Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat

Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat

Setelah dicampakkan suaminya, Deon, saat hamil tua demi wanita lain, Elara memilih pergi dan melahirkan anaknya sendirian. Pengorbanan tulusnya selama delapan tahun hancur seketika. Namun, lima tahun kemudian, Elara bertransformasi menjadi miliarder cantik yang sukses dan dikagumi banyak pria. Saat Elara menuntut kejelasan hukum atas status mereka dan bersiap memulai hidup baru dengan pria lain, Deon yang menyesal justru menolak melepaskannya dan mulai terobsesi untuk merebutnya kembali.
Bab
Bagikan

Bab 1

Saat usia kehamilannya memasuki 25 minggu, Elara memergoki suaminya berselingkuh saat pemeriksaan kehamilan.

Tubuhnya gemuk, penampilannya jelek. Dia dengan susah payah menopang perutnya. Dia bahkan dipanggil "tante" oleh selingkuhan muda dan cantik suaminya, serta ditolak dan dicampakkan suaminya di depan umum.

Namun, pertemuan pertamanya dengan Deon dulu juga pernah menjadi sesuatu yang begitu gemilang dan dipuja banyak orang.

Karena menganggap Elara naik posisi dengan cara merayu di ranjang, Deon mengambil inisiatif mengajukan perceraian kepadanya.

Saat itu juga, hati Elara benar-benar mati. Delapan tahun mencintai dan berkorban secara diam-diam, dari masa kuliah hingga masuk ke dunia kerja, semuanya tidak ada artinya.

Elara pun melahirkan anaknya, menandatangani surat perjanjian cerai, lalu pergi.

....

Lima tahun kemudian, dia telah menjadi wanita karier yang memukau dengan kekayaan bernilai ratusan miliar. Dia cantik memikat dan penuh percaya diri, berbakat luar biasa, serta dikelilingi banyak pengejar.

Namun, pria yang dulu mengajukan perceraian justru tak pernah benar-benar mengurus akta cerai dengannya.

Elara pun mengajukan gugatan ke pengadilan.

Deon yang dulu mencampakkan Elara malah terus menempel dengannya, menghadapi siapa pun yang mendekati Elara. Satu per satu pria itu mendapat pembalasan dendam dari Deon.

Hingga Elara menggandeng tangan pria lain dan secara terbuka mengumumkan pertunangannya, Deon menekan tubuh wanita itu ke sudut dinding dan kehilangan kendali. "Elara, kamu mau nikah dengan pria lain? Jangan mimpi."

Saat usia kehamilannya memasuki 25 minggu, Elara Wiratama memergoki suaminya berselingkuh di rumah sakit.

Seorang pria bertubuh tinggi dan tampan yang mengenakan mantel hitam melindungi seorang gadis yang lembut dan cantik dalam pelukannya. Gadis itu mengenakan mantel bulu rubah berwarna putih, pipinya merona, wajah mungilnya terbalut syal wol yang lembut, raut wajahnya halus bak boneka porselen.

Elara menggenggam erat hasil pemeriksaan kehamilannya hingga jari-jarinya memutih. Angin dingin menerpa pipinya, tetapi yang lebih dingin dari tubuhnya adalah rasa nyeri yang mencengkeram jantungnya.

Deon Atmadja melihatnya dari kejauhan. Ekspresinya datar, tanpa sedikit pun rasa malu karena ketahuan berselingkuh. Dia sendiri yang membukakan pintu mobil untuk gadis itu. Sikapnya lembut dan penuh perhatian.

Seorang penguasa yang selalu dingin dan berada di puncak, ternyata juga memiliki sisi hangat dan penuh perlindungan seperti ini.

Gadis itu tampaknya menyadari keberadaan Elara. Gerakannya terhenti sejenak. Dia menatap Elara dengan bingung, lalu menoleh ke arah Deon dan bertanya, "Kenapa tante itu terus menatapmu? Kak Deon, kamu kenal dia?"

Angin dingin menderu di telinga. Elara tidak tahu apa lagi yang dikatakan gadis itu kepada Deon. Namun, dari gerakan bibirnya, Elara bisa memastikan satu kata, yaitu "tante".

Tante? Itu sebutan untuk dirinya. Elara tersenyum pahit di dalam hati. Usianya baru 24 tahun. Namun, tubuhnya memang sedikit berisi, penampilannya juga terlihat biasa saja. Dia terbungkus jaket bulu hitam dan topi rajut hitam. Tubuhnya membengkak menjelang akhir kehamilan, sementara wajahnya tampak letih.

