Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat

Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat

Setelah dicampakkan suaminya, Deon, saat hamil tua demi wanita lain, Elara memilih pergi dan melahirkan anaknya sendirian. Pengorbanan tulusnya selama delapan tahun hancur seketika. Namun, lima tahun kemudian, Elara bertransformasi menjadi miliarder cantik yang sukses dan dikagumi banyak pria. Saat Elara menuntut kejelasan hukum atas status mereka dan bersiap memulai hidup baru dengan pria lain, Deon yang menyesal justru menolak melepaskannya dan mulai terobsesi untuk merebutnya kembali.
Bab
Bagikan

Bab 6

Tok, tok, tok.

"Ela, mereka sudah pulang." Larissa mengetuk pintu sambil berkata.

Elara tidak banyak berpikir lagi. Dia meletakkan album foto, bangkit, lalu keluar dari kamar. Begitu melihat dua orang yang baru masuk, dia berseru dengan gembira, "Ayah, Kakak!"

Sander dan William menatap Elara.

"Ela, aku bawakan hadiah untukmu. Sini, lihat kamu suka nggak," panggil Sander.

Elara melangkah mendekat dengan wajah berseri-seri. "Hadiah apa?"

Sander membawa banyak kantong dan meletakkannya di atas meja kopi. Dia mengeluarkan sebuah kotak perhiasan bermerek dan menyerahkannya kepadanya. "Buka saja."

Elara menerimanya dengan senang hati. Saat dibuka, di dalamnya ada sebuah gelang emas dengan pengerjaan yang sangat halus. "Terima kasih, Kak. Aku suka sekali."

"Syukurlah kalau kamu suka." Sander mengulurkan tangan dan mengusap kepala Elara dengan penuh kasih sayang.

Sander juga membelikan Larissa sebuah gelang emas yang cocok untuknya, lalu membawakan masing-masing satu set produk perawatan kulit untuk mereka berdua. Untuk William, dia membelikan teh dan minuman beralkohol, serta membawa oleh-oleh khas daerah setempat.

Suasana terasa hangat dan harmonis. Hanya saat kembali ke rumah, Elara bisa merasakan ketenangan yang luar biasa.

"Ela, kapan perkiraan lahiran?" tanya Sander dengan perhatian. Dengan perutnya yang besar, memang terlihat seperti kehamilan akhir.

Elara menjawab, "Masih dua bulan lagi."

"Pasti anak perempuan," ujar Larissa sambil tersenyum.

Elara mengangguk. "Memang anak perempuan."

"Sudah cek jenis kelamin?" tanya William.

Larissa seolah-olah menyadari sesuatu dan ikut menegang.

"Sudah, Nenek Nami sangat memperhatikan anak ini," ujar Elara.

William menghela napas lega. "Syukurlah. Selama masih ada anak, ke depannya kamu dan Deon pasti akan perlahan membaik."

Elara menunduk. Hatinya terasa berat. Dia mendadak tidak tahu harus mulai dari mana, karena Deon sudah mengajukan perceraian kepadanya.

Namun, hal ini pasti tidak bisa disembunyikan. Lagi pula, dia sudah memutuskan untuk pindah dari Shallow Bay dan kembali tinggal di rumah. Sudahlah. Lebih baik menunggu setelah makan malam baru membicarakannya.

Larissa menyiapkan makan malam yang sangat mewah.

Kini, Sander bersama teman-temannya mendirikan sebuah perusahaan teknologi. Dua tahun lalu, saat tahap awal pendirian perusahaan, William tanpa ragu memberikan modal awal kepadanya. Saat ini perkembangan perusahaan sangat baik, terutama di bidang teknologi AI. Perjalanan dinas kali ini pun untuk membahas kerja sama dan hasilnya berjalan sangat lancar.

Sementara itu, William sedang mengurus proses penjualan perusahaannya. Meskipun sebelumnya perusahaan sempat beroperasi dengan baik berkat mahar besar dari Keluarga Atmadja, kondisi lingkungan ekonomi yang buruk membuat transformasi menjadi sangat sulit, sehingga perusahaan memang sudah tidak bisa dipertahankan.

Usianya semakin bertambah, tenaganya pun tak seperti dulu. Dia sangat optimis dengan perkembangan perusahaan Sander. Menjelang akhir tahun, perusahaan Sander akan memasuki tahap pendanaan. Dia berencana menjual perusahaan lamanya dan menginvestasikan seluruh dana itu ke perusahaan Sander.

