Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel I'm Baby Doll

I'm Baby Doll

Gea Mexalla adalah model seksi yang terjebak dalam lingkaran gelap industri hiburan. Demi popularitas, ia terpaksa menjadi budak seks bagi para sponsor. Saat ia mencoba berhenti dan fokus pada kariernya, Gea justru mengalami pemerkosaan oleh manajer serta sponsornya sendiri. Di tengah penderitaan itu, muncul Cale Vertoghen yang menyelamatkannya. Namun, pria ini adalah CEO kejam yang sangat terobsesi padanya. Mampukah Gea lepas dari jeratan para pria pemangsa tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 2

Dengan jalan yang penuh dosa itu, Gea berhasil menjadi model. Bahkan hanya dalam jangka waktu satu tahun Gea telah berhasil menjadi model papan atas. Wajahnya memenuhi billboard iklan di sepanjang Kota Cassey.

Ia telah berubah menjadi artis naik daun. Melejit seketika. Muda, cantik, dan berkarakter. Itulah Gea Mexalla.

"Wah, hanya perlu waktu satu tahun bagimu untuk menjadi artis tersohor." tutur Davidson sembari melihat spanduk sepanjang jalan dipenuhi dengan wajah Gea.

"Diamlah dan perhatikan mobil di depanmu."

"Lihatlah bagaimana gadis jalang ini begitu berani kepadaku kini,"

Tangan Davidson mulai menggerayang dan menyentuh paha Gea. Sebagai peringatan kalau gadis itu berubah menjadi pembangkang. Ia memainkan paha Gea, membuat gadis itu jijik dan ingin segera mengenyahkan tangan Davidson.

"Malam ini, aku ingin kau melayani Tuan Darby." kata Davidson tanpa melepaskan tangannya dari paha empuk nan mulus Gea yang dilapisi oleh stocking hitam jaring-jaring. Menjadikannya kian seksi. Pakaian ini juga dipilihkan oleh pihak Star Agency. Agar Gea memikat banyak orang.

Gea sudah tak tahan lagi. Ia menampik tangan Davidson, lantas menukas keras, "Bukankah kita sudah setuju kalau aku tak akan pernah tidur dengan tua bangka itu atau siapa pun?"

"Hahaha. Kau tidak tidur dengannya. Tetapi, kau hanya melayaninya. Itu hal yang berbeda. Tetapi, kenapa kau menyingkirkan tanganku ini, Gea? Kau tak ingin disentuh olehku?"

"Manager Davidson, berhentilah bersikap seolah aku ini anak kemarin sore yang butuh belaianmu!"

Davidson tertawa.

Sejak Gea dinobatkan sebagai model yang naik daun, Davidson tidak lagi membuat Gea tidur dengan para konglomerat. Itu untuk menjaga citra Gea dan juga bentuk tubuhnya agar tetap kencang.

Davidson sendiri sudah tidak pernah tidur dengannya. Ia mencari kepuasan lain. Sebab jadwal Gea yang begitu padat dengan tawaran iklan di mana-mana.

Akan tetapi, itu tak membuat tangan Davidson berhenti untuk usil. Dia sering melakukan tindakan tak senonoh pada Gea. Untungnya, Gea sudah mulai berani memberontak.

Bagaimana pun, dia adalah model papan atas. Wajahnya menghiasi televisi. Dia adalah sumber pendapatan perusahaan. Sudah sepantasnya dia lebih berani dan tidak diperlakukan semena-mena.

Kini, Davidson memberhentikan mobil di depan sebuah bar yang ramai. "Nikmati harimu dengan Tuan Darby. Buatlah dia puas entah bagaimana caranya. Kau tahu dia sudah memberikan dana selama lima bulan ini, kan?"

"Cih. Tidak sekalian saja kau bilang aku suruh tidur dengannya?"

"Lakukanlah. Agensi akan dengan sangat senang mendapatkan uang tambahan darinya."

Gea mendesis. Ia turun dari mobil Davidson. Gadis itu mulai masuk ke dalam bar. Suasana bar yang dipenuhi banyak orang membuat Gea tak terlalu diperhatikan. Mereka sibuk dengan diri masing-masing.

Gea masuk ke dalam, segera menemukan Tuan Darby yang dikelilingi oleh tangan-tangan pelacur yang nakal.

Tuan Darby melambaikan tangan kepadanya. "Kemarilah, Sayang!"

Para pelacur yang menghinggapi tangannya pada tubuh Tuan Darby pun diusir. Lelaki itu hanya ingin Gea. Mencicipi tubuhnya yang sangat seksi nan menggairahkan.

