
Hawa Nafsu Kekasihku
Bab 2
"S-saya tidak sengaja memasukkan kertas dokumen yang bernilai puluhan juta dolar ke dalam mesin cacat, dan saya saat itu tidak tahu kalau hal tersebut dapat membuat perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar akibat kecerobohan yang saya buat sendiri, dan karena itu ... saya akan bertanggung jawab untuk mencetak ulang atau membuat ulang dokumen tersebut." Laki-laki berwajah oriental yang amat tampan itu menundukkan kepalanya, seolah sedang bersiap-siap menerima bentakan dari Affry. "Setidaknya berikan saya kesempatan kecil untuk memperbaiki hal ini, saya janji saya akan menyiapkan ulang dokumen tersebut."
Affry mendengkus lagi, berjuang menahan rasa kesal yang sudah terlebih dahulu merayapi hati wanita berambut cokelat panjang itu, tampaknya, pada situasi semacam ini, ada baiknya jika wanita bertubuh tinggi semampai tersebut memberi satu kesempatan lagi kepada si anak magang untuk memperbaiki kekacauan yang tercipta akibat kesalahan yang diciptakan si anak magang. "Baiklah, baiklah, untuk kali ini aku akan memaafkan dan memberimu satu kesempatan lagi untuk memperbaiki dan memastikan bahwa kamu tidak akan pernah kabur dari tanggung jawab atas kekacauan yang telah kamu buat, dan jika kamu mengingkari ucapanmu ... aku akan mengirim petugas dari resimen pekerja untuk menjemput orang-orang macam kamu." Ah ... ternyata itu mengapa dibuat resimen pekerja, ya, agar orang-orang atau pekerja yang sudah membuat keacauan seperti laki-laki berkulit kuning langsat itu tidak bisa bebas pergi tanpa bertanggung jawab sama sekali. Ya, biro yang satu itu memang bertugas untuk mengatasi pekerja yang bermasalah, seperti mengacau di lingkungan kerja, hingga membuat perusahaan mengalami rugi besar akibat kecerobohan si pekerja.
Chaing He terdiam seribu bahasa seperti sebuah patung ketika laki-laki pemilik netra cokelat itu mendengar tentang resimen pekerja, ya, apapun yang terjadi, sebisa mungkin laki-laki berambut cokelat itu tidak perlu sampai berurusan dengan resimen pekerja, yang walau memang bertujuan untuk memperbaiki pekerja macam laki-laki pemilik marga Liu itu, seringkali jika seseorang sudah masuk ke tempat tersebut, orang itu akan dianggap tidak berkompeten, tidak bertanggung jawab, dan tentu saja sangat tidak berguna, hingga pada umumnya, jika seorang pekerja, baik pekerja tetap ataupun pekerja magang sudah pernah mencicipi namanya resimen pekerja, tidak akan ada orang yang mau memakai mereka sebagai pekerja di dalam perusahaan mereka.
Segera, laki-laki berwajah oriental yang amat tampan itu membungkukkan badannya sedalam mungkin, seolah sadar bahwa pemuda itu bisa saja terlibat di dalam masalah yang jauh lebih besar lagi, jika laki-laki pemilik netra cokelat itu gagal dalam mengatasi masalah yang dibuat pemuda berdarah China itu sendiri. "Tenang saja, Bu Affry, saya akan memperbaiki masalah yang saya buat sendiri! Anda tenang saja."
Wanita pemilik netra cokelat itu menghela napas panjang, lagi, entah mengapa wanita yang merupakan pendiri dari Yuu Inc. tersebut merasa sedikit muak dengan apa yang telah dilakukan oleh anak buahnya sendiri. "Baiklah, baiklah, lebih baik kamu segera perbaiki masalah yang kamu buat sendiri, sebelum Pak Richard datang untuk mengurus kerja sama ini! Jika tidak ... awas saja, tanpa basa basi lagi, aku akan langsung mengirimmu ke resimen pekerja, mengerti?!" Wanita yang mengenakan jas hitam itu berkata dengan nada tinggi, seolah tidak lagi ingin mendengar perkataan Chaing He lagi.
"Baik, Bu! Tenang saja!" Dengan sedikit terburu-buru, si anak magang langsung keluar dari ruangan sang Direktur Utama, lantas berjalan menyusuri lorong yang lumayan panjang, berisi dengan berbagai ruangan yang ditempati oleh jajaran eksekutif dan direksi perusahaan tersebut, ruangan yang sebenarnya dibenci oleh laki-laki berkulit kuning langsat itu.
Chaing He segera kembali ke tempat kerjanya berada, lantas dengan cepat mencetak ulang dokumen yang sudah dihancurkan pria pemilik netra cokelat itu, tanpa lupa merubah sedikit isinya agar dokumen tersebut bisa membawa keuntungan yang sedikit lebih besar kepada perusahaan tempat laki-laki berwajah oriental yang amat tampan itu bekerja. Setelah selesai mencetak dokumen itu, pemuda berdarah China tersebut menghela napas panjang, sebuah senyuman yang aneh lagi-lagi muncul di wajah tampannya yang khas. "Dasar wanita payah, bisa-bisanya dia tidak curiga sama sekali ...." monolog laki-laki berambut cokelat itu seraya memasukkan dokumen tadi ke dalam sebuah map. "Ah ... aku masih tidak bisa benar-benar mengerti mengapa perusahaan sebesar dan sebagus ini bisa dipimpin dan didirikan oleh seorang wanita yang benar-benar bodoh."
Sebuah kenyataan menyakitkan seolah sedang bersiap-siap menghancurkan wanita berambut cokelat panjang itu, tentu saja, kenyataan menyakitkan tersebut berasal dari Chaing He, si anak magang yang seringkali dianggap sebagai pengacau, perusuh, tidak sopan serta tidak berguna. Ya, bagaimana jika sebenarnya, si anak magang yang selalu terkena masalah itu, adalah seorang penyusup yang tidak diketahui siapa pengirim atau tuannya? Bukankah hal seperti itu benar-benar menarik untuk diperhatikan? Pemuda berdarah China itu lantas menghela napas, sebelum menyesap kopi panas yang memang selalu tersedia di meja laki-laki berwajah oriental yang amat tampan itu, seraya memutar-mutar map berisi dokumen yang harus dan akan diberikan kepada wanita yang sedang dihancurkan laki-laki itu dari dalam secara perlahan dan tentu saja, hati-hati.
Bagi Chaing He, wanita pemilik netra cokelat itu merupakan sesuatu yang sangat menarik untuk diperhatikan dan dihancurkan, ya ... walau Chaing He terlihat sangat perusuh, pengacau serta bisa dikatakan seringkali bertindak sesuka hati, pemuda berdarah China itu sebenarnya merupakan pribadi yang sangat serius, misterius lagi berhati-hati dan mudah sekali merasa curiga atas orang lain. Karena itu lah, laki-laki berkulit kuning langsat itu seringkali diremehkan dan dianggap tidak bisa melakukan apa-apa di kantor tersebut. Sesapan kopi yang terasa sedikit manis dan dominan pahit itu membuat pemuda pemilik netra cokelat itu memasang senyum tipis, ya, sebisa mungkin, laki-laki itu harus bisa menjalin hubungan akrab dengan Affry, sembari terus menghancurkan perusahaan itu dari dalam.
Affry memijat pelipisnya sendiri, kepalanya sudah terasa pusing sedari tadi, di mana wanita bertubuh tinggi semampai mengetahui bahwa salah satu dokumennya yang sangat penting, tiket sang Direktur Utama untuk meraih keuntungan yang sangat besar kepada perusahaannya, tanpa sengaja dihancurkan dengan cara dimasukkan ke mesin pencacah oleh anak magang yang baru masuk ke perusahaan milik wanita itu.
Ya, sebenarnya, selain itu merupakan surat kerja sama, dokumen yang sama juga memuat surat jual beli kepemilikan saham di perusahaan tersebut. Bagi wanita pemilik netra cokelat itu, saham senilai kurang dari sepuluh persen pun sangat berharga untuknya, karena tanpa saham-saham tersebut, perusahaan yang dijalankan oleh seorang Affry Yuu tidak akan bisa bergerak, pun tidak akan menjadi apa-apa di Amerika. Yang membuat wanita berambut cokelat panjang itu marah besar, orang yang akan menandatangani surat tersebut sudah berada di perjalanan, dan orang tersebut terkenal tidak pernah memberi toleransi terhadap keterlambatan, sama sekali tidak.
Anda Mungkin Juga Suka





