Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel I’m Always Be Yours

I’m Always Be Yours

Freya Angelicia, supermodel menawan berusia 23 tahun, terjebak cinta tak terbalas pada kakak angkatnya, Max Xavierano Miller. Meski dikagumi dunia, Freya justru menghadapi kebencian dari pria yang ia puja. Max, miliarder sukses yang trauma akibat dikhianati tunangannya, mendapati hidupnya penuh kejutan saat bertemu kembali dengan Freya. Namun, tepat ketika Max mulai menyadari perasaannya, muncul saingan berat yang siap merebut hati Freya darinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Max..." lirih Freya dengan tatapan mata sayu

"Damn" umpat Max dengan suara seraknya namun terdengar seksi ditelinga Freya

Max kembali melumat bibir Freya sementara ia menambah satu lagi jarinya dalam milik gadis itu yang telah basah.

"Shit, kenapa kau sangat rapat?"

"Max ini salah" rintih Freya tiada henti

Max menyeringai lalu mendekatkan bibirnya ditelinga Freya sementara kedua jarinya masih terus menggoda bagian pangkal paha Freya.

"Apa ini tidak terlambat kau baru menolakku sekarang?" bisik Max menggoda

Freya berusaha sekuat tenaga mengembalikan sisa-sisa kewarasannya, ia tidak ingin melakukan itu dengan Max yang jelas-jelas tidak mencintainya apalagi ini merupakan yang pertama untuk gadis itu.

"Jangan Max, aku tidak ingin melakukannya dengan seseorang yang tidak mencintaiku" ucap lirih Freya berusaha mendorong dada bidang Max yang berada di atasnya

"Jadi selama ini kau melakukan itu dengan para pria hanya karena mereka mengatakan mencintaimu, begitu?" hardik Max penuh emosi

Entah kenapa Max menjadi kesal mendengar penolakan dari Freya. Mendengar ucapan Max wajah Freya memerah sementara ia tidak bisa lagi mengendalikam gairah yang telah menguasai kepalanya.

"Apa maksudmu?"

"Kau sangat pintar berakting, seharusnya kau beralih profesi menjadi seorang artis bukannya model" jeda sesaat sebelum Max melanjutkan perkataannya lagi "Dan sekarang kau tidak bisa menolakku, sudah terlambat" desisnya dengan nada dingin

Sudut bibir Max terangkat membentuk seringaian menyeramkan, seketika alarm dikepala Freya berbunyi menandakan ia dalam bahaya. Freya ingin memberontak, ia bangkit berdiri tapi terlambat karena Max telah memerangkap kedua tangannya diatas kepala Freya, lalu mengikatnya dengan dasi milik Max yang entah sejak kapan telah ia lepaskan.

Max segera menanggalkan pakaian yang ia kenakan dengan tergesa dan memperlihatkan otot-otot tubuhnya yang terpahat sempurna dengan beberapa tatto terukir disana. Freya memalingkan wajah saat tanpa sengaja melihat benda tumpul yang telah mengeras diantara kedua paha Max. Besar, panjang dan berurat hingga membuat bulu disekujur tubuh Freya meremang. Itu tidak akan muat memasuki miliknya, batin Freya ketakutan.

"Kenapa kau terlihat malu-malu seperti itu? Bukankah kau sering melihat tubuh laki-laki seperti ini?" tanya Max sinis

"Max, please don't do that" Freya memelas dengan mata berkaca-kaca

"Aku akan memuaskanmu, kau cukup diam dan nikmati saja. Walau hanya mendapat wanita bekas pria lain tidak masalah karena aku sudah bernafsu" geram Max sebelum mendekatkan dirinya dan memangut bibir Freya secara brutal

Entah mengapa saat mengingat jika tubuh indah gadis di bawahnya ini telah dinikmati oleh laki-laki lain membuatnya sangat marah hingga membutakan hati dan pikirannya. Hanya kabut gairah yang menyelimutinya sekarang, hasrat ingin memiliki yang sangat besar ia rasakan atas diri Freya.

Sentuhan Max terasa berbeda dari sebelumnya, tidak ada lagi kelembutan yang dirasakan oleh Freya. Bahkan Max menyatukan milik mereka dengan paksa membuat Freya menjerit keras. Freya berusaha membuka ikatan pada pergelangan tangannya hingga terasa kebas. Namun sakit yang ia rasakan pada hatinya karena ucapan Max jauh melebihi perih pada bagian bawah tubuhnya.

Freya hanya bisa terisak pilu, ia merasa tubuhnya seperti terbelah menjadi dua. Benar-benar sakit bagai tercabik-cabik, tidak hanya kewanitaannya tapi rasa sakit itu menjalar hingga menyayat hati Freya.

"Akhhh sa-kitt..."

Max tak menghiraukan Freya yang merintih dibawah kuasanya, ia terus memompa dan memaju mundurkan kejantanannya dalam lubang surgawi Freya yang terasa sangat rapat. Alangkah terkejutnya Max saat tanpa sengaja melihat noda merah bercampur dengan cairan milik mereka merembes keluar dan mengenai seprai putih. Rasa amarah yang ia pendam selama ini pun menghilang seolah lenyap bagai debu tersapu angin.

