Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ipar adalah Maut Pernikahan

Ipar adalah Maut Pernikahan

Dian terjebak dalam perselingkuhan dengan Raihan, pria yang terikat pernikahan tanpa cinta. Meski dihantui rasa bersalah terhadap suaminya, Galih, dan sahabatnya, Laras, Dian sulit melepaskan diri. Saat ia mencoba menjauh, obsesi Raihan justru kian menguat. Situasi memanas ketika Laras mendatangi kamar Dian tanpa curiga. Kini, Dian harus menghadapi konsekuensi atas dosa yang mengancam menghancurkan reputasi, persahabatan, serta masa depannya selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi menjelang, cahaya matahari menerobos tirai yang setengah tertutup. Dian membuka matanya perlahan, merasakan tubuhnya yang lelah setelah malam panjang penuh dosa. Di sampingnya, Raihan masih tertidur, wajahnya tampak damai seolah tanpa beban.

Dian menatap langit-langit kamar dengan hati penuh penyesalan. Apa yang sudah kulakukan? pikirnya, menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa bersalah yang kini menyergap. Ia ingin menyalahkan keadaan, namun hatinya tahu, ia telah menyerah pada godaan yang tak seharusnya.

Raihan mulai bergerak, matanya terbuka perlahan. Saat melihat Dian yang masih terbaring di sampingnya, ia tersenyum kecil. "Pagi, Dian," sapanya lembut, tangannya terulur menyentuh rambutnya.

Dian segera bangkit, menjauhkan tubuhnya dari Raihan. "Mas, kita nggak boleh terus begini," ucapnya dengan nada gemetar, menutupi tubuhnya dengan selimut. "Ini salah. Kita harus berhenti."

Raihan duduk, tatapannya berubah serius. "Dian, aku tahu ini salah. Tapi apa kamu bisa bilang kamu nggak merasa apa-apa semalam? Aku mencintaimu, dan aku tahu kamu juga mencintaiku."

"Mas, jangan ngomong gitu," potong Dian cepat, suaranya mulai meninggi. "Aku nggak mau ini terus terjadi. Aku nggak mau menghancurkan Galih... atau Kak Laras."

"Dian, aku tahu kamu nggak bahagia dengan Galih," ujar Raihan, suaranya rendah namun penuh emosi. "Aku juga nggak bahagia dengan Laras. Kamu tahu itu."

Dian menggeleng, air mata mulai membasahi pipinya. "Tapi itu nggak berarti kita bisa begini, Mas. Kita punya keluarga. Kita punya tanggung jawab."

Raihan berdiri, mendekati Dian yang masih duduk di tepi ranjang. Ia memegang kedua bahunya dengan lembut, memaksa Dian untuk menatapnya. "Dian, aku janji aku nggak akan pernah menyakitimu. Kalau kamu mau, aku bahkan siap meninggalkan semuanya demi kamu."

Mata Dian membelalak mendengar kata-kata itu. "Mas, jangan gila! Kamu nggak bisa bilang hal seperti itu!"

"Aku serius, Dian," Raihan menegaskan. "Aku nggak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan. Yang penting buatku adalah kamu."

Namun, sebelum Dian sempat merespons, suara langkah kaki terdengar mendekat dari luar kamar. Mereka saling berpandangan dengan panik.

"Dian?" terdengar suara Laras memanggil dari luar pintu. "Kamu di dalam?"

Dian buru-buru menarik pakaiannya yang berserakan di lantai, sementara Raihan bergegas menuju jendela untuk memastikan keadaan aman. "Aku di sini, Kak," jawab Dian dengan suara setenang mungkin, meski hatinya berdebar kencang.

Pintu kamar terbuka perlahan, memperlihatkan Laras yang duduk di kursi rodanya. Wajahnya terlihat pucat, namun tetap menunjukkan senyum hangat.

"Kakak pikir kamu sudah bangun. Aku mau ajak sarapan bareng," ucap Laras pelan, tak menyadari suasana tegang di dalam kamar itu.

Dian mengangguk canggung. "Aku... aku akan segera keluar, Kak. Tunggu sebentar, ya."

Laras tersenyum dan memutar kursi rodanya, meninggalkan mereka. Begitu pintu tertutup, Dian menoleh ke arah Raihan yang masih berdiri di sudut kamar.