Pada saat itu, Gea mengenakan pakaian gaun tanpa lengan berwarna hitam ketat. Ditambah dengan sepatu boots dan stocking yang menambah kesan nakal.

Terlebih pada tubuh Gea yang ramping dengan ukuran bagian atas dan bawah yang besar. Bodynya aduhai, mirip gitar Spanyol. Nafsu Tuan Darby menggelegak, membayangkan kemolekan tubuh Gea yang sejati.

"Aku sudah lama menunggumu,"

Tuan Darby memegang pinggang Gea. Lalu merapatkannya kepada tubuhnya. Lelaki tua renta itu berbisik sensual. "Bagaimana jika kau duduk di pangkuanku, Gea Sayang?"

Gea hanya tersenyum, menggunakan topengnya. Ia harus berpura-pura menikmati ini semua. Padahal dalam hatinya memberontak tak mau.

"Itu pasti akan tidak nyaman bagimu juga, Tuan Darby."

"Ahh~ tidak, tidak.. Aku justru ingin merasakannya. Diduduki olehmu. Seperti apa ya rasanya dua belahanmu itu, hmmm?" katanya dengan nada rendah yang memuakkan.

Entah berapa kalinya sejak Gea menjadi seorang model, gadis itu diwajibkan untuk melayani para pria yang mau sebagai sponsornya. Salah satunya adalah Tuan Darby, salah satu investor kaya raya.

Aroma alkohol dari Tuan Darby menguar. Ia mendekatkan bibirnya pada Gea. Gadis itu langsung mengalihkan wajahnya.

"Eh?? Kau berani menolak. Tampaknya aku harus memberikanmu hukuman." Tuan Darby memperingatkan.

Lelaki itu menyambar bibir gadis itu. Mencecap setiap sela ruang mulut Gea. Ia bahkan menekan leher Gea supaya ciuman itu lebih intens!

Gea merasakan mulut yang bau dan juga serasa jorok saat Tuan Darby menjilati bibirnya itu. Ditahan Gea habis-habisan. Supaya mulutnya tak terbuka!

Gea buru-buru melepaskan ciuman tak sopan tersebut. Mendorong keras tubuh Tuan Darby gendut penuh lemak. "Jangan di sini. Aku tak ingin tertangkap paparazzi!"

"Ayolah, Sayang. Kau tak tahu kalau orang di sini sibuk untuk mencari pasangan untuk memuaskan nafsu mereka?"

Tuan Darby menunjuk sekelilingnya. Sial. Tempat ini memang dipenuhi dengan orang yang tengah memadu kasih. Bahkan mereka dengan berani saling berciuman dan saling menyentuh.

Akan tetapi, Tuan Darby tentu tak akan puas dengan bibirnya. Seperti sponsor lain, dia pasti lama-lama ingin tidur dengannya.

Gea telah berjanji sejak dia debut menjadi model naik daun, dia tak akan tidur dengan siapa pun lagi. Tak terkecuali dengan Tuan Darby. Entah seberapa pun kayanya Tuan Darby, tak akan lagi menyerahkan tubuhnya!!

"Bagaimana jika kita memesan tiket hotel?"

Gea memberikan senyuman yang menggoda. "Minumlah dulu, Tuan Darby."

Ia sengaja menuangkan banyak minuman. Satu botol. Dua botol. Sampai tiga botol minuman keras!

Bagaimana tidak teler lelaki tua ini?

"Tuan Darby, sepertinya Anda mabuk. Lebih baik aku antarkan saja Tuan Darby untuk pulang."

"Mabuk? Apa maksudmu?" tanyanya mengoceh.

Gea memapah tubuh Tuan Darby menuju ke parkiran. Lelaki reot tersebut sudah sering bersama dengannya. Bagi Gea, tak sulit untuk menemukan mobilnya.

Hendak membuka pintu mobil Tuan Darby, lelaki itu mendadak menyemprot. Entah bagaimana, ia sudah sadarkan diri dari mabuk seutuhnya. Mengetahui dirinya akan dibawa pulang begitu saja, kontan Tuan Darby marah.

Niatnya belum tertuntaskan! Keinginan dan hasratnya pada Gea belum padam! "DASAR ULAR BERBISA!"

"Setelah aku menjadikan sponsor selama lima bulan untukmu, kau bahkan tak pernah sudi untuk tidur denganku, pelacur!!" teriak Tuan Darby membahana basement lapangan parkir. Suasana di sana terlampau sepi. Baru pukul sepuluh, sehingga orang-orang belum ada yang berseliweran untuk berniatan pulang.