Bersamaan dengan itu, dia juga mengumumkan kabar baik. William berencana mendaftarkan pernikahan dengan Larissa.

Mata Larissa langsung memerah. Setelah bertahun-tahun menemani, akhirnya membuahkan hasil. Elara tidak keberatan sedikit pun. Dia tahu, alasan ayahnya selama ini enggan mendaftarkan pernikahan adalah karena masih menyimpan bayangan tentang ibunya di lubuk hatinya.

Dia juga tak pernah mengerti, mengapa ibu yang memiliki suami sebaik ayahnya dulu memilih bercerai dan pergi. Namun kini, semua itu sudah tidak penting lagi. Di hari sebaik ini, Elara benar-benar tidak tega merusak suasana.

Namun pada akhirnya, dia tetap membuka mulut. "Ayah, Tante, Kak ... Deon berniat menceraikanku."

Begitu kata-kata itu terucap, suasana ruang makan langsung membeku. Wajah semua orang menegang, terutama William yang menunduk.

Hasil seperti ini seolah-olah sudah dapat diperkirakan, hanya saja tidak disangka akan datang secepat ini.

Meskipun Keluarga Wiratama dan Keluarga Atmadja telah menjadi besan, keduanya tidak pernah menggelar pesta pernikahan, hanya mendaftarkan pernikahan. Selama lebih dari setengah tahun ini, kedua keluarga hampir tidak pernah berhubungan.

Deon juga tidak pernah sekali pun menginjakkan kaki ke rumah Keluarga Wiratama. Saat festival, pihak Keluarga Atmadja juga tidak pernah mengirimkan hadiah. Setiap kali Elara pulang sendirian, William dan Larissa menyiapkan hadiah perayaan untuk dibawa Elara ke Keluarga Atmadja.

Saat dia mengantarkannya ke sana, Nami memang menerimanya dengan sopan, tetapi Elara tahu bahwa hadiah-hadiah itu kemudian diberikan kepada para pelayan rumah lama.

Sementara Irma, di depan matanya sendiri, langsung menyuruh pelayan membuang hadiah-hadiah itu ke tempat sampah. Dia bahkan sampai memperingatkan Elara agar jangan membiarkan keluarganya mengirim barang-barang yang tidak pantas seperti ini lagi.

Deon pun mengingatkannya agar tidak melakukan hal yang tidak ada artinya. Dalam pernikahan yang begitu timpang, perpisahan hanyalah masalah waktu.

Elara mengatupkan bibir, lalu melanjutkan, "Tapi harus menunggu sampai anak ini lahir. Aku juga sudah berjanji pada Profesor Arizo. Februari tahun depan aku akan berangkat ke Universitas Stafurd untuk melanjutkan studi."

Sander menjadi orang pertama yang memecah kesunyian. "Pergi lanjut studi itu bagus. Ela, kamu begitu berbakat. Kamu memang nggak seharusnya terjebak dalam pernikahan. Apa pun keputusanmu, Kakak pasti mendukungmu."

Elara tersenyum dan mengangguk. "Terima kasih, Kak."

William menghela napas panjang. Dalam helaan napas itu tersimpan keputusasaan dan rasa bersalah yang tak terhingga. "Kalau cerai, ya cerai saja. Ini semua salah Ayah. Orang biasa seperti kita memang nggak pantas berharap tinggi pada keluarga besar seperti Keluarga Atmadja."

Mata Elara memerah. Tiba-tiba, dia merasa bahwa semua penderitaan yang dialaminya belakangan ini sebenarnya tidak seberapa. Dia memiliki dukungan keluarga. Keluarganya akan selalu menjadi sandarannya. Tidak ada rintangan yang tidak bisa dia lewati.

Melihat itu, Larissa segera mengambil tisu dan mengusap mata Elara yang memerah sambil menenangkannya.

Akhirnya, sekeluarga menghabiskan makan malam itu dengan perasaan yang kembali hangat.

Pada saat yang sama, di kawasan vila pinggiran kota selatan, sebuah kompleks vila yang telah ada lebih dari 20 tahun dan termasuk kawasan lama orang-orang kaya, dengan fasilitas yang kini sudah menua ….

Sebuah Bentley perlahan berhenti di depan gerbang vila nomor 12. Vila ini adalah vila yang dulu dijual oleh Keluarga Wiratama.

Kaca jendela mobil turun perlahan, memperlihatkan wajah samping yang tampan dan sempurna. Orang itu memandang ke arah vila yang terang benderang di dalam.