"Mas, tolong jangan pernah datang ke kamarku lagi," pinta Dian dengan suara pelan namun penuh tekanan. "Aku nggak mau Kak Laras tahu... atau Galih."

Raihan menatapnya dengan raut wajah penuh luka. Namun, ia mengangguk perlahan, meski dalam hatinya, ia tahu bahwa perasaannya pada Dian terlalu dalam untuk diabaikan.

Dian duduk kembali di ranjang, memegang kepalanya yang terasa berat. Ia tahu, malam itu hanyalah awal dari kekacauan yang akan menghantui hidupnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Affair With Santa
8.4
Di tengah dinginnya New York yang menusuk tulang, seorang gadis nekat menunggu di bawah pohon besar meski suhu berada di bawah nol derajat. Sepatu boots tipisnya tak mampu menahan es, membuatnya nyaris beku saat menanti seseorang yang tak kunjung datang. Ketika tubuhnya mulai oleng akibat hipotermia di sudut taman yang sepi, sebuah pelukan hangat tiba-tiba mendekapnya. Suara berat seorang pria misterius menjadi hal terakhir yang ia dengar sebelum kesadarannya menghilang.
Sampul Novel Aku Bukan Sampah
8.1
Trauma kekerasan seksual mengubah Berlian menjadi sosok tomboi yang nakal. Merasa dirinya kotor dan tak berharga, ia menutup hati serta menghindari hubungan dengan pria mana pun. Berlian yakin tidak akan ada lelaki yang tulus menerimanya. Namun, takdir membawanya bertemu seorang pria kaya raya yang mengubah segalanya. Akankah kehadiran sosok miliarder ini menyembuhkan luka masa lalunya yang kelam, atau justru memberikan penderitaan baru yang lebih menyakitkan?
Sampul Novel Istri Yang Tak Dianggap
9.6
Kebahagiaan Arshella setelah akhirnya memiliki Dion sepenuhnya kini terancam oleh kemunculan sosok dari masa lalu. Kehadiran pria tersebut membawa komplikasi besar dalam kehidupan rumah tangga mereka. Situasi semakin memanas dan tak terkendali ketika sang pria secara mengejutkan mengklaim dirinya sebagai ayah kandung dari anak Arshella. Kini, Arshella harus menghadapi dilema berat yang menguji kesetiaan serta keutuhan cintanya bersama Dion.
Sampul Novel Luka Cinta Dari Suami Obsesif
8.6
Demi nyawa kakek, aku terpaksa menikahi Simon Adijaya yang telah mengurungku selama sedekade. Namun, aku justru disiksa oleh Virginia hingga wajahku hancur. Bukannya menolong, Simon malah menyebutku sampah dan membuangku ke sungai es. Di ambang maut, aku tahu kakek telah tiada. Simon merampas segalanya dariku: orang tua, kebebasan, dan harapan. Kini, dendam membara dalam sukmaku. Aku bersumpah akan menghancurkan hidupnya hingga dia memohon kematian yang takkan pernah kuberikan.
Sampul Novel Mencuri Hatimu
8.8
Terikat kesepakatan rahasia, seorang wanita mengandung benih dari pria asing sebelum akhirnya menikah dengan tunangan masa kecilnya. Meski pernikahan tersebut awalnya dianggap sebagai transaksi formal semata, benih cinta justru tumbuh di antara mereka. Namun, saat masa persalinan tiba, ia justru mengajukan gugatan cerai. Sang suami yang baru menyadari kekeliruannya kini memohon agar ia kembali, mengakui bahwa wanita itu adalah satu-satunya cinta sejatinya.
Sampul Novel Rahasia Dalam Dendam
8.4
Selama dua puluh empat tahun, Aurora dan ibunya hidup dalam penderitaan mendalam. Kini, ia bertekad menuntut balas dengan misi tunggal: menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri. Namun, di tengah aksi nekat tersebut, berbagai rahasia kelam mulai terungkap satu demi satu, mengguncang keyakinannya. Akankah Aurora tetap teguh pada niat mautnya saat kebenaran terkuak? Ikuti perjuangan penuh aksi dan misteri ini dalam menuntaskan sebuah dendam masa lalu.