
Hot Daddy
Bab 2
Seperti biasanya Ara bangun pagi langsung mandi. Setelah selesai berpakaian rapi dan dirasa tidak ada yang kurang Ara menuju meja rias dan memoleskan mukanya dengan sedikit bedak setelah itu ia memakaikan lipstik warna pink untuk bibirnya dan itu membuat muka Ara terlihat natural dan tidak terlalu menor untuk riasannya. Habis itu Ara langsung pergi ke kantor menggunakan taxsi yang telah dipesannya. Ara hari ini tepat tiga tahun bekerja di perusahaannya itu, selama itu pula Ara bekerja dengan sangat baik dan bahkan dia sangat cepat dalam mengerjakan kerjaannya.
Sampai dikantor Ara langsung turun dari taxsi dan berjalan masuk kedalam kantor saat tiba dilobi ada yang memanggil namanya dan Ara pun langsung menoleh kebelakang dan ternyata itu Andrian teman sedevisinya.
"Ara kamu baru saja sampai kantor?"tanya Andrian.
"Iya Ian, kamu sendiri habis darimana?" tanya Ara balik.
"Ini tadi aku baru saja habis dari luar beli sarapan kebetulan tadi buru-buru berangkat kantor dan nggak sempat sarapan," ucap Andrian.
"Hemm begitu, kalau begitu ayo kita bareng keruangan,"ajak Ara.
"Iya ayo, ehh ngomong-ngomong kamu udah sarapan belum Ra, ini aku juga kebetulan beli makanan banyak kalau belum sekalian nanti kita sarapan bareng sebelum jam kerja,"ucap Andrian.
"Belum tadi aku juga buru-buru masuk kerja, soalnya takut nanti kena macet dijalan,"ucap Ara.
"Ya udah kalau gitu kita sarapan aja nanti bareng, kalau kamu ngerasa nggak enak lain kali kamu bisa traktir aku,"ucap Andrian.
"Ide bagus tu Ian,"ucap Ara.
Sampai didalam ruangan sudah ada Mira dan yang lain sedang mengobrol dengan yang lain, entah Ara sendiri juga nggak tahu karena Ara tahu kalau Mira juga suka bergibah kaya ibu-ibu tetangga sebelah rumahnya.
"Selamat pagi semuanya,"ucap Ara.
"Eh, Ara udah sampai, aku ada kabar baik untuk kamu,"ucap Mira
"Apa itu?"tanya Ara, menatap Mira dengan serius.
"BTW selamat buat kamu,"ucap Lina.
"Selamat buat apa sih Lin, aku kan lagi nggak ulang tahun,"ucap Ara, semakin tidak mengerti.
"Ihh bukan itu Ara maksudnya itu selamat kamu naik pangkat sebagai sekretaris dan bakal di pindah kerjakan ke Paris,"ucap Mira senang dan bahkan dengan sepontan Mira memeluk tubuh Ara.
"Hah kamu serius Ra, kok aku nggak tahu ya?" tanya Andrian.
"Iya beneran Ra, Lin yang kalian omongin itu?" tanya Ara memastikan jika apa yang dia dengar barusan itu tidaklah salah.
"Iya aku seriusan, tadi aku dengar dari HRD lagi ngomong sama seseorang aku juga nggak tahu dan mereka lagi bahas tentang kamu, dan kamu bakal naik pangkat tapi aku juga nggak tahu itu kapan bakal dikasih ke kamu yang pasti kamu bakal di pindah kerjakan ke Paris dan kita bakal berjauhan,"ucap Mira, terlihat sedih.
"Hah, seriusan aku bahagia banget akhirnya bentar lagi cita-cita gue bakal terkabul,"ucap Ara. Bahkan dia juga terlihat sangat bahagia jika itu terjadi.
Tiba-tiba ada orang masuk kedalam ruangan mereka, yaitu Amel HRD, ia berjalan mendekati Ara dan bilang ke Ara bahwa dia akan di pindah kerjakan ke Paris dan dia juga naik pangkat sebagai sekretaris CEO, "Ini ada file-file penting tentang pemindahan kerja dan ke naikan pangkat kamu nanti kamu tanda tangani kalau kamu setuju setelah itu kamu kasihkan ke saya lagi dan untuk keberangkatanya kamu tenang saja semua akan di urus oleh kantor,"ucap Amel.
"Ahh baik Bu terima kasih dan nanti akan saya kasihkan filenya ke Ibu lagi,"ucap Ara.
