"Ck, jangan sampai mereka punya rencana kalau Natalia kembali sembuh, apalagi Shania sudah hampir genap berumur 19 tahun," ujar Johnsen yang terlihat khawatir.

Johnsen mulai mencari ide untuk menggagalkan rencana operasi Natalia berjalan lancar karena bisa saja setelah Natalia sembuh mereka menuntut hak milik mereka. Apalagi, dalam beberapa bulan lagi Shania akan genap berumur 19 tahun seperti di dalam surat wasiat yang pernah ditulis oleh mendiang ayah Shania.

Entah apa yang akan dilakukan oleh Johnsen, karena dia tidak akan membiarkan hal ini terjadi.

"Pah, kenapa tidak kita bunuh saja keduanya," ucap Calista yang merupakan istri Johnsen.

"Jika kita hendak melakukan itu, kita harus ada rencana yang mantap Sayang, jangan sampai bertindak gegabah," sahut Johnsen.

"Kita bisa lakukannya seperti 5 tahun yang lalu," ujar Calista memberi ide.

Johnsen melihat sang istri lalu tersenyum. Ada benarnya juga, kenapa tidak melakukan rencana seperti 5 tahun yang lalu. Johnsen memuji Calista karena sarannya sungguh masuk akal.

Untuk saat ini mereka akan berdiam saja karena Johnsen ingin melenyapkan sekaligus dua orang yang bisa menggugat posisinya di perusahaan yang dikendali oleh Johnsen saat ini.

'Cristo, maaf! Tapi perusahaan kau harus menjadi milikku,' batin Johnsen.

**

Steven membaca dokumen yang telah dia minta untuk ditandatangani oleh Shania. Sudut bibirnya terangkat.

"Bagus Sean! Semua ini akan memudahkan aku untuk membalas dendam 5 tahun lalu," ujar Steven.

'Shania, Shania ... aku akan membuat kau hidup menderita dan berakhir dengan tragis seperti yang dirasakan oleh Melinda,' ucap Steven dalam hati.

Steven meletakkan dokumen itu di atas meja lalu memasang wajah yang menakutkan. Rasa marah masih saja membuncah di dalam hatinya karena kematian mendiang tunangan yang sangat dia cintai.

"Kau tunggu giliranmu!"

Bersambung...

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PRQ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PRQ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alexandra Mata-mata sang CEO
9.1
Alexandra Johnson terjerat dalam kontrak rumit yang memaksa dirinya menjadi mata-mata untuk mengawasi seorang CEO ternama. Namun, sebuah insiden tidak terduga justru mengubah segalanya dan membuat nasib Alexa kini terjepit di antara dominasi dua CEO sekaligus. Terperangkap dalam situasi yang penuh risiko, ia harus menghadapi kendali dua pria berkuasa tersebut sembari menavigasi intrik dunia bisnis yang berbahaya dan penuh dengan tekanan emosional.
Sampul Novel DILEMA SUAMI BAYARAN
9.6
Barra Farzan, seorang duda yang mendambakan kebahagiaan, akhirnya menikahi Astra, putri konglomerat cantik. Namun, saat resepsi pernikahan berlangsung penuh tawa, seorang wanita tiba-tiba muncul dan menampar Astra. Ia mengaku sebagai istri sah Barra yang ditinggalkan bersama anak mereka. Tuduhan pelakor pun seketika menghancurkan suasana. Rahasia gelap apa yang disembunyikan Barra? Sanggupkah mereka bertahan, atau Barra hanya akan menjadi suami bayaran?
Sampul Novel Kesempatan Keduaku, Penyesalannya
8.7
Wasiat mendiang ayah mengharuskan Alya menikahi anggota keluarga Adhitama saat ia berusia 22 tahun. Dulu, ia mencintai Bima meski pria itu kejam, berselingkuh dengan Jelita, bahkan tega meracuninya hingga tewas setelah menikah. Namun, keajaiban membawanya kembali ke masa lalu tepat di hari ulang tahunnya. Kini, Alya terbangun dengan ingatan pahit tentang pengkhianatan Bima. Ia bertekad mengubah takdir dan tidak akan memilih pria yang sama lagi.
Sampul Novel Lima Tahun, Cinta yang Memudar
8.3
Lima tahun Aruna mengabdi sebagai asisten Brama demi wasiat Yudha, pria yang ia cintai. Setelah kontrak usai, ia justru dituduh mencari perhatian meski telah mempertaruhkan nyawa dalam balapan maut demi Brama. Kekejaman Brama memuncak saat ia membiarkan Aruna disiksa Cheryl hingga menjualnya di lelang amal. Merasa pengabdiannya dibalas kehinaan, Aruna memilih mengakhiri hidup di jembatan kenangan Yudha, meninggalkan pesan terakhir yang menghancurkan.
Sampul Novel Mermaid For The CEO
9.6
Cassiopeia Moore berada di puncak ketenaran saat harus memilih antara karier atau cinta dari dua pria berkuasa. Namun, hidupnya hancur dalam semalam ketika rahasia besarnya terungkap hingga ia berakhir di pelelangan ilegal. Didorong dendam akibat pengkhianatan, Cassie mengambil tawaran nekat demi membalas rasa sakitnya. Mampukah ia bangkit sebagai Dewi Keadilan dan menemukan cinta sejati, atau justru rahasia lain akan terbongkar di hadapan dunia?
Sampul Novel My Possessive Family
8.5
Amelia hidup dalam kemewahan sebagai anggota keluarga konglomerat, namun harta melimpah tak mampu menghapus duka di hatinya. Di balik citra sempurna itu, ia memendam trauma mendalam serta rasa bersalah yang menghantui selama tujuh tahun terakhir. Meski dikelilingi kasih sayang keluarga, luka lama tetap menganga. Mampukah Amelia mengungkap rahasia masa lalu dan berdamai dengan dirinya sendiri? Ikuti perjuangan emosionalnya dalam My Possessive Family.