Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ikatan Yang Ditakdirkan

Ikatan Yang Ditakdirkan

Zayyad, CEO muda penderita gynophobia, terpaksa menikah demi menepis rumor miring. Di sisi lain, Alina yang misandris merelakan prinsipnya demi sang nenek. Pertemuan antara rasa takut dan benci ini membawa mereka ke dalam ikatan pernikahan yang kontradiktif. Zayyad mendambakan keluarga normal selamanya, sementara Alina justru merencanakan perceraian setelah tugasnya usai. Akankah takdir menyatukan hati mereka atau justru berakhir tragis sesuai rencana awal Alina?
Bab
Bagikan

Bab 3

Alina sudah sampai di rumah sakit.

Dan dalam perjalanan menuju ruang tempat neneknya di rawat meninggalkan dua pria asing di belakangnya.

Ia tidak peduli apakah mereka akan mengikuti nya atau tidak.

Membuka pintu, ia melihat seorang wanita tua duduk separuh bersandar di ranjang rumah sakit. Ada selang infus yang menusuk nadinya yang menonjol di balik kulitnya yang keriput.

Tubuhnya terlihat sedikit kurus.

Ia tampak sedang tertawa dengan seorang lawan bicara yang duduk di kursi dekat tempatnya berbaring.

Itu adalah seorang pria tua yang berpakaian santai. Separuh rambutnya sudah memutih. Sama seperti neneknya, pria tua itu juga tertawa.

Menatap kosong kearah mereka. Alina menyembunyikan ketidaksukaan nya pada pria tua asing itu.

'Kenapa begitu banyak pria yang ku temui sejak tadi?' Batin Alina.

"Nenek!"

Alina berjalan kearah ranjang tempat wanita itu berbaring dan memberikannya pelukan.

"Ah! Cucuku.. akhirnya kau datang"

Wanita tua itu menepuk punggungnya lembut. Alina menenggelamkan wajahnya lebih jauh dalam dekapan. Merasakan hangat serta mencium aroma tubuh tuanya yang sangat ia rindukan.

"Nenek siapa pria tua itu?" Bisik nya kemudian di telinga wanita tua itu.

Pelukan keduanya pun terlepas.

Wanita tua itu tersenyum lembut padanya. Melempar pandangan kearah pria tua yang duduk di kursi. Senyumnya semakin lebar dan antusias.

Alina diam-diam mengepalkan tangannya. Sambil menekan gejolak emosi ketidakpuasannya.

"Irsyad kenalkan ini dia cucuku, Alina"

"Alina? Nama yang indah"

Pria tua itu tersenyum lebar kearahnya. Alina segera membuang wajah.

Karenanya pria tua itu merasa sedikit canggung.

Melihat itu, wanita tua itu hanya mampu tersenyum pahit dan memaklumi nya dalam hati.

"Alina bersikap sopan!"

Mendengar teguran seperti itu dari neneknya. Alina semakin tidak suka dan memasang wajah masam.

"Alina ini sahabat lama nenek, ayo perkenalkan dirimu pada tuan Irsyad"

Alina hanya diam. Wajahnya sama sekali tidak melirik pada pria tua itu.

Matanya yang tajam hanya menyoroti neneknya dengan penuh tuntutan.

"Nenek kurasa kau sudah melakukan nya"

Kata Alina lugas. Bibirnya melengkungkan senyum yang tidak seperti senyum.

Menanggapi kelakuan cucunya itu. Ia hanya mampu tersenyum tak berdaya dengan hati yang menyimpan rasa luka untuk cucunya.

Setelahnya suasana ruangan menjadi hening. Bunyi jarum jam yang terus berputar, menggema di udara.

"Ekhem!"

Pria tua yang bernama Irsyad itu berdeham untuk memecah sedikit keheningan.

"Ini sudah larut! Cucu mu juga sudah ada disini. Kalau begitu aku pulang dulu"

Kata Irsyad sopan. Ia perlahan bangkit dari duduknya.

"Tapi kita belum memperkenalkan mereka?"

Memperkenalkan?

Merajut sepasang alisnya, Alina memiliki firasat buruk.

Malam ini ia di jemput oleh pria asing yang tidak di kenalnya. Melangkah dalam kamar rumah sakit, neneknya tampak sangat bersemangat membicarakan sesuatu dengan rekan lamanya.

Ini tidak akan menjadi kisah perjodohan antar kedua sahabat lama seperti yang ada di dalam drama atau novel romantis kan? Kebetulan ia sering mendengar cerita konyol seperti itu dari Maya.

Alina tidak pernah menonton drama ataupun membaca cerita romantis.

Tapi ia memiliki seorang sahabat yang sangat senang menceritakan hal-hal itu padanya. Itu adalah Maya yang sangat menyukai hal-hal manis seperti itu, yang baginya sangat memuakkan.

"Ah! Aku hampir saja lupa" Irsyad memukul jidatnya dan tertawa.

"Haha..kita sudah tua, itu sangat wajar"

"Sepertinya ia diluar, aku akan memanggilnya sebentar"

Setelah pria tua itu pergi.

Alina melemparkan tatapan intens pada neneknya.

"Apa ada sesuatu yang sedang nenek rencanakan?"

Mendengar pertanyaan cucunya, mata tuanya membulat takjub. Ia tidak akan pernah mengira cucunya akan begitu langsung.

"Iya"

"Apa itu?"

Wanita tua itu mengambil tangan Alina, merasakan telapak tangannya yang agak kasar tanda cucunya pekerja keras sejak kecil. Menurunkan tatapannya kebawah, ia merenungi kulit Alina yang putih bak mutiara. Perlahan jempolnya mengusap lembut permukaan punggung tangan cucunya.

Menerima perlakuan seperti itu, mau tidak mau Alina luluh. Tatapan nya yang sejak tadi penuh ketidakpuasan, perlahan melembut.

"Nenek sudah tua! Dan kau sudah berumur 28, tapi masih saja belum menikah. Nenek tidak mau kau menjadi perawan tua"

"Jadi?" Menaikkan salah satu alisnya, Alina bertanya.

Walau sebenarnya ia sangat mengerti kemana arah pembicaraan itu.

"Nenek berniat untuk menjodohkan mu dengan seorang pria mapan dan tampan. Bagaimana menurut mu?"

Alina baru saja membuka mulutnya untuk berbicara. Dan bersamaan dengan itu pintu terbuka memunculkan dua orang pria.

Itu adalah Irsyad yang sudah kembali membawa seseorang yang baru saja dilihat Alina.

Seorang pria mengenakan jas putih bersih yang kompatibel dengan kulit putihnya yang segar.

Wajahnya terpahat sangat menarik dengan sepasang alis yang tidak terlalu tebal dan juga tidak terlalu tipis, hidungnya mancung sangat menyenangkan mata, bibirnya yang tipis berwarna coklat agak keunguan. Dan sepasang matanya yang bewarna coklat itu berlawanan dengan rambutnya yang hitam pekat.

Alina dapat merasakan tatapannya yang terasa jauh dan kosong. Sekilas pria itu terlihat acuh tak acuh tapi di perhatikan lebih jauh, tampak seperti menyembunyikan tekanan dalam dirinya.

"Alina, kenalkan ini cucu ku Zayyad"

Irsyad memperkenalkan Zayyad padanya.

Alina hanya melirik sekilas. Menemukan Zayyad yang hanya diam. Pupil mata coklatnya tampak sedikit bergetar. Tak tau apa itu gugup atau tidak.

"Ah, Jadi ini adalah Zayyad yang kau ceritakan padaku? Dia sangat tampan! Bagaimana menurut mu Alina?"

Bibir tipis Alina berkedut.

"Em!" Alina mengangguk.

Wanita tua itu merasa senang dengan respon cucunya. Walau hanya mengangguk, tapi itu untuk membenarkan pernyataannya bukan?

"Aku memaklumi kondisi mata tua mu nenek"

Tapi siapa yang tau? Pernyataan Alina selanjutnya merusak harapan kecilnya.

Menolak untuk menyerah begitu saja. Wanita tua itu kembali berbicara. Kali ini ia ingin mencoba lebih jauh memuji Zayyad di hadapan Alina.

"Zayyad jadi kau seorang CEO muda di perusahaan keluarga mu sekarang? Ku dengar perusahaan itu sangat meningkat--"

"Kakek aku permisi!"

Tapi siapa yang mampu menebak? Zayyad memotong pembicaraan begitu saja. Tanpa basa-basi lebih jauh, ia mengangkat kakinya, terus keluar.

Alina sedikit terkejut melihat sikap acuh tak acuh pria itu terhadap neneknya.

Apakah pria itu juga sudah tau tentang rencana yang sudah di atur untuk mereka? Tapi tetap saja Alina membenci sikap tidak sopan nya.

"Erina maafkan sikap cu-"

Irsyad baru saja mengatakan maaf untuk mewakili cucu lelakinya yang tidak sopan. Ia belum menyelesaikan kalimatnya hanya untuk di sambut oleh gelak tawa Erina.

"Ha..ha..."

Alina yang melihat neneknya tertawa sedikit mengkerut kan dahi. Ia sama sekali tidak mengerti kenapa neneknya tertawa. Apakah tadi itu cukup lucu untuk ditertawakan?

Pria yang bernama Zayyad itu tidak melakukan lelucon sama sekali. Ia dengan berani secara terbuka mengacuhkan neneknya.

Disamping neneknya yang terus saja tertawa.

Alina menggali kukunya lebih jauh kedalam daging. Mengetatkan rahangnya, ia berusaha keras mengontrol emosi kebenciannya.

"Erina kenapa kau mendadak tertawa?"

Irsyad yang merasa heran terus bertanya.

"Tidakkah keduanya mirip satu sama lain?"

Irsyad merenungkan kata-kata itu sejenak.

Ia memikirkan Alina yang acuh tak acuh terhadapnya dan Zayyad yang baru saja acuh tak acuh terhadap Erina.

'Apakah ini yang Erina maksud?' Irsyad bertanya dalam hatinya.

Alina yang mendengar perkataan neneknya tidak mampu lagi memendam gejolak emosi nya.

Sudah merasa sangat panas dan tidak ingin meledak di tempat itu. Alina pun segera berkata.

"Nek, aku ke toilet sebentar!"

___

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Kembar Milik Hot CEO
8.8
Kehidupan Amber sebagai putri konglomerat runtuh seketika hingga ia terpuruk. Di tengah keputusasaan, sebuah kesalahan fatal terjadi saat ia mabuk dan tak sengaja masuk ke kamar hotel Julian Kingston, pria berkuasa yang dikenal sangat kejam. Empat tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Amber kini memiliki anak kembar yang merupakan darah daging Julian. Terjebak dalam situasi rumit, mampukah Amber menghadapi tuntutan sang CEO dingin tersebut?
Sampul Novel Balas Dendamku: Menikahi Bos Mantan Suamiku
9.3
Vyora Arabelle merelakan impian demi cinta, namun pernikahan tanpa restu itu justru berujung pengkhianatan. Suaminya yang tergiur harta tega meninggalkannya akibat hasutan keluarga. Di tengah kehancuran, seorang pria misterius hadir menawarkan bantuan untuk membalas dendam pada sang mantan. Terluka oleh hinaan, Vyora menerima tawaran itu. Akankah misi ini menumbuhkan benih cinta baru bagi Vyora, atau ia justru akan tetap terbelenggu oleh bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Boss Lady: Mantan Suamiku Ingin Aku Kembali
8.9
Selena dianggap parasit oleh suaminya, Kenneth. Setelah lelah disakiti, ia menuntut cerai dan pembagian harta. Kenneth setuju karena ingin bebas, namun Selena justru bangkit menjadi pengusaha sukses yang dikelilingi pria. Terkejut melihat transformasi mantan istrinya yang mandiri, Kenneth mulai mengejarnya kembali. Saat Selena meluapkan kemarahannya, Kenneth justru mengakui kegilaannya dan memohon untuk rujuk demi menyatukan kekayaan serta masa depan mereka.
Sampul Novel Dia Mendanai Wanita Lain Menggunakan Uangku
8.9
Demi menguji kesetiaan Ethan Wilson, Julissa Palmer menyamar sebagai karyawan biasa. Namun, Ethan malah mengira Noreen adalah pewaris Grup Palmer yang asli. Sambil terus menghina Julissa, Ethan diam-diam merayu Noreen demi harta. Puncaknya, di pesta mewah perusahaan, Ethan berlutut melamar Noreen di depan media. Ia yakin Noreen adalah sang putri kaya yang sedang menyamar. Ethan tidak menyadari bahwa pemilik Grup Palmer yang sesungguhnya adalah Julissa.
Sampul Novel DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA
8.4
Elsa, gadis desa lugu, terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pewaris Group Parker, Landon. Demi wasiat kakek, Landon justru memperlakukan Elsa dengan kejam hingga ia hancur. Di titik terendah, Alex Parker selaku ayah mertua hadir melindungi Elsa karena rasa tanggung jawab. Namun, kedekatan mereka memicu gairah terlarang yang sulit dibendung oleh sang miliarder dingin. Akankah Alex sanggup menahan godaan Elsa atau justru menyerah pada hasratnya?
Sampul Novel Dijodohkan dengan CEO tanpa Hati
8.5
Satu bulan membina rumah tangga, Ana Puspita Ningsih belum pernah disentuh oleh Louis Kusnadi. Pernikahan paksa ini mempertemukan dua kepribadian yang bertolak belakang. Ana dikenal sebagai wanita penyantun yang tulus membantu kaum papa, sementara Louis adalah CEO arogan yang gemar menindas orang lain. Di balik kekayaannya, Louis sangat pelit dan kerap menyakiti hati istrinya. Ana kini harus bertahan menghadapi sikap suaminya yang sedingin es dan penuh amarah.