"Baiklah kalau begitu, saya permisi pergi dulu,"ucap Amel.
"Iya Bu baik," ucap Ara. Setelah kepergian Amel, Mira dan yang lainnya mendekati Ara.
"Tu, kan bener apa kata aku, dan aku bakal kehilangan Ara,"ucap Mira.
"Apaan sih Ra, kamu lebay deh, lagian kita juga masih bisa contekan sama Ara lewat telepon asal Ara nggak ganti nomor Hp saja,"ucap Andrian.
"Kalian tenang aja aku pasti ingat kalian kok,"ucap Ara, lalu memeluk mereka secara bersama.
"Sudah-sudah mending kita kerja udah jamnya kerja, aku sampai belum sempat sarapan deh gara-gara ngobrol muluk,"ucap Andrian.
Akhirnya mereka duduk ke bangku kerja mereka masing-masing dan menyelesaikan kerjaan mereka.
Diruangan kerja yang begitu sangat luas dan banyak hiasan-hiasan yang terlihat begitu sangat mahal terdapat seorang pria yang sedang duduk dan fokus dengan laptopnya, siapa lagi kalau bukan Dominic ia sangat gila kerja setelah istrinya meninggal, ia lebih banyak bekerja dari pada ia harus pulang kerumah. Melihat anaknya pun ia tidak menentu dia kerap kali melihat wajah anaknya pasti teringat pada sang istri yang sudah meninggal jadi Dominic sedikit agak menjauh dari anaknya padahal anaknya sudah berusia lima tahun yang dimana ia selalu menanyakan keberadaan ayahnya saat tidak melihat ayahnya dirumah, dan itu membuat mama Dominic pusing sendiri memperingati anak laki-lakinya itu agar ia memperhatikan anaknya, mau bagaimana lagi sang anak juga butuh kasih sayang dari orang tuanya, mamanya sudah beberapa kali membujuk Dominic tapi Dominic masih keras kepala juga.
Dominic yang sedang fokus dengan laptopnya tiba-tiba dibuyarkan dengan suara telepon dari mamanya, lalu ia pun segera mengangkat telepon dari mamanya itu.
"Iya halo ma, ada apa mama telepon?"tanya Dominic.
"Mama cuma mau kasih tahu sama kamu bahwa Keira hari ini mau mampir ke kantor kamu,"ucap mama Dominic.
"Keira siapa ma?"tanya Dominic.
"Masa kamu lupa Keira teman waktu kecil kamu, dia baru saja kembali dari Jepang,"ucap mama Dominic.
"Oh iya ma, Dominic baru ingat,"ucap Dominic datar.
"Ya sudah kalau gitu, mama hanya memberi tahu itu,"ucap mama Dominic.
Jam makan siang sudah tiba kini saatnya Ara dan yang lain istirahat untuk makan siang di kantin yang sudah disiapkan oleh kantor disana makanan gratis untuk semua karyawan dan bebas memilih menu yang akan mereka makan. Kini Ara sudah duduk paling pojok bersama yang lainnya dan mereka makan sambil mengobrol ringan.
"Ra, kamu jadi ambil?"tanya Lina.
"Jadi Lin ini kesempatan nggak datang dua kali, jadi aku ambil saja, lagian disini juga nggak ada keluarga yang aku tinggalkan jadi aku bisa pergi dengan tidak ada gangguan atau kekhawatiran,"ucap Ara.
"Semoga nanti di Paris kamu betah dan satu lagi jangan lupain kita sering-sering hubungi kita,"ucap Lina.
"Iya itu pastilah,"ucap Ara.
"O, ya Ra lupa ngomong-ngomong aku belum ngucapin selamat. Selamat ya Ra atas ke naikan pangkat kamu. Gimana kalau kita rayain dengan makan-makan direstoran tempat kita sering makan bareng,"ucap Andrian.
"Wah ide bagus itu aku setuju, gimana kalau malam minggu atau malam sabtu kita rayainnya,"ucap Mira.
"Malam minggu saja, lagian kalian juga nggak ada yang punya pacar kan, dari pada bete malam minggu nggak jalan atau nggak ada yang di ajak jalan,"ucap Andrian.
"Iya aku juga setuju malam minggu saja,"ucap Lina.
"Kalau aku sih nurut sama kalian nanti aku traktir sepuasnya,"ucap Ara. Mereka pun mengobrol sambil menghabiskan makan siang mereka sampai jam istirahat makan siang habis dan mereka pun balik keruang kerja.
Anda Mungkin Juga Suka