Dia memang terlihat seperti perempuan berusia 30 atau 40 tahun. Jauh dari bandingan seorang gadis muda yang cantik dan berseri-seri.

Deon melindungi gadis itu masuk ke mobil. Elara berdiri kaku di tempat, menatap mobil yang menjauh.

Dia dan Deon menikah karena anak. Pernikahan yang dipaksakan ini, bagi pria seistimewa Deon, adalah noda dalam hidupnya. Anak di dalam perutnya pun adalah alat yang dia gunakan untuk menekan Deon. Dia sangat membencinya.

Elara telah diam-diam mencintainya selama delapan tahun. Namun, dia tahu betul bahwa dirinya sama sekali tidak pantas untuk Deon. Karena itu, dia terus belajar dengan keras, menjadikannya sebagai tujuan hidup, mengikuti jejak langkahnya.

Akhirnya, dia berhasil menjadi asisten Deon, bisa berdiri di sisinya dari jarak dekat.

Malam itu bukan hanya menghancurkan Deon, tetapi juga merobek seluruh harga diri Elara dan kebanggaannya di hadapan Deon dengan kejam.

Di tak akan pernah lupa tatapan jijik Deon setelah kejadian itu, seolah-olah dirinya telah menyentuh sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Karena itu, hanya gadis secantik dan seindah itu yang pantas berdiri di sisinya.

Setetes air mata hangat meluncur dari sudut matanya. Tak lama kemudian, perut bawahnya terasa nyeri berdenyut. Dia buru-buru menopang perutnya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya bersandar pada pilar batu di sampingnya.

Seorang perawat yang lewat melihat kondisinya dan segera menghampiri, membantu menopangnya dan membawanya ke ruang periksa.

Elara hanya mengalami gangguan janin akibat gejolak emosi. Setelah kondisinya membaik, dia meninggalkan rumah sakit dan mengemudi sendiri kembali ke Shallow Bay dengan tubuh dan hati yang kelelahan.

Di sanalah vila milik Deon berada. Nyonya Tua Keluarga Atmadja, Nami, telah mengatur agar seorang pengasuh berpengalaman dari rumah lama datang untuk merawatnya.

Saat ini, dua pengasuh yang ditugaskan merawatnya justru duduk di ruang tamu yang hangat seperti pemilik rumah, menikmati makanan sambil tertawa dan mengobrol.

Salah satu pengasuh mendengar suara di pintu dan menoleh. Melihat Elara kembali, salah satu dari mereka bangkit dan bertanya, "Bagaimana hasil pemeriksaan kehamilannya?"

Nada angkuh dan sikap meremehkan. Mengaku sebagai pengasuh yang merawatnya, tetapi lebih mirip pengawas yang menganggap diri sebagai tuan rumah.

Elara hanya melirik dingin ke arah pengasuh itu, tidak menjawab, dan langsung berjalan menuju tangga.

Pengasuh itu mengerutkan kening dengan tidak puas. "Aku bertanya padamu!"

Elara tetap tidak menggubris.

Menatap punggung Elara, pengasuh itu berdecak kesal. "Seperti babi gendut saja. Benar-benar mengira dirinya Nyonya Muda Keluarga Atmadja. Sok amat."

Elara kembali ke kamar tidur dan duduk di tepi ranjang. Hatinya hampa. Baik Deon maupun Keluarga Atmadja tidak pernah memandangnya sebagai menantu.

Nami yang memutuskan agar dia dan Deon mendaftarkan pernikahan mereka. Itu pun karena Tuan Tua Keluarga Atmadja, Malik, sedang sakit parah. Dia kebetulan hamil dan datang ke rumah mereka. Demi membawa keberuntungan bagi Malik, pernikahan mereka akhirnya diatur.

Entah kebetulan atau benar-benar membawa hoki, kondisi Malik perlahan membaik. Setelah itu, sikap Nami terhadapnya berubah sedikit.

Namun, anggota Keluarga Atmadja lainnya tetap memandangnya dengan penuh rasa tidak hormat.

Hari ini, dia ke rumah sakit juga untuk memastikan jenis kelamin bayi di dalam kandungannya. Seorang anak perempuan. Pihak Keluarga Atmadja seharusnya sudah menerima pemberitahuan dari rumah sakit.

