Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hidden Baby Girl

Hidden Baby Girl

Laras memutuskan pergi menjauh saat David menyuruhnya melenyapkan janin di rahimnya. Namun, pelarian itu tak lantas membawa ketenangan karena bayangan masa lalu terus mengejarnya. Bertahun-tahun berlalu, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang telah berubah total. Akankah mereka memilih bersatu demi sang buah hati, atau justru tetap pada jalan masing-masing meski benih cinta sebenarnya masih tersimpan rapat di dalam lubuk hati mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Laras melirik jam yang menempel di tangan kirinya, jarum pendek sudah menunjuk angka lima. Bergegas, ibu satu anak itu meraih tas yang berisi keperluan sang putri dan berjalan keluar dari ruang kerjanya.

Bekerja di kedai sendiri memang memiliki kelonggaran waktu bagi Laras, kedai merangkap toko kue yang ia rintis bersama sahabatnya Sonya sejak tiga tahun yang lalu.

Saat tiba di tangga senyum Laras terkembang sempurna, ibu muda itu meraih uluran tangan sang putri yang juga menyambutnya antusias.

"Uhh anak mama, nunggu lama ya sayang."

"Mama. pulang," rengek Sasa.

"Iya ini mama, pulang yuk udah sore."

Setelah berpamitan kepada para karyawan Laras berjalan menuju mobilnya, pulang di saat bersamaan jam-jam pulang kantor begini memang macet tapi beruntung anaknya bukan bocah yang rewel.

Setiba di depan rumah, ibu satu anak itu segera turun dari mobil. Membuka pintu sebelah untuk mengendong sang putri, rumahnya gelap karena memang saat ini sudah memasuki waktu magrib.

"Tunggu di sini ya, mama siapin makan malam dulu."

Laras mendudukan putrinya di depan televisi yang baru saja ia nyalakan menayangkan kartun dua bocah berkepala botak.

Dia tidak perlu khawatir, karena putrinya lebih tertarik pada layar yang menampilkan warna dan suara itu dari pada berjelajah di sepanjang ruang.

Falisha Wiryawan, bocah cantik yang menemani hari hari Laras yang dulunya sepi menjadi penuh warna sejak kehadirannya.

Buah cinta, ah bukan, baginya Sasa hanya anaknya. Anak yang mati-matian ia perjuangkan di saat ayahnya sendiri berniat untuk melenyapkannya.

"Makan dulu yuk, mama udah masak sayur bening kesukaan Sasa."

Tau dengan ajakan sang mama, Sasa memekik antusias kakinya di hentak-hentakkan bergantian ke lantai dengan semangat membuat Laras berjalan tergesa menuju sang putri takut anaknya akan jatuh karena belum bisa menjaga keseimbangan.

"Jangan hentak-hentak sayang," seru Laras.

"Makam ma."

Sepertinya putrinya benar-benar lapar, menatap binar mata Sasa membuat Laras tersenyum bahagia. Anaknya ini mudah sekali lapar persis seperti dirinya. Padahal saat di mobil tadi bocah itu sudah menghabiskan beberapa keping roti dan lihatlah sekarang betapa antusiasnya sang putri saat dirinya mengajak makan malam.

"Nah, anteng ya. Mama siapin makannya dulu."

Setelah mendudukan putrinya, Laras dengan cekatan menyiapkan makan malam mereka. Dengan Lauk sayur bayam dan tempe goreng, menu sederhana itu berhasil membuat perut Laras berdemo meminta di isi.

Bergantian Laras menyuapkan makanan ke mulut putrinya dan dirinya sendiri, nasi untuk Sasa memang harus lembut karena anaknya itu tidak terlalu suka nasi pulen.

"Selesai. Sekarang duduk disini ya. Mama mau beresin meja makan dulu."

Mendudukkan putrinya di karpet berbulu, Laras mengambil beberapa mainan untuk teman bermain sang putri.

Menjadi orang tua tunggal mengharuskan Laras untuk benar-benar pintar dalam membagi waktu. Tidak terlalu sulit sebenarnya karena putrinya memang anak yang cenderung pendiam saat sudah bertemu dengan mainan kesukaannya.

Tapi jangan ditanya saat Sasa sedang aktif, bocah itu tidak akan bisa diam di mananapun gadis kecil itu berada. Keaktifan Sasa inilah yang membuat Laras tak henti mengembangkan senyum.

Setiap hari tingkah sang putri, pertumbuhan sang putri adalah hal yang menjadi prioritas Laras untuk saat ini. Baginya, kebahagiaan dan tumbuh kembang Sasa adalah nomor satu.

"Main apa sayang?"

"Ngeng ngeng mama."

"Kakak udah belum mainnya? Tidur yuk. Mama ngantuk nih."

Sasa mengerjabkan kedua matanya lucu membuat Laras tak tahan untuk tak mencium kedua belah pipi gembil sang putri. Sasa yang mendapat serangan mendadak dari mamanya memekik terkejut namun tak urung kikikan geli gadis kecil itu keluarkan.

"Sekarang kita terbang ke kasur. Wiuuu."

