Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Love My Mother's Ex Lover

I Love My Mother's Ex Lover

Tujuh belas tahun lamanya Song Dasom memendam rasa pada aktor Yoo Junsu. Tak disangka, sang idola membalas perasaannya hingga mereka berkencan. Namun, di balik perhatian itu, Junsu menyimpan rahasia kelam: ia hanya mendekati Dasom karena kemiripannya dengan sang mantan kekasih yang ternyata ibu kandung Dasom sendiri. Saat kebenaran terungkap, Junsu harus menebus dosanya dengan bersimpuh memohon ampun. Di tengah luka dan rintangan, mereka berjuang untuk saling memulihkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Dasom, sudahkah kau mendapat pekerjaan?" tanya bibinya begitu ia melepas sepatu untuk masuk ke dalam rumah. Dasom menggeleng putus asa. Beberapa hari ini ia memang keluyuran ke sana kemari mencari pekerjaan, tapi ditolak melulu dan berujung ia hanya pulang dengan membawa Ddalgi dari sekolahnya.

"Masuklah," perintah Joohyun kepada Ddalgi. Anak itu berlari masuk dengan ceria.

"Makanlah. Sudah bibi siapkan di meja makan," seru Joohyun.

"Iyaa Bii!" Ddalgi membalas dengan teriakan lucunya. Joohyun tertawa.

Tawa Joohyun berubah menjadi senyum lembut kala matanya melihat kelesuan di wajah Dasom. Ia mendekati keponakannya itu, mengelus pelan puncak kepalanya. "Bibi ada kenalan," ujarnya. Yang dimaksud kenalan oleh Joohyun tentunya orang yang bisa memberikan pekerjaan untuk Dasom.

Dasom langsung berbinar mendengar perkataan bibinya. "Boleh, Bi!" serunya penuh antusias. Joohyun tersenyum senang mendengar tawarannya langsung disetujui.

"Di mana, Bi?" tanya Dasom masih dengan antusiasmenya, mendekati Joohyun.

Joohyun menyodorkan gawainya, dengan posisi layar membuka sebuah halaman di internet. "Yang penting masih sama seperti profesimu dulu, kan? Editor," ujar Joohyun.

Dasom menerima uluran gawai dari bibinya itu, membaca tiap kata menyusun kalimat dalam laman itu. Benar saja, pekerjaannya serupa, tentang penyuntingan. Itulah yang paling ia kuasai semenjak lulus dari jurusan sastra. Ia mengangguk mantap. "Iya, Bi!" katanya penuh dedikasi.

Joohyun mengelus kembali puncak kepala Dasom. Ponakannya itu begitu penurut, dan ia sangat menyukainya. "Bagus. Langsung saja isi formulirnya."

"Kerjanya juga dari rumah, Bi. Lebih enak daripada kemarin," kata Dasom dengan mata berbinar, masih membolak-balik gulir layar dalam ponsel pintarnya, mencoba membaca semua informasi tanpa melewatkan apa pun juga.

"Betul. Hanya saja kadang tetap harus ke sana," ralat Joohyun.

"Tak masalah, Bi. Tidak mungkin juga aku di rumah terus, kan? Aku tentu juga perlu berjalan-jalan ke luar, merasakan bekerja di luar sana daripada terus terkungkung di rumah. Nanti aku bosan," sahut Dasom dengan akhir kalimat yang dibisikkan. Dasom tersenyum, kali ini manis sekali, bukan senyum tawar penuh keputusasaan.

Setelah itu, Dasom memohon undur diri kepada bibinya. Untuk apa lagi kalau bukan untuk mengisi formulir pelamaran kerjaan? Ia pergi ke kamar, mengunci pintunya dan menyetel musik. Workaholic oleh BOL4. Cocok sekali dengan kondisinya sekarang yang sangat ambisius untuk mendapatkan pekerjaan.

Dasom awalnya bekerja sebagai seorang editor naskah di penerbit buku pelajaran terbesar di kotanya. Sayang, karena ke-workaholic-annya, editor lain sering kali kena tegur oleh atasan. Atasan selalu membandingkan editor lain dengan Dasom. Itu sebabnya ia kemudian diganggu dengan berbagai cara, sampai akhirnya memilih resign mandiri. Direktur penerbitan sangat menyayangkan kepergian editor yang teramat berbakat dan berdedikasi itu dari perusahaannya, tetapi apa mau dikata? Kalau Dasom sudah memutuskan, tidak ada yang bisa menyambungkannya kembali.