"K-kau masih perawan?"

Seketika itu juga gerakan tubuh Max berhenti tanpa melepas penyatuan mereka. Ia menatap nanar gadis di bawahnya, ya Tuhan apa yang dilakukannya. Ia telah merusak seorang gadis, merenggut hal yang paling berharga dalam hidupnya. Bahkan ia melakukannya dengan paksa dan brutal.

"Ssttt jangan menangis, maafkan aku. Aku tidak tau jika ini pertama kalinya bagimu, aku pikir..." Max tidak mampu melanjutkan kata-katanya lagi

Max memeluk erat tubuh Freya yang bergetar hebat, ia juga mengecup seluruh wajah gadis itu dengan lembut sambil membisikkan kata-kata maaf dan sayang untuk menenangkannya.

"Aku membencimu Max" ujar lirih Freya masih menangis sesenggukan

"Jangan! Jangan katakan kau membenciku. Jangan membenciku please, i'm sorry. Really sorry my Angel" suara Max tercekat

Max tidak tega melihat Freya menangis dan tampak tak berdaya namun ia tidak bisa menghentikan penyatuan tubuh mereka. Rasa hangat, bahagia dan gairahnya sudah diubun-ubun tak kuasa untuk dibendung lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya
9.6
Malam pameran seni perdanaku hancur saat suamiku justru muncul di berita demi melindungi wanita lain. Pesan singkatnya yang dingin menegaskan bahwa aku bukan prioritasnya. Selama ini, dia meremehkan bakatku, padahal karyaku adalah fondasi kekayaannya. Lelah diabaikan, aku menyusun strategi cerai yang cerdik. Aku akan menyamarkan dokumen perceraian sebagai berkas hak cipta biasa, memanfaatkan kesombongannya agar dia segera menandatanganinya tanpa curiga.
Sampul Novel Aku dan Pacar Menikah Di Hari Yang Sama
7.9
Willy, seorang CEO, viral setelah melamar sekretarisnya. Saat Sarah mencari penjelasan, ia mendengar Willy meremehkan hubungan 7 tahun mereka. Willy yakin Sarah takkan pergi meski ia menikahi sang sekretaris demi melindunginya dari paksaan keluarga. Kecewa, Sarah memutuskan menikah dengan orang lain di hari yang sama. Saat mobil pengantin mereka berpapasan di jalan dan kedua mempelai bertukar bunga, Willy sangat terpukul melihat Sarah berada di mobil pengantin lain dengan gaun pernikahan.
Sampul Novel Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat
9.7
Kembali ke keluarga konglomerat sebagai putri kandung mempertemukan aku dengan Julian Jetarsa. Pembelaannya sekali saja membuatku mengejarnya selama lima tahun hingga kami bertunangan. Namun, Julian selalu merendahkan sikapku yang dianggap tidak anggun. Saat kakek yang membesarkanku sekarat dan aku butuh bantuannya, Julian sengaja mengabaikanku demi memberi pelajaran. Kematian kakek membuatku tersadar. Kini, aku telah belajar menjadi sosok yang dia inginkan, sekaligus berhenti mencintainya.
Sampul Novel Anak Milik CEO
8.8
Seorang wanita mendadak tegang saat bertemu kembali dengan Davero di dalam lift kantor. Pertemuan yang tak terduga itu berubah mencekam ketika sang CEO tampan memojokkannya ke dinding dengan tatapan tajam yang penuh dominasi. Meski sang wanita merasa ketakutan dan gugup, Davero dengan suara serak menegaskan bahwa ia tak akan membiarkannya pergi lagi. Sebuah klaim penuh ancaman pun terucap, menandai bahwa wanita itu kini adalah miliknya sepenuhnya secara mutlak.
Sampul Novel Di Ranjang Majikanku
8.1
Baru saja bekerja di rumah keluarga konglomerat, Binar harus menghadapi situasi pelik. Ia tidak sengaja melihat sang majikan memuaskan diri di kamar, lalu tertangkap basah menguping pertengkaran rumah tangga pria itu. Sang tuan yang murka segera mengonfrontasi Binar dengan dingin atas tindakan lancangnya. Serangkaian kebetulan yang terus terjadi setelahnya justru menjerat Binar semakin jauh ke dalam pusaran hubungan terlarang yang tak terhindarkan antara majikan dan pelayan.
Sampul Novel Hot Daddy
8.4
Dominic Immanuel Horrison adalah duda kaya raya yang dikenal dingin dan tak kenal ampun. Meski sifatnya kaku, ketampanan luar biasa sang miliarder tetap memikat banyak wanita. Namun, Dominic sangat selektif dalam mencari sosok ibu bagi anaknya. Pilihan akhirnya jatuh kepada Arabelle, sekretaris setianya yang dianggap memiliki kepribadian paling tepat. Akankah hubungan profesional mereka berubah menjadi cinta sejati yang harmonis dalam rumah tangga?