Saat itu, ponselnya bergetar. Elara tersadar dari lamunannya. Dia mengambil ponsel dari dalam tas. Melihat nama penelepon, dia tertegun sejenak. Itu panggilan dari dosen pembimbingnya.

Dia mengangkat telepon. "Profesor Arizo."

"Ada satu kuota untuk melanjutkan studi doktoral di Universitas Stafurd. Kamu mau mencobanya?"

Mendengar kata-kata Arizo, Elara terdiam lama.

Menyadari dia tak merespons, Arizo melanjutkan, "Kalau nggak mau ...."

"Aku mau." Elara tersadar dan langsung menjawab dengan tegas.

Kali ini, Arizo justru terdiam. Seberapa keras usaha Elara agar pantas berdiri di sisi Deon, dia tahu betul. Kini dia sudah menikah dan hamil, bagaimana mungkin dia rela pergi begitu saja? Soal kuota yang tersisa ini, dia hanya mencoba menanyakannya.

"Profesor Arizo," panggil Elara.

Arizo berkata, "Besok pagi jam 10 datang ke kantorku."

"Baik."

Arizo tidak mengatakan apa-apa lagi dan menutup telepon.

Elara meletakkan ponselnya dan mengembuskan napas panjang. Tiba-tiba, dia merasa seperti awan gelap yang tersibak dan cahaya bulan kembali terlihat. Dia memang harus sadar.

Pria itu tidak mencintainya. Anak yang dia lahirkan pun tidak akan menjadi ikatan mereka, apalagi membuat Deon menoleh dan memandangnya lebih lama.

Tak lama kemudian, dia menerima telepon dari Nami yang memintanya kembali ke rumah lama. Elara menyetujuinya. Kemungkinan besar karena urusan anak dalam kandungannya.

Kini, dia merasa lebih bersemangat. Dia pun masuk ke kamar mandi dan mandi dengan tenang.

Duduk di depan meja rias, Elara menatap dirinya di cermin. Wajah bulat yang bengkak, lingkar hitam di bawah mata, kantong mata, mata yang cekung, serta noda yang memenuhi pipinya.

Siapa yang tidak akan merasa jijik melihat wajah seburuk ini? Dengan kondisi seperti ini, bagaimana dia pantas berdiri di sisi Deon yang begitu sempurna?

Dia berdandan, lalu mengganti jaketnya dengan jaket bulu warna pink dan mengenakan topi bulat putih. Penampilannya tampak jauh lebih segar. Awalnya, dia berniat menyetir sendiri ke rumah lama.

Namun, baru saja keluar, dia menerima telepon dari Deon. Suara pria itu terdengar datar. "Keluar."

Elara terkejut sejenak. Mungkin Nami yang meminta Deon pulang ke rumah lama. Dia menjawab, "Baik."

Begitu keluar dari vila, mobil Rolls-Royce Deon sudah terparkir di depan. Dua jam sebelumnya, mobil inilah yang menjemput dan mengantar perempuan lain.

Elara menarik napas dalam-dalam, melangkah maju, membuka pintu, dan masuk. Begitu duduk, dia mencium aroma parfum lembut, aroma manis khas gadis muda. Di dalam mobil juga terdapat boneka beruang kecil berwarna pink, jelas barang kesukaan perempuan.

Saat mengangkat pandangan, dia melihat sebuah ikat rambut di pergelangan tangan pria itu. Itu adalah cara seorang perempuan menandai kepemilikan.

Deon pasti sangat menyukai gadis itu. Elara menekan rasa perih di hatinya, duduk dengan tenang dan mengenakan sabuk pengaman.

Mobil melaju perlahan. Elara menatap keluar jendela, diam tanpa berbicara. Dulu, setiap ada kesempatan berdua dengannya, dia akan sangat menghargainya. Dia akan berusaha mendekatkan diri, bahkan jika dicemooh, dia tetap tak bosan mencari topik pembicaraan.

Karena dia dengan naif berkhayal bahwa mereka sudah menjadi suami istri, memiliki anak, dan masih punya waktu yang panjang di masa depan. Selama dia menjadi istri dan ibu yang baik, mungkin suatu hari Deon akan menoleh dan memandangnya.

Namun pada akhirnya, semua itu hanyalah kebohongan yang dia ciptakan untuk dirinya sendiri.

Pria itu sama sekali tidak peduli dengan suasana hatinya. Seperti biasa, dingin dan tidak acuh. Dia bertanya, "Anaknya laki-laki atau perempuan?"

Elara menjawab, "Perempuan."

Mendengarnya, tidak ada perubahan sedikit pun di wajah tampan Deon. Dia hanya berkata datar, "Setelah anak itu lahir, kita cerai."

Kata-kata itu terlontar, jari-jari Elara menegang. Jantungnya terasa seperti diremas erat, sementara napasnya menjadi sesak.

Pernikahan ini memang tidak mungkin bertahan lama. Meskipun sudah menduganya sejak awal, saat kata-kata itu benar-benar keluar dari mulut Deon, hati Elara tetap terasa begitu sakit.

Dia menggigit bibirnya dan menjawab, "Baik."

Deon menoleh dan meliriknya sekilas, seakan-akan agak terkejut dengan persetujuannya yang begitu cepat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia gagal meluluhkan hati dingin Kenzo dan memilih pergi saat mengandung. Ia menghilang tanpa jejak, membuat Kenzo yang putus asa memperluas bisnisnya ke kancah global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuat Kenzo gila hingga ia mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai sosok wanita berkuasa dan kaya raya. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang belum berhenti mengejarnya.
Sampul Novel Bercinta Dengan Sang Presdir
9.0
Impian Alice Harper untuk menikah dengan Dean Walcott sirna akibat pengkhianatan adik tirinya. Dipermalukan di altar, Alice lari ke Birmingham untuk memulai lembaran baru. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Dastan Lancaster, mantan kekasih yang dulu menghilang misterius. Pesona sang presdir membangkitkan cinta lama yang belum padam. Saat Dastan melamarnya secara tiba-tiba di depan publik, akankah Alice menemukan kebahagiaan sejati yang sempat hilang dari hidupnya?
Sampul Novel GAIRAH LIAR PLAYBOY TAJIR
8.0
Leon Indrajaya, pewaris tunggal kerajaan properti yang kaya raya, dikenal sebagai playboy penakluk wanita. Di balik pesonanya, trauma masa kecil membuatnya menjadi sosok temperamental dan dingin. Saat dipaksa ayahnya menjalani terapi, ia bertemu psikiater cantik, Evita Caroline. Meski Eve telah bertunangan dengan CEO Young Entertainment, Belvin Alexander, Leon justru terobsesi padanya. Akankah Leon nekat merebut Eve dan memicu konflik besar antar konglomerat?
Sampul Novel Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta pertama dan selamanya
8.3
Pernikahan Jennifer dan suaminya dahulu hanyalah transaksi bisnis tanpa rasa cinta hingga berakhir pada perceraian. Namun, Jennifer memilih kabur saat mengandung sebelum surat resmi selesai. Lima tahun berlalu, sang miliarder menggunakan tekanan bisnis agar Jennifer pulang membawa putra mereka. Saat publik merasa iba karena mengira pria itu akan menikahi wanita lain, mereka tak sadar bahwa Jennifer sendirilah yang akan kembali menjadi pengantinnya.
Sampul Novel Pengantin Palsu Ceo Arogan
8.3
Demi membiayai pengobatan ibunya yang sakit jiwa, Nayla Putri Anissa terpaksa menyamar sebagai pengantin pengganti. Ia menggantikan putri majikannya yang kabur tepat sebelum pernikahan dimulai. Dengan wajah tertutup masker, Nayla harus mengikuti skenario rumit demi menghadapi Arga Dewantara, CEO muda yang dikenal sangat dingin dan arogan. Mampukah Nayla menjaga rahasia ini saat ijab kabul berlangsung, ataukah Arga akan segera menyadari tipu daya di balik cadar tersebut?
Sampul Novel Pesona Duda Manja
8.8
Dikhianati sang istri justru memicu Rizaldi Takki bangkit mandiri. Berbekal kecerdasan teknologi, ia sukses memikat investor global hingga menjadi pengusaha ternama. Namun, saat luka hatinya mulai pulih, Rizaldi terjebak dilema rumit. Mantan istrinya mendadak minta rujuk, sosok wanita baik hati berubah drastis, sementara gadis sederhana justru menolak dinikahi. Di balik kesuksesannya, mampukah sang duda menghadapi kerumitan cinta dan sifat manja dalam dirinya?