Pekerjaan yang beberapa saat lalu Joohyun tawarkan kepada Dasom juga sebagai editor. Namun, kali ini berbeda. Kali ini, bila Dasom diterima, ia akan menyunting skrip. Awalnya Dasom agak mempertanyakan, apa perlunya skrip direvisi? Bukankah salah ketik satu-dua kata tidak masalah? Aktor dan aktris tentu cukup cerdas untuk memperkirakan kata yang benar, bukan? Tetapi itu semua akhirnya tak menjadi masalah untuk Dasom. Selama ia dapat pekerjaan, selama itulah semua tidak akan menjadi masalah untuknya.

Di lain tempat, Junsu masih merebahkan badan di sofa di ruangan manajernya, memejamkan mata sebab semalaman ia tak tertidur, insomnia.

"Ya, Junsu! Bangunlah. Ayo, kita harus syuting." Manajer Junsu, Goo Yeonghwa, memukul-mukul pelan pipi aktornya.

"Hyung, aku capek," kata Junsu sambil meregangkan badan di sofa, wajahnya berbalik ke sandaran sofa untuk melindungi pipi dari ketidaksopanan tangan Yeonghwa.

"Makanya, malam itu tidur, bukan main medsos tidak jelas," tegur Yeonghwa sambil menariki kerah baju Junsu.

"Itu bukan main medsos. Itu namanya memantau perkembangan ketenaran," kilah Junsu sambil menyingkirkan tangan Yeonghwa dari kerahnya.

"Cih. Kebanyakan gaya," desis Yeonghwa. Ia memang sangat membenci kelakuan Junsu yang satu itu—bermain medsos dengan akun cadangan saat ia insomnia di malam hari. Kata Junsu, itu untuk memantau ketenarannya, padahal menurut Yeonghwa, Junsu hanya menghabiskan waktu istirahatnya sendiri.

"Sudah, jangan banyak alasan. Ayo, bangun! Kali ini skripnya tidak akan banyak tipo." Yeonghwa mengambili barang-barang yang Junsu biasa perlukan di tempat syuting.

Mendengar perkataan Yeonghwa barusan, kedua mata Junsu langsung terbuka lebar. "Sungguh?" katanya lalu terduduk tegak di sofa. Yeonghwa menatapnya sekilas sambil mengambil mantel, lalu mengangguk.

"Baguslah," Junsu merapikan rambut dengan jemarinya, "mereka suka pelit sekali biasanya. Skrip hasil ketikan malam-malam sambil mengantuk disodorkan ke aku. Aku yang malam tidak tidur, kan, jadi pusing," keluhnya. Ia berdiri dan berjalan ke luar kamar. "Sudah begitu, disuruh akting bagus lagi," imbuhnya penuh kekesalan.

"Tapi kau senang, kan, Ferguso?" Yeonghwa mengikuti langkah Junsu.

"Itu passion-ku, Hyung," kekeh Junsu.

Apartemen besar itu tidak banyak berisi barang-barang. Junsu tidak menyukainya. Berbeda dengan situasi lain di rumah Joohyun, bibi Dasom, perabotan di sana-sini, lengkap. Dan semua pandangan Joohyun terhadap perabotan itu—perabotan dapur utamanya—teralihkan begitu melihat keponakannya keluar dari kamar.

"Mau ke mana, Dasom? Kau berdandan cantik sekali," puji Joohyun ketika melihat keponakannya sudah rapi sekali. Suatu pemandangan yang aneh untuk dilihat pada sore hari seperti ini, yang mana Dasom biasanya cuma menggunakan kemeja ala kadarnya—ya, Dasom tidak suka kaus, sukanya kemeja. Ia letakkan mangkuk sop yang dibawanya dari dapur ke meja terdekat, kemudian didatanginya Dasom yang melihatnya dengan senyum merekah.

Dasom meraih kedua tangan bibinya, menggenggamnya di depan dada. "Bibi, terima kasih banyak. Aku ... hampir diterima! Aku sekarang hendak ke lokasi syuting. Kata kenalan Bibi, Manajer Goo Yeonghwa, dia ingin bertemu denganku di sana. Portofolioku bagus, mungkinkah dia ingin melihat sikapku?"

Joohyun tersenyum senang. "Oke. Hati-hati, ya. Kalau cuma soal sikap, kau pasti lolos," katanya. Dasom mengangguk mantap. Ia keluar rumah, mengambil sepatu dan mulai memakainya.

"Dasom," panggil Joohyun.

"Iya, Bi?" Dasom berdiri di depan teras rumahnya.

"Titip salam untuk Yeonghwa, ya," lirih Joohyun sambil tersenyum singkat.