*****

Laras menatap wajah damai Sasa yang tertidur lelap, cantik adalah kata yang selalu ia rapalkan saat memandangi anaknya. Hidung Bangir, bibir tipis turunan darinya dengan bulu mata lentik dan rambut hitam lebat membuat siapapun menganggukkan kepala setuju dengan kecantikan sang putri.

Saat-saat malam beginilah dia bisa santai beristirahat, Laras selalu sibuk untuk mempersiapkan masa depan putrinya.

Tak ada jaminan untuk mereka selalu hidup enak dan tercukupi jika ia tidak bekerja, Laras rela banting tulang untuk kehidupan anaknya yang tercukupi.

Terkadang rasa lelah tak bisa perempuan muda itu elak, lelah fisik juga lelah batin. Namun selagi masih ada Sasa di sampingnya bagi Laras itu bukan suatu masalah yang besar. Sasa adalah kekuatannya, senyum gadis kecil itu adalah obat rasa lelahnya. Tak ada yang lebih membahagiakan selain senyum indah yang terpatri di bibir sang putri.

"Jadi anak sholehah ya sayang, maafkan mama belum bisa memberikan yang terbaik buat Sasa."

Laras mencium puncak kepala sang putri lembut, matanya selalu berkaca-kaca saat mengingat bagaimana ia dulu berjuang untuk Sasa.

Perjuangan yang sangat berat di tengah kekalutan yang Laras rasakan, mendongak Laras tak mau air mata itu turun kembali. Sudah cukup dulu ia meratapi semuanya, tapi sekarang ia harus kuat untuk anaknya.

Menarik selimut ibu satu anak itu memilih untuk tidur mengistirahatkan tubuhnya, menyusul sang putri menuju alam mimpi. Ia cukup lelah setelah seharian ini bekerja, kedai mereka cukup banyak pelanggan yang datang dari pagi hingga sore tadi membuat Laras tak bisa hanya duduk diam di kursi ruangannya. Perempuan itu juga ikut turun tangan membantu para karyawan untuk melayani para pembeli yang datang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Ingin Menjadi yang Kedua.
8.2
Kehidupan Nisa hancur seketika saat melihat Damar, suaminya, bermesraan dengan wanita lain. Terungkap fakta pahit bahwa Damar telah memiliki istri pertama sebelum menikahinya. Alasan Damar enggan menyentuh Nisa karena statusnya yang masih mahasiswi hanyalah kebohongan belaka. Meski dikhianati secara keji, Damar tetap bersikeras menolak perceraian. Kini Nisa terjebak dalam dilema besar, haruskah ia bertahan dalam pernikahan yang penuh kepalsuan ini?
Sampul Novel Bukan Teman Tapi Sekamar?
8.4
Amanda, sosialita kaya raya yang sombong, terjebak dalam masalah besar setelah menyetujui syarat ayahnya. Ia terbangun di pulau terpencil bersama Senja, pria dingin yang tak ia kenal. Keduanya terpaksa tinggal serumah demi misi reality show televisi dengan tujuan berbeda. Amanda yang manja membuat Senja kewalahan, sementara ketus pelayan itu membuat Amanda frustrasi. Di tengah konflik kepribadian yang kontras, mampukah mereka bertahan di lingkungan yang asing?
Sampul Novel Cinta CEO untuk Renata
9.1
Renata, putri konglomerat berdarah Jerman-Bali, didera duka setelah dikhianati Rangga dan kehilangan calon suami keduanya, Kim, dalam sebuah tragedi maut. Demi memulihkan hati, ia pindah ke Jerman, namun takdir mempertemukannya kembali dengan Rangga dan Maharatih yang jahat. Akibat jebakan obat perangsang, Renata hamil oleh CEO tampan Alexander Maxwell. Meski Maharatih mencoba memanipulasi keadaan, pengakuan Rangga akhirnya membongkar semua kebusukan tersebut.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel Do Not Love Me
9.4
Hari pertama Kayla Prawijaya di sekolah baru menjadi kacau sejak bertemu Mexsi Megantara, murid pindahan asal Singapura. Hubungan mereka diawali kebencian karena Kayla tak mengerti alasan Mexsi begitu memusuhinya. Namun, fakta mengejutkan terungkap bahwa mendiang kakak Mexsi adalah cinta pertama Kayla. Rasa benci itu berubah jadi cinta saat Mexsi mengetahui Kayla mengidap kanker darah. Mampukah Mexsi tetap bertahan mendampingi Kayla di tengah ujian pilu ini?
Sampul Novel JODOH DEPAN RUMAH
9.5
Naura terkejut saat dipaksa menikah dengan Bagas, tetangga depan rumah yang sangat menyebalkan. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti setelah mempelai wanita pilihan Bagas menghilang tanpa jejak. Meski awalnya tanpa cinta, benih asmara mulai tumbuh di antara mereka. Namun, kembalinya sang mantan kekasih menguji kesetiaan Bagas. Akankah rumah tangga mereka tetap bertahan atau justru hancur karena kehadiran orang ketiga di tengah mereka?