Cahaya lampu jalan berwarna kuning hangat jatuh ke dalam matanya, tak mampu menyembunyikan kerumitan dan kesepian yang tersimpan di sana. Dia menarik kembali pandangannya dan menyalakan sebatang rokok.

Saat itu, ponselnya bergetar. Dia mengangkatnya dan menjawab dengan suara lembut, "Ada apa, Doreen?"

Suara Doreen terdengar manja dari seberang sana. "Kak, kapan sampai? Aku sudah lapar sekali. Kak Deon malah nggak mengizinkanku makan dulu."

Tak lama kemudian, dari ujung telepon terdengar suara rendah yang penuh kasih sayang. "Siapa yang bilang aku harus mengingatkannya supaya menjaga mulut? Sekarang malah menyalahkanku."

Doreen mendengus pelan.

"Kalau lapar, makan saja dulu. Aku segera sampai."

Telepon ditutup.

Vidi mematikan puntung rokoknya, melirik sekali lagi ke luar jendela, lalu menaikkan kaca mobil dan mengemudi meninggalkan vila itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia gagal meluluhkan hati dingin Kenzo dan memilih pergi saat mengandung. Ia menghilang tanpa jejak, membuat Kenzo yang putus asa memperluas bisnisnya ke kancah global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuat Kenzo gila hingga ia mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai sosok wanita berkuasa dan kaya raya. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang belum berhenti mengejarnya.
Sampul Novel Bercinta Dengan Sang Presdir
9.0
Impian Alice Harper untuk menikah dengan Dean Walcott sirna akibat pengkhianatan adik tirinya. Dipermalukan di altar, Alice lari ke Birmingham untuk memulai lembaran baru. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Dastan Lancaster, mantan kekasih yang dulu menghilang misterius. Pesona sang presdir membangkitkan cinta lama yang belum padam. Saat Dastan melamarnya secara tiba-tiba di depan publik, akankah Alice menemukan kebahagiaan sejati yang sempat hilang dari hidupnya?
Sampul Novel GAIRAH LIAR PLAYBOY TAJIR
8.0
Leon Indrajaya, pewaris tunggal kerajaan properti yang kaya raya, dikenal sebagai playboy penakluk wanita. Di balik pesonanya, trauma masa kecil membuatnya menjadi sosok temperamental dan dingin. Saat dipaksa ayahnya menjalani terapi, ia bertemu psikiater cantik, Evita Caroline. Meski Eve telah bertunangan dengan CEO Young Entertainment, Belvin Alexander, Leon justru terobsesi padanya. Akankah Leon nekat merebut Eve dan memicu konflik besar antar konglomerat?
Sampul Novel Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta pertama dan selamanya
8.3
Pernikahan Jennifer dan suaminya dahulu hanyalah transaksi bisnis tanpa rasa cinta hingga berakhir pada perceraian. Namun, Jennifer memilih kabur saat mengandung sebelum surat resmi selesai. Lima tahun berlalu, sang miliarder menggunakan tekanan bisnis agar Jennifer pulang membawa putra mereka. Saat publik merasa iba karena mengira pria itu akan menikahi wanita lain, mereka tak sadar bahwa Jennifer sendirilah yang akan kembali menjadi pengantinnya.
Sampul Novel Pengantin Palsu Ceo Arogan
8.3
Demi membiayai pengobatan ibunya yang sakit jiwa, Nayla Putri Anissa terpaksa menyamar sebagai pengantin pengganti. Ia menggantikan putri majikannya yang kabur tepat sebelum pernikahan dimulai. Dengan wajah tertutup masker, Nayla harus mengikuti skenario rumit demi menghadapi Arga Dewantara, CEO muda yang dikenal sangat dingin dan arogan. Mampukah Nayla menjaga rahasia ini saat ijab kabul berlangsung, ataukah Arga akan segera menyadari tipu daya di balik cadar tersebut?
Sampul Novel Pesona Duda Manja
8.8
Dikhianati sang istri justru memicu Rizaldi Takki bangkit mandiri. Berbekal kecerdasan teknologi, ia sukses memikat investor global hingga menjadi pengusaha ternama. Namun, saat luka hatinya mulai pulih, Rizaldi terjebak dilema rumit. Mantan istrinya mendadak minta rujuk, sosok wanita baik hati berubah drastis, sementara gadis sederhana justru menolak dinikahi. Di balik kesuksesannya, mampukah sang duda menghadapi kerumitan cinta dan sifat manja dalam dirinya?