
Hubungan terlarang
Bab 2
Begitu Theo turun dari mobil mereka, laki-laki tersebut menyeret langkah Athena sang adik tirinya tersebut dengan bersusah payah, tidak tahu kenapa tapi Theo berpikir seakan-akan tubuh nya benar-benar menjadi tidak baik-baik saja.
semakin dia menyentuh oleh gadis yang ada di sampingnya itu semakin dia merasa satu hantaman aneh menghantam dirinya, ditambah lagi beberapa setan kecil seakan-akan berbisik-bisik di atas kepalanya, meminta dia untuk menyambar bibir gadis yang sudah 1 hampir 4 tahun lebih menjadi adik tirinya tersebut.
"setubuhi dia" bisikan itu sangat nyata.
"No" Theo mencoba memberontak dari pemikiran kotornya.
dia benar-benar kesusahan saat ini, mencoba untuk menetralisir detak jantungnya sembari menggendong Athena yang mabuk parah untuk masuk ke dalam apartemen nya.
Seharusnya dia tidak mengizinkan gadis tersebut keluar melewati pesta perayaan ulang tahun teman nya, seharusnya dia tidak membawa Athena tinggal di apartemen nya, semua mungkin tidak akan jadi sekacau ini saat ini.
begitu tiba di pintu masuk apartemen dua orang terlihat menundukkan kepala mereka, melebarkan senyuman mereka kemudian membantu Theo membuka pintu elevator nya ada di didepan mereka.
"apa adik anda baik-baik saja tuan?" Yang satu security apartment tersebut, satu nya adalah sopir pribadi nya.
mendengar pertanyaan salah satu dari mereka berdua membuat Theo diam, dia tidak berniat untuk menjawab sama sekali.
Athena, pesona gadis tersebut sebenarnya sudah mengganggu hidupnya saat gadis tersebut pertama kali dibawa oleh ayah nya, memperkenalkan ibu nya yang akan menjadi ibu sambung Theo kemudian memperkenalkan Athena yang akan menjadi adik tirinya.
Pandangan pertama membuat dia gelisah, gadis cantik dengan seragam SMP dibalut kepolosan dan keceriaan yang luar biasa.
sejujurnya semakin bertambah usia Athena, Theo menjadi semakin gelisah. Meskipun dulu dia pernah membayangkannya berkali-kali jika dia mencium bibir indah Athena dan ingin sekali membawa nya melayang ke angkasa dalam sensasi bercinta yang dia impikan atau berkhayal menjadikan gadis tersebut sebagai istrinya, tapi seiring berjalannya waktu setelah dia menjadi sedewasa ini dia menekan kewarisannya dan berkata dia jangan gila dan dia tidak mungkin melakukan nya karena mereka tidak mungkin bersama.
"Dia sedikit lelah, ini bukan masalah" Pada akhirnya Theo menjawab, dia terus menggendong Athena dan membiarkan kaki nya masuk ke dalam pintu elevator dihadapan nya.
percayalah saat Theo menggendong adiknya tersebut ala bridal style, seluruh pasang bola mata menutup iri ke arah laki-laki tersebut karena memperlakukan perempuan di dalam pelukannya dengan cara yang begitu istimewa, orang-orang asing penghuni apartemen berpikir jika dia menggendong pasangannya dengan begitu mesra, sengaja tidak membangunkan kekasih nya dan dia dipikir sebagai kekasih yang sangat pengertian.
Sial.
di balik apa yang orang-orang lihat dan orang-orang fikirkan kan, Theo sama sekali tidak mempedulikan nya, laki-laki tersebut pikir dia harus segera sampai menuju ke arah kamarnya karena dia merasa kepalanya semakin lama semakin berdenyut kencang saat ini.
seperti nya efek minuman yang dia konsumsi bersama relasi bisnis nya tadi Cukup membuat hilang kesadaran nya.
Yakinlah saat ini laki-laki tersebut menahan gejolak di dalam diri nya yang terus memberontak sejak tadi, apalagi saat Athena mulai dengan nakal meraba-raba dadanya.
"Kakkk...aku pikir ini panas, buka baju ku, aku mohon"
Bisik Athena saat elevator yang mereka naiki bergerak menuju ke lantai atas.
"Please buka pakaian ku"
Rengek Athena lagi, dia mencoba untuk membuka pakaian nya didalam elevator tersebut.
sontak saja apa yang dilakukan Athena membuat Theo terkejut.
"apa?". tanyanya sambil membulatkan bola matanya.
"Ada apa dengan mu?"
Anda Mungkin Juga Suka





