
Istri Bayaran Yang Menyembuhkan Penyakitnya
Bab 3
Pagi itu, udara terasa lebih berat dari biasanya. Alya duduk di meja makan, menatap secangkir kopi yang sudah lama mendingin di hadapannya. Pikirannya tidak bisa berhenti berputar tentang percakapan malam tadi. Kata-kata Valerian terus terngiang di telinganya. Keluarganya. Ancaman yang lebih besar dari sekedar penyakit. Mungkin itulah yang membuat Valerian terlihat begitu terisolasi, begitu terkunci dalam dunianya sendiri.
Namun, meski Valerian menutup diri, Alya tahu satu hal yang pasti-dia tidak bisa berhenti. Tidak sekarang. Tidak setelah mengetahui bahwa ada sesuatu yang lebih besar yang tersembunyi di balik segala yang terjadi. Ia memutuskan untuk mengambil langkah yang lebih jauh, menyelidiki lebih dalam, meskipun itu berarti ia harus menghadapi bahaya yang lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan.
Ketika Valerian turun ke ruang makan, wajahnya tampak lelah. Tidur malamnya terganggu, mungkin karena perdebatan yang tak pernah ia inginkan. Ia menatap Alya dengan tatapan kosong, seolah mencoba melihat apakah wanita itu akan melanjutkan pertanyaannya atau berdiam diri.
"Alya," suara Valerian terdengar serak, "Apa yang kamu ingin tahu lebih banyak?"
Alya menatapnya tajam, matanya penuh tekad. "Aku ingin tahu tentang keluargamu, Valerian. Apa yang mereka sembunyikan? Apa yang mereka lakukan padamu?"
Valerian menghela napas panjang, matanya terpejam sejenak, seolah mencoba menenangkan pikirannya. "Keluargaku bukanlah tempat yang aman. Mereka bukan orang yang bisa dipercaya. Apa yang mereka inginkan... jauh lebih besar dari yang bisa kamu bayangkan." Suaranya keras, tapi ada nada putus asa di sana, seolah ia sudah lama berjuang sendirian melawan bayangan-bayangan yang terus menghantuinya.
Alya merasa ketegangan itu semakin meningkat. "Apa yang mereka inginkan darimu? Apa yang sudah mereka lakukan? Aku tidak akan berhenti sampai aku tahu."
Valerian terdiam. Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya dia berbicara, suaranya hampir tidak terdengar. "Mereka ingin kontrol. Seluruh dunia ini-bisnis, kekuasaan, segalanya-mereka ingin menguasainya. Dan aku... aku adalah salah satu alat untuk itu."
Alya merasa perutnya terikat dalam simpul. Ada sesuatu dalam kata-kata Valerian yang mengingatkannya pada kegelapan yang ada dalam keluarga-keluarga kaya yang dipenuhi intrik dan pengkhianatan. Tidak ada yang seperti yang mereka perlihatkan di luar sana. Semua itu hanya fasad. Dan Valerian, pria yang ia pikir hanya sakit dan terperangkap dalam kondisi yang tak terhindarkan, ternyata terjebak dalam permainan yang jauh lebih berbahaya.
"Tapi kenapa kamu tidak melawan?" tanya Alya, suaranya penuh dengan kecemasan yang tak bisa disembunyikan. "Kenapa kamu terus membiarkan dirimu terjebak dalam permainan ini?"
Valerian menatapnya dengan mata yang penuh kekosongan, lalu mengangkat bahu. "Karena mereka tidak akan memberi aku pilihan. Aku terikat, Alya. Terikat dengan kewajiban yang tidak bisa aku lepaskan begitu saja."
Tapi ada sesuatu dalam tatapan Valerian yang membuat Alya merasa bahwa dia tidak menceritakan seluruh kebenaran. Sesuatu yang lebih dalam, yang lebih gelap, yang belum ia ungkapkan. Seperti ada sebuah bagian dari dirinya yang telah lama terkubur-sesuatu yang ingin dia sembunyikan, bahkan dari dirinya sendiri.
Alya merasa kebingungan itu semakin menggigit. Ia bertekad untuk menggali lebih dalam. Jika Valerian tidak mau memberitahunya semuanya, maka ia harus mencari tahu sendiri.
Hari itu, ia memutuskan untuk melakukan hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya-menyusup ke dalam dunia Valerian yang gelap. Ia mulai mencari petunjuk, mencatat setiap detail yang tampaknya tidak biasa. Dan apa yang ia temukan membuatnya terkejut.
Di balik pintu kantor keluarga DeVere, Alya menemukan dokumen yang tersembunyi dengan rapat, sebuah dokumen yang mencatat transaksi dan kesepakatan yang tidak pernah disebutkan oleh Valerian. Ada nama-nama yang tidak dikenal, perusahaan-perusahaan yang tidak jelas, dan perjanjian yang berbicara tentang kontrol-tentang bagaimana Valerian, sebagai pewaris keluarga, terikat dalam permainan kekuasaan yang lebih besar.
Tapi yang paling mencolok adalah satu nama yang selalu muncul: Alistair DeVere. Nama yang belum pernah disebutkan oleh Valerian, meskipun Alya tahu pasti bahwa itu adalah anggota kunci dari keluarga DeVere. Alistair, yang selama ini tersembunyi di balik bayangan, ternyata memegang kendali atas banyak hal yang terjadi di balik layar.
Alya tahu bahwa untuk memahami seluruh cerita ini, ia harus bertemu dengan Alistair. Tapi pertemuan itu tidak akan mudah. Keluarga DeVere bukanlah orang yang mudah didekati, dan Alistair, tampaknya, adalah seorang pria yang penuh misteri dan kejam. Alya merasa, dengan setiap langkah yang ia ambil, dirinya semakin terperangkap dalam sebuah jaring yang sulit untuk keluar.
Ketika Valerian kembali ke rumah malam itu, Alya sudah tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Ia harus bertemu dengan Alistair. Tetapi, saat ia menatap Valerian, ia merasakan sesuatu yang lebih dari sekedar rasa ingin tahu. Sesuatu yang lebih gelap. Sesuatu yang membuatnya bertanya-tanya, apakah ia benar-benar siap untuk mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi di balik keluarganya, dan apakah ia siap menghadapi konsekuensi dari setiap langkah yang akan ia ambil.
Di luar jendela, langit malam gelap, penuh dengan bintang yang tidak bisa menyembunyikan kegelapan yang semakin mendalam.
Anda Mungkin Juga Suka