Tuan Darby menghimpit tubuh Gea ke mobilnya. Lalu berkata di luar kendali, di tengah nafsu yang berkobar-kobar. "Bagaimana kalau kita menikmati malam yang panjang di hotel bersama? Kau tak boleh menolakku. Karena kau malam ini... Kau harus memuaskanku!"

Gea tercengang. "Tuan Darby! Jangan bercanda!"

"Bercanda? Kau pikir aku bercanda untuk menidurimu, Jalang Kecil?!"

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A MAN IN A TUXEDO
9.7
Psikiater muda Auristela Indira mengemban tugas berat merawat Vincent Oliver, CEO penyiaran yang menderita Anterograde Amnesia pasca insiden tragis. Stela harus menyamar sebagai sekretaris dan pengawal pribadi sebelum akhirnya diminta menikahi Vincent yang ingatannya hanya bertahan sehari. Di tengah dilema itu, misteri besar menyelimuti penyebab kecelakaan Vincent serta hilangnya calon tunangannya tepat di malam sebelum hari pernikahan mereka.
Sampul Novel Ciuman Sang Ular: Balas Dendam Seorang Istri
9.0
Dahulu, aku percaya pada cinta palsu keluarga Adhitama hingga mereka membiarkanku terpanggang api. Di saat terakhir, hanya paman dingin bernama Gilang yang rela mati demi melindungiku. Kini, takdir memberiku kesempatan kedua seminggu sebelum tragedi itu terjadi. Untuk menguasai warisan triliunan dan membalas dendam pada tiga kakak yang berkhianat, aku menolak menikahi mereka. Di depan pengacara, aku justru memilih Gilang sebagai suamiku. Permainan dimulai.
Sampul Novel Dimanja Suami Psikopat
8.8
Menikah dengan pria penderita sindrom XYY membuat hidupku penuh obsesi. Setelah dipaksa menikah melalui ancaman, suamiku yang miliarder memasang cip pelacak di tubuhku, namun ia juga sangat memanjakanku tanpa ragu menyingkirkan siapa pun yang menggangguku, termasuk keluarganya sendiri. Demi mendapatkan bayi yang sehat, ia bahkan mendanai teknologi medis khusus. Namun, saat kehamilanku terwujud, ibu mertuaku memfitnahku berselingkuh dan menyiksaku hingga sekarat tepat sebelum suamiku tiba.
Sampul Novel Dosa Dalam Pelukan Brondong
7.9
Sheana, istri pengusaha kaya berusia 35 tahun, terjebak dalam pernikahan dingin yang hampa. Kesepian membawanya bertemu Ellandra, pemuda 23 tahun yang memikat di sebuah klub malam. Meski awalnya hanya pelarian, Sheana mulai mempertaruhkan rumah tangganya demi pesona Ellandra yang menggoda. Namun, hubungan ini terancam oleh rahasia besar sang suami, kehadiran kekasih Ellandra, serta masa lalu kelam. Di tengah gairah terlarang, Sheana harus memilih sosok yang benar-benar menghidupkan jiwanya.
Sampul Novel Istri Kedua Tersembunyi
7.9
Raine Alverez terpaksa menjadi istri kedua Leon Castello demi melunasi utang keluarganya. Meski dicap sebagai perusak rumah tangga, ia sebenarnya terjebak dalam perjanjian lama yang diatur sang taipan. Di balik status rahasia itu, Raine harus menghadapi kebencian istri pertama serta cercaan publik. Konflik batin kian memuncak saat ia mulai mencintai Leon. Di tengah intrik dan rahasia besar, Raine berjuang memahami siapa yang benar-benar bersalah dalam pernikahan ini.
Sampul Novel Nyawa Dibalas Nyawa
8.1
Dua tahun silam, Indah dipaksa sang ibu meninggalkan kekasihnya demi menikahi Rendra, pria buta yang merupakan tunangan adiknya, Mella. Namun, setelah Rendra mendadak bisa melihat kembali, keluarganya justru menuntut Indah mengembalikan posisi tersebut kepada Mella. Sang ayah bahkan murka dan menganggap Indah tidak layak menjadi Nyonya Saputra. Di tengah tekanan itu, Indah yang mengidap penyakit mematikan memilih menyerah tanpa beban, bersiap menyaksikan kehancuran mereka dari balik kematiannya.