
I Love You
Bab 2
Hallo nama ku Robert William, aku seorang pengusaha muda yang tampan, dingin dan kaya raya. Yang memiliki beberapa perusahan besar yang tersebar di Indonesia. Orang tua ku sudah tidak ada, semenjak aku beranjak dewasa, sehingga aku sudah terbiasa mengerjakannya sendiri, karena aku anak tunggal.
Aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, termasuk prempuan, tapi bukan berarti aku berpacaran dengam sembarang gadis. Aku hanya tidak suka dengan hubungan yang rumit, jika sudah merasa terganggu aku memutuskannya. Beberapa waktu lalu aku masih menjalin hubungan dengan seorang model yang aku temui di acara perusahaan, ia adalah Brand ambassador dari salah satu perusahaan milikku. Kami jarang sekali bertemu karena kesibukan masing-masing. Namun saat aku ada pekerjaan di luar kota selama beberapa bulan, aku kecolongan. Ternya ia berselingkuh dengan pria yang tak lain adalah saingan perusahaanku.
Aku tidak merasa marah, hanya saja aku merasa jijik,dengan perempuan murahan seperti dia. Toh kami hanya berpacaran untuk mengisi waktu saja. Tak jarang wanita itu datang memohon ke kantor ku untuk kembali padanya dan aku meminta security untuk datang mengusirnya.
Aku termenung sendiri menatap keindahan kota dari jendela gedung kantorku. Aku teringat pada gadis kecil cantik itu. Gadis kecil yang membuatku mengingat semua, hingga kini aku masih penasaran seperti apa dia sekarang.
Tok...tok...tok..
Suara ketukan pintu menyadarkan ku dari lamunan. Aku melihat sudah ada sahabatku Joy yang membawa secangkir kopi.
" Jangan terlalu banyak melamun bro, prempuan mana lagi yang kau pikirkan?"
" Jangan gila kau, mana ada di kamusku memikirkan prempuan yang ada mereka yang memikirkan ku"
" kau terlalu PD bro.. Nanti ikut aku ya"
"Kemana? Gak ah, nanti gak jelas, capek aku Joy"
"Kau wajib ikut, kalau kau masih anggap aku sahabat mu. Ini acara spesial."
Robert hanya menarik nafas melihat kelakuam sahabatnya.
Malam ini aku sudah berada di sebuah club malam, tempat biasa aku dan Joy nongkrong. Aku hanya menemani Joy menemui pacar barunya. Aku tidak berniat dekat dengan prempuan mana pun saat ini. Seorang gadis muda dengan pakaian onepace mendekatiku, mendekatkan wajahnya padaku.
"Aku temani malam ini ya"
"Jangan ganggu aku, sana cari laki-laki lain.."
Gadis itu kesal dan meninggalkanku. Aku bosen dengan rutinitasku hari ini, sama seperti hari-hari biasanya. Aku sepertinya membutuhkan sesuatu yang menantang. Aku bergegas meninggalkan Club dan mengirimakn pesan kepada Joy kalau aku pulang duluan. Aku mengendarai mobilku dengan kencang, aku sudah lelah dan ingin cepat-cepat sampai di rumah. Saat sedang mengendarai mobilku, tiba-tiba saja seorang perempuan datang entah dari mana dan aku hampir memabraknya. Untung aku bisa lebih cepat menginjak rem mobilku. Aku keluar mobil dan meneriaki prempuan itu yang terduduk di depan mobilku.
"Dasar prempuan zaman sekarang, bukannya liat-liat kalau mau nyebarang" ucapku kesal
"Maaf...maaf... maaf pak, saya buru-buru, sekali lagi saya minta maaf"
"Tunggu woi!!" Teriakku
Perempuan itu tetap tidak mendengarkan teriakan ku, dia bergegas pergi meninggalkanku. Aku kembali masuk ke mobil dan bergegas mengendarainya karena mobil-mobil yang di belakangku sudah membunyikan klakson. Aku mengingat wajah prempuan yang hampir aku tabrak tadi. Wajahnya sangat cantik.
"Kenapa dia langsung lari gitu sih, belum juga selesai ngomong" batinku.
Anda Mungkin Juga Suka





