Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ijinkan Aku Mencintaimu

Ijinkan Aku Mencintaimu

Kontrak pernikahan Sheeree dan Arvid telah usai, namun Sheeree belum menyerah. Ia menawarkan perjanjian baru: waktu satu bulan lagi untuk memenangkan hati suaminya. Jika gagal, ia berjanji pergi tanpa membawa harta apa pun. Di balik kenekatannya, ada rahasia besar yang ia sembunyikan rapat-rapat. Meski penuh risiko, Sheeree rela berkorban demi kesempatan terakhir ini. Mampukah ia meluluhkan Arvid, ataukah alasan tersembunyi itu akan mengubah segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

||Universitas St Gallen||

Sheeree sudah sampai di Universitas SG sekitar 30 menit. Ia bergegas turun dari mobil sembari menenteng tas dan kotak bekalnya. Baru saja turun dari mobil, ia sudah di sambut oleh seorang gadis yang tengah berkacak pinggang.

“Lo hampir terlambat, Sheeree!” celetuk seorang gadis berpakaian cukup seksi.

“Hampir saja kan. Bukan sudah terlambat,” cetus Sheeree santai. “Lagian kok tumben seorang Lea Veronique udah tiba duluan. Biasanya selalu terlambat,”

Lea Veronique sahabat dari Sheeree. Wajahnya juga cantik. Alisnya hitam tebal, bulu matanya melentik. Pupil matanya sedikit cokelat-kehitaman. Hidungnya mancung. Bibirnya merah seksi. Giginya putih bersih. Rambutnya yang hitam lurus, di ikat lumayan tinggi. Memperlihatkan jenjang lehernya yang putih. Belum lagi pakaiannya yang seksi, dapat memperlihatkan bentuk body goals miliknya. Sungguh menyegarkan mata para laki-laki yang melihatnya.

Tubuhnya lebih tinggi daripada Sheeree tapi soal kepintaran, ia lebih rendah. Bukan berarti Lea bodoh tapi memang ia berada di bawah Sheeree kalau soal pelajaran. Sifatnya pun berbanding balik dengan Sheeree. Lea lebih dominan bar-bar, emosional, suka melawan, blak-blakan dan centil. Namun di balik itu, ia sosok gadis yang sangat baik. Penyayang terhadap semua orang terdekatnya, termasuk Sheeree.

Lea juga menjadi bunga baru kampus. Pesonanya tidak kalah dari Sheeree. Banyak juga laki-laki yang mengejarnya. Bahkan ada beberapa laki-laki yang sudah pernah berpacaran dengannya. Waktu pacarannya pun terbilang singkat, hanya dalam 1 minggu. Setelahnya Lea sendirilah memutusi laki-laki yang telah menjadi pacarnya selama seminggu. Hal itu membuat Lea di cap sebagai playgirl tapi tidak membuat para laki-laki berhenti mengejarnya. Lea juga tidak masalah dengan sebutan itu. Bodo amat baginya!

“Emangnya kenapa kalau gue tiba duluan dan gak terlambat? Sekali-kali gue kayak gini. Biar gak lo doang yang di sebut bunga kampus teladan!” cecar Lea jutek.

“Iya deh terserah lo aja. Mending kita masuk ke kelas sekarang! Sebelum terlambat dan dapat hukuman,” ajak Sheeree. Tangannya langsung bergelayut di lengan Lea.

Sheeree dan Lea selalu mengambil kelas jurusan yang sama, yaitu Administrasi bisnis. Jurusan itu sudah menjadi kesepakatan mereka berdua.

“Ck kita mungkin saja terlambat dan di hukum, kalau lo datangnya telat 10 menit. Gue gak mau di hukum gara-gara lo. Nanti hilang dong citra gue sebagai bunga kampus tanpa kasus,” Lea mengomel sembari mulai berjalan bersama Sheeree.

“Kan gue gak terlambat sekarang. Jadi berhenti mengomelnya, ok!” pinta Sheeree menggeleng-gelengkan kepalanya. Sudah biasa baginya mendengar Lea seperti itu.

“Hmmm baiklah gue bakal berhenti tapi ada satu syarat. Lo harus mau temanin gue berbelanja pulang kuliah. Kalau lo nolak, gue akan terus lanjut mengomel!” cetus Lea memasang raut wajah jutek seperti nada bicaranya.

“Oke gue temanin. Udah puas kan?” sahut Sheeree terpaksa.

Memang berbelanja bukanlah hobinya tapi mau bagaimana? Sahabatnya ini sangat keras kepala. Sheeree harus mau menuruti, kalau ingin semuanya cepat berakhir.

“Nah gitu dong. Gue puas jadinya. Nanti kita berbelanja di Mall yang baru di buka,” raut wajah Lea berubah menjadi senang. Sudut bibir seksinya terangkat. Memperlihatkan senyuman puasnya. Nada bicaranya pun tidak lagi jutek seperti tadi.

“Iya terserah lo aja!” seru Sheeree pasrah.

Sheeree dan Lea terus berjalan menuju kelas mereka. Selama berjalan, tidak henti-hentinya Lea mengoceh dan Sheeree hanya diam mendengarkan. Tidak jarang juga mereka membalas sapaan para laki-laki. Balasan yang mereka berdua berikan membuat para laki-laki terpesona. Contohnya seperti sekarang.

“Hai Sheeree dan Lea!” sapa laki-laki berkaos putih di lapisi jaket kulit berwarna hitam.

“Hai!” balas Sheeree singkat, di sertai senyuman manis.

“Hai boys! Kamu sangat tampan, sempurna dan aku suka,” seperti biasanya, Lea membalas sapaan para laki-laki dengan nada centilnya. Bahkan ia juga mengedip manja ke arahnya.

Mendapat balasan seperti itu, laki-laki berkaos putih tadi memegang dadanya. Jantungnya berdegup kencang karena pesona Sheeree dan Lea. Saking sibuk memegang dadanya, ia bahkan tidak sadar kalau kedua gadis itu sudah berlalu melewatinya.

||Di dalam kelas||

“Gue heran deh,” ucap Sheeree ketika sudah sampai ke kelas jurusannya. Ia duduk di kursi miliknya.

“Lo heran kenapa?” tanya Lea penasaran, bersamaan mendudukkan diri di kursi sebelah Sheeree.

“Kenapa para laki-laki bisa suka cewek secentil lo? Terus mau aja gitu di jadi in pacar selama seminggu. Padahal masih banyak cewek cantik dan baik di sini,” celetuk Sheeree membuat Lea tertawa.

“Hahaha gue kira lo heran apaan. Para laki-laki suka sama gue itu udah wajarlah. Secara kan gue paket lengkap. Itu udah Valid, no debat!” lontar Lea di sela tawanya. Memang inilah dirinya. Selalu percaya diri dalam segala hal.

“Lo terlalu percaya diri,” sindir Sheeree terkekeh.

“Gue percaya diri karena ini memang kenyataannya,” seloroh Lea dengan mengibas-ngibaskan tangannya.

“Dasar!” Sheeree menggeleng-gelengkan kepalanya. Sahabatnya itu memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Namun Sheeree salut terhadap sahabatnya itu.

Kemudian tidak ada lagi pembicaraan yang terjadi antara Sheeree dan Lea karena bel sudah berbunyi. Para mahasiswa dan mahasiswi yang satu ruang kelas dengan mereka berdua, juga sudah duduk di kursi masing-masing. Tidak berapa lama segera, Dosen mata kuliah pertama datang dan segera pembelajaran.

***

“Yuk ke kantin!” ajak Lea setelah mata kuliah pertama selesai dan sekarang jam istirahat. Kelas juga sudah kosong karena baik mahasiswa atau pun mahasiswi sudah berhamburan menuju kantin Universitas.

“Oke,” singkat Sheeree beranjak dari duduknya. Tidak lupa pula kotak bekal makanan tadi di bawanya.

“Tumben banget lo bawa bekal ke sekolahan. Tadi gak sarapan di rumah ya?” selidik Lea dengan bersedekap dada.

“Gue emang gak sarapan, takut terlambat. Makanya bi Ana buatin gue bekal ini,” Sheeree menjawab jujur.

“Jadi gak sarapan sama suami lo?” tanya Lea sedikit keras, spontan Sheeree memicingkan matanya ke arahnya. “Ups sorry!”

“Untung kelas sudah sepi. Kalau sampai ada yang mendengar, lo harus tanggung jawab!” titah Sheeree

“Iya sorry deh,” cicit Lea menyatukan kedua tangannya di depan dadanya.

“Gue maafin. Yuk ke kantin sekarang!” ajak Sheeree tidak ingin mempermasalahkan hal itu tadi lagi.

“Yuk!”sahut Lea

Sheeree dan Lea segera berjalan menuju kantin Universitas. Seperti biasanya, mereka berdua akan berjalan sambil berbicara. Berbagai macam pembicaraan mereka bahas. Sampai akhirnya mencapai kantin Universitas.

“Lo mau apa? Biar gue aja mesan,” tanya Sheeree pada Lea yang tengah sibuk mencari meja kosong untuk mereka berdua.

“Seperti biasa,” jawab Lea menatap sekilas ke arah Sheeree.

“Oke,” balas Sheeree singkat dan kemudian pergi menuju tempat memesan makanan atau minuman di kantin.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Black White Life
9.5
Zee Rain adalah gadis konglomerat yang terjebak dalam kesepian di balik kekayaan melimpah. Hidupnya penuh cobaan akibat perebutan kekuasaan licik yang berdampak buruk pada banyak pihak. Di tengah konflik harta tersebut, hadir bumbu asmara yang mewarnai perjalanan hidupnya. Akankah misi balas dendam dan pengungkapan fakta rahasia mampu mengakhiri penderitaannya? Ikuti perjuangan Rain dalam mencari kebahagiaan sejati di tengah misteri yang menyelimuti keluarganya.
Sampul Novel Cabe-cabean Kekasih Vice President
7.8
Pertemuan tak sengaja di kelab malam membawa Alexander Richard pada Soraya, gadis berusia 19 tahun yang imut dan jujur. Meski awalnya hanya menganggap hubungan ini main-main karena jarak usia delapan belas tahun, sang Vice President justru jatuh cinta terlalu dalam. Namun, rahasia masa lalu Soraya ternyata berkaitan dengan luka lama Alexander. Kini, ia harus berjuang menghadapi trauma besar demi mempertahankan cintanya pada gadis yang sangat memikat hatinya itu.
Sampul Novel Dangerous Touch (Sentuhan Berbahaya)
9.7
Pasca kehilangan ibu dan kakaknya, Isabel menjalani hidup yang penuh duka. Beban sebagai Putri Mahkota terasa kian menyesakkan tanpa keluarga di sisinya. Namun, takdir mempertemukannya dengan Joseph, seorang miliarder playboy yang terbiasa hidup mewah. Pertemuan tersebut memicu gairah membara di antara keduanya. Meski ketertarikan mereka begitu kuat, jalan menuju kebahagiaan terhalang rintangan besar. Mereka dipaksa berjuang melawan badai masalah yang mengancam hubungan tersebut.
Sampul Novel Gairah Pesta Birahi
9.5
Yenka Linggarwarna muak dikhianati Taran selama empat tahun pernikahan. Terhina karena disebut bodoh lantaran setia, ia nekat membalas dendam dengan cara serupa. Lewat bantuan Ian, sahabat masa kecilnya, Yenka menyusup ke pesta topeng rahasia yang penuh gairah demi mencicipi kebebasan seksual. Tak disangka, pesonanya justru memicu obsesi banyak pria hingga mengubah sikap Taran. Kini Yenka terjebak antara memperbaiki rumah tangga atau tenggelam dalam permainan panasnya.
Sampul Novel Harga Diri Seorang Suami
9.0
Kehidupan Gunawan hancur seketika saat ia kehilangan jabatan kepala pengawas di pabrik. Penderitaannya kian memuncak ketika sang istri melayangkan gugatan cerai dan mengusirnya tanpa belas kasihan. Terpuruk dan terhina, harga diri Gunawan sebagai pria terusik hebat. Ia menolak untuk menyerah pada keadaan yang pahit ini. Kini, ia bertekad bangkit demi membuktikan kekuatannya dan membalas dendam pada semua orang yang pernah memandang rendah dirinya.
Sampul Novel Jangan Tinggalkan Aku
9.3
Pasca kecelakaan maut yang merenggut orang tuanya, Alvira harus menanggung biaya pengobatan kakaknya yang koma. Di tengah himpitan ekonomi, ia nekat menjual diri di klub malam demi uang cepat. Tak disangka, ia bertemu Damian Verrell, Presdir dingin yang menawarinya kontrak sebagai simpanan dengan bayaran tinggi. Demi keselamatan sang kakak, Avi rela mengorbankan kehormatannya dan terjebak dalam dunia Damian yang penuh kuasa namun memiliki hati yang tertutup rapat.