Dasom mengangguk. "Siap, Bi!"

Gadis itu bergegas ke halte bus terdekat. Tidak cuma jalan, ia berlari. Langkah kakinya terasa ringan sekali. Ia merasa seolah terbang alih-alih menggunakan telapakannya. Jantungnya berdegup kencang sekali. Ia tahu ke mana kakinya akan melangkah. Ia harus lulus dan mendapat pekerjaan. Bukan hanya karena Dasom seorang workaholic, tetapi karena Dasom tahu siapa Goo Yeonghwa. Karena Dasom tahu, siapa yang Yeonghwa manajeri. Karena Dasom tahu, skrip untuk siapa yang akan ia sunting. Ke sanalah Dasom sekarang, ke tempat di mana orang yang paling menarik dirinya sejak tahun 2003. Ke tempat orang yang siang tadi ditemuinya ketika menjemput Ddalgi. Yoo Junsu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 10 Miliar Menjadi Pelakor
8.3
Demi membiayai operasi ginjal ayahnya, Calla nekat masuk ke klub malam hingga bertemu Lucian Donovan. Lucian menawarkan 10 miliar rupiah jika Calla mampu menghancurkan rumah tangga Caspian Hawthorne. Calla terkejut karena Caspian adalah pria culun yang dulu ia abaikan saat SMP. Kini, Caspian telah berubah menjadi sosok miliarder yang dingin dan berkuasa. Terjepit kemiskinan, Calla harus memilih antara martabat atau menjadi pelakor demi bertahan hidup.
Sampul Novel Antara Cinta Dan Trauma
8.3
Masa lalu Adel kelam akibat kekerasan ayahnya, menyisakan trauma mendalam meski sang ibu selalu mendukung. Di sekolah, ia merasa terasing saat sahabatnya, Dara, mulai menjauh demi Farhan. Hubungan asmara Adel dengan Vero pun penuh kekecewaan, memaksanya mempertanyakan kesempatan kedua. Demi pulih, Adel memilih mengikuti pelatihan di Surabaya untuk menata masa depan. Di tengah luka dan bayang-bayang masa lalu, mampukah ia menemukan kebahagiaan sejati?
Sampul Novel CEO LEBAY
8.3
Richard tewas setelah gagal bersaing memperebutkan Claudia. Di akhirat, ia memprotes ketidakadilan nasibnya hingga Tuhan memberinya kesempatan hidup kedua. Berkat doa tulus seorang gadis, Richard bangkit dengan memori masa lalu yang luar biasa. Kini ia menguasai berbagai bahasa dan seni, serta tahu letak harta karun tersembunyi. Sambil mengejar Claudia dengan kekayaan barunya, Richard mulai ragu apakah obsesinya itu benar atau ada cinta lain yang lebih tulus.
Sampul Novel Malam Pertama dengan CEO
9.7
Kehidupan Kara hancur saat suaminya menjualnya kepada Angkasa, seorang CEO kaya, di malam pernikahan mereka. Wajib melayani Angkasa selama sebulan, Kara justru hamil. Namun, Angkasa menolak mengakui janin itu karena salah paham dan mengusirnya. Di tengah tekanan mantan suami dan mertua, Kara berjuang sendiri hingga sukses jadi desainer. Saat Angkasa kembali untuk memohon maaf, akankah Kara bersedia membuka pintu hatinya yang telah terluka?
Sampul Novel Masa Depan Kita
7.9
Dalam kisah romansa modern yang penuh pengabdian ini, seorang tokoh utama memilih jalan sunyi untuk menjaga perasaan mendalamnya. Ia bertekad untuk memendam seluruh rasa cintanya rapat-rapat tanpa membaginya kepada orang lain. Keputusan sulit ini diambil semata-mata demi melindungi dan menghargai sosok pujaan hati yang sangat ia sayangi. Sebuah pengorbanan perasaan yang tulus demi menjaga kebahagiaan orang yang paling berharga dalam hidupnya.
Sampul Novel Menikah Akibat Salah Culik
7.8
Kirana, pengemudi ojek daring, terdesak biaya operasi ayahnya hingga diculik oleh miliarder Rasta Emilio yang salah sasaran. Rasta mengira Kirana adalah musuhnya, Chloe, hingga melakukan tindakan keji yang berujung luka fisik. Meski salah paham terungkap, penderitaan Kirana berlanjut saat ia difitnah di rumah bordil tempatnya bekerja demi melunasi utang. Rasta kembali hadir menyelamatkannya, namun justru terjebak nafsu hingga Kirana hamil dan menyimpan dendam